Menuai Banyak Kritik, Gubsu Diminta Batalkan Proyek Museum Air Tirtanadi

Medan, Maspolin.id—Rencana pembangunan museum air Tirtanadi menggunakan dana CSR (Corporate Social Responsibility) menuai kritik di tengah masyarakat. Selain dinilai tidak memiliki kajian mendalam dalam perencanaan pembangunannya, museum air Tirtanadi juga dinilai sebagai proyek mubazir yang tidak memiliki manfaat bagi masyarakat selaku pelanggan air bersih di Sumatera Utara. Hal tersebut ditanggapi serius oleh Andrian Arif Sinaga, ST di Medan, Sabtu kemarin (21/11).

Menurut Andrian, penyampaian Dirut PDAM Tirtanadi, Trisno Sumantri kepada para wartawan diacara HUT ke 114 PDAM Tirtanadi beberapa waktu lalu tentang rencana pembangunan Museum Air Tirtanadi yang tidak akan menggunakan dana dari Pemprovsu dan akan menghimpun dana dana CSR dari perusahaan perusahaan yang ada di Sumatera Utara, adalah sebuah kekeliruan besar. Yang menjadi pertanyaan adalah perusahaan perusahaan mana saja yang bersedia mengalihkan dana CSR nya untuk berpartisipasi dalam pembangunan museum air dan bagaimana mungkin Trisno Sumantri bisa memastikan dana CSR yang selama ini dialokasikan oleh perusahaan perusahaan untuk kepentingan sosial kemasyarakatan bisa diubah peruntukannya kepada pembangunan museum.

“Bagaimana mungkin Trisno Sumantri berencana membangun sebuah museum air dengan berharap bantuan keuangan dari perusahaan perusahaan yang ada di Sumatera Utara dan menjadikan PDAM Tirtanadi sebagai penjaja proposal untuk sebuah kepentingan yang tidak terarah “ jelas Andrian.

Kajian yang tidak masuk akal tersebut dikatakan oleh Andri adalah sebuah program mubazir yang tidak bermanfaat bagi para pelanggan yang lebih berharap PDAM Tirtanadi bisa meningkatkan kualitas pelayanan dalam hal pendistribusian air bersih yang saat ini menjadi keluhan utama di tengah masyaraka karena tersendatnya pendistribusian dibeberapa kawasan di Medan dan dengan debit air yang masih kecil. “ Jauh lebih bermanfaat bila Trisno Sumantri menyiapkan anggaran untuk perkuatan pondasi bangunan tower air Tirtanadi yang sudah berusia 114 tahun dan tidak usah berpikir untuk membangun pariwisata di Sumut melalui pembangunan museum karena sudah ada dinas dan instansi terkait yang mengurusinya“ kata Andrian.

Mengakhiri penyampaiannya, Andrian berharap Gubernur Sumut, Edi Rahmayadi membatalkan program pembangunan museum air dan segera mengevaluai kinerja Trisno Sumantri yang selama 6 bulan menjabat sebagai Dirut PDAM Tirtanadi belum mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat pelanggan.

“ Saya berharap Pak Edi Rahmayadi selaku Gubernur Sumut dan pengendali saham di PDAM Tirtanadi segera mengevaluasi kinerja Trisno Sumantri yang belum bisa membawa perubahan baik bahkan memunculkan presden buruk bagi kelangsungan PDAM Tirtanadi “. Tegas Andrian.*

Novian Harhara

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini