Papua Tengah, Empat Anggota KKB Kodap III Sinak Nyatakan Ikrar Setia kepada NKRI di Puncak

Puncak, PAPUA TENGAH — Maspolin.id|| Sebanyak empat anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dari Kodap III Sinak secara resmi menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Prosesi yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan pada Rabu (9/7/2025) di halaman Markas Koramil 1717-02/Sinak, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada pukul 13.50–14.50 WIT.

Keempat eks anggota KKB tersebut merupakan bagian dari kelompok pimpinan Tenius Kulua dan Kalenak Murib. Mereka adalah Enden Tabuni alias Petiago, Erenus Tabuni alias Sembilan, Kilistu Murib, dan Yopi Tabuni. Dalam momen tersebut, mereka secara terbuka menyatakan kesediaan kembali ke pangkuan NKRI dan meninggalkan jalan kekerasan. Ikrar dibacakan secara langsung dan ditandatangani di hadapan aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh agama, dan tokoh adat setempat.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat dalam menciptakan iklim damai dan kondusif di wilayah Papua. Pendekatan persuasif yang selama ini dikedepankan terbukti efektif menyentuh sisi kemanusiaan kelompok yang berseberangan, sehingga mereka mau kembali dan berkontribusi dalam pembangunan.

Seluruh proses berjalan aman, tertib, dan penuh haru. Para tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat yang hadir menyambut baik langkah ini dan menyatakan komitmen untuk terus menolak kehadiran KKB di wilayah mereka.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., yang didampingi Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menyampaikan bahwa proses ini adalah hasil dari kerja kolaboratif semua pihak.

“Proses kembali ke pangkuan NKRI ini tidak berdiri sendiri, tapi merupakan buah dari sinergisitas seluruh elemen – aparat keamanan, pemerintah, dan tokoh-tokoh lokal. Kami percaya bahwa Papua yang aman dan sejahtera bisa diwujudkan melalui pendekatan yang menyentuh hati,” ujarnya.

Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menambahkan, “Langkah ikrar setia ini merupakan bukti bahwa pendekatan humanis dan dialog terbuka dapat membuka jalan bagi perdamaian yang berkelanjutan di Papua. Rekonsiliasi adalah wujud kemanusiaan yang hakiki; setiap anak bangsa memiliki tempat untuk kembali dan masa depan yang bisa dibangun bersama. Kami mengajak semua pihak untuk terus mendukung proses ini agar tercipta kondisi yang aman, nyaman, dan mendukung pembangunan bagi masyarakat Papua.”

Pernyataan ikrar kesetiaan ini diharapkan menjadi titik balik bagi kelompok lain untuk turut serta dalam upaya damai dan meninggalkan aksi-aksi yang mengganggu stabilitas.

Pemerintah menegaskan bahwa ruang rekonsiliasi dan pembangunan terbuka luas bagi siapa saja yang ingin kembali dan bersama-sama membangun Papua dalam bingkai NKRI yang damai, sejuk, dan bermartabat.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

Dorong Capaja Aktif Wujudkan Indonesia Emas 2045, Kapolri Tutup Pendidikan Akpol

SEMARANG, JAWA TENGAH – Maspolin.id|| Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menegaskan bahwa peran polri sangat penting dalam mendukung pembangunan nasional menyambut Indonesia Emas 2025. Hal ini disampaikan Kapolri dalam upacara penutupan pendidikan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) tingkat IV Angkatan ke-56 Batalyon Presisi dan tingkat III Angkatan ke-57 Capaja (Calon Perwira Remaja) Batalyon Adhi Wiratama.

Polri berperan penting melalui pengamanan agenda strategis dan program-program prioritas seperti ketahanan pangan, penanggulangan terorisme, dan pemberantasan narkoba, ujar Kapolri di Lapangan Bhayangkara Akpol, Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis (10/7/2025).

Keberhasilan seluruh kebijakan pemerintah, lanjut Kapolri, tentunya tidak dapat dipisahkan dari peran seluruh elemen bangsa, khususnya Institusi Polri dalam menjaga Stabilitas Kamtibmas, sebagai prasyarat utama tercapainya pembangunan yang berkelanjutan.

Lebih jauh, dalam amanatnya Kapolri juga memberikan ucapan selamat untuk seluruh Capaja, terkhusus para taruna berprestasi yang menerima penghargaan seperti Adi Makayasa, Ati Tanggap, Ati Tanggon, Ati Trengginas, serta Wira Karya Nugraha dan Srikandi Cendekia.

Jenderal Sigit berpesan agar para taruna memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara. Jadikan prestasi sebagai semangat untuk menunjukkan dedikasi terbaik bagi bangsa dan negara, pesan Kapolri.

Diakhir, Kapolri juga berpesan untuk para taruna agar selalu menghadirkan sosok Polri untuk masyarakat.

Untuk Diketahi, dalam upacara penutupan tersebut sebanyak 198 Capaja dari Batalyon Presisi dan 249 Capaja dari Batalyon Adhi Wiratama resmi menyandang status sebagai calon perwira remaja Polri setelah menjalani proses pendidikan di Bumi Bhayangkara.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

Presiden Prabowo Disambut Hangat dalam Upacara Kenegaraan di Istana Planalto, Brasilia

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan kunjungan kenegaraan ke Brasil, pada Rabu, 9 Juli 2025. (Foto: BPMI Setpres)

 

BRASIL – Maspolin.id|| Suasana khidmat dan penuh kehormatan terasa di Istana Planalto, Brasilia ketika Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan kunjungan kenegaraan ke Brasil, pada Rabu, 9 Juli 2025. Dalam prosesi upacara penyambutan kenegaraan, Presiden Prabowo disambut secara resmi oleh Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva beserta Ibu Negara Rosangela Lula da Silva.

Menandai dimulainya rangkaian upacara penyambutan kenegaraan di istana Planalto, iring-iringan kendaraan Presiden Prabowo disambut oleh 114 pasukan berkuda militer Brasil dengan berseragam upacara khas yang identik. Selanjutnya kendaraan Presiden Prabowo bergerak perlahan menuju titik drop off. Prosesi dilanjutkan dengan inspeksi pasukan  kehormatan militer Brasil oleh Presiden Prabowo. Dengan langkah tegap, Presiden Prabowo berjalan melakukan inspeksi pasukan hingga tiba di ujung jalan menuju pintu utama istana.

Setelah melaksanakan inspeksi pasukan Presiden Prabowo kemudian berjalan menuju pintu utama Istana Planalto, tempat Presiden Lula da Silva dan Ibu Negara Rosangela Lula da Silva telah menunggu.

Usai berjabat tangan dan berpelukan hangat, kedua pemimpin negara kemudian berdiri berdampingan untuk memberikan penghormatan dalam pengibaran bendera merah putih yang diiringi oleh lagu kebangsaan Indonesia Raya. Serta dilanjutkan dengan dikumandangkannya lagu kebangsaan Brasil dengan bendera Brasil yang sebelumnya telah berkibar di halaman istana.

Selanjutnya, Kedua Kepala Negara tampak saling bergandengan tangan dan berbincang begitu hangat sambil berjalan menuju lokasi foto bersama. Setelah proses pengambilan foto, kedua kepala negara saling memperkenalkan anggota delegasi dari kedua negara.

Tampak delegasi Indonesia yang mendampingi Presiden Prabowo adalah Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir, dan Duta Besar RI untuk Brasil Edi Yusup.

Usai perkenalan delegasi, Presiden Prabowo dan Presiden Lula kemudian berjalan menuju balkon utama Istana Planalto untuk menerima penghormatan dari parade pasukan kehormatan militer kebanggaan Brasil.

Setelah menyaksikan parade, kedua kepala negara mengadakan pertemuan bilateral bersama-sama dengan seluruh delegasi guna membahas hubungan bilateral Indonesia – Brasil beserta berbagai peluang kerja sama di segala bidang strategis.

Menutup kunjungan kenegaraan ini, Presiden Lula menyelenggarakan jamuan santap siang kenegaraan bagi Presiden Prabowo beserta delegasi di Itamaraty kompleks Kementerian Luar Negeri Brasil.

HUMAS POLRI

pemred/072511

Kasus Diplomat Meninggal dilakban Polisi Dapati hanya Sidik Jari Korban

JAKARTA – Maspolin.id|| Seorang diplomat Kemlu RI, Arya Daru Pangayunan (39), ditemukan dengan kondisi wajah terikat lakban berwarna kuning di kosannya di Gondia International Guesthouse. Dari pemeriksaan sementara yang dilakukan, polisi mendapati adanya sidik jari korban tertempel di lakban tersebut.

“Kalau dari olah TKP awal masih kelihatan sidik jari si korban itu,” kata Kapolsek Menteng, Kompol Rezha Rahandi, saat dihubungi kumparan, Rabu (9/7).
Rezha memastikan pihaknya masih melakukan proses pendalaman terkait ada atau tidaknya sidik jadi lain yang menempel di lakban tersebut.
“Kami menunggu hasil juga dari laboratorium forensik,” ucap dia.
“Masih kita laboratorium kan barang buktinya,” lanjut dia.
Sementara itu, Wakasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Sigit Karyono, memastikan polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab korban meninggal dunia. Total, sudah ada 5 saksi dimintai keterangan oleh polisi.
“Sejauh ini yang kita saksi yang sudah diperiksa ada 5 ya,” ucap dia.
Sebelumnya, Arya ditemukan tewas di kamar indekos Gondia International Guesthouse yang berada di Jalan Gondangdia Kecil, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (8/7).
Arya pertama kali ditemukan penjaga indekos dengan kondisi kepala terbungkus lakban berwarna kuning. Hingga kini, penyebab tewasnya korban belum diketahui. Polisi masih melakukan penyelidikan.
Namun, polisi memastikan tidak ada luka tanda kekerasan pada tubuh korban dan kamar terlihat rapi.
Arya adalah alumnus HI Fisipol UGM angkatan 2005. Dia meninggalkan seorang istri dan dua anak.
** Berita ini juga dimuat di Kumparan.com, edisi Rabu, 9 Juli 2025.
bjak/mpl/apl

Peran Penting Polri dalam Wujudkan Ketahanan Pangan Mendapat Apresiasi Menhut

JAWA TENGAH – Maspolin.id|| Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, mengapresiasi Polri atas keterlibatannya mewujudkan swasembada pangan dengan penanaman jagung. Bahkan, ia bergurau bawah Polri tengah demam jagung.

“Jajaran Kapolda itu sekarang lagi demam jagung di bawah Pak tadi perbincangan termasuk ketika dengan Ibu Ketua Komisi 4 ke Sumatera Barat bersama bertemu dengan Pak Kapolda itu percakapan dengan kami dan juga dengan kepala daerah yang hadir itu selalu di mana lagi ada lahan untuk saya tanam,” ungkap Menteri Perhutanan, Rabu (9/7/25).

Ia mengungkap, hal itu juga terjadi saat kunjungan ke berbagai daerah seperti Riau, Kalimantan Tengah, hingga Sumatera Barat. Menteru Perhutanan mengaku sering bertemu dengan para Kapolda yang menyatakan kesiapannya menyediakan dan mengelola lahan perhutanan sosial untuk penanaman jagung.

“Saya ke Riau, ke Kalteng, ketemu dengan Kapolda, ke Kaltim, semuanya selalu meminta, ‘Ada lagi nggak lahan perhutanan sosial untuk kita tanam?’” ungkap Menteri Raja Juli.

Lebih jauh ia menegaskan, kini mengambil peran besar di sektor ketahanan pangan. Tak heran, sebab Polri tak hanya kali ini saja turun langsung menyukseskan program pemerintah.

Disebutkannya, keberhasilan Indonesia mengendalikan COVID-19 tak lepas dari kontribusi besar Polri.

“Tidak berlebihan kalau kita katakan, dalam kasus COVID-19, rasanya kita tidak akan menjadi negara yang bebas COVID-19 dengan segera kalau tidak ada kontribusi dari pasukan Pak Pakuri di bawah,” ungkapnya.

Ditambahkannya, untuk program ketahanan pangan nasional berbasis jagung ini memang tak hanya menggandeng kementerian terkait saja. Polri dan TNI, ujarnya, juga dilibatkan untuk mewujudkannya.

Diungkapkannya, hal ini adalah bentuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Di mana antar lembaga negara mencari laharan tidur untuk dimanfaatkan demi mendukung program besar Presiden Prabowo Subianto.

“Pendek kata, semua sedang berkompetisi secara sehat, lomba-lomba untuk kebaikan, untuk mewujudkan swasembada pangan yang dicanangkan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujar Menteri Raja Juli.

 

Tribratanews

red/mpl/pr

Kapolda Kalteng Tanam Jagung Kuartal III di Pulang Pisau Wujud Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Pulang Pisau, KALTENG — Maspolin.id||Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan melakukan penanaman jagung kuartal III di lahan perhutanan sosial, Desa Kalawa, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, Rabu (9/7/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda turut didampingi unsur Forkopimda, Dinas Kehutanan, pejabat utama Polda, serta Kapolres Pulang Pisau.

Penanaman ini merupakan bagian dari program nasional ketahanan pangan yang digagas Polri. Kegiatan serupa juga dilaksanakan secara terpusat di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, yang dihadiri oleh Kapolri, Menteri Pertanian, dan Menteri Kehutanan.

Kapolda Kalteng menjelaskan bahwa penanaman jagung kuartal III ini adalah bentuk dukungan Polri terhadap program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya dalam hal ketahanan pangan nasional.

“Hari ini kami melaksanakan penanaman jagung kuartal III secara serentak di 13 kabupaten dan 1 kota di Provinsi Kalimantan Tengah, pada lahan perhutanan sosial serta lahan aktif kuartal I dan II. Total luas lahan tanam mencapai 7.109 hektare, dengan estimasi hasil panen mencapai 28.438 Ton,” ujar Kapolda usai melakukan penanaman.

Irjen Iwan menambahkan bahwa selain jagung, pihaknya juga menanam 100 bibit pohon sengon di atas lahan seluas 5 hektare di wilayah Pulang Pisau.

“Di Kabupaten Kapuas, ditanam 5.000 bibit tanaman kopi, jengkol, dan petai. Di Katingan, terdapat penambahan 500 bibit tanaman keras, sedangkan di Barito Utara ditanam 90 bibit tanaman kakao,” tambahnya.

Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya berfokus pada ketahanan pangan, tetapi juga mendorong pemanfaatan lahan tidur dan peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya petani lokal.

“Harapannya, ke depan produksi jagung di Kalimantan Tengah bisa lebih maksimal, sehingga mendukung ketahanan pangan nasional secara menyeluruh,” tuturnya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Erlan Munaji menyampaikan bahwa penanaman jagung kuartal III ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dan dipimpin langsung oleh Kapolri.

“Semoga ini menjadi langkah konkret dalam mendukung swasembada pangan nasional, sekaligus memberikan dampak positif, terutama dalam ketahanan pangan, pembukaan lapangan kerja, serta peningkatan pendapatan masyarakat,” pungkasnya.

 

Tribratanews

red/mpl/pr

Berkat Kapolri dan Jajaran, Produksi Jagung Naik

Grobogan, JAWA TENGAH – Maspolin.id|| Menteri Pertanian, Andi Amran, mengungkap produksi jagung naik drastis setelah adanya keterlibatan Polri. Penanaman jagung yang dilakukan Polri sendiri merupakan buah dari MoU Menteri Andi dengan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo.

“Begitu ditanda tangan, produksi langsung naik, Pak. Jadi hari itu juga langsung naik. Tahu dampaknya, Pak? Ini dulu begitu tanda tangan, 25 April. Pas di hari ulang tahun saya, kurang dua hari ditanda tangan MOU, langsung produksi naik,” ungkap Menteri Amran, Rabu (9/7/25).

Menteri Amran menerangkan, produksi jagung yang naik tersebut karena tepat sasaran. Ia pun mengapresiasi Kapolri beserta jajaran atas keikutsertaan mewujudkan ketahanan pangan tersebut.

“Kenapa? Produk jagung tepat sasaran, benih tidak lagi diperjual belikan. Alat mesin pertanian tidak ada lagi pencurian alat mesin pertanian. Jadi dampaknya luar biasa, Pak. Jadi inilah membuat produksi naik,” jelas Menteri Amran.

Lebih lanjut ia mengemukakan, kerja Polri sangat membantu membenahi tata kelola pertanian. Menteri Amran mencontohkan, salah satu aduannya mengenai penyalahgunaan pupuk di Jawa Tengah langsung ditindaklanjuti kapolda, sehingga petani tak lagi kesulitan.

Dalam mewujudkan swasembada pangan, ujar Menteri Pertanian, dirinya pun mendapatkan target lebih tinggi dari Presiden Prabowo Subianto. Target itu disanggupinya karena ada dukungan dari Kapolri dan jajaran.

“Bisa nggak kira-kira bagaimana kalau kita swasembada pangan 1 tahun. Hari ke-45. Kira-kira kita mau bilang apa sebagai pembantu. Namanya pembantu, ya tidak ada kata lain siap seperti kepolisian,” ujar Menteri Amran.

Diketahui, Menteri Amran menghadiri penanaman jagung kuartal III di lahan seluas 795.339,53 hektare yang tersebar di 36 wilayah Indonesia. Penanaman jagung ini dilakukan bersama Ketua Komisi IV Siti Hediati Soeharto, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, dan Menteri Perhutanan Raja Juli Antoni.

Secara simbolis, Kapolri memimpin penanaman jagung di wilayah Hutan Selo Lestari, Desa Selojari, Kec. Klambu, Kab. Grobogan, Jawa Tengah. Sedangkan di daerah lainnya dilaksanakan serentak dan terhubung melalui daring.

Di lahan yang berada di area wilayah hukum Polda Jawa Tengah itu memiliki luas 38.750,14 hektare, terdiri dari 36.287 hektare lahan produktif serta 2.463,14 hektare lahan perhutanan sosial dan akan dikelola para petani binaan polres hingga polsek. Total 220 petani akan terlibat dalam penanaman dan perawatan jagung tersebut hingga masa panen tiba.

“Pada kuartal III tahun 2025, dilakukan penanaman pada lahan seluas 168.432,23 Hektar, terdiri dari 117.510,29 Hektar lahan perhutanan sosial yang sudah ditanami, serta 48.082,40 Hektar lahan produktif dan 2.839,54 Hektar lahan perhutanan sosial yang akan dilakukan penanaman pada hari ini,” ujar Kapolri dalam sambutannya, di Jawa Tengah, Rabu (9/7/25).

 

Tribratanews

red/mpl/pr

Satgas Ops Damai Cartenz Lakukan Proses Hukum Tahap II pada Dua Oknum Terlibat Jual-Beli Amunisi

Jayapura, PAPUA – Maspolin.id|| Satgas Ops Damai Cartenz melaksanakan proses hukum dalam rangka pelimpahan tahap II ke Kejaksaan Negeri Wamena, Kabupaten Jayawijaya terhadap dua tersangka, pada Senin (7/7/2025). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kanit Investigasi, AKP J. Limbong, S.H.

Dua tersangka yang dilakukan proses tahap II tersebut yakni La Ode Sultan Zaldi Saim dan Praedy Wanimbo alias Kenyam. Keduanya merupakan oknum yang terlibat dalam kasus transaksi amunisi ilegal yang dilakukan di wilayah Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Sebelumnya, kedua tersangka ditahan di Rutan Polda Papua.

Tim bersama para tersangka diberangkatkan dari Bandara Sentani menuju Bandara Wamena menggunakan penerbangan komersial. Rombongan tiba dengan selamat di Wamena pada pukul 14.57 WIT.

Setibanya di Wamena, dilakukan pelimpahan tahap II, yakni penyerahan tersangka beserta barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Kejaksaan Negeri Wamena. Seluruh proses berjalan aman dan lancar dengan pengamanan ketat oleh aparat keamanan.

Selanjutnya, kedua tersangka ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Jayawijaya untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., didampingi oleh Wakaops Damai Cartenz Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa Polri akan tetap profesional dan konsisten dalam menegakkan hukum.

“Kami tegaskan bahwa Polri akan menjalankan proses hukum sesuai aturan yang berlaku. Tidak ada toleransi bagi siapapun, termasuk anggota sendiri, jika terbukti melanggar hukum. Penegakan hukum harus berjalan tanpa pandang bulu,” ujar Brigjen Faizal.

Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., membenarkan bahwa kedua tersangka merupakan oknum dari anggota Polri.

“Pelaku adalah oknum anggota Polri yang terlibat dalam kegiatan yang bertentangan dengan prinsip dan integritas institusi. Kami pastikan akan menindaklanjuti secara serius dan tegas siapa pun yang terlibat dan berseberangan dengan kepentingan NKRI,” tegas Kombes Yusuf.

Penyerahan tahap II ini menjadi bagian dari komitmen tegas aparat penegak hukum dalam menuntaskan penyidikan dan menindak tegas setiap bentuk pelanggaran hukum, termasuk yang dilakukan oleh oknum internal.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sc

Bongkar Komunitas Gay di Facebook, 3 Orang Ditangkap Polda Lampung

LAMPUNG – Maspolin.id|| Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung membongkar aktivitas komunitas gay yang beroperasi lewat grup Facebook. Tiga orang ditangkap.

Direktur Ditreskrimsus Polda Lampung, Kombes Dery Agung Wijaya mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang resah dengan keberadaan grup-grup tersebut di media sosial.

Tim Cybercrime Ditreskrimsus Polda Lampung melakukan penyelidikan berdasarkan informasi dari masyarakat. Hasilnya, kami amankan tiga tersangka yang merupakan admin dan penyebar konten sesama jenis, kata Dery kepada wartawan, Senin (7/7/2025).

Ketiga tersangka yang diamankan masing-masing berinisial JM (53), warga Lampung Selatan; MS (18), warga Pesawaran; dan SR (28), warga Bandar Lampung. Ketiganya memiliki peran berbeda dalam mengelola dan menyebarkan konten di grup Facebook tersebut.

JM merupakan admin utama grup. Sementara MS dan SR berperan menyebarkan video sesama jenis, jelas Dery.

Polisi menyebut, ada dua grup Facebook yang menjadi fokus penyelidikan, yaitu Grup Gay Lampung dan Grup Gay Bandar Lampung. Kedua grup ini telah ada sejak 2017 dan kini memiliki puluhan ribu anggota.

“Grup ini sudah cukup lama aktif, sejak tahun 2017. Awalnya menggunakan nama lain sebelum akhirnya berubah menjadi Gay Lampung,” ujar Dery.

Dari penelusuran, grup-grup tersebut kerap digunakan untuk ajakan mencari pasangan sejenis hingga permintaan inap oleh sesama anggota. Bahkan, dalam salah satu unggahan ditemukan kalimat bernada mencurigakan seperti “Absen siapa pecinta bocil SMP”.

Polda Lampung memastikan penyelidikan masih terus berjalan. Polisi kini memburu anggota aktif lainnya serta menelusuri grup serupa yang masih tersebar di media sosial.

Kami terus dalami dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka tambahan, tegas Dery.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sc

Praktik Gula Oplosan Tak SNI di Banyumas di Bongkar Polisi

Banyumas, JAWA TENGAH – Maspolin.id|| Polisi membongkar praktik gula oplosan yang tidak memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) di Banyumas, Jawa Tengah. Lebih dari 1.000 karung gula diamankan sebagai barang bukti.

Pengungkapan dilakukan hari Selasa (8/7) sore di Kabupaten Banyumas. Perkara yang terjadi di sana yaitu dugaan tindak pidana perlindungan konsumen dengan modus produksi gula campuran rafinasi dan menggunakan merek pihak lain.

Satu orang diamankan, yaitu MS (52), warga Karangtengah, Cilongok, Kabupaten Banyumas. Ia dijerat Pasal 113 jo pasal 57 ayat (2) UU RI nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan dan/atau pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) huruf (a) dan/atau pasal 9 ayat (1) huruf a UU RI nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Tindak pidana memperdagangkan barang di dalam negeri yang tidak memenuhi SNI.

Barang bukti dalam perkara tersebut adalah 855 sak gula kemasan Raja Gula dengan total berat 42.750 kg, kemudian 587 sak gula rafinasi dengan total berat 29.350 kg. Benda lainnya antara lain 3 unit mixer, timbangan digital, alat jahit karung, karung, plastik, dan sebagainya.

Saat dimintai konfirmasi soal pengungkapan praktik ilegal itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah, Kombes Arif Budiman, membenarkan.

Betul ada pengungkapan. Lengkapnya saat press rilis, ujar Kombes Arif, Rabu (9/7/2025).

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

Polisi Ungkap Pemicu dan Sosok Bos 13 Truk yang Bakar Sopirnya

Karangasem, BALI - Maspolin.id|| Polisi mengungkap sosok I Putu CP (37), pemilik usaha sekaligus tersangka kasus pembakaran sopir truk, I Gede Selamet (20), di...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.