
Trenggalek, Maspolin.id-Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini Mochamad, berbagi pengalaman dengan para finalis duta Batik Trenggalek 2020, di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Trenggalek, Rabu (20/11/2019) Wanita cantik ini memberikan materi pembekalan citra diri untuk semua finalis yang akan ditampilkan di hari penganugerahan duta batik, Jum’at malam (22/11) nanti.
Materi ini memang cukup dekat dengan perjalanan hidupnya saat sebagai foto model maupun presenter yang mengantarkan dirinya bisa membelikan rumah untuk orang tuanya. Citra diri ini tentunya juga cukup erat hubungannya dengan posisinya sebagai seorang istri Bupati di Trenggalek. “Mereka yang terpilih nanti akan meneruskan tugas duta batik tahun 2019.
Tugasnya adalah menyambut 2020 dengan banyak sekali tanggungjawab yang akan diberikan kepadanya,” tutur ibu tiga anak ini kepada awak media. “Tidak hanya bagaimana memajukan batik, tetapi juga membahas untuk bisa berperan sebagai duta pariwisata dan juga berperan memajukan Sumber Daya Manusia (SDM) dilingkungan mereka,” lanjutnya.
Istri Michamad Nur Arifin ini menambahkan, “yang saya tekankan adalah membentuk citra diri yang positif diantara lingkungan yang tidak mendukung dan banyak hal yang mereka tanyakan, yang mendiskusikan cara membentuk citra diri itu sendiri, sebagai branding diri sendiri yang ingin mereka sampaikan ke orang lain sehingga orang lain bisa menangkap apa yang mereka bicarakan,” imbuh Novita menerangkan.
Kompetisi batik sendiri dipasaran cukup ketat sehingga wanita yang menjabat sebagai Ketua Dekranasda Trenggalek ini juga mengajak duta batik maupun pengerajin batik untuk terus meningkatkan kreativitas dan inovasi. “Semua batik yang dimiliki semua daerah itu mempunyai keunggulannya masing-masing, untuk bisa bersaing tentunya yang kita lakukan adalah terus berinovasi apa yang tidak semua Kabupaten itu punya.
Sehingga para duta batik ini punya tugas yang cukup berat mengawal semua orang yang ada di Kabupaten Trenggalek untuk tidak menggunakan batik lain selain batik Trenggalek,” tandasnya.
Penulis: Fals Yudistira









