Korps Brimob Polri Gelar Bakti Kesehatan Gratis Jelang HUT ke 80

Korps Brimob Polri, Bidang Kesehatan dan Jasmani (Bid Kesjas) Korbrimob Polri

Bogor, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Korps Brimob Polri, Bidang Kesehatan dan Jasmani (Bid Kesjas) Korbrimob Polri bekerja sama dengan Satuan Latihan Brimob Korbrimob Polri menggelar kegiatan Bakti Kesehatan Gratis bagi masyarakat Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini berlangsung di halaman Kantor Desa Bantar Karet sejak pukul 08.00 WIB dan mendapat sambutan hangat dari warga.

Pemilihan Desa Bantar Karet bukan tanpa alasan. Menurut Iptu dokter Amsal A. Tambunan, Dokter Si Kesjas Pas Pelopor, lokasi ini berdekatan dengan area latihan pra operasi personel Brimob di PT Antam menjelang penugasan Satgas Ops Amole II 2025 BKO Polda Papua Tengah.

“Desa ini cukup jauh dari fasilitas kesehatan, sehingga masyarakat membutuhkan pelayanan langsung di wilayah mereka. Selain itu, kegiatan ini juga bertepatan dengan latihan pra operasi personel Brimob yang akan bertugas ke Papua,” jelas Iptu dokter Amsal.

Kegiatan bakti kesehatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Kaops Amole II 2025 Kombes Pol. Fajar Dani Susanto. Para personel yang tengah melaksanakan latihan di bawah penyelenggaraan Satlat Brimob Korbrimob turut berperan aktif membantu kelancaran pelayanan kesehatan kepada warga. Tenaga medis yang terlibat meliputi empat personel Tim Pamkes Pra Ops Amole, satu dokter PT Antam, serta dua perawat PT Antam yang bersama-sama memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Layanan kesehatan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan darah sederhana, serta pemberian vitamin dan obat-obatan secara gratis. Sekitar 80 warga dari berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga lansia, memanfaatkan kesempatan ini dengan antusias. Mereka mengikuti pemeriksaan dengan tertib dan berinteraksi langsung bersama tenaga medis yang bertugas.

“Kami sangat senang Brimob datang langsung ke desa kami. Pelayanan ini sangat membantu, apalagi bagi warga yang jarang berobat karena jauh dari puskesmas,” ungkap Bapak Apin, salah satu warga Desa Bantar Karet.

Hal senada disampaikan oleh Ibu Eti, warga lainnya. “Terima kasih banyak kepada Brimob. Dengan adanya pengobatan gratis ini, masyarakat yang sebelumnya tidak bisa berobat kini bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis. Petugasnya juga sopan dan ramah,” tuturnya.

Kegiatan bakti kesehatan ini juga mendapat apresiasi dari kalangan mahasiswa yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Bantar Karet. Ajeng Surya Maharani, mahasiswa dari Institut Agama Islam Bogor, menilai kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Pelayanannya sangat ramah dan terarah, dari awal pendaftaran hingga penerimaan obat. Kami berharap Korps Brimob Polri terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Bapak Kahyadi, Ketua RT 04/RW 05 Desa Bantar Karet, turut memberikan apresiasinya.

“Alhamdulillah, kegiatan ini sangat membantu masyarakat kami. Semoga Korps Brimob Polri semakin jaya dan terus menjadi pelindung serta pengayom masyarakat,” ucapnya.

Menutup kegiatan, Ipda dr. Achmad F. Putra Nurdiansyah, dokter kesehatan dari Satgas Ops Amole II 2025, menegaskan bahwa kegiatan bakti kesehatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara tugas kemanusiaan dan profesionalisme Brimob.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Brimob tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif membantu masyarakat menjaga kesehatan. Semoga kegiatan ini mempererat hubungan antara Brimob dan warga,” harap dokter Achmad.

Pelaksanaan bakti kesehatan di Desa Bantar Karet berjalan dengan lancar dan penuh kehangatan. Warga tampak puas dengan pelayanan yang diberikan, sementara personel Brimob turut merasa bangga bisa berbagi manfaat kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Korps Brimob Polri menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat bukan hanya sebagai penjaga keamanan negara, tetapi juga sebagai mitra yang peduli terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

Kasus Penculikan Balita Bilqis Komisi III DPR Berikan Apresiasi Kepada Polri

Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman

JAKARTA – Maspolin.id|| Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan berhasil mengungkap kasus penculikan terhadap balita bernama Bilqis (4) di Kota Makassar. Sebanyak empat pelaku berhasil ditangkap dalam waktu singkat. Atas keberhasilan tersebut, Komisi III DPR RI memberikan apresiasi kepada Polri.

“Komisi III mengapresiasi Polri yang berhasil menangkap pelaku penculikan anak bernama Bilqis dalam waktu yang sangat singkat,” ujar Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman, dalam keterangannya, Selasa (11/11/2025).

Habiburokhman menilai pengungkapan kasus ini menjadi bukti nyata bahwa reformasi Polri terus berjalan. Menurutnya, kinerja tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memerangi tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

“Prestasi ini merupakan bukti nyata bahwa reformasi Polri memang telah dan terus berjalan. Mereka benar-benar menjalankan program prioritas Presiden Prabowo, yakni memerangi TPPO,” katanya.

Ia juga mengapresiasi dedikasi aparat kepolisian yang totalitas dalam proses pengejaran pelaku. Habiburokhman menyebut banyak personel yang rela tidak pulang ke rumah demi menemukan korban.

“Terlihat sekali bagaimana dedikasi dan profesionalisme personel Polri yang sejak saat kejadian all out mengejar pelaku siang dan malam. Saya dengar sebagian besar personel tersebut tidak pulang ke rumah selama melakukan pengejaran,” sambungnya.

“Sebagai wakil rakyat kami mengucapkan banyak terima kasih kepada institusi Polri, Kapolri Listyo Sigit, sampai petugas kepolisian yang terjun langsung di lapangan mengejar dan menangkap pelaku penculikan Bilqis,” tambahnya.

Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro mengungkapkan bahwa korban sempat diperjualbelikan hingga tiga kali oleh pelaku berbeda.

Korban pertama kali dijual oleh seorang wanita berinisial SY kepada SH seharga Rp3 juta. Dalam transaksi tersebut, pembeli bernama NH datang dari Jakarta untuk menjemput korban di Makassar.

“Ada yang berminat dengan korban, membelilah atas nama NH. Hasil pengakuan asal dari Jakarta dan datang ke Makassar untuk membawa korban dengan transaksi sebesar Rp3 juta di kos pelaku (SY),” ujar Djuhandhani dalam konferensi pers di Makassar, Senin (10/11/2025).

Setelah itu, NH membawa Bilqis ke Jambi dan menjualnya kembali kepada pasangan MA (42) dan AS (36) seharga Rp15 juta.

“Menjual kepada AS dan MA. Pengakuan NH (pelaku AS dan MA) sebagai keluarga di Jambi, (dijual) sebesar Rp15 juta, dengan dalih membantu keluarga yang 9 tahun belum punya anak. Setelah menyerahkan korban, NH langsung melarikan diri ke Sukoharjo, Jawa Tengah, dengan NH mengaku telah 3 kali menjadi perantara adopsi ilegal,” ungkap Djuhandhani.

Namun, kisah tragis itu belum berhenti di situ. Pasangan AS dan MA kembali menjual Bilqis kepada salah satu kelompok suku di Jambi dengan harga Rp80 juta.

“AS dan MA mengaku membeli korban dari NH sebesar Rp30 juta dan menjual kembali kepada kelompok salah satu suku di Jambi seharga Rp80 juta. Keduanya telah mengaku memperjualkan 9 bayi dan 1 anak melalui TikTok dan WA,” terangnya.

Polisi kini menahan keempat pelaku dan terus mendalami kemungkinan adanya jaringan perdagangan anak lintas provinsi. Kasus ini sekaligus menjadi peringatan akan maraknya praktik adopsi ilegal dan perdagangan anak di Indonesia.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Keluarga Marsinah Bangga Kapolri Peduli Buruh: Seperti Perjuangan Adik Kami

Marsini, kakak almarhum Marsinah.

JAKARTA – Maspolin.id|| Keluarga aktivis buruh almarhumah Marsinah mengaku bangga atas kepedulian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terhadap kaum buruh di Indonesia. Sikap Kapolri dinilai sejalan dengan semangat perjuangan Marsinah yang membela hak-hak pekerja.

“Kami, kakak Marsinah, merasa bangga Bapak Kapolri peduli ke buruh dan melindungi buruh seperti yang diperjuangkan adik kami, Ibu Marsinah,” ujar kakak Marsinah, Marsini, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (10/11/2025).

Menurut Marsini, Jenderal Sigit telah memberikan perhatian besar terhadap nasib para buruh, termasuk menyediakan ruang penyelesaian sengketa industri dan membantu mereka yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Bapak Kapolri mengurus yang korban PHK, juga peduli kesejahteraannya,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Marsini juga mengundang Kapolri untuk berkunjung ke Nganjuk, Jawa Timur, kota kelahiran Marsinah, sekaligus berziarah ke makam sang adik.

“Bapak Kapolri, saya undang berziarah dan berkunjung ke Nganjuk bersama Pak Andi Gani yang ingin membuatkan museum dan rumah singgah Ibu Marsinah di Nganjuk,” ucap Marsini di hadapan Jenderal Sigit.

Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada aktivis buruh Marsinah pada peringatan Hari Pahlawan di Istana Negara hari ini.

Marsinah dikenal sebagai simbol perjuangan kaum pekerja di Indonesia. Ia ditemukan meninggal dunia setelah memperjuangkan keadilan bagi rekan-rekannya di Sidoarjo pada 1993. Kini, perjuangan Marsinah dikenang dan diabadikan sebagai bagian penting dalam sejarah gerakan buruh di Tanah Air.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Ops Antik Lodaya 2025 Polres Garut Ungkap Jaringan Narkoba Cilawu

Garut, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Satuan Reserse Narkoba Polres Garut berhasil membongkar jaringan pengedar narkotika jenis sabu di wilayah Cilawu dalam pelaksanaan Operasi Antik Lodaya 2025. Keberhasilan ini ditandai dengan penangkapan seorang tersangka berinisial WA (26), yang merupakan warga Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut. Penangkapan dilakukan pada hari Senin (10/11/2025) setelah serangkaian penyelidikan intensif yang dilakukan oleh Tim Satgas 3 Gakkum Polres Garut.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa penangkapan WA merupakan hasil dari upaya berkelanjutan Polres Garut dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukumnya. Informasi mengenai aktivitas mencurigakan yang mengarah pada peredaran narkoba di wilayah Cilawu menjadi dasar bagi petugas untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut, hingga akhirnya berhasil mengidentifikasi dan menangkap tersangka.

Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang menguatkan dugaan keterlibatan WA dalam jaringan narkoba. Barang bukti tersebut meliputi sabu seberat 6,37 gram, alat hisap sabu (bong), beberapa plastik klip bening yang diduga digunakan untuk membungkus sabu, sebuah korek gas, serta sebuah handphone yang digunakan sebagai alat komunikasi dan transaksi narkoba.

Kasat Narkoba Polres Garut, AKP Usep Sudirman, mengungkapkan bahwa WA memiliki peran sebagai pengemas dan penyimpan sabu sebelum barang haram tersebut diedarkan kepada para konsumen. Dalam pemeriksaan, WA mengaku mendapatkan pasokan sabu dari seorang pemasok berinisial U, yang saat ini masih dalam pengejaran dan telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Selain mendapatkan upah berupa uang, WA juga menerima sebagian sabu untuk dikonsumsi sendiri.

Akibat perbuatannya, WA kini harus berurusan dengan hukum dan dijerat dengan Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pasal ini mengatur tentang kepemilikan, penyimpanan, dan peredaran narkotika golongan I, dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau pidana penjara minimal 5 tahun, serta denda hingga Rp10 miliar.

Saat ini, tersangka WA beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Garut untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polres Garut juga terus berupaya melakukan pengembangan kasus ini guna mengungkap jaringan pemasok sabu yang lebih besar di wilayah Garut dan sekitarnya. Langkah ini diharapkan dapat memutus mata rantai peredaran narkoba dan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif bagi masyarakat.

 

Humas Polda Jabar

bjabar/mpl/sc

Polres Metro Tangerang Kota Launching 10 Titik ‘Ojol Mart’ Berkat Bantuan Jhon LBF

Kota Tangerang – Maspolin.id|| Polres Metro Tangerang Kota kembali melakukan launching ke 2 ‘Ojol Mart’ bertempat di Jalan Daan Mogot, Pemda Lama, Depan Satpas, Polres Metro Tangerang Kota.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari mengatakan, bahwa jajarannya telah melaunching 2 titik lokasi Ojol Mart di Kota Tangerang. Menurut Kapolres, Ojol Mart didirikan atas arahan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri kepada seluruh jajaran Polres se-Polda Metro Jaya.

“Ojol Mart ini merupakan upaya kepolisian untuk pembinaan kepada Mitra Polri, khususnya komunitas Ojol dimana mereka beberapa bulan lalu sudah dibentuk presidiumnya ditingkat kota/kabupaten hingga tingkat kecamatan,” ujarnya.

Nantinya, lanjut Kapolres, Ojol Mart ini nanti akan didirikan di masing masing kecamatan, khususnya di kota Tangerang ini ada 12 titik dan saat ini Polres Metro baru bisa melaunching 2 titik.

“Alhamdulillah dengan hadirnya Bang Jhon LBF, beliau memberikan bantuan 10 titik. Dengan kedermawanan beliau untuk bermitra kepada Polri dan rekan-rekan Ojol,” terang Kapolres.

Ia menjelaskan, Ojol Mart didirikan sebagai wadah para komunitas Ojol sambil menunggu langganan dan akan buka 24 jam sambil memantau situasi Kamtibmas.

“Mereka juga mendapat makanan dan minuman secara murah dari Ojol Mart yang dikelola mereka sendiri dari presidium yang sudah dibentuk. Kita kasih modal awal dan keuntungannya nanti mereka yang kelola bukan untuk perorangan,” jelasnya.

Kapolres berharap, kedepannya apa yang sudah diberikan Kapolda Metro Jaya beserta jajaran bermanfaat, bukan hanya Ojol Mart saja atau mitra ojol, tapi potensi mitra masyarakat yang lain.

“Mudah mudahan kedepan Polri dengan Mitra Ojol ini terus menerus bersinergi dan dibantu oleh masyarakat  yang mau mendukung kegiatan kegiatan positif seperti ini,” ungkapnya.

Ditempat sama, Jhon LBF mengatakan, dirinya sebagai seorang pengusaha menilai bahwa berdirinya Ojol Mart yang diinisiasi Polda Metro Jaya menjadi langkah strategis nyata untuk memberikan support dan sinergi kepada Ojol.

“Sebagai seorang pengusaha ini adalah program yang luar biasa,  ini penting untuk edukasi untuk membuka wawasan temen-temen ojol, hayo menjalankan usaha yang diawali dari kecil,” tukasnya.

Ia menilai Ojol Mart ini merupakan program yang luar biasa, untuk itu tanpa diskusi panjang Polres Metro ini ada 12 Polsek, targetnya ada 1 Ojol Mart di tiap Polsek.

“Untuk kekosongan yang 10 titik tadi, dari pada diambil yang lain saya yang siap bantu dan Minggu depan mulai kita produksi, ini dari Ojol untuk Ojol bukan perorangan,” kata Jhon.

Ia menambahkan jika Ojol sejahtera rakyat sejahtera semuanya akan ikut merasakan bahagia. “Jangan jadi generasi yang suka melihat orang sukses ngiri, kalau lihat orang sukses kita pelajari ilmunya agar ikut sukses,” ujarnya.

Sementara, Ketua presidium Ojol, mewakili rekan rekannya mengucapkan terimakasih kepada Pihak Kepolisian dengan adanya ojol Mart dirinya dan seluruh rekan-rekannya merasa sangat terbantu. “Terimakasih Bapak Kapolda dan Terimakasih Bapak Kapolres serta Bang Jhon atas suportnya yang luar biasa,” tutupnya.

 

Humas PMJ

bjak/mpl/ay

Resmob Polda Metro Tangkap Dua Pelaku Penembakan Hansip di Cakung dalam Waktu 24 Jam

JAKARTA – Maspolin.id|| Kepolisian berhasil menangkap dua pelaku pencurian sepeda motor yang menembak seorang petugas hansip berinisial AS di kawasan Cakung, Jakarta Timur. Keduanya ditangkap dalam waktu kurang dari 24 jam setelah melakukan aksinya.

Penangkapan dilakukan oleh Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Timur. Kedua pelaku diketahui berinisial R alias Romaja dan PS alias Pam Saputra.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menjelaskan bahwa pelaku pertama berhasil ditangkap ketika hendak kabur ke Lampung.

“Pelaku R diamankan saat akan kabur ke Lampung, diamankan saat menyeberang di Bakauheni. Setelah itu pelaku inisial PS juga diamankan oleh Subdit Resmob dan Polrestro Jaktim,” ujar Kombes Pol Budi Hermanto, Minggu (9/11/2025).

Keduanya langsung digelandang ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Kriminal Umum. Saat diamankan, tangan pelaku diborgol menggunakan kabel ties, dan sejumlah barang bukti turut disita dari keduanya.

“Diamankan senjata api, kunci T, sepeda motor, dan pakaian yang digunakan saat kejadian,” tambah Budi.

Peristiwa penembakan itu terjadi pada Sabtu (8/11/2025) sekitar pukul 03.30 WIB, di Kampung Baru, Jalan Pelajar RT 07 RW 09, Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung. Saat kejadian, korban bersama dua rekannya, T (48) dan R (58), tengah berjaga malam di lingkungan RW 09.

Kapolsek Cakung, Kompol Widodo Saputro, menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika korban yang memantau CCTV melihat dua orang mencurigakan yang diduga hendak mencuri sepeda motor.

“Korban sedang melaksanakan jaga atau ronda malam sebagai Hansip RW 09. Korban pada saat itu sedang memonitor kamera pengawas (CCTV), melihat ada dua orang dicurigai sedang mencongkel motor,” ujar Kompol Widodo.

Korban bersama dua rekannya kemudian mendatangi lokasi menggunakan sepeda motor. Setibanya di lokasi, korban langsung menabrakkan motornya ke arah kendaraan pelaku untuk mencegah mereka kabur, hingga sempat terjadi perkelahian. Tak lama, terdengar suara tembakan dua kali yang membuat korban terjatuh.

Dua rekan korban kemudian berteriak meminta pertolongan warga, sementara pelaku melarikan diri. Namun, berkat gerak cepat petugas, keduanya berhasil dibekuk dalam waktu singkat.

Keduanya kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya, sementara polisi masih mendalami asal senjata api yang digunakan dalam aksi penembakan tersebut. (ta/hn/rs)

 

Tribratanews

bjak/mpl/ay

Rapat Perdana Komisi Percepatan Reformasi: Polri Terbuka dan Terima Evaluasi

JAKARTA – Maspolin.id|| Komisi Percepatan Reformasi Polri menggelar rapat perdana di Kantor Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (10/11/2025). Sejumlah hal progresif dibahas dalam pertemuan tersebut.

Terkait rapat perdana tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa, Korps Bhayangkara sejak awal selalu terbuka akan kritik dan evaluasi. Hal itu diserap demi melakukan evaluasi agar institusi Polri terus menjadi lebih baik, sebagaimana diharapkan oleh masyarakat luas.

Pada prinsipnya, Polri tentunya selalu terbuka untuk menerima perbaikan, menerima evaluasi, karena kita juga tentunya ingin terus mewujudkan performa Polri. Sehingga Polri ini betul-betul bisa menjadi institusi yang mewujudkan apa yang bisa diharapkan oleh masyarakat, kata Sigit.

Sigit menyadari bahwa, Polri adalah anak kandung dari reformasi. Sebab itu, masyarakat memiliki harapan lebih terhadap Korps Bhayangkara.

Khususnya kita memahami bahwa Polri adalah hasil buah reformasi, sehingga tentunya harapan masyarakat pasca-reformasi bisa ditindaklanjuti oleh institusi Polri, ujar Sigit.

Lebih dalam, Sigit mengungkapkan, dalam kesempatan rapat perdana ini, jajaran Polri bakal dengan cepat merespons seluruh arahan maupun masukan dari Komisi Percepatan Reformasi.

Kami di sini sebagai upaya untuk supaya bisa merespons cepat dan segera mengimplementasikan terkait dengan rekomendasi-rekomendasi yang nanti akan diberikan oleh Ketua Tim Reformasi kepada Bapak Presiden dan selanjutnya tentu harus kita tindaklanjuti, tutup Sigit.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

Presiden Kukuhkan dan Lantik Komisi Reformasi Polri, Prof. Jimly Asshiddiqie Jadi Ketua

JAKARTA (KOMPAS.com) – Maspolin.id|| Presiden Prabowo Subianto membentuk dan melantik Komisi Reformasi Polri di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (7/11/2025). Jimly Asshiddiqie ditunjuk menjadi ketua merangkap anggota dalam komite. Adapun keputusan ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 122/P Tahun 2025 tentang Pengangkatan Keanggotaan Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia yang ditetapkan pada 7 November 2025. Usai pembacaan Keppres, Prabowo mengambil sumpah jabatan para pejabat yang dilantik.

“Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara,” ucap Presiden mendiktekan sumpah jabatan.

“Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab,” lanjut Prabowo. Setelahnya, acara pelantikan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara oleh perwakilan pejabat yang dilantik. Acara diakhiri dengan pengumandangan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta pemberian ucapan selamat oleh Presiden Prabowo Subianto.

Berikut adalah nama-nama dalam Komisi Percepatan Reformasi Polri:

1. Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2003-2008 Jimly Asshiddiqie

2. Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra

3. Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan

4. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian

5. Menteri Hukum Supratman Andi Agtas

6. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan periode 2019-2024 Mahfud MD

7. Penasihat Khusus Presiden bidang Keamanan, Ketertiban Masyarakat, dan Reformasi Kepolisian Ahmad Dofiri

8. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

9. Kapolri 2019-2021 Idham Aziz 10. Kapolri 2015-2016 Badrodin Haiti

** Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2025/11/07/16241561/prabowo-lantik-komisi-reformasi-polri-jimly-asshiddiqie-jadi-ketua.

red/mpl/pr

Para Ahli Waris Kenang Perjuangan Tokoh Bangsa Haru dan Bangga Usai Terima Gelar Pahlawan Nasional

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh dari berbagai daerah dalam sebuah upacara khidmat yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 10 November 2025. (Foto: BPMI Setpres)

JAKARTA – Maspolin.id|| Suasana haru menyelimuti Istana Negara pada Senin, 10 November 2025. Para ahli waris dari sepuluh tokoh bangsa yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, tampak haru dan khidmat saat nama-nama orang yang mereka cintai disebut satu per satu. Di tengah upacara yang khidmat, rasa bangga dan syukur berpadu dengan kenangan perjuangan yang tak lekang oleh waktu.

Marsini, kakak dari almarhumah Marsinah, tidak dapat menyembunyikan rasa haru saat menerima gelar pahlawan nasional bagi adiknya. Ia pun mengucapkan rasa syukur kepada Presiden Prabowo dan seluruh pihak yang telah menghargai perjuangan Marsinah.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, terima kasih sebesar-besarnya untuk anugerah yang diberikan untuk adik saya Marsinah. Saya tidak menyangka, Marsinah jadi orang besar, bahkan membanggakan seluruh Indonesia, khususnya Nganjuk. Nganjuk punya pahlawan nasional sekarang ini,” ujar Marsini.

Marsinah, buruh perempuan asal Desa Nglundo, Nganjuk, dikenal sebagai simbol keberanian moral dalam memperjuangkan hak-hak pekerja dan kemanusiaan. Ia tumbuh dalam keluarga petani sederhana, namun idealismenya yang teguh menjadikannya ikon perjuangan rakyat kecil. “Terima kasih adikku Marsinah, kau telah membawa keponakanmu, adikmu, saya, dan yang mendampingi saya bisa di Istana Presiden,” tutup Marsini dengan bangga.

Hadir pula Dimyati Muhammad, keturunan keempat dari ulama besar Syaikhona Muhammad Kholil. Dengan penuh rasa syukur, ia menerima penganugerahan gelar pahlawan nasional untuk leluhurnya yang dikenal sebagai peletak dasar semangat nasionalisme berbasis keimanan.

“Syaikhona Kholil semasa hidupnya sudah banyak berjuang untuk memajukan pendidikan, terutama pendidikan agama Islam. Beliau adalah pencetus Hubbul Wathan Minal Iman,” ujar Dimyati.

Dimyati menegaskan bahwa keluarga besar merasa bahagia dan berterima kasih atas apresiasi pemerintah yang telah menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada Syaikhona Kholil. Ia berharap penghargaan ini membawa manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Semoga ini juga bermanfaat kepada rakyat Indonesia secara umum, tidak hanya bagi keluarga kami karena Syaikhona Kholil sudah bukan milik keluarga tapi milik bangsa Indonesia,” ungkap Dimyati.

Sementara itu, putri sulung Presiden ke-2 RI, Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto, Siti Hardijanti Hastuti Rukmana atau Mbak Tutut, turut hadir dalam penganugerahan tersebut.

“Masyarakat Indonesia itu kan macam-macam ya. Ada yang pro, ada yang kontra, itu wajar-wajar saja. Yang penting kita melihat apa yang telah dilakukan oleh Bapak saya dari muda sampai beliau wafat — itu semua perjuangannya untuk bangsa dan negara, dan masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, keluarga besar Soeharto akan mengungkapkan rasa syukur dengan berziarah dan berdoa. “Kita ziarah ke makam Bapak, kita berzikir ke sana, kita bersyukur kepada Allah SWT. Semuanya itu kalau Allah tidak mengizinkan juga tidak akan terjadi,” katanya penuh takzim.

Dari keluarga besar Sarwo Edhie Wibowo, hadir Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang turut menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas penganugerahan gelar pahlawan nasional bagi sang kakek, Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo. “Kami keluarga besar Sarwo Edhie Wibowo mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah yang telah menganugerahkan anugerah pahlawan nasional ini. Ini adalah sebuah kehormatan yang luar biasa atas jasa dan pengabdian beliau sebagai seorang prajurit yang kemudian menjadi salah satu tokoh Baret Merah,” ujar AHY.

AHY menyampaikan bahwa penganugerahan gelar pahlawan nasional bagi Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo menjadi pengingat bagi keluarga besar untuk terus melanjutkan nilai-nilai perjuangan dan pengabdian beliau. Ia juga menambahkan bahwa Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono turut menyampaikan penghargaan kepada negara dan Presiden Prabowo Subianto, mengingat Pak Sarwo Edhie dahulu adalah Gubernur Akademi Militer yang mendidik dua putra terbaik bangsa tersebut.

“Beliau menjadi Gubernur Akademi Militer cukup lama yang kemudian mencetak dua putra terbaik bangsa, Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono,” ungkap AHY. (BPMI Setpres)

red/mpl/pr

Berdasarkan Kajian Sejarah dan Keteladanan Pemerintah Tetapkan 10 Pahlawan Nasional

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan keterangan pers usai upacara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional di Istana Negara, pada Senin, 10 November 2025. (Foto: BPMI Setpres)

JAKARTA – Maspolin.id|| Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan sepuluh tokoh sebagai Pahlawan Nasional pada peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025. Hal tersebut disampaikan Fadli dalam keterangan pers usai upacara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional di Istana Negara, pada Senin, 10 November 2025.

“Presiden telah menetapkan 10 pahlawan nasional yang kita sudah ketahui nama-nama pahlawan nasional, yaitu Bapak Abdurrahman Wahid, Bapak Jenderal H.M. Soeharto, Ibu Marsinah, Bapak Mochtar Kusumaatmadja, Sayyiduna Kholil Bangkalan, Sultan ke-16 Dompu, Sultan Tidore ke-37, lalu Tuan Saragih, dan juga Rahmah El Yunusiyyah, dan juga Bapak Sarwo Edhie,” ujar Fadli Zon.

Fadli menegaskan bahwa proses pengusulan dilakukan secara berjenjang, dimulai dari masyarakat di tingkat kabupaten dan kota, kemudian dikaji oleh tim peneliti dan pengkaji gelar daerah. Tim tersebut terdiri dari akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan gubernur, sebelum akhirnya diajukan ke tim peneliti dan pengkaji gelar tingkat pusat di bawah koordinasi Kementerian Sosial.

“Totalnya ada 49 nama, 40 yang baru dan 9 nama adalah yang carry over juga dari yang sebelumnya dan dari Dewan Gelar sudah menyeleksi ada 24 yang prioritas, kemudian Presiden telah memilih 10 nama pahlawan,” jelas Fadli.

Lebih lanjut, Fadli menegaskan bahwa seluruh tokoh yang ditetapkan telah memenuhi syarat dan kriteria sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Fadli berharap keteladanan para pahlawan dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus bangsa.

“Jasa-jasa mereka itu jelas, konkret, dan juga benar-benar merupakan aspirasi yang sudah terseleksi dengan tadi proses yang cukup panjang, bahkan diseminarkan, bahkan dibukukan. Mudah-mudahan ini tujuannya adalah bagaimana ke depan, ini jasa-jasa mereka, keteladanan mereka bisa menjadi pemberi semangat bagi kita,” ucapnya.

Terkait penetapan Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto sebagai salah satu penerima gelar, Fadli menjelaskan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada fakta sejarah perjuangan beliau dalam berbagai bidang. “yang terkait dengan jasa-jasa Pak Harto, yang terkait dengan perjuangan Pak Harto dalam hal ini sudah dikaji, antara lain itu serangan umum 1 Maret, beliau ikut pertempuran di Ambarawa, ikut pertempuran lima hari di Semarang, menjadi Komandan Operasi Mandala perebutan Irian Barat, dan juga kiprah Presiden Soeharto dalam pembangunan lima tahunan, yang saya kira tadi juga sudah dibacakan, telah membantu di dalam pengentasan kemiskinan,” terang Fadli.

Menjawab pertanyaan media terkait dinamika sejarah masa lalu, Fadli menegaskan bahwa bangsa Indonesia perlu memandang perjalanan sejarah secara utuh dan objektif. Senada dengan hal tersebut, Menteri Sosial Syaifullah Yusuf menegaskan bahwa penganugerahan gelar Pahlawan Nasional merupakan bentuk penghormatan kepada para tokoh bangsa atas jasa dan perjuangan mereka.

“Jadi hari ini memang tadi seperti yang sudah disampaikan bahwa kita melihat jasa-jasa dari para tokoh-tokoh. Terutama juga para pendahulu-pendahulu kita. Marilah sekali lagi kita belajar untuk melihat yang baik, melihat jasa-jasanya,” ujar Syaifullah Yusuf.

Syaifullah pun mengajak seluruh masyarakat untuk meneladani nilai-nilai perjuangan para pahlawan dan memandang sejarah bangsa secara bijak. “Bahwa masing-masing memiliki kekurangan sudah pasti. Tapi mari kita bersama-sama melihat ke depan ya. Semua generasi punya masa. Semua masa ada orangnya, ada prestasi, ada kelebihan, ada kekurangan. Marilah kita belajar untuk melihat jasa dari para pendahulu-pendahulu kita,” tutup Syaifullah. (BPMI Setpres)

red/mpl/pr

 

 

Jangan Lewatkan

Komjen Pol Suyudi Rencananya Akan dilantik Sebagai Kapolri pada Kamis Siang...

JAKARTA (ANTARA) - Maspolin.id|| Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto akan dilantik sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.