Tangerang – Maspolin.id|| Kejadian berawal dari seorang lelaki yang menawarkan sebuah produk, lelaki tersebut bernama Wangdi (nama samaran). Wangdi menceritakan kepada awak media Maspolin. id.
Awal kejadian yg menimpa dirinya di tempat usahanya, setiap hari korban sebagai pekerja menjual Barang Produksi PT Bintang Prima Karya sebagai reseller di perusahaan. Produk yg di jual kepada seorang konsumen yg bernama Malvin dengan harga Rp. 1,680,000. Tetapi korban ini mendapatkan harga reseler Rp.1,200,000. Korban membeli produk ini sekitar 4 bulan yg lalu dengan harga promo Rp.2,600,000. Untuk 3 jenis produk,tetapi Mertua korban hanya perlu 2 produk,
Korban menjualnya kepada mertua seharga Rp.1,100,000 per paket, namun merasa tertipu maka pelaku mendatangi tempat penjual produk,yg tidak lain adalah kakak iparnya sendiri. Namun terbawa emosi si pelaku yg bernama Malvin Arnaldo mendatangi langsung kerumah korban.
sebut saja Wangdi,ternyata tidak mau bicara baik-baik dengan korban seketika itu juga si pelaku alias Malvin mengatakan dengan kata-kata teriak ke korban kalau si korban telah menipu Orang tua pelaku, saat itulah Malvin melakukan pemukulan ke istri korban sehingga sempoyongan dan hampir terjatuh, maka wangdi segera menyelamatkan istrinya namun nasib berkata lain justru pelaku ini langsung menghujam wajah Wangdi hingga babak belur.
“Kejadian itu di lakukan di depan kedua anaknya, dan mata kanan Wangdi memar tidak bisa lagi melihat dengan jelas.”
Merasa tidak terima perlakuannya Malvin, maka korban meminta awak Media Maspolin.id, untuk mendampingi membuat laporan ke Polsek Cipondoh dan di terima laporannya oleh Satreskrim Polsek Cipondoh.
Sesuai dengan laporan, Satreskrim meminta surat visum dari rumah sakit terdekat. Sekitar pukul 01.20 WIB hingga berita ini di terbitkan pihak Satreskrim Polsek Cipondoh-Tangerang Kota belum melakukan tindakan lebih lanjut terkait laporan korban.
“Pihak yang berwajib Kapolsek dan Satreskrim tolonglah secepatnya untuk megusut dan menangkap pelaku,” Harapnya sambil menahan rasa sakit di matanya yg terasa nyeri
Panji Wibowo.










