Oleh: S Stanley Sumampouw
Jaman sekarang, orang nikah saja harus dirahasiakan. Bahkan kadar rahasianya bisa stengah rahasia, bisa sepertiga rahasia bahkan full rahasia.
Jaman dulu, ada nikah terang benderang dan ada nikah tamasya.
Nikah terang benderang itu nikah dengan pesta meriah, bahkan jika mampu bisa dua sampai tiga kali pesta. Pesta untuk para sahabat dan relasi dan pesta untuk keluarga dekat kedua belah pihak.
Nikah tamasya adalah nikah yang tidak mau repot. Sesudah akad nikah atau pencatatan nikah di catatan sipil, mempelai langsung berangkat honeymoon ketempat tamasya tentunya. Makanya dinamakan dengan Nikah Tamasya.
Dan kejadian pernikahannya diumumkan di koran dalam iklan kolom.
Peristiwa pernikahan adalah peristiwa yang istimewa bagi setiap manusia. Peristiwa gembira. Dan karena peristiwa yang istimewa dan menggembirakan maka diperlukan pesta meriah, pengumuman, iklan koran dan berbagai komunikasi yang mengabarkan peristiwa istimewa dan menggembirakan ini.
Apalagi jika diingat, bagi orang-orang Nasrani, bahwa pernikahan adalah sakral yang sekali seumur hidup.
Lalu kenapa ada pernikahan yang diam diam? Stengah diam diam, seperempat diam diam atau diam diam full?
Wallahualam, gak ngerti saya, dan gak tau juga kenapa begitu.
Tapi ada satu kejadian baru-baru ini yang membuat saya mengkerutkan kening dan sumpah mati gak nyampe otak saya memikirkannya.
Belum lama ada kejadian yang sangat menggembirakan bagi saya. Seorang kenalan dekat menikah. Setelah masa pacaran berat sekian lama, perjuangan memupuk saling pengertian sekian lama, akhirnya bisa diwujudkan didepan altar, didepan Tuhan dalam perjanjian suci sehidup semati.
Pesta dibikin, saudara dan relasi diundang dimasa pandemi yang sudah agak longgar ini, dan semuanya dirayakan di gedung restoran yang cukup representatif. Semua gembira dan semua bahagia merayakan hari bahagia ini.
Saya yang tidak bisa hadir karena halangan, dikirimi foto-foto jalannya pernikahan sejak misa di gereja hingga digedung pestanya juga berbagai karangan bunga ucapan dari para relasi si mempelai.
Saya dan istri karena gembira dan exited bikin video ucapan dan dikirimkan kepada mempelai. Dan juga karena kegembiraan yang exited dan kebablasan saya memuat video saya dan foto-foto perkawinan tersebut ke medsos.
Dalam hati saya berkata, “Ini kabar gembira patut dirayakan dan patut disiarkan agar dunia tau ada kejadian gembira menyatunya dua hati dalam perjanjian sehidup dan semati”.
Tayanglah beberapa menit kejadian ini di FB dan di IG.
Tiba-tiba “…few minutes later..” Ada suara WA masuk dengan pesan; “Stan, tolong foto2 nikah yang ada karangan bunganya jangan dikirim di medsos karena tidak semua relasi diundang nanti katanya pilih2….”
Whaaatt? Jadi ada sebagian relasi yang belum tau kalo relasinya nikah?
“Jeng jeng!”
Saya jadi ngerti sekarang, kenapa ada yang milih NIKAH TAMASYA.
Cinere-Depok, Jumat 17 Juni 2022, pk 06.57










