Papua,maspolin.- Sejumlah warga yang mengatasnamakan Tujuh Suku menggelar aksi demo menolak program Vaksinasi Covid-19 bagi Orang Asli Papua (OAP), Selasa(13/7/21).
Para peserta demo membawa beberapa poster yang bertuliskan kalimat penolakan terhadap Vaksin ini diterima oleh sejumlah anggota Dewan diantaranya Marthinus Walilo, Yulian Salossa, Herman Gafur dan Drs Leonardus Kocu.
“Kami memohon Bapak-Bapak DPRD bisa melajutkan aspirasi kami kepada Pemerintah agar menghentikan program ini. Kami orang Papua tidak mau di vaksin dan kami hanya mau di swab saja, jangan memaksa kami untuk di Vaksin,” Kata Agus Bagau sebagai koordinator demo.
“Kami juga meminta dengan tegas agar syarat mewajibkan surat keterangan sudah divaksin bagi warga yang akan melakukan perjalanan dengan trasportasi udara agar ditiadakan dan hanya syarat swab saja,” tambahnya
Pemaksaan untuk wajib swab bagi orang Papua adalah salah satu bentuk pelanggaran HAM karena menerima dan menolak adalah hak individu “ jelas Agus.
Adapun isi pernyataan sikap warga yang dibaca lalu diserahkan kepada angota Dewan diantaranya yaitu :
– Kami masyarakat Tujuh Suku tidak mau divaksin.
– Pelayanan penerbangan sipil untuk wilayah Papua cukup dengan Swab.
– Pemerintah lebih khusus DPRD, Dinas Kesehatan dan Bupati jangan mengada-ada, Corona sudah habis.
– Ambil kebijakan yang pas, jangan asal-asal dalam mengambil suatu keputusan.
“Aspirasi yang sudah kami terima akan kami lanjutkan ke pimpinan untuk kemudian akan memanggil instansi terkait untuk rapat degar pendapat meminta penjelasan soal vaksin. Dewan sependapat agar vaksin tidak dipaksakan bagi orang Papua, karena trauma dengan fakta dan pengakuan serta kesaksian dari masyarakat Papua. Kalau orang Papua belum mau di vaksin jangan dipaksakan, butuh proses dan sosialisasi yang baik soal vaksin,” ujar Marthinus Walilo sebagai Wakil Ketua Komisi C DPRD Mimika.
Hal senada juga disampaikan anggota DPRD lainnya Yulian Salossa bahwa program vaksin tidak harus dipaksakan kepada warga, harus atas kemauan sendiri. Mereka menolak dengan berbagai argument : mungkin belum siap, atau mungkin mereka ada penyakit bawaan. Siapa yang bertanggung jawab setelah divaksin lalu ada dampak yang ditimbulkan atau bahkan meninggal dunia
Setelah melakukan orasi dan menyerahkan pernyataan kepada perwakilan DPRD Mimika, warga membubarkan diri dan meninggalkan area kantor DPRD Mimika.
Dilansir juga dari laman FB Info Kejadian Kita Timika beredar kabar bahwa pada hari ini akan ada demo serupa di gedung DPRD Mimika.
Julius










