Mario CS dan Sembilan Pengacara Polisikan Lembaga Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pramugari Akibat Penipuan Penggelapan

Lampung Selatan – Maspolin.id // Sembilan pengacara laporkan Lembaga Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pramugari atas PT. Citra Angkasa Tercipta (CAT) ke Polsek Natar, Polres Lampung Selatan, dengan tuduhan telah melakukan penipuan dan penggelapan, terhadap uang murid-muridnya kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Direktur yang merangkap kepala Lembaga pendidikan, menjanjikan pelatihan dan kerja menjadi pramugari dengan meminta sejumlah uang, namun ternyata apa yang di janjikan tidak benar (16/3/2022).

Para pengacara itu antara lain, Mario Andreansyah,SH.,MH., CM., Wayan Saka, SH.,MH., Ahmad Syafrudin, SH., ShintiaDwi Damayanti, S.H., Eri Apriadi, S.H., Haerun Nawan, S.H., Mustain, S.H.I.,YanuarZuliansyah, S.H., dan Fitra Liana Suri, S.H.I.,CM, yang menjadi kuasa hukum korban yaitu TF, Bayu Kurniawan, Hefri Apriyanto dan Sandi Aldi Adimyati.

Menurut Mario, pimpinan lembaga pendidikan itu mereka merekrut para lulusan SMA dengan diiming-imingin pelatihan selama 6 bulan dengan membayar uang cukup lumayan, kemudian dijanjikan bekerja sebagai pramugari atau pramugara. Bahkan mereka juga dimintai sejumlah uang dengan dijanjikan penempatan, jika selama 18 bulan dapat penempatan, maka dijanjikan uang kembali seutuhnya.

Hari ini kami telah melaporkan dugaan terjadinya tindak pidana Penipuan dan atau penggelapan yang dialami oleh klien Kami, Sdr. TF, orang tua dari salah satu peserta didik, di Polsek Natar. Pelakunya oknum petinggi pada salah satu Lembaga Pendidikan dalam bidang penerbangan yang ada di Provinsi Lampung.
Dalam hal ini dugaan penipuan dan atau penggelapan yang dilakukan oleh oknum petinggi pada salah satu Lembaga Pendidikan tersebut adalah dengan mengiming-ngimingi kliennya. “Klien kami menyekolahkan keponakannya pada lembaga milik pelaku. dan dijanjikan pasti akan mendapatkan pekerjaan dalam bidang penerbangan. Dan akhirnya klien kami menyetor biaya pendidikan yang cukup besar dan langsung lunas, dengan harapan bahwa keponakannya dapat langsung bekerja,” kata Mario.

Selanjutnya, kata Mario, pada sekitar bulan September 2021, oknum Petinggi tersebut mengatakan bahwa Keponakan kliennya akan mendapatkan pekerjaan, namun syaratnya harus kembali menyetorkan sejumlah uang. Ponakan klien Kami sudah mau mendapatkan pekerjaan, tapi syaratnya harus menyetor uang lagi kepadanya, diluar biaya pendidikan. Dan akhirnya klien kamipun menuruti keinginan oknum petinggi tersebut, dan langsung mentransfer ke rekening pribadinya dengan jumlah yang cukup lumayan besar , tuturnya .

Namun setelah mengirimkan uang, dan ditunggu berbulan-bulan, hingga saat ini keponakan klien tidak mendapatkan pekerjaan. Bahkan kini pelaku sudah tidak bisa lagi dihubungi.Menurut klien kami korbannya bukan klien kami aja tapi masih banyak juga korban yang  lainnya.
Karena tidak adanya itikad baik dari Oknum Petinggi Lembaga tersebut maka klien kami melaporkan kejadian ini pada Polsek Natar, Tutup Mario .

Beberapa pihak korban juga sudah melakukan konfirmasi ke nomor yang tertera dalam pengumuman PT CAT dimaksud, namun sudah tidak aktif. Saat dikunjungi kantornya di bilangan Rajabasa, keadaan kantor dan lembaga pendidikan itu sudah tutup, dan tidak berpenghuni. “Orangnya sudah keluar mas,” kata warga di depan halaman kantor itu.

(Tim/ YK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini