Oleh: S Stanley Sumampouw

Akhir akhir ini saya sangat prihatin melihat begitu banyak teman di FB yang berlomba lomba memuat dan menjadikan status foto-foto dari teman dan kerabatnya yang sedang sakit.
Saya tidak habis pikir, tujuannya apa, coba? Logika berpikir saya tidak sampai untuk menebak apa maksud mereka sebenarnya memuat dan memamerkan foto-foto orang sakit yang sedang sekarat di medsos. Semakin banyak selang yang keluar masuk ditubuh si sakit kelihatannya akan semakin seru untuk dipajang di time line mereka. Apakah ingin menimbulkan rasa kasihan bagi yang melihat? Apakah si sakit setuju untuk dirinya dikasihani?

Adakah ijin dari keluarganya atau dari si sakit untuk memamerkan diri mereka yang dalam keadaan sakit dan koma tidak berdaya dimuat di medsos? Hai, otak kalian kemana?? 
Bagaimana jika situasi ini dibalik dan kalian yang menjadi obyeknya?

Marilah kita biasakan diri untuk memulai menghargai hak-hak privasi orang lain terutama bagi yang sedang tidak berdaya tergeletak sakit dan koma. Hormatilah mereka, hormatilah dan hargai perasaan keluarga mereka. Berilah empati dan simpati secara baik dengan mendoakan tanpa perlu mengumbar foto dan gambar penderitaan orang sakit dimana-mana.

Akhirnya hargailah diri anda sendiri dengan memperlihatkan bahwa otak anda beres dan perasaan anda masih manusia yang memiliki rasa kasih akan sesama.

Depok, Kamis 17 April 2019
Pkl 20.03.


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini