Produksi Beras Nasional Mencapai Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

JAKARTA – Maspolin.id|| Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, produksi beras nasional mencapai 31 juta ton, rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Dilansir dari laman RRI, lonjakan ini menandai keberhasilan pemerintah menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan pangan rakyat.

Cadangan beras di Bulog kini mencapai 4,2 juta ton, jumlah tertinggi sepanjang masa. Capaian tersebut menjadi bukti kebijakan ekonomi Prabowo–Gibran memberi dampak nyata di sektor riil.

Sebanyak 67 ribu pelaku UMKM, petani, dan nelayan kini kembali bankable dan terhubung dengan lembaga keuangan formal. Kebijakan ini memperluas akses permodalan dan mendorong tumbuhnya ekonomi rakyat di berbagai daerah.

Untuk meningkatkan efisiensi pertanian, pemerintah mencabut 145 aturan distribusi pupuk yang menghambat rantai pasok. Kini pupuk langsung diterima petani tanpa perantara, mempercepat distribusi dan menekan biaya produksi.

Presiden Prabowo Subianto, menegaskan kesejahteraan rakyat menjadi ukuran utama keberhasilan sebuah negara merdeka. Ia menilai pembangunan ekonomi harus selalu berpihak pada rakyat kecil agar manfaatnya dirasakan secara adil.

“Kalau rakyat tidak sejahtera, saya katakan kita gagal sebagai negara merdeka. Kita akan berhasil sebagai negara merdeka kalau rakyat kita sejahtera,” ujar Presiden Prabowo, dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Gedung Nusantara, Jumat (15/8/25).

Nilai Tukar Petani (NTP) juga meningkat menjadi 124,36, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Pemerintah mencetak 225 ribu hektare sawah baru untuk memperkuat kemandirian pangan nasional.

Langkah ini memperluas kapasitas produksi sekaligus memastikan ketahanan pangan jangka panjang tetap terjaga.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menilai kebijakan pertanian era Prabowo memberi rasa tenang bagi petani.

“Kami bersyukur bahwa berbagai pihak menilai kebijakan pertanian saat ini memberi rasa tenang bagi petani. Pemerintah memastikan ada jaminan harga pembelian gabah yang menguntungkan, agar petani tidak rugi dan tetap semangat menanam,” ujar Mentan, Minggu (12/10/25).

Mentan juga menegaskan pemerintah tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi pertanian semata.

Menurutnya, kesejahteraan petani yang tenang dan sejahtera menjadi kunci utama ketahanan pangan nasional.

Capaian ekonomi rakyat dan pangan tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran menjadi fondasi penting bagi transformasi pembangunan nasional.

Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas harga, memperkuat produksi, dan memperluas manfaat kebijakan bagi kesejahteraan masyarakat. (fa/hn/rs)

 

Tribratanews

red/mpl/sss

Upacara Purna Tugas Satgas FPU 6 MINUSCA, Tegaskan Komitmen Dukung Perdamaian Dunia

Upacara Purna Tugas dan Penganugerahan Tanda Jasa bagi 139 personel Polri yang tergabung dalam Kontingen Garuda Bhayangkara Satuan Tugas Formed Police Unit (FPU) 6 MINUSCA.

JAKARTA — Maspolin.id|| Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Dedi Prasetyo memimpin upacara Purna Tugas dan Penganugerahan Tanda Jasa bagi 139 personel Polri yang tergabung dalam Kontingen Garuda Bhayangkara Satuan Tugas Formed Police Unit (FPU) 6 MINUSCA.

Upacara yang berlangsung khidmat ini digelar untuk menyambut kepulangan para personel setelah satu tahun menjalankan misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Bangui, Republik Afrika Tengah.

Dalam amanatnya, Wakapolri menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk terus aktif dalam misi perdamaian dunia, sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Umum PBB pada 23 September 2025. Ia menekankan bahwa partisipasi Polri dalam misi PBB merupakan wujud nyata kontribusi bangsa Indonesia terhadap kemanusiaan serta peran aktif dalam menjaga stabilitas dan keamanan global.

“Atas nama pimpinan Polri, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi, profesionalisme, dan disiplin seluruh anggota Satgas FPU 6 MINUSCA. Kinerja luar biasa kalian telah mengharumkan nama Polri, bangsa, dan negara di kancah internasional,” ujar Wakapolri, Jumat (17/10/2025).

Upacara turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Dirbinlat PMPP TNI Kolonel Adm Janadi, Diplomat Ahli Pertama Dit. Keamanan dan Perdamaian Internasional Kemlu RI Salma Husna, serta Wantimpus LVRI Irjen Pol (Purn) Drs. Satriya Hari Prasetya.

Pada kesempatan tersebut, Wakapolri juga menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Briptu Anumerta Sri Widodo selama menjalankan tugas di wilayah misi. Ia mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.

Wakapolri menegaskan bahwa kepulangan Satgas FPU bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari tanggung jawab baru untuk mengaplikasikan pengalaman di daerah misi sebagai inspirasi dalam menjalankan tugas di tanah air.

Sebagai puncak acara, dilakukan penyematan tanda jasa berdasarkan Keputusan Presiden kepada Kasatgas FPU 6 MINUSCA Kombes Pol. Muhammad Ikhwan Lazuardi dan Duty Officer Satgas FPU 6 MINUSCA Iptu Bunga Herlin Dwitiya, serta Keputusan Menteri Pertahanan kepada Kompol Omizon Eka Putra.

Terakhir, Wakapolri menyampaikan rasa bangga atas kiprah para anggota Satgas Garuda Bhayangkara.

“Selamat datang kembali di tanah air. Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan untuk bangsa, negara, dan kemanusiaan,” pungkasnya.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

Kapolri Resmikan 32 SPPG dan Groundbreaking 27 SPPG Polri di Jateng, Terus Dukung Program MBG

Groundbreaking 27 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dan meresmikan 32 SPPG Polda Jawa Tengah (Jateng)

JAWA TENGAH – Maspolin.id|| Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan Groundbreaking 27 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dan meresmikan 32 SPPG Polda Jawa Tengah (Jateng), Jumat (17/10/2025).

Sigit menegaskan, Polri sejak awal terus berkomitmen untuk mengawal seluruh kebijakan dari Presiden Prabowo Subianto. Salah satu di antaranya adalah, program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baru saja kita melaksanakan kegiatan groundbreaking terhadap kurang lebih 27 SPPG, sekaligus meresmikan untuk hari ini dilaksanakan kegiatan operasional 32 SPPG. Sehingga total SPBG Polri yang ada di Jawa Tengah jumlahnya 100. Jadi SPPG di polda Jawa Tengah adalah yang terbanyak di semua polda yang ada, kata Sigit.

Sampai dengan saat ini, Polri telah memiliki 672 SPPG dengan total estimasi penerima manfaat mencapai kurang lebih 2.352.000 juta orang serta menyerap tenaga kerja sebanyak sekira 33.600 Naker.

Dari SPPG tersebut, terdapat sebanyak 159 SPPG telah beroperasional, 115 SPPG masih dalam tahap persiapan operasional, 371 SPPG dalam tahap pembangunan, dan 27 SPPG baru saja dilakukan groundbreaking. Ke depan Polri menargetkan pembangunan 1.500 SPPG.

Pada kegiatan ini dilaksanakan juga peresmian 32 SPPG di wilayah Polda Jateng yang diproyeksikan mampu mengcover 97.622 penerima manfaat dan menyerap 1.541 tenaga kerja.

Harapan kita dari SPBG yang dibangun oleh polda Jawa Tengah ini bisa memberikan manfaat kepada 400.000 orang dan memberikan lapangan kerja kepada 5.000 orang, ujar Sigit.

Terkait SPPG, Sigit menginstruksikan seluruh dapur yang dikelola Polri untuk benar-benar memperhatikan seluruh SOP menyiapkan makanan untuk para penerima manfaat. Tujuannya agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan.

Dan saya minta untuk personil-personil mengawal dari mulai distribusi sampai selesai makan untuk bisa mengetahui kondisi pada saat sebelum dan pasca-makan. Ini juga menjadi bagian SOP yang harus kita lakukan untuk memastikan bahwa setelah makan, anak-anak kita dalam kondisi yang baik, ucap Sigit.

Saya minta untuk checklist juga disiapkan untuk menanyakan kondisi makanan, apa yang mereka harapkan, sehingga setiap hari kita bisa melakukan kontrol untuk memastikan bahwa SPPG kita, makanan yang kita sajikan, semua dalam kondisi baik dan sesuai dengan harapan dari anak-anak kita, tambah Sigit sekaligus mengakhiri.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/nn

Irjen Abdul Karim Tekankan Profesionalisme dan Integritas dalam HUT ke-23 Propam Polri

Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim

JAKARTA – Maspolin.id|| Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri memperingati hari jadinya yang ke-23 pada Jumat (17/10/2025). Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim menyampaikan harapannya agar momentum ulang tahun ini menjadi dorongan bagi seluruh jajaran Propam untuk semakin profesional, berintegritas, dan beretika dalam menjalankan tugas pengawasan internal di tubuh Polri.

“Dirgahayu Propam Polri ke-23, profesional, disiplin, akurat, dan beretika,” ujar Irjen Pol Abdul Karim dalam pernyataannya.

Menurutnya, ulang tahun ke-23 menjadi momen penting untuk memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus menjaga marwah dan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

“Di usia ke-23 ini, Propam Polri diharapkan semakin matang dan adaptif menghadapi tantangan zaman. Propam harus tetap menjadi garda terdepan dalam membangun kepercayaan publik serta menjadi teladan integritas bagi seluruh anggota Polri,” tegasnya.

Irjen Abdul Karim juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas berbagai kekurangan yang masih terjadi dalam pelayanan. Ia menegaskan bahwa jajaran Propam terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan profesionalisme dan kualitas pengawasan internal.

“Di momen hari jadi ke-23 Propam Polri, saya selaku pimpinan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia. Kami menyadari masih terdapat kekurangan dalam pelayanan kami, namun kami tidak tinggal diam. Kami akan terus berbenah dan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik demi mewujudkan Polri yang profesional dan dicintai masyarakat,” ungkapnya.

Perayaan HUT ke-23 Propam Polri ini juga menjadi refleksi perjalanan panjang Divisi Propam dalam menjalankan fungsi pengawasan, penegakan disiplin, serta pembinaan etika di lingkungan Polri agar institusi semakin transparan, akuntabel, dan dipercaya publik.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/nn

Sopir Pajero dengan Strobo dan Pelat Dinas Palsu Diamankan Polisi

(Foto medsos)

Tasikmalaya, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Mobil Mitsubishi Pajero berpelat dinas Polri yang dilengkapi strobo dan sirene sempat viral di media sosial setelah terekam melaju ugal-ugalan di Jalan Layang Pasupati, Kota Bandung. Dalam video, pengemudi mobil itu bahkan terdengar menantang pengendara lain di tengah kemacetan.

“Hayang (mau) diviralin? Nggak usah kayak gitu,” ujarnya, disambut sahutan perekam video yang berkata, “Macet… macet… macet…”

Video tersebut menuai kecaman publik karena dianggap menyalahi aturan sekaligus mencoreng nama institusi Polri. Namun, hasil penyelidikan Polres Tasikmalaya Kota mengungkap fakta berbeda: pengemudi maupun pemilik kendaraan itu bukan anggota kepolisian. Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Moch Faruk Rozi, menegaskan bahwa keduanya murni warga sipil.

“Sudah kita amankan, ternyata itu bukan anggota Polri, itu masyarakat sipil. Kemudian untuk plat nomornya, strobo dan sirine itu sudah kami perintah untuk dicopot, Alhamdulillah sudah dicopot,” ujar Faruk, Minggu (19/10/2025).

Diketahui, pengemudi Pajero berinisial AR (37) adalah warga Kota Tasikmalaya yang berprofesi sebagai sopir. Sedangkan pemilik kendaraan berinisial I, juga berasal dari Tasikmalaya.

“AR ini dia driver, pemilik mobilnya inisial I. Mereka warga kami (Kota Tasikmalaya), tapi kejadiannya di Bandung. Keduanya bukan anggota Polri,” jelas Faruk.

Saat ini AR masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Tasikmalaya Kota. Ia juga telah membuat video klarifikasi dan permintaan maaf atas tindakannya.

“Dia juga sudah membuat video permintaan maaf kepada masyarakat dan institusi Polri, karena telah menggunakan plat nomor yang tidak pada peruntukannya,” kata Faruk.

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi mengamankan pelat nomor dinas Polri palsu, serta strobo dan sirene yang terpasang di mobil tersebut. “Untuk strobo, plat nomor dan sirine sudah dicopot. Untuk plat nomor kami amankan supaya tidak dipergunakan lagi,” ujar Faruk.

Ia menambahkan, pihaknya kini tengah mendalami motif serta cara pelaku mendapatkan pelat dinas palsu itu. “Plat nomor Polri itu katanya mencetak random aja, mungkin ya namanya masyarakat, tapi sedang kami dalami itu. Dia belum terbuka secara detail, masih diperiksa,” ungkapnya.

Mengenai konsekuensi hukum, Kapolres menyebut pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Belum sedang diperiksa dulu, masih interogasi,” katanya. Meski demikian, surat-surat kendaraan seperti STNK dan SIM pengemudi diketahui lengkap.

 

Humas Polda Jabar

bjabar/mpl/sc

 

Medali di Ajang PON Beladiri 2025 Diborong Atlit Garbha Presisi Polri

JAKARTA – Maspolin.id|| Polri kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri 2025 yang digelar di Kudus, Jawa Tengah, pada 11–26 Oktober 2025. Ajang ini diikuti oleh 2.645 atlet dari 38 KONI Provinsi dan mempertandingkan sepuluh cabang olahraga beladiri, di antaranya karate, tarung derajat, ju-jitsu, pencak silat, taekwondo, gulat, judo, sambo, wushu, dan shorinji kempo.

Sejumlah atlet Polri yang tergabung dalam Garbha Presisi turut berpartisipasi mewakili provinsi masing-masing dan menunjukkan performa terbaiknya. Salah satu cabang yang menorehkan hasil gemilang adalah taekwondo, di mana atlet Polri berhasil mengumpulkan lima medali emas, dua perak, dan tiga perunggu.

Adapun perolehan medali dari cabang taekwondo yang diraih antara lain, medali emas diraih oleh Briptu Rizky Anugrah Prasetyo (Polda Jawa Timur, kelas O-87 kg putra), Bripda Adhetian Setya Putra (Polda Metro Jaya, kelas U-87 kg putra), Bripda Mega Djuwita (Polda Riau, kelas U-73 kg putri), Bripda Petrus Khrisna Putra (Polda Metro Jaya, kelas U-54 kg putra), dan Bripda Shaleha Fitriana (Polda Jawa Tengah, kelas U-62 kg putri).

Sedangkan Medali perak diperoleh oleh Bripda Sekar Embun (Polda Bangka Belitung, kelas U-67 kg putri) dan Briptu Siloam Begur (Polda Kalimantan Timur, kelas U-54 kg putra).

Sementara medali perunggu diraih oleh Briptu Johansen Visenzo (Polda Sulawesi Tengah, poomsae beregu putra), Bripda Yogy Aziz Sigiantoro (Polda Jawa Tengah, kelas U-87 kg putra), dan Bripda Hanifah Safitri (Polda Riau, kelas U-53 kg putri).

Kabag Binjas SSDM Polri sekaligus pengurus Komite Olahraga Polri (KOP), Kombes Pol Philemon Ginting, mengapresiasi capaian tersebut dan menyebut prestasi ini sebagai bukti semangat juang anggota Polri dalam mengharumkan nama institusi dan bangsa.

“Prestasi yang diraih para atlet Garbha Presisi Polri di ajang PON Beladiri 2025 ini merupakan wujud nyata dari semangat disiplin, dedikasi, dan jiwa pantang menyerah anggota Polri. Mereka tidak hanya menunjukkan kemampuan dalam olahraga beladiri, tetapi juga memperlihatkan karakter kuat dan integritas tinggi yang menjadi jati diri seorang Bhayangkara,” ujarnya.

Philemon Gintin menambahkan, Polri melalui Komite Olahraga Polri akan terus membina dan memfasilitasi para atlet untuk berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Olahraga beladiri bukan sekadar kompetisi, tetapi juga bagian dari pembentukan mental dan fisik yang siap mendukung tugas pokok Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya.

Komite Olahraga Polri (KOP) berperan penting dalam pembinaan dan pengembangan potensi olahraga di lingkungan Polri. Melalui wadah ini, kegiatan olahraga diinstitusikan secara sistematis, memperkuat pembinaan jasmani, serta menumbuhkan semangat sportivitas dan citra positif Polri di masyarakat.

PON Beladiri 2025 di Kudus menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan, memperkuat sportivitas, dan menumbuhkan rasa bangga terhadap bangsa. Polri akan terus berperan aktif membangun karakter personel yang tangguh, disiplin, dan berprestasi, sejalan dengan semangat Polri Presisi, Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/nn

Ajak Dukung Kebijakan Pemerintah, Kapolri Hadiri Apel Akbar Kebangsaan Buruh

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri Apel Akbar Kebangsaan Buruh Indonesia di Bekasi, Jawa Barat.

Bekasi, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri Apel Akbar Kebangsaan Buruh Indonesia di Bekasi, Jawa Barat. Dalam agenda yang diikuti ribuan buruh dari berbagai wilayah ini, Kapolri mengajak semua mendukung kebijakan pemerintah.

Apel Akbar Kebangsaan Buruh Indonesia ini digelar di Lapangan Botanical Jababeka, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (15/10/2025) sore. Kehadiran Kapolri di lokasi disambut hangat buruh dari Garda Metal dan Brigade KSPSI.

Tampak hadir di lokasi Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea dan Presiden KSPI Said Iqbal. Hadir pula Bupati Bekasi Ade Kuswara beserta Forkopimda Kabupaten Bekasi.

Kapolri mengawali sambutannya dengan meneriakkan hidup buruh. Dia berterima kasih kepada Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, Presiden KSPI Said Iqbal, dan seluruh massa buruh atas terselenggaranya acara tersebut.

Apel Kebangsaan ini bukan hanya seremonial, tapi apel ini adalah momentum penting untuk menunjukkan bagaimana buruh solid, buruh penuh dedikasi. Buruh adalah patriot-patriot dan pejuang bangsa yang berada di garda terdepan dalam menggerakkan roda perekonomian nasional, kata Sigit.

Jenderal Sigit juga menghargai upaya-upaya buruh dalam memperjuangkan hak-haknya. Namun, di sisi lain, buruh juga terus menjaga agar dalam pelaksanaannya bisa berjalan dengan aman dan tertib.

Tadi kita sepakat bahwa buruh-Polri sinergi untuk bisa menjaga stabilitas kamtibmas, mewujudkan keamanan dalam negeri, karena kita tahu bahwa Indonesia membutuhkan stabilitas kamtibmas untuk bisa mewujudkan ekonomi, ucap Kapolri.

Ini tentunya menjadi modal besar karena dalam hal ini temen-temen buruh mendukung penuh apa yang menjadi kebijakan Bapak Presiden, apa yang menjadi kebijakan pemerintah, tentunya kita semua harus bersinergi agar semua program pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat bisa berjalan dengan baik, tambahnya.

Sejumlah pati Mabes Polri tampak mendampingi Kapolri. Di antaranya Kabaintelkam Komjen Yuda Gustawan, Kabareskrim Komjen Syahardiantono, Kadivpropam Irjen Abdul Karim, Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho. Tampak hadir pula Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri.

Presiden KSPSI Andi Gani sebelumnya mengungkap bahwa Apel Akbar Kebangsaan Buruh Indonesia yang digelar ini punya makna mendalam. Di antaranya sebagai tanggung jawab moral menjaga NKRI, sekaligus ekspresi menolak keras aksi kerusuhan, pembakaran, dan aksi anarkistis lainnya dalam penyampaian pendapat.

Menurut Andi Gani, kerusakan yang terjadi saat kericuhan yang terjadi pada pengujung Agustus 2025 sangat merugikan masyarakat. Fasilitas umum yang dirusak massa anarkistis itu dibangun dari pajak rakyat.

Andi Gani mengatakan acara ini akan menghadirkan orasi-orasi dari para tokoh buruh. Massa buruh dalam agenda ini juga akan kompak menyerukan Deklarasi Kebangsaan Buruh Indonesia sebagai komitmen bersama.

Isi deklarasi itu, kata Andi Gani, di antaranya mendukung pengesahan RUU Ketenagakerjaan yang berpihak pada buruh Indonesia. Selain itu juga mendukung kebijakan pemerintah Presiden Prabowo Subianto yang berpihak kepada buruh Indonesia.

Presiden KSPI Said Iqbal juga menyampaikan hal senada. Dia mengatakan agenda tersebut digelar sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah yang berpihak pada kaum buruh, dan dalam rangka mengawal RUU Ketenagakerjaan yang berpihak pada buruh.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/nn

Resmikan Pamapta, Kapolda Metro Jaya: Polisi Harus Hadir Berikan Pelayanan Humanis

Penyerahan simbolis kendaraan patroli Pamapta oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri, di Mapolda Metro Jaya

JAKARTA – Maspolin.id|| Polda Metro Jaya resmi meluncurkan satuan tugas Pamapta (Patroli, Pengamanan, dan Pelayanan Masyarakat Terpadu) yang menggantikan peran Kanit SPKT di jajaran Polres. Peresmian ini ditandai dengan penyerahan simbolis kendaraan patroli Pamapta oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (15/10/2025).

Dalam sambutannya, Irjen Pol Asep menjelaskan bahwa peluncuran Pamapta merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Kapolri Nomor 1438/IX/2025 yang diterbitkan pada September 2025. Keputusan tersebut mengubah struktur organisasi pelayanan kepolisian di tingkat Polres dan Polsek dengan tujuan agar lebih presisi, adaptif, dan efektif.

“Pada hari ini, Polda Metro Jaya resmi melaunching tugas Pamapta yang menggantikan Kanit SPKT. Di belakang kita sudah ada kendaraan patroli Pamapta yang akan digunakan anggota untuk kegiatan turjawali dan penanganan TKP,” ujar Irjen Asep.

Kapolda menjelaskan, istilah Pamapta bukan hal baru di tubuh Polri. Istilah ini pernah digunakan pada masa lalu dan kini dihidupkan kembali sebagai bagian dari transformasi organisasi Polri menuju pelayanan publik yang lebih baik.

Pamapta memiliki lima fungsi utama, yaitu Pelayanan Kepolisian terpadu, Koordinasi dan pengendalian bantuan serta pertolongan, Pelayanan masyarakat melalui berbagai media komunikasi, Pelayanan informasi kepada masyarakat, serta Penyiapan registrasi dan pelaporan kegiatan.

Irjen Asep menekankan bahwa penyerahan kendaraan patroli Pamapta kali ini bukan sekadar distribusi sarana operasional, tetapi juga memiliki makna simbolis terhadap tanggung jawab dan amanah pelayanan kepada masyarakat.

“Kendaraan yang diserahkan hari ini menjadi simbol tanggung jawab dan amanah pelayanan. Dengan tambahan armada ini, kami berharap patroli dapat menjangkau wilayah yang lebih luas dan merespons lebih cepat setiap laporan warga,” ungkapnya.

Program ini juga sejalan dengan ‘Jaga Jakarta’ yang tengah digalakkan oleh Polda Metro Jaya. Salah satu pilarnya adalah menjaga lingkungan dan membangun sinergi antara polisi dan masyarakat dalam menciptakan rasa aman di ibu kota.

“Kami berharap patroli Pamapta bisa menjadi garda terdepan dalam menciptakan rasa aman dan keteraturan di masyarakat. Namun yang terpenting, kami berkomitmen agar setiap personel tetap menjaga norma dan etika dalam bertugas, khususnya di jalan raya,” tegas Irjen Asep.

Ia menutup sambutannya dengan pesan humanis agar seluruh jajaran polisi di wilayah Polda Metro Jaya terus menghadirkan kehadiran yang menenangkan di tengah masyarakat.

“Kami ingin kehadiran polisi yang menenangkan, bukan yang menegangkan. Dengan semangat Jaga Jakarta, kami siap melayani dengan tulus dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya warga Jakarta,” pungkasnya.

 

Humas PMJ

bjak/mpl/ay

Layani Warga Lewat Mobil Pamapta, Kapolda Metro Jaya Dorong Polisi Lebih Siaga

Kendaraan operasional mobil Pamapta. (Dok. Bid Humas PMJ).

JAKARTA – Maspolin.id|| Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri bersama seluruh Kapolres dan pejabat utama Polda Metro Jaya menyerahkan secara simbolis kendaraan operasional mobil Pamapta kepada jajaran di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Penyerahan dilakukan sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab dalam meningkatkan kesiapsiagaan personel kepolisian dalam memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Pol. Ade Ary Syam Indradi menjelaskan, mobil Pamapta diperuntukkan bagi perwira samapta dan perwira piket di tingkat Polres hingga Polsek. “Ini merupakan bentuk komitmen dan tanggung jawab Bapak Kapolda Metro Jaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam merespon setiap laporan yang masuk,” ujar Brigjen Ade Ary, Rabu (15/10/2025).

Menurutnya, total terdapat 13 unit mobil Pamapta yang akan didistribusikan ke seluruh Polres jajaran Polda Metro Jaya. Pada kesempatan kali ini, sebanyak lima unit mobil diserahkan secara simbolis oleh Kapolda Metro Jaya kepada beberapa Kapolres perwakilan.

“Kapolda Metro Jaya membawahi 13 Polres jajaran di bawahnya, dan seluruhnya akan mendapatkan kendaraan operasional ini,” tambahnya.

Brigjen Ade Ary menjelaskan, kehadiran mobil Pamapta diharapkan dapat mempercepat respon petugas terhadap laporan masyarakat. Ketika laporan diterima di tingkat Polsek atau Polres, petugas Pamapta akan segera melakukan komunikasi dengan pelapor maupun korban, kemudian mendatangi lokasi kejadian (TKP).

“Pamapta akan menindaklanjuti laporan dengan mendatangi TKP, melakukan olah TKP secara saintifik, dan memastikan seluruh proses awal pengungkapan perkara berjalan dengan cepat dan profesional,” jelasnya.

Sebelumnya Kapolda Metro Jaya  Irjen Pol. Asep Edi Suheri menjelaskan, istilah Pamapta bukan hal baru di tubuh Polri. Istilah ini pernah digunakan pada masa lalu dan kini dihidupkan kembali sebagai bagian dari transformasi organisasi Polri menuju pelayanan publik yang lebih baik.

Pamapta memiliki lima fungsi utama, yaitu Pelayanan Kepolisian terpadu, Koordinasi dan pengendalian bantuan serta pertolongan, Pelayanan masyarakat melalui berbagai media komunikasi, Pelayanan informasi kepada masyarakat, serta Penyiapan registrasi dan pelaporan kegiatan.

Irjen Asep menekankan bahwa penyerahan kendaraan patroli Pamapta kali ini bukan sekadar distribusi sarana operasional, tetapi juga memiliki makna simbolis terhadap tanggung jawab dan amanah pelayanan kepada masyarakat.

“Kendaraan yang diserahkan hari ini menjadi simbol tanggung jawab dan amanah pelayanan. Dengan tambahan armada ini, kami berharap patroli dapat menjangkau wilayah yang lebih luas dan merespons lebih cepat setiap laporan warga,” ungkapnya.

Program ini juga sejalan dengan ‘Jaga Jakarta’ yang tengah digalakkan oleh Polda Metro Jaya. Diantaranya jaga warga, jaga lingkungan, jaga aturan, dan jaga amanah untuk membangun sinergi antara polisi dan masyarakat dalam menciptakan rasa aman di ibu kota.

“Kami berharap patroli Pamapta bisa menjadi garda terdepan dalam menciptakan rasa aman dan keteraturan di masyarakat. Namun yang terpenting, kami berkomitmen agar setiap personel tetap menjaga norma dan etika dalam bertugas, khususnya di jalan raya,” tegas Irjen Asep.

 

Humas PMJ

bjak/mpl/ay

Siap Bersinergi dengan Polda Metro Jaya, Organisasi Kemasyarakatan Dukung Program “Jaga Jakarta”

JAKARTA – Maspolin.id|| Sejumlah organisasi masyarakat ormas menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap langkah Polda Metro Jaya yang menggelar Apel Siaga Kamtibmas bertema “Harmoni Organisasi Kemasyarakatan dalam Jaga Jakarta” di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Rabu (15/10/2025).

Kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi antara Polri dan berbagai organisasi kemasyarakatan seperti GRIB, KOKAM, Timur Indonesia Bersatu, ANTARA, PPM, FORKABI, FBR, KBPP Polri, Kembang Latar, PBB, Bang Japar, PP, PS TTKDH, Satria Banten, BPPKB Banten, FKPPI, Pokdarkamtibmas, Senkom, Satgas Banten Kesti, FKPM, Komunitas, dan GMBI.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Grip Jaya, Haji Zulfiqar, mengaku mengapresiasi inisiatif Kapolda Metro Jaya menggelar apel yang mempertemukan berbagai ormas dalam satu semangat kebersamaan.

“Acara seperti ini sangat baik dan bermanfaat dalam mempererat hubungan antara kepolisian dan organisasi masyarakat,” ujar Haji Zulfiqar kepada wartawan di lokasi acara.

Zulfiqar menilai pembinaan dan perlindungan dari pihak kepolisian penting agar ormas dapat terus berperan positif di tengah masyarakat.

“Kalau Polri aktif membina dan mengayomi, kami siap turun ke masyarakat untuk memberikan edukasi dan mencegah warga agar tidak mudah terprovokasi isu-isu negatif,” tegasnya.

tidak hanya itu, Komandan Wilayah Ormas Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Jafar), Iko Setiawan, juga menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polda Metro Jaya atas pelaksanaan Apel Siaga Kamtibmas.

“Apel ini langkah positif untuk memperkuat hubungan antara Polri dan ormas di Jakarta. Ini bentuk nyata kebersamaan dalam menjaga keamanan,” kata Iko Setiawan.

Bang Jafar, yang berada di bawah pimpinan Hj. Fahira Idris, S.E., M.A., disebut siap terus mendukung program Jaga Jakarta.

“Kami siap berperan aktif menjaga kamtibmas. Dengan semangat kebersamaan, Bang Jafar akan bersinergi dengan Polda Metro Jaya untuk mewujudkan Jakarta yang aman, tertib, dan kondusif,” ujarnya.

Iko menegaskan, seluruh anggota Bang Jafar siap berada di garda terdepan membantu kepolisian menjaga situasi tetap damai.

 

Humas PMJ

bjak/mpl/ay

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

Kasus Tenggelamnya KM Virgo Transport 8 Polisi Tetapkan Nakhoda Jadi Tersangka

POLDA KALSEL - Maspolin.id|| Polri menetapkan nakhoda KM Virgo Transport 8 berinisial AY sebagai tersangka dalam perkara tenggelamnya kapal tersebut di perairan Laut Jawa....
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.