Mencekam! Detik-detik Oknum TNI Ngamuk, Tembak Anggota Brimob Hingga Tewas, dan Lukai 1 Rekannya

Maluku Tengah – Maspolin.id // Seorang oknum prajurit TNI bernama Pratu Riyan mengamuk hingga menembak mati anggota Brimob, Bharaka Fery.

Riyan sendiri merupakan anggota Pos 8 Liang SSK II Satgas Pamrahwan Yonarhanud 11/WBY, Kesatuan Kodim 1502/Masohi.

Dalam keterangan yang diterima, Kamis (17/3) peristiwa tersebut terjadi di Desa Liang, Kecamatan TNS Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (16/3) pukul 00.00 WIT.

Insiden penembakan tersebut bermula ketika Riyan berbincang dengan Danpos Satgas Liang a.n Letda Arh Firlanang di teras Pos Satgas Ter Liang.

Ketika itu, Riyan membahas soal orang tuanya yang sedang sakit kemudian meminta izin pulang ke Jambi untuk menjenguknya.

Lalu sekitar pukul 22.00 WIT, Firlanang masuk ke Pos untuk istirahat sementara Riyan kembali ke kamarnya mengambil sangkur.

Ia kemudian menuju gudang Senjata Api (Senpi) untuk mengambil sepucuk senpi inventaris pos serta magazen dan peluru tajam.

Setelah itu, Riyan bergegas mendatangi Firlanang dan melepaskan tembakan ke arahnya sebanyak satu kali namun tidak kena.

Riyan lantas keluar dari pos pintu depan membawa senpi jenis SS2p2 lalu menembak rekannya, Prada Raju, dan mengenai dada sebelah kanan.

Ia lantas melarikan diri ke arah kampung Desa Liang dan saat itu bertemu Bharaka Fery yang tengah melintas menggunakan sepeda motor.

Riyan pun memberhentikan anggota Satbrimob Yon B tersebut dengan maksud ingin ikut menumpang.

Sesampainya di jembatan Desa Liang, Riyan turun dari motor dan diikuti oleh Fery.

Namun, Riyan justru melepaskan tembakan ke arah Fery dan mengenai bagian dada sebelah kiri.

Ia pun langsung membuang senpinya lalu meninggalkan TKP menggunakan sepeda motor Fery menuju rumah warga untuk bersembunyi.

Sekitar pukul 03.00 WIT, Kapolsek Elpaputih Iptu Rustom bersama anggotanya menjemput Riyan lalu menyerahkannya ke Koramil Waipia.

Akibat aksi penembakan tersebut, Bharaka Fery meregang nyawa sedangkan Prada Raju dalam kondisi kritis.

Kapendam XVI/Pattimura Kolonel Arh Adi Prayogo Choirul Fajar membenarkan insiden penembakan tersebut.

Adi mengungkapkan pihaknya masih melakukan pengecekan di lapangan terkait laporan tersebut.

(Yar/Nov).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini