Cilacap, Maspolin.id – Menindaklanjuti dugaan pencemaran lingkungan akibat aktivitas industri di Cilacap, Tim Kajian Daerah (Kajida) Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Setjen Wantanas) di bawah pimpinan Kolonel Cpl Jajah Subarja mengunjungi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Pabrik Cilacap (dulu Holcim), Kamis (22/8/2019).
Kedatangan tim didampingi Kasdim 0703/Cilacap Mayor Inf Ahmad Rofik Alfian, Danramil 18/Cilacap Utara Kapten Inf Taryun, Danramil 13/Majenang Kapten Inf Agus Sudarso, dan sejumlah perwakilan dari Pemkab Cilacap.
Kunjungan tim disambut GM PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) Edi Sarwono dan sejumlah kepala bidang yang ada di perusahaan semen terbesar itu.
Kolonel Cpl Jajah Subarja menjelaskan maksud dan tujuan tim datang ke beberapa industri yang ada di Kabupaten Cilacap, dimana hasil kajian ini akan dilaporkan ke Ketua Wantanas, yakni Presiden RI.
Selain itu, menyosialisasikan dan mengajak kepada semua pihak dalam bidang bela negara.
Sementara, GM SBI menjelaskan, teknis penambangan, proses pembuatan semen, dan pemasarannya, termasuk program-program yang telah dilakukan terhadap masyarakat sekitar dan program ramah lingkungan.
Di daerah pabrik, pihaknya juga telah melakukan pemantauan mengenai gas, air, emisi, flora dan fauna. Termasuk di Nusakambangan dimana hal itu selalu rutin dilaksanakan dan dilaporkan setiap tiga bulan. Menurutnya, kondisi yang ada saat ini masih dalam koridor kontrol yang baik.
Tentang limbah B3, Edi Sarwono juga menjelaskan, saat ini sudah ada pengolahan limbah dan pihaknya selalu bersinergi dengan pihak lain, yaitu perusahaan-perusahaan yang ada di Cilacap dan telah memanfaatkan limbah ini menjadi energi pengganti batu bara, dan pihaknya telah menyediakan fasilitas yaitu tempat pengolahan sampah. Mengenai udara, GM SBI memastikan sudah terkontrol dengan baik, karena SBI mempunyai hutan kota terluas di Cilacap.
Program-program Coorporate Social Responsibility (CSR) yang sudah dilakukan SBI diantaranya program kesehatan, pendidikan, dan gerakan orang tua asuh (GOTA). “Setiap tahunnya, PT SBI membantu biaya pendidikan anak-anak yang berprestasi dari kalangan tidak mampu,” ucap Edi.
Terkait paparan GM SBI, tim melalui Kolonel Inf Judi Paragina Firdaus yang juga analis kebijakan bidang kelembagaan Desisnas sangat mengapresiasi SBI. Menurutnya, pabrik di bawah manajemen Semen Indonesia Grup ini terkenal sangat concern, nyata, dan bagus untuk lingkungan hidup. Hal ini sesuai Inpres No 7 tahun 2018 tentang Paradigma Baru Aksi Nasional Bela Negara dan Modul Utama Pembinaan Bela Negara.
Dia berharap, SBI lebih bersinergi dan proaktif dengan swasta, Pemkab Cilacap, TNI, dan Polri demi membangun kepentingan masyarakat dan bela negara. Sebab, menurutnya, Cilacap ini harus menjadi kota terkaya di Jawa Tengah. “PT SBI mohon jangan puas sampai di sini, namun ke depannya harus lebih maju lagi,” pungkasnya.
Selain berkunjung ke SBI, tim didampingi sejumlah pejabat yang hadir meninjau lokasi penambangan (quarry) batu kapur yang ada di Pulau Nusakambangan. (Estanto)










