Cilacap, Maspolin.id – Psikotest menjadi syarat utama bagi calon pekerja migran Indonesia (CPMI) Korea Selatan.
Setelah melalui tahapan-tahapan yang dipersyaratkan untuk menjadi calon pekerja migran Indonesia (CPMI) Korea Selatan, khususnya usai melewati tahapan computer basic test (CBT) dan skill test, serta setelah sending data, maka dilaksanakan psikotest, seperti yang dilakukan Lembaga Pendidikan dan Keterampilan (LPK) Bahasa Korea O Mo Ni Cilacap, Jawa Tengah, Senin (2/12/2019).
Pimpinan LPK O Mo Ni Cilacap Mutfi Ma’ruf membenarkan pihaknya melaksanakan psikotest. “Ya, mas, hari ini kami lakukan psikotest bagi siswa LPK O Mo Ni sektor perikanan (fishing), setelah mereka melalui beberapa tahapan, diantaranya belajar bahasa (dasar) Korea dari nol selama kurang lebih tiga bulan di LPK, perbanyak kosakata, mengikuti ujian Employment Permit System (EPS-TOPIK) CBT, latihan skill test jika lulus CBT,” katanya.
Dia menambahkan, jika dinyatakan lulus CBT, dilanjutkan ujian skill test, setelah itu pengambilan sertifikat jika skill test juga dinyatakan lulus, melalui web resmi BNP2TKI.
Menurut Upi – panggilan akbrab Mutfi Ma’ruf -, tahap berikutnya adalah pengurusan berkas sending, seperti paspor, medical check up (MCU), surat izin orang tua, suami dan atau istri, dilanjutkan sending data. Jika sudah ter-sending akan turun Standart Labor Contract (SLC) atau kontrak kerja, kemudian Preliminary atau Pemberkasan Akhir Pemberangkatan (PAP), dan terakhir terbang.
“Jika tahap akhir sudah terlampaui, berarti sukses Anda sudah di depan mata,” imbuhnya.
Tata Suryata, salah satu siswa LPK O Mo Ni yang juga peserta psikotest mengatakan alhamdulillah bahwa dia akhirnya lulus setelah beberapa kali HRD Korea melalui BNP2TKI melaksanakan berbagai tes, baik sektor manufacture atau fishing. “Mungkin rezeki saya berada di air, karena beberapa kali saya ikut CBT sektor manufacture selalu gagal,” ujarnya.
Dia mengharapkan dan mungkin juga semua teman-temannya serta pihak LPK, setelah data ter-sending akan cepat pula SLC turun. “Untuk segera terbang demi kehidupan yang lebih baik untuk anak-istri,” tutupnya. (Awan)










