Diduga Maling, Dua Pemuda Ditangkap Saat Kejebak Macet

MASPOLIN.ID.-MARGONDA, DEPOK- Dua pemuda nyaris menjadi sasaran hakim jalanan setelah melakukan pencurian. Ia dikejar massa dan berhasil ditangkap di Jalan Margonda (dekat Ruko Saladin), Pancoran Mas Kota Depok, Rabu (06/11/2019) .

Informasi yang berhasil didapatkan awak media, kedua pelaku berusia sekitar 20 tahun, diduga telah menjambret HP dan mencuri motor di daerah Ratu Jaya, Cipayung, Kota Depok.

Pemuda yang berpakaian klimis ini, mencoba kabur namun dikejar sejumlah pengendara motor yang mendengar teriakan maling, ditangkap di samping Ruko Saladin, Jalan Margonda, lantaran kejebak macet.

“Untung segera diamankan dalam pos anggota Lantas Polrestro Depok, dekat dari lokasi pelaku ditangkap. Sehingga, kedua pelaku terhindar dari aksi main hakim sendiri oleh massa,” ujar Toni salah seorang warga.

Oleh dua anggota yang sedang berada di dalam Pos, lanjut Toni, kedua pelaku segera dibawa ke Polresta Depok, yang hanya berjarak 200 meter. “Dua pelaku langsung dibawa ke Polresta dan para korban juga sudah kesana,” jelasnya.

“Jadi, mereka lari pakai motor curian dari arah Jalan Arif Rahman Hakim, menuju Citayam. Karena macet, dan warga ikut mengejar, akhirnya ditangkap di Jalan Margonda,” ungkapnya.

Kasat Reskrim Polrestro Depok Kompol Deddy Kurniawan mengatakan pihaknya belum mendapatkan laporan perihal laporan penjambretan.

“Masih belum masuk ke kita laporannya. Mungkin lagi dalam penanganan di anggota SPKT, sehingga laporannya belum naik ke saya ini,” tuturnya.

Kendati demikian, Kompol Deddy akan menyelidiki kasus ini dan sejauh mana nanti jika para pelaku benar terbukti bersalah. (AG/Maspolin)

Sebagai Pejabat Baru, Kapolres Gresik Sambangi Polsek Jajaran

GRESIK,Maspolin.id – Untuk mengenali wilayah hukum polres gresik sekaligus berkenalan dengan masyarakat driyorejo sebagai pejabat baru AKBP Kusworo Wibowo, SH., SIK., MH. Kapolres gresik melaksanakan kunjungan kerja ke Polsek Driyorejo, Rabu (6/11/2019).

Kegiatan tersebut di sambut oleh Kapolsek driyorejo AKP WAVEK ARIFIN, S.H. bersama Muspika, anggota dan bhayangkari, tokoh agama, tokoh masyarakat, AKD Driyorejo dan organisasi kemasyarakatan (BANSER dan GP ANSOR).

Dalam sambutannya AKBP Kusworo Wibowo, SH., SIK., MH., menyampaikan banyak terimakasih atas dukungan dan kerja sama dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan semua unsur masyarakat di wilayah driyorejo yang selama ini sudah terjalin baik.

“Polisi harus senantiasa bersinergi dan bergandeng tangan dengan masyarakat dalam harkamtbmas sebagaimana amanat undang – undang,” kata Kapolres Gresik.

Masih AKBP Kusworo, juga menyampaikan bahwa polisi dalam melaksanakan tugasnya harus Bersih, Tanggung jawab dan bermanfaat sebagaimana slogannya berteman.

”Sebagai Polisi harus bersih mulai dari diri sendiri yang berarti sebagai polisi harus tulus ikhlas melayani masyarakat tanpa adanya pungli. Selain itu juga kebersihan lingkungan harus selalu terjaga. Polisi harus bertanggung jawab dengan tugasnya meskipun jam dinas selesai akan tetapi apabila tugasnya belum selesai harus di selesaikan walau sampai larut malam dan yang paling penting Polisi harus bermanfaat bagi masyarakat,” ucap Kusworo.

Lanjut Kusworo, juga meminta dukungan dan kerja sama dengan masyarakat untuk selalu menjalin komunikasi dalam harkamtbmas.

Hal tersebut bisa di lakukan dengan cara nyangkruk bareng sambil minum kopi bersama guna menyerap aspirasi, inspirasi dan informasi terkait kamtibmas. Karena tidak ada konflik yang langsung besar, semua akan di awali dengan riak – riak kecil dan riak – riak kecil itulah yang harus segera di selesaikan.

“Artinya apabila ada gejolak / permasalahan yang dapat memicu terjadinya konflik mohon kerja samanya memberi informasi sehingga penanganan bisa cepat dan jangan main hakim sendiri,” tutup mantan Kapolres Jember itu.

Sementara itu apresiasi dari masyarakat yang diwakili oleh KH.ALI ROHMAT (Toga Driyorejo) menyampaikan bahwa masyarakat driyorejo senantiasa mendukung kinerja Polres Gresik khususnya Polsek Driyorejo. Hal ini di buktikan dengan turut sertanya masyarakat / ormas BANSER dan GP ANSOR yang ikut berpatroli bersama dan juga dalam penertiban warung – warung yang notabenenya mengundang kemaksiatan.

“Tak hanya itu saja kita juga mendukung melalui dakwah dan ceramah – ceramah agama. K.H ALI ROHMAT juga menambahkan yang intinya apabila program Kapolres Gresik yaitu Berteman dilaksanakan dengan benar – benar maka isyallah menjadi berkah dan Driyorejo bisa menjadi bersinar bersih dari narkoba,” katanya.

Acara di lanjutkan dengan santunan anak yatim / piatu dan persesmian gedung serba guna polsek driyorejo GRHA MIKO oleh Kapolres Gresik.

TN/Fita

Dianggap Sebar Ujaran Kebencian, Oknum PNS di Kabupaten Asahan Ditangkap Polisi

Dianggap Sebar Ujaran Kebencian, Oknum PNS di Kabupaten Asahan Ditangkap Polisi

Asahan, Maspolin.id—Seorang Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Asahan Sumatera Utara, ditangkap Polisi akibat menyebarkan ujaran kebencian di Media Sosial.

Berdasarkan informasi yang diterima, tersangka yang diketahui bernama Wahyu Adi (38) ini merupakan seorang PNS yang bekerja di bagian Radiologi Rumah Sakit Haji Abdul Manan Simatupang (RSUD HAMS) Kota Kisaran Kabupaten Asahan Sumatera Utara.

“Tersangka diamankan di salah satu warung kopi di jalan Perintis Kemerdekaan Kota Kisaran, Senin (04/11/2019) kemarin”, kata Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu, S.I.K., M.H. didampingi Waka Polres Kompol M. Taufik dan Kasat Reskrim AKP Ricky Pripurna Atmaja, S.I.K. kepada wartawan, di Polres Asahan Rabu (06/11/2019).

Kapolres mengatakan, Wahyu ditangkap karena dianggap menyebarkan ujaran kebencian dengan cara mengetik status di Media Sosial Facebook milik nya. Isi status Media Sosial yang diketik oleh tersangka yakni : ‘ Rumah dinas Bupati digunakan untuk memfasilitasi nonton bareng orang “telanjang”, yang sebenarnya menyimpang dari budaya Islam itu sendiri. Alasan mendukung putra/ putri daerah tidak boleh kemudian penghalalan segala cara.. lain hal tadi ketika putra/ putri itu tidak beragama Islam, tentu saya tidak akan mengomentarinya ‘. Tulisan tersebut dibagikan di Media Sosial milik tersangka pada tanggal 15 Oktober 2019.

Kapolres menjelaskan bahwa kegiatan (nonton bareng) di rumah Bupati Asahan yang dilakukan pada tanggal 14 Oktober 2019, bukan seperti yang dituduhkan. “Kegiatan yang sama sebelumnya juga sudah pernah dilakukan di beberapa lokasi lain di ruang terbuka dan dihadiri oleh ratusan orang. Kegiatan tersebut adalah nonton bareng acara Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2019”, tegas Faisal.

“Postingan tersangka di Media Sosial tersebut menimbulkan persepsi yang berbeda di masyarakat dan tidak berdasarkan fakta, sehingga dapat menimbulkan kegaduhan di Kabupaten Asahan. Terlepas dari tersangka yang masih mengelak, kita sudah bisa membuktikan dengan 2 alat bukti yang sah dan kita juga sudah meminta keterangan dari ahli bahasa”, ungkap Kapolres.

Polisi mengamankan barang bukti berupa 3 lembar hasil screen shoot postingan Media Sosial Facebook atas nama Wahyu Adi dan satu unit handphone berikut sim card milik tersangka.

“Pelaku akan dijerat dengan Pasal 45A ayat (2) UU no 19 tahun 2016 Subsider Pasal 45 ayat (3) tentang perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman hukuman penjara 6 tahun dan/atau denda Rp. 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah)”, tutup Kapolres.*

Novian Harhara

SB :JM/HM

Kong kalikong Dengan Petugas SPBU, Penimbunan Solar Ilegal Di Bleboh Selalu Dapat Stok

Blora,Maspolin.id – Solar bersubdisi di Wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dan Kabupaten Blora Jawa Tengah jadi ajang diduga monopoli para pengusaha ‘hitam’. Akibatnya, di wilayah ini kerap terjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar Cepat Habis. 

Hal ini terjadi karena Masih Maraknya Penimbunan Solar Di Desa Bleboh Kecamatan Jiken Kabupaten Blora Jawa Tengah. 

Selalu Dapat Stok Solar di duga Penimbunan Solar Ilegal Di Desa Bleboh ini selalu bekerja sama atau Kong kalikong dengan pegawai di sejumlah SPBU di Wilayah Bojonegoro Dan Blora. 

Hal Ini diketahui Tim Wartawan Media ini saat berkunjung di salah satu SPBU di Wilayah Ngraho dan Padangan, Di pinggir pinggir Tembok SPBU berjajar antrian Jrigen Jrigen Para Pengangkut Solar yang di duga Akan di setor ke pangkalan Penimbunan Solar ilegal Di Desa Bleboh Kecamatan Jiken Kabupaten Blora.

Anehnya Para Pekerja Pengangkut ini beraksi pada siang hari dan seringkali melewati Mapolsek Mapolsek, namun Tidak ada tindakan dari pihak Polsek yang di lewatinya. 

Kembali dikonfirmasi Kepada Warga setempat diwilayah SPBU itu, tidak hanya pakai Jrigen Bahkan biasanya kalo malam hari Ada yang sering Pakai Mobil. 

“Tidak Hanya Pakai Jrigen Pak, bahkan Biasanya malam hari Ada yang Pakai Mobil, ujar Salah satu warga Setempat yang tidak mau disebutkan Namanya. 

Hingga berita kedua ini ditulis, berita dan informasi Soal penimbunan Solar Ilegal Di wilayah Desa Bleboh sudah dapat sorotan dari berbagai pihak, termasuk Polres Blora dan Polda Jawa Tengah. 

Bersambung… 

Gondrong

Menilik Potensi Kampung Beting Menjadi Kawasan Wisata Religi

Menilik Potensi Kampung Beting Menjadi Kawasan Wisata Religi

Pontianak, Maspolin.id—Kampung Beting yang berada di kota Pontianak selama ini kerap dianggap sebagai salah satu sarang peredaran Narkoba. Data BNN juga memasukkan wilayah ini sebagai salah satu dari 23 kawasan rawan peredaran gelap Narkoba di Kalimantan Barat.

Dalam kunjungan kerja ke Kesultanan Pontianak, Rabu (6/112019), Kepala BNN Heru Winarko mengatakan Kampung Beting memiliki potensi untuk dibangun menjadi kawasan wisata religi. “Kita bisa mencontoh Singapura, di Kampung Arab di sana, masjid selain menjadi tempat sholat juga tujuan wisata bagi turis asing,” ujarnya.

Masjid Jami Pontianak atau dikenal dengan nama Masjid Sultan Syarif Abdurrahman adalah masjid tertua dan terbesar di Pontianak. Masjid yang dekat dengan Istana Kesultanan (Keraton Kadriyah) ini merupakan satu dari dua bangunan yang menjadi pertanda berdirinya Kota Pontianak pada tahun 1771 Masehi.

Menurut Heru, Kampung Beting menjadi salah satu fokus program pemberdayaan alternatif di wilayah perkotaan. Bentuk pemberdayaan yang dilakukan bagi masyarakat di sini adalah dengan memberikan pelatihan pembuatan produk kerajinan tangan.

Sementara itu Sultan IX Pontianak Syarif Mahmud Melvin Alkadri menyambut positif dan ucapan terima kasih atas kehadiran program BNN di wilayahnya. “Semoga melalui upaya-upaya ini dapat membawa hal positif, terkait maraknya Narkoba di wilayah Kalimantan Barat,” kata Sultan.

Senada dengan Sultan, Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono yang turut hadir mengatakan bahwa masyarakat Kampung Beting cenderung tidak mengakui bahwa wilayahnya termasuk dalam kategori rawan Narkoba, mereka merasa aman dan nyaman dengan kondisi saat ini. “Kita akan kaget pada saat membaca berita di media massa, biasanya kasus Narkoba yang terjadi di wilayah ini mempunyai relevansi dengan kriminalitas,” ungkap Edi.

Oleh karenanya, menurut Edi, Pemkot Pontianak berkomitmen untuk terus menjalin sinergi dengan BNN Kota Pontianak setiap tahunnya. “Kita rutin lakukan tes urine bagi ASN, sopir truk, pekerja tempat hiburan malam dan cafe-cafe. Dari 4600 orang yang kita tes, 1 orang positif terpapar Narkoba,” jelasnya.

Edi menambahkan bahwa pihaknya juga melakukan pengentasan kawasan kumuh seluas kurang lebih 24 hektar, melalui program bedah rumah, WC dan lingkungan.
“Salah satu lokasi program kita adalah Kampung Beting ini. Kita upayakan kampung ini menjadi kawasan yang tertata dan teratur, tidak kumuh,” tandas Edi.

Saat ini, Pontianak memiliki jumlah penduduk sekitar 664.000 orang, yang terbagi dalam 6 kecamatan, 29 kelurahan. Kampung Beting berada di Kecamatan Pontianak Timur, suatu wilayah ketiga terbesar di Pontianak dan sangat padat.

Edi berharap melalui kolaborasi pemerintah kota dengan BNN ini kedepannya dapat menghilangkan stigma Kampung Beting sebagai kawasan rawan Narkoba.

Liston
Source : [BNN]

Novita Hardini, Ikut Deklarasikan Sekolah Ramah Anak di SMPN 1 Gandusari

Trenggalek, Maspolin.id – Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa), Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini Mochamad hadiri deklarasi  Sekolah Ramah Anak SMPN 1 Gandusari, Rabu (6/11/2019). Wanita berparas cantik tersebut ikut mendeklarasikan sekolah ramah anak di SMPN 1 Gandusari.

Puspa sendiri merupakan wadah untuk menyamakan persepsi dan bekerja sama untuk mengatasi permasalahan perempuan dan anak, di antaranya trafficking, kekerasan, prostitusi, pernikahan dini, putus sekolah pasa anak perempuan, eksploitasi, kematian ibu dan anak. Puspa ini tentunya selaras dengan salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Trenggalek, penguatan  dan pemberdayaan perempuan dan kelompok rentan yang salah satu didalamnya adalah anak.

Dalam kegiatan deklarasi ini, Novita Hardini menegaskan bawasanya sekolah tidak hanya berkutat pada sektor akademi saja, melainkan juga berperan menjaga psikologis anak.

Keterbukaan anak kepada orang tua merupakan sesuatu yang sangat penting, karena dengan terbuka kita menjadi tahu apa yang terjadi pada anak. Apakah mereka mendapatkan pembulian dari teman di sekolahnya maupun beberapa kejadian lain yang kemungkinan bisa mengganggu perkembangan psikologi anak itu sendiri.

“Ingat, luka hati pada anak tidak akan pernah bisa disembuhkan sampai kapanpun, makanya perlu kita jaga betul mereka,” jelasnya.

Ketua Forum Puspa Kabupaten Trenggalek ini banyak berbagi pengalaman, sharing pemikiran bagaimana menjaga anak di era revolusi industri 4.0 ini

Banyak hal yang dipesankan oleh istri Bupati Trenggalek ini yang tujuannya untuk mewujudkan sekolah ramah anak dan bagaiamana menjaga psikologis anak.

Kedatangan wanita cantik yang didampingi oleh Ketua Darma Wanita Trenggalek, Lies Joko Irianto ini disambut hangat oleh keluarga besar SMPN 1 Gandusari. 

Marching band menyambut dari luar gapura, terus dilanjutkan dengan tari Gambyong. Novita Hardini dan Lies Joko Irianto juga menyempatkan mengikuti senam kebugaran dan senam ramah anak di halaman sekolah.

Dalam kesempatan berbeda Sulis Riyani, Kepala Sekolah SMPN 1 Gandusari dalam sekapur sirihnya berkomitmen keras untuk mewujudkan sekolah ramah anak ini di sekolah yang dipimpinnya tersebut.

Sulis berharap bimbingan dan dukungan dari semua pihak untuk bisa mewujudkan sekolah rumah anak ini di sekolah tempatnya mengabdikan diri.

Dengan deklarasi ini, maka SMPN 1 Gandusari menjadi SMP pertama yang berkomitmen keras ingin mewujudkan sekolah ramah anak di Kabupaten Trenggalek, dan Ketua Forum Puspa Trenggalek berharap sekolah sekolah lain bisa segera mengikutinya.

Penulis : Fals Yudistira

Cewek Cantik Asal Nganjuk, Pemasok Sabu Ke Rutan Trenggalek Kini Ditetapkan Tersangka

Trenggalek, Maspolin.id – Nia Kusumaning Asty atau N (32) warga JL Megantoro No:53, Kelurahan Gunung Kidul, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk, setelah ditangkap pada Selasa (29/10/2019)  kini ditetapkan sebagai  tersangka.

Nia ini ditangkap setelah menyaru sebagai pembesuk di Rumah Tahanan (Rutan) kelas IIB Trenggalek dan selundupkan narkotika jenis sabu-sabu seberat 1.16 gram yang disembunyikan didalam kondom dan diselipkan kedalam sepatu sebelah kiri.

Kapolres TrenggalekAKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, N ditetapkan tersangka bersama dua orang napi Rutan Trenggalek. Yakni Muhammad Saparudi atau S (30) warga Desa Ngampel, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang dan Onky Santoso atau O (29) warga Desa Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kabupaten Mojokerto.

“ Ketiga orang pelaku sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Untuk saat ini tersangka dan barang bukti telah kita amankan guna proses lebih lanjut,’’ ungkapnya Rabu (6/11/2019).

Disampaikan Calvijn penetapan terhadap tiga tersangka berawal, N berkunjung ke Rutan Trenggalek untuk membesuk napi O. Tetapi yang menemui adalah napi S. Kunjungan N berjalan sampai waktu membesuk habis. Dan disitulah terjadi transaksi antara N dengan S.

“ Cukup unik cara mengelabuhi petugas, sabu-sabu seberat 1,16 gram dibungkus kondom dan diselipkan kedalam sepatu sebelah kiri yang dipakai,’’ terangnya.

Berjalannya waktu, lanjut Calvijn, setelah terjadi transaksi barang tersebut sudah pindah ke napi S. Ketika dilakukan penggeledahan oleh petugas, sabu tersebut di sembunyikan S di kantong celana sebelah kiri yang digunakan.

“ Setelah Tim Polres Trenggalek bersinergi dengan Rutan Trenggalek dan kami turun langsung melakukan interogasi mendalam rangkaiannya. Cukup jelas ternyata sabu yang dibawa N ini merupakan pesanan dari S dan O,’’ jelasnya.

Barang tersebut, tambah Calvijn, dari pengakuan N, S dan O  didapat dari inisial G seharga Rp 1 juta. Sedangkan G yang merupakan bandar sampai saat ini masih buron.

“ Untuk ketiga tersangka ini kita kenakan pasal tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun dan denda paling banyak 10 milyar rupiah,’’ pungkasnya.

Penulis : Fals Yudistira

Inilah Pesan Kapolsek Saat Hadiri Pembinaan Petani Pemakai Air Jaringan Irigasi Pacal

Bojonegoro,Maspolin.id – Saat menghadiri pembinaan kepada para petani pemakai air yang tergabung dalam Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) dan Gabungan Himpunan Petani Pemakai Air (GHIPPA) jaringan irigasi Pacal Kanan yang diselenggarkaan oleh Pemerintah Kabupaten (pemkab) Bojonegoro, melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Bojonegoro, pada Rabu (06/11/2019) di Balai Desa Margoagung Kecamatan Sumberejo Kabupaten Bojonegoro, Kapolsek Sumberrejo AKP Imam Kanafi memberikan pesan kamtibmas manakala ketika musim kemarau panjang dan gagal panen.

“Harus tetap rukun, manakala musim kemarau panjang dan tidak ada air yang menyebabkan gagal panen”, pesan Kapolsek.

Selain itu Kapolsek juga mengingatkan agar jangan sampai terjadi kesalahpahaman dilapangan, jika terjadi kesalahpahaman sebaiknya diselesaikan dulu secara musyawarah kekeluargaan untuk mencapai mufakat. Ketika terjadi kesalahpahaman jangan sampai terjadi tindak kekerasan dan sampai jatuh korban.

“Jika terjadi pelanggaran hukum, pasti ada konsekuwensi hukum bagi pelanggarnya”, tegas Kapolsek.

Kegiatan yang juga turut dihadiri oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Drs H Budi Irawanto MPd, Perwakilan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) kabupaten Bojonegoro, Camat Sumberrejo, yang diwakili oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) H Sahlan, Danramil 0813-09 Sumberrejo, yang diwakili Batuud Serma Sutondo, Kepala Desa Margoagung, Sasminto beserta Perangkat Desa Margoagung dan diikuti peserta sebanyak 100 orang bertujuan sebagai langkah atau solusi untuk mengurangi petani gagal panen, akibat kekurangan air.

Agus/Yud

Pertama Di Indonesia, PLTSa Di TPA Benowo Akan Segera Difungsikan

SurabayaMaspolin.id – Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di TPA Benowo Surabaya Diresmikan November.

PLTSa di Benowo menjadi yang pertama di Indonesia, Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) pertama di Indonesia sudah siap diresmikan bulan November ini. Nantinya Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan membeli listrik sebesar 11 Mega Watt (MW) yang dihasilkan dari PLTSa. PLTSa tersebut terletak di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo, Surabaya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan, bentuk fisik dari PLTSa Benowo memang telah siap dari waktu yang lama. Namun selama ini pihaknya menunggu kesepakatan dengan PLN terkait harga beli listrik dan sewa aset Pemkot Surabaya.

Kini sampah di TPA Benowo dikelolah lebih modern oleh Pemkot Surabaya dan Pengelolaan sampah di TPA Benowo menggunakan teknologi canggih sehingga dijadikan PLTSa dan jadi percontohan di TPA seluruh Indonesia.

Koentary

Polres Jember Berduka, Iptu. Ainur Rofiq, S.H Meninggal Dunia

Jajaran Kepolisian Resort Jember berduka. Suasana haru mengiringi Upacara Pemberangkatan Jenazah Alm. Iptu. Ainur Rofiq, S.H. di rumah duka Perumahan Bedadung V/5 Kelurahan Kebonsari Kecamatan Sumbersari, Jember. Rabu pagi (06/11/2019).

Kanit I Idik Pidum Satuan Reskrim Polres Jember meninggal dunia di RSUD M. Saleh. Almarhum menghembuskan nafas terakhir karena kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Ruas Tol Probolinggo Kota. Almarhum meninggalkan seorang Istri dan 3 orang anak.

Usai disholatkan di Masjid Al Ikhlas, Jenazah di antar menuju Tempat Pemakaman Umum, Jalan Bromo Puncak Perumahan PJKA Kecamatan Kalisat, Jember. Upacara Pemakaman di pimpin langsung oleh Kapolres Jember AKBP. Alfian Nurrizal, S.H., S.I.K., M.Hum.

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

Kepemimpinan Korlantas Polri Berganti, Irjen Pol. Wibowo Ingatkan Personel Tetap Jaga...

KORLANTAS POLRI, JAKARTA – Maspolin.id|| Irjen Pol. Wibowo meminta seluruh personel tetap menjaga kekompakan, komunikasi, dan kerja sama dalam menjalankan tugas. Hal ini dikatakan...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.