Cilacap, Maspolin.id – Berdirinya Masjid Al Mujahidin, Majenang, Cilacap, Jawa Tengah, tak lepas dari andil putra daerah Majenang, Bupati Cilacap H Tatto Suwarto Pamuji dan mantan Kapolda Metro Jaya Jenderal Pol (Purn) Nurfaizi.
Pada Jumat (10/1/2020), usai salat Jumat dilakukan persiapan tasyakuran selesainya pembangunan Masjid Al Mujahidin Majenang.

Seluruh pengurus masjid yang berlokasi di Alun-alun kota Majenang akan melaksanakan tasyakuran, yang rencananya digelar Sabtu (11/1/2020) keesokan harinya.
Masjid termegah di kota Majenang itu dibangun atas keikhlasan para donatur yang selama ini sangat peduli dengan perkembangan pendidikan agama di Majenang.
Ketua DKM Masjid Al Mujahidin Majenang Mashudin mengatakan, sebenarnya banyak putra daerah ikut membantu pelaksanaan pembangunan masjid ini.
Di antara putra daerah tersebut adalah Jenderal Pol (Purn) Nurfaizi dan H Tatto Suwarto Pamuji.
“Untuk itu, besok kita akan mengadakan tasyakuran dalam rangka sudah selesainya pembangunan sarana ibadah di kota Majenang,” ungkapnya.
Tasyakuran diperkirakan dihadiri sekitar 3.000 warga Majenang dan sekitarnya.
Yang menarik, di Masjid Al Mujahidin ini tidak ada batasan khilafah seperti di masjid-masjid di tempat lain.
Terbukti, saat salat Tarawih, di masjid ini jamaah selalu salat bersama.

“Di Masjid Al Mujahidin ini, ketika puasa, semua umat Islam bersatu. Baik yang salatnya 8 rakaat maupun yang 21 rakaat,” jelas Mashudin.
Untuk acara tasyakuran, katanya, besok antara Muslimat (NU) dan ‘Aisyiyah (Muhammadiyah) bersatu dan bersama menyisihkan sebagian rezeki mereka.
“Kita berharap, ukhuwah Islamiyyah ini jangan sampai rusak hanya karena perbedaan ma’dab,” tutup Mashudin.
Sementara, salah satu tokoh muda Majenang, Nurul Hadi menambahkan, Majenang adalah salah satu daerah yang paling rukun antar umat beragama.
“Kita berharap kerukunan yang ada di kota Majenang ini dapat ditularkan ke daerah lain,” kata Nurul. (Awan/Edi)










