Bojonegoro,Maspolin.id – Dalam era demokrasi ini kebebasan berpendapat dijamin oleh Undang-Undang. Dimana masyarakat bebas dalam mengemukakan kritik dan sarannya kepada pemerintah untuk meningkatkan daerahnya, namun harus sesuai aturan.
Untuk menyerap aspirasi masyarakat Bupati Bojonegoro mengadakan Sambang Desa dengan tema “Bahaya narkoba dan peningkatan Pertanian”, yang mana Pemkab ingin mendengar langsung apa yang menjadi aspirasi masyarakat dengan mendatanginya langsung.
Acara yang diselenggarakan di Desa Pekuwon kecamatan Sumberejo (28/3) ini dihadiri oleh Wakil Bupati Bojonegoro beserta jajaran Kepala OPD, Camat Sumberejo beserta Forpimca, Kepala desa dan juga Perangkat Desa Pekuwon beserta masyarakat sekitar.
Camat Sumberejo yang dalam hal ini diwakilkan sekcam sumberejo Sahlan menyampaikan bahwa ini merupakan kesempatan yang baik bagi masyarakat, karena Wakil Bupati Bojonegoro turun langsung untuk mendengarkan aspirasi dari masyarakat. Sehingga kesempatan ini perlu digunakan dengan baik oleh masyarakat kecamatan Kepohbaru pada umumnya dan masyarakat Desa Pekuwon pada khususnya untuk menyampaikan aspirasi dan unek-uneknya.
“Keluhan dari masyarakat bisa disampaikan langsung kepada Bupati Bojonegoro dan juga kepala OPD yang bersangkutan. Sehingga bisa segera diambil tindakan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada”Ucap Sekcam.
Kepala Dinas Pertanian Ir. Akhmad Djupari, M.Si menyampaikan bahwa Pemkab Bojonegoro memiliki Asuransi Usaha Tani Padi yang mana dulu petani membayar premi sendiri, sekarang dibayar oleh pemda melalui APBD. Asuransi ini untuk mengcaver sawah yang gagal panen atau mengalami kerusakan sebanyak 75% akan mendapatkan ganti rugi sebanyak 6jt/hektar.
Kedepan juga akan diusulkan untuk bisa asuransi Tembakau, Jagung, serta Bawang. Selain itu ada juga pemberdayaan petani melalui sekolah tani. Hal ini didasari semakin berkurangnya oetani muda. Setiap desa mengalokasikan lahan sawan seluas 1 hektar yang biaya operasionalnya dibiayayi pemerintah seperti benih dan pupuk.
Namun nanti hasilnya bisa diambil sendiri.Selain itu masyarakat juga harus melihat musim dimana hal tersebut juga mempengaruhi jumlah ketersediaan air. Bila menanam dimusim yang salah akan berakibat pada tanaman yang tidak berkembang dan nantinya akan mati, yang mana hal tersebut akan mengakibatkan kerugian.
Kepala Bakesbangpol Kusbianto menyampaikan bahwa tugas dari Kesbang adalah untuk mencegah penggunaan narkoba di masyarakat, bukan mengobati lebih kepada mencegah penggunaan narkoba.
Dimana kita meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi setiap tawaran untuk menggunakan narkoba. Selain itu kita juga berperan aktif dalam meningkatkan mental dan ideologi kebangsaan bagi masyarakat Bojonegoro khususnya.
Kepala Dinas Kesehatan Ninik Susmiarti menyampaikan bahwa target Dinas kesehatan Bojonegoro adalah penurunan angka kematian ibu dan anak, serta penurunan jumlah angka stanting (kerdil). Selain itu dinas kesehatan juga turut berperan aktif dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat Bojonegoro khususnya para pelajar tentang bahaya narkoba. Karena para pajar merupakan objek rentan pengguna narkoba, mereka kerap dijadikan sasaran pengedar narkoba.
“Narkoba sendiri memiliki dampak negatif bagi masyarakat diantaranya adalah membuat ketergantungan bagi penggunanya, meningkatkan agresifitas ke arah negatif”Kata Ibu Ninik
Selain itu dapat mengakibatkan penggunanya menjadi lebih sering melamun, menurunnya prestasi, serta menjadikan orang yang anti sosial. Maka dari itu tugas kita bersama untuk memberantas narkoba ini. Mari jadikan Bojonegoro sebagai daerah yang bebas narkoba.
Wakil Bupati Bojoegoro Mas Wawan menyampaikan bahwa pemkab menyakini tahun 2021 jalan inti bisa tuntas semuanya. Setelah permasalahan infrastruktur jalan rampung Pemkab akan fokus pada masalah air, yang mana bila musim penghujan mengalami banjir dan pada musim kemarau mengalami kekeringan. Sehingga kedepan kita akan memberikan perhatian lebih kepada pembangunan saluran sungai agar air yang melewati Bojonegoro bisa mengalir dengan lancar. Selain itu perlu kerjasama dari masyarakat Bojonegoro agar tidak membuang sampah di sungai. Karena samapah disungai bisa menyumbat saluran air yang mengakibatkan banjir.
Pemkab juga melakukan kerjasama anatar daerah dengan adanya pembangunan jembatan yang menghubungkan desa Luwihaji Bojonegoro ke Desa Medalem Blora. Yang mana nanti hal tersebut bisa meningkatkan perekonomian Kabupaten Bojonegoro bagian Selatan.
Selain itu ada juga usulan warga kanor yang ingin dibangun jembatan yang menghubungkan ke Rengel kabupaten Tuban, namun hal tersebut harus mendapat ijin dari Provinsi. Karena orientasi pembangunan kita adalah pembangunan kawasan secara bersama. Sehingga nanti semua daerah di Bojonegori bisa maju secara bersama-sama.
Selain itu program-program yang disamapikan kepala dinas pertanian adalah upaya pemkab untuk meningkatkan produksi pertanian di Bojonegoro. Kita harus bisa menjadikan Bojonegori sebagai lumbung pangan tidak hanya sebagai lumbung energi. Meskipun kita memiliki berbagai keterbatasan, kuta harus tetapa bersemangat. Selain itu masalah narkoba adalah masalah kita bersama.
Maka dari itu perlu kerjasama semua pihak agar generasi penerus dan juga mssyarakat Bojonegoro ini bebas dari narkoba. Karena narkoba mengakibatkan banyak hal negatif bagi penggunanya, mulai dari kecanduan, hilang konsentrasi dan juga hal-hal yang disebutkan kepala dinas kesehatan diatas.
“Bila pengguna sudah kecanduan biasanya akan menggunakan segala cara untuk bisa mendapatkan barang haram tersebut, mulai dari mencuri, merampas dan lain sebagainya”Pungkas Mas Wawan.
Ags/Hum










