Pengasinan, Depok – Maspolin.id|| Maraknya penjual obat keras jenis G seperti Hexymer, Tramadol, Zolam, dan Reklona masih marak diperjual-belikan secara bebas di kota Depok, khususnya wilayah, Sawangan Depok.

Perlu diketahui jenis obat-obatan yang termasuk dalam daftar G ini dijual secara murah di toko yang berkedok toko kelontong hingga toko sembako.

Menyikapi fenomena perusak generasi Z, aktivis Narkoba H. BE Setahadi menegaskan terkait dengan pengawasan peredaran obat-obat daftar G dengan cara yang ketat agar tidak menjadi masalah yang berkepanjangan. Bahwa orang yang sudah mengkonsumsi obat-obatan Daftar G yang memiliki efek serupa bahkan bisa lebih dahsyat dari Narkoba.

“Sebagai Aktivis menindak maraknya penjualan obat-obat keras ini harus kompak, tokoh masyarakat, tokoh agama, dam pemuda harus kompak untuk mengepush terutama kepada pihak Polsek Bojongsari,”tegasnya.

Dikatakannya, apabila tidak ada penindakan tegas dari pihak kepolisian tentu akan berindikasi kembali menjual obat-obat keras daftar G. Dirinya menegaskan jangan sampai masyarakat beranggapan maraknya penjualan obat-obat keras ada permainan oknum didalamnya.

Sebagai aktivis, H. BE Setahadi tidak berharap wilayah Pengasinan dan sekitarnya menjadi citra buruk dari para penjual yang bukan berasal dari wilayah setempat.

“Insyaallah saya akan memobilisasi masalah gerakan pengawasan terhadap penjual obat-obat keras yang berkedok warung sembako atau toko kelontong yang masih tetap membuka, terutama warung yang sudah sempat di geruduk warga sebelumnya,”ucapnya, pada Rabu (3/1/2024) di Posko Kemenangan.

Menurutnya, jenis obat-obat keras seperti ini bisa menjadi potensi narkotika jenis baru yang dimanfaatkan oleh oknum untuk berlindung dari kejaran hukum.

“Masalahnya jenis obat-obat daftar G ini hanya ada di toko obat resmi dengan menggunakan resep dokter, justru yang kita dapati sebaliknya obat ini dapat di beli di warung dengan harga murah, ini udah mengerikan banget apabila tidak ada tindakan dari pihak kepolisian dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),”pintanya.

H. BE Setahadi mengungkapkan bahwa ada kasus seperti Geng motor yang tertangkap di posko kemenangan yang ada di Jalan Raya Pengasinan , dirinya menilai orang tersebut terlihat biasa saja tanpa ada rasa takut meskipun sudah di kepung oleh warga.

“Itu anak motor yang berulah meski udah dikepung warga bahkan ada yang mau memukul tapi dia (Geng Motor) santai aja, saya berindikasi orang tersebut udah terpengaruh dari efek obat itu jadi udah ga ada rasa takut meski di keroyok banyak warga, ini kan udah ngeri kalau udah kaya gini,”imbuhnya.

Menanggapi ini, H. BE Setahadi tentunya akan terus memberikan edukasi kepada warga terutama wilayah binaannya bahwa peredaran narkotika itu adalah proses pembodohan anak bangsa sebagai generasi penerus.

“Saya sebagai aktivis penggerak tentu terus akan mengedukasi seperti itu. Perlu diketahui juga saat ini saya sudah komunikasi dengan pihak apotik bahwa yang di jual bebas itu berbeda dengan yang di jual di apotik dalemnya oplosan dari bentuknya aja beda indikasinya ini memang udah jualan narkoba,”tegasnya.

(nez/Mpl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini