Cilacap, Maspolin.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, kembali menggelar Sosialisasi P4GN dengan tajuk Program Rehabilitasi dan Pasca Rehabilitasi Narkoba.

Sosialisasi digelar di @HOM Premiere Hotel Cilacap, Senin (26/8/2019), dengan narasumber Kepala BNN Kabupaten Cilacap AKBP Triatmo Hamardiyono, Kepala Bidang Kesatuan Bangsa pada Badan Kesbangpol Kabupaten Cilacap Agus Riyanto, dan Kepala Klinik Sehati BNN Kabupaten Cilacap dr Septi Pramudowardani.

Sosialisasi yang diikuti sekitar 30 orang ini dikhususkan untuk LSM dan ormas.

Triatmo mengatakan, kegiatan ini untuk melaksanakan program P4GN terutama di bidang rehabilitasi.

“Di Cilacap sudah jalan dan kita sudah punya klinik, bulan Maret lalu kita sudah operasional,” ucapnya.

Jumlah pasien, menurut Triatmo, hingga saat ini tercatat 13 orang, dan ini trennya menaik.

Untuk itu, pihaknya bekerja sama dengan komponen masyarakat, khususnya LSM dan ormas dengan menggelar sosialisasi.

“Penanganan rehabilitasi ini dari hulu hingga hilir. Bagaimana para pengguna narkoba ini kita selamatkan dari ketergantungan,” kata Triatmo.

Namun rehabilitasi ini belum populer di masyarakat karena masih kuat stigma bahwa rehabilitasi bagi pengguna atau pecandu narkoba adalah aib keluarga sehingga harus ditutupi.

Untuk bisa menentukan pengguna narkoba direhabilitasi atau diteruskan ke hukum, Triatmo menegaskan harus ada assessment dari tim terpadu dimana ada tim hukum dan tim medis. Tim tersebut yang menentukan apakah korban narkoba direhab atau dihukum.

Terkait adanya pemisahan antara korban narkoba yang direhab atau dihukum di lapas, Triatmo mendukung karena memang seharusnya ada pemisahan, karena selama ini hampir 50 persen lebih penghuni lapas adalah para gembong narkoba, entah itu pengguna maupun pengedar atau sindikat.

Dia berharap masyarakat tidak alergi dengan program ini dan mengimbau jika di sekitarnya ada yang terindikasi pengguna narkoba agar melaporkan ke BNNK Cilacap agar secepatnya ditangani.

Sementara, Kabid Kesatuan Bangsa pada Badan Kesbangpol Agus Riyanto mengungkapkan bahwa pihaknya selaku pembina LSM dan ormas mengajak LSM dan ormas tetap menjadi mitra kerja dalam program-program pemerintah, melaksanakan, dan membantu pemerintah.

“LSM dan ormas menginventarisir kasus-kasus narkoba, mencatat, dan melaporkan ke BNNK Cilacap,” katanya.

Kepala Klinik Sehati BNNK Cilacap, dr Septi Pramudowardani menegaskan, kampanye pencegahan ini bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat, terutama LSM dan ormas. “Rehabilitasi dilakukan setelah assessment. Dilakukan rehabilitasi karena pemidanaan menurun,” katanya.

Faktor munculnya pengguna narkoba adalah keluarga. Keluarga yang kurang harmonis bisa menciptakan orang-orang seperti ini.

Septi mengatakan, ciri para pencandu adalah menginginkan senang dan tidak mau stres.

Solusi paling mudah yaitu menjaga keharmonisan rumah tangga. Menjaga komunikasi antar anggota keluarga menjadi signifikan untuk mencegah ketergantungan pada narkotika. (Estanto)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini