Kapolrestabes Medan Pimpin Sertijab Kabag REN, KASAT RESKRIM dan Kapolsek Deli Tua

Kapolrestabes Medan Pimpin Sertijab Kabag REN, KASAT RESKRIM dan Kapolsek Deli Tua

Medan, Maspolin.id—Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto, SH, SIK, MSi pimpin Sertijab Kabag Ren, Kasat Reskrim dan Kapolsek Delitua yang dilaksanakan dilapangan Apel Mapolrestabes Medan jalan H M Said No 1 Medan, Kamis 31 Oktober 2019.

Acara sertijab ini dihadiri oleh Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto, SH, SIK, MSi, Waka Polrestabes Medan Akbp Rudi Rifani, SIK, Para Kabag, Kasat, Kasi, Kapolsek jajaran Polrestabes Medan, Bhayangkari Cabang Medan dan Personel Polrestabes Medan.

Adapun nama disertijab, Adalah Kabag Ren dari AKBP Drs Zulfikar diserah terimakan Kepada AKBP Samsidar Br Tambunan, Kasat Reskrim diserahterimakan dari AKBP Putu Yudha Prawira SIK, MH kepada Eko Hartanto, SIK, MH, Kapolsek Deli Tua Dari Kompol H Efianto SH, MH kepada Akp Dolly Nelson Nainggolan, SH, SIK, MH.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto, SH, SIK, MSi mengatakan Kegiatan Sertijab ini adalah memiliki dua sisi aspek kemanfaatan yang pertama sebagai suatu hal yang sudah rutinitas bagi organisasi yang harus hidup dan berkembang bagi diri personil.


Organisasi Polri ini serah terima jabatan ataupun melaksanakan tugas baik itu secara tour of Duty maupun tour of area. pekerjaannya dilakukan dari satu pekerjaan yang berbeda dengan pekerjaan yang lain berarti dari satu tempat ke tempat yang lain dan itu sudah dilaksanakan oleh personil yang serah terima jabatan hari ini. Ini dilakukan dalam rangka pembinaan karir sehingga semakin baik dan semakin berpengalaman dalam melaksanakan tugas di berbagai bidang.

Pembinaan karir ini penting untuk meningkatkan kualitas dari diri personil
tersebut, diharapkan tentu kualitas personil ini akan terus meningkat, akan memberikan dampak pada kinerja organisasi bagi organisasi sendiri dan sekalian peningkatan kualitas sumber daya manusia yang dilakukan dengan pemindahan. Ini dilakukan untuk mendongkrak kinerja organisasi mampu dipercaya oleh masyarakat karena kepercayaan masyarakat ini sangat menentukan eksistensi keberadaan organisasi Polri di dalam lingkungan yang demokratis, kepercayaan masyarakat yang rendah akan mengakibatkan Polri dapat saja di reformasi bahkan di reposisi karena tidak efektif dan tidak efisien dan dianggap oleh masyarakat tidak mampu memberikan pelayanan dan ini tidak boleh terjadi eksistensi Polri.

Format Kepolisian nasional harus terus kita jaga dan kita tunjukan kepada masyarakat bahwa bentuk kepolisian di negara Indonesia semacam ini mampu secara efektif memberikan pelayanan kepada masyarakat dari pemeliharaan keamanan, penegakan hukum maupun pemeliharaan pelayanan harkamtibmas maupun perlindungan, pengayoman dan pelayanan masyarakat, hal tersebut merupakan tugas pokok yang harus dijalankan di dalam organisasi tersebut. Kualitas sumber daya manusia sangat menentukan karena sumber daya manusia ini adalah merupakan jiwa organisasi kepolisian,” tegas Kapolrestabes.

Lebih lanjut dikatakan, Pada Sertijab hari ini saya ucapkan terima kasih kepada Pejabat lama, yang selama ini bertugas dengan baik dan selamat datang ditempat yang baru, mari kita jaga kekompakan, jaga persatuan dan kesatuan.

“Saya yakin dengan kekompakan, persatuan, kecerdasan dan komunikasi yang baik kita bangun bersama maka semua hal yang berat sekalipun akan menjadi ringan,” ucap Kapolrestabes Medan.*

Novian Harhara

Kapolsek Kota Tuban Pimpin Langsung Apel Pelepasan Anggota Yang Purna Tugas

Tuban,Maspolin.id – Jajaran Polsek Tuban Kota Polres Tuban menggelar kegiatan pamit purna tugas AIPTU Ali Mahruf selaku Anggota Polsekta Tuban. Kamis 31 Oktober 2019.

Apel pamit purna tugas diikuti semua anggota Polsek Kota yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Setempat IPTU Geng Wahono.

Dalam Sambutannya Kapolsek Kota IPTU Geng Wahono mengatakan bahwasannya Keteladanan AIPTU Ali Mahruf selama menjalankan tugas patut dijadikan contoh.

“Selama menjalankan tugas sebagai anggota Polsek Kota Tuban tentu tidak bisa berjalan dengan baik tanpa dukungan dari semua pihak khususnya keluarga besar Polsek Tuban ,” ujarnya.

Oleh karena pengalaman  baik mesti  diambil untuk diterapkan dalam pengambilan kebijakan ke depannya. Namun untuk hal –hal yang kurang baik, tentu jangan ditiru karena sebagai manusia tidak bisa dilepas dari kesalahan. 

“Selama kebersamaan ini tentu banyak hal cerita suka duka, salah faham maupun candaan yang tidak berkenan dihati, baik yang disengaja dan tidak disengaja. Untuk itu saya mohon maaf sekali,” Tambah AIPTU Ali Mahruf.

AIPTU Ali Mahruf juga sangat yakin jika jajaran Polsek Kota Tuban dapat memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat demi kemajuan instutusi Polri. Sehingga Polri  makin dicintai masyarakat, profesional modern dan terpercaya.

Selanjutnya acara di lanjutkan ke Kantor dengan potong tumpeng dan makan sarapan pagi bersama.

Imam

Jalin Silaturrohmi, Wakapolda Jatim Kunjungi Ponpes

Lamongan,Maspolin.id – Brigjen Pol Djamaludin mengunjungi Pondok Pesantren Ma’mbaus Solihin yang berada di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Rabu (30/10/2019) siang.

Sebelum ke Kota Pudak, jendral polisi bintang satu yang baru menjabat Wakapolda Jatim itu juga melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Sunan Drajad, Kabupaten Lamongan.

Didampingi Wakapolres Gresik Kompol Dhyno Indra Setyadi serta pejabat utama Polres Gresik, Wakapolda ditemui Pengasuh Ponpes Mamba’us Solihin KH Masbuhin Faqih.

Pertemuan kurang lebih dua jam itu berlangsung gayeng, bahkan Wakapolda juga menyempatkan diri untuk Salat Ashar bersama Kiai dan para santri di masjid ponpes.

Kepada jurnalis, Brigjen Djamaludin mengaku kunjungannya ke berbagai pesantren bertujuan untuk bersilaturahmi. “Maksud kedatangan saya ini ya silaturahmi, ini kan guru-guru kita,” katanya.

Dikatakan Djamaludin, selain bersilaturahmi, kedatangannya ke sejumlah Ponpes ini juga ingin mengucapkan terimakasih kepada kiai karena telah mendoakan yang terbaik untuk Jatim. Hal itu, terbukti Jatim saat ini kondusif.

“Kami juga ingin menyampaikan terimakasih ke guru-guru kita, kiai di pesantren yang telah mendoakan. Kami juga meminta agar didoakan, paska pelantikan dan seterusnya agar Jatim kondusif,” ucap Wakapolda Jatim usai mengunjungi ponpes.

Imam

Times Gresik

Kapolres Serang Pimpin Rakor Eksternal Ops Aman Pilkades Kalimaya 2019

Kabupaten Serang (Banten),Maspolin.id – Kepolisian Resor (Polres) Serang melaksanakan Rakor Eksternal Ops Aman Pilkades Kalimaya 2019, yang di gelar di aula Mapolres Serang, Rabu (30/10/2019).Hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan, S.I.K., M.H., Waka Polres Serang Kompol Agung Cahyono S.I.K., Kabag Ops Polres Serang Kompol Kosasih, para Kasat Polres Serang, para Kapolsek jajaran Polres Serang, para Danramil wilayah hukum Polres Serang dan para Camat wilayah hukum Polres Serang.

Dalam sambutannya Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan, S.I.K., M.H., mengucapkan terima kasih untuk para Danramil dan para Camat yang ada di wilayah hukum Polres Serang, untuk dapat hadir di Rakor Eksternal Ops Aman Pilkades Kalimaya 2019 di aula Mako Polres Serang.

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengetahui bagaimana kita mengelola situasi kamtibmas menjelang Pilkades saat sebelum dan sesudah Pilkades,” ujar Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan, dalam sambutannya.

AKBP Indra Gunawan, berharap, saat Pilkades serentak nanti semoga tetap aman, sampai saat rangkaian Pilkades serentak ini selesai.
Kepada kelompok ormas yang ada di setiap Kecamatan harus kita galangkan untuk tidak melakukan hal-hal yang membuat situasi kamtibmas menjadi tidak aman.

“Untuk logistik segera berkoordinasi dengan panitia, yang ada di wilayah Pulau Tunda, dan segera koordinasi dengan Airud untuk segera menyiapkan alat transportasi penyebrangan,” pungkasnya.

Sementara itu, dalam sambutannya Kepala DPMD Kabupaten Serang Drs. Rudi Suhartanto. M.Si, meminta, khusus untuk para Camat yang ada di wilayah Kabupaten Serang wilayah hukum Polres Serang, yang pertama saat selesai kegiatan untuk mengecek persiapan kotak suara, surat suara dan alat alat tulisnya.

Rudi menegaskan, pengamanan untuk segera di perketat lagi. Dan untuk pelipatan surat suara jangan sampai ada kesalahan supaya tidak terjadi lagi kejadian kejadian seperti yang sebelumnya.

“Saya harap, saat penghitungan suara sudah mulai menghitung dan situasi sudah tidak kondusif jangan menggunakan pengeras suara,” pintanya.

Selanjutnya, Rudi menegaskan kembali, untuk panitia jika sudah mendapatkan hasilnya segera dilaporkan kepada BPD.

“Kepada seluruh Camat untuk menunda pekerjaan yang lain dahulu karena mengingat sebentar lagi pelaksanaan Pilkades untuk segera diutamakan karena ini menentukan pemimpin di setiap desa wilayah Kabupaten Serang wilayah hukum Polres Serang,” pungkasnya.

Sementara itu, dalam paparannya Kabag Ops Polres Serang Kompol Kosasih, mengatakan, untuk setiap personil yang terlibat PAM Pilkades serentak untuk melaksanakan penjagaan dan pengamanan di setiap desa dengan prosedur yang sudah ditentukan.

“Agar deteksi (pemantauan) dan penggalangan situasi untuk kondisi kamtibmas yang kondusif. Patroli pada lokasi rawan terjadinya gangguan keamanan yang dapat berpengaruh terhadap pelaksanaan Pilkades,” ujarnya.

Kompol Kosasih, kembali menegaskan, agar lebih tingkatkan koordinasi dengan panitia dan dan instansi terkait, dan mengedepankan Bhabinkamtibmas di setiap jajaran sebagai upaya deteksi dini.

Menurutnya, PAM harus melekat disalah satu calon dan tim sukses yang dinilai rawan. Karena yang kita harapkan untuk kondisi saat Pilkades serentak 2019 panitia pengawas netral, panitia pengawas diharapkan hadir pada setiap tahapan pemilihan Kepala Desa.

“Untuk panitia pengawas diharapkan menjadi hakim atau pemutus sengketa di tingkat tahapan pemilihan Kepala Desa. Panitia pengawas dapat memberikan informasi yang benar dan pasti,” pungkasnya.

Sementara, dalam paparannya, Kanit 1 Intelkam Polres Serang Ipda Saeful Sani, S.E, menyatakan terkait dasar hukum Pilkades yakni:

Undang Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa, Undang Undang No. 23 Tahun 2014 Tentang Pemda yang telah diubah dengan Undang Undang No. 19 Tahun 2014 Tentang Desa, Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Permendagri Nomor 112 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Kepala Desa, Perda Kabupaten Serang Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Perubahan Perda Kabupaten Serang No. 1 Tahun 2015 Tentang Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Desa.

Ipda Saeful menyebutkan, untuk tahapan tahapan utama dalam pelaksanaan Pilkades Serentak.

  1. Pembentukan kepanitiaan
  2. Pemutakiran jiwa pemilih
  3. Pencalonan Kades
  4. Kampanye dan Masa tenang
  5. Pemungutan Suara

Sedangkan untuk Desa Desa yang diperkirakan rawan yakni.

  1. Kecamatan Jawilan Desa Bojot Rawan I
  2. Kecamatan Cikande Desa Songgom Jaya I
  3. Kecamatan Petir Desa Padasuka Rawan I, Bojong Catang Desa Bojong Catang Rawan I
  4. Kecamatan Kopo Desa Garut Rawan I
  5. Kecamatan Tirtayasa Desa Wargasara Rawan II
  6. Kecamatan Ciruas Desa Beberan Rawan I

Sedangkan untuk sasaran giat, Ipda Saeful Sani, menjelaskan, penjagaan di TPS sesuai pola PAM TPS yang telah ditentukan. Serta deteksi/ pemantauan dan penggalangan situasi untuk kondisi kamtibmas yang kondusif. Dan PAM melekat disalah satu calon dan tim sukses yang dinilai rawan.

Rakor Internal Ops Aman Pilkades Kalimaya 2019 Dipimpin Kapolres Serang

Kabupaten Serang (Banten),Maspolin.id – Jelang pelaksanaan Pilkades serentak 2019 di wilayah hukum Polres Serang, jajaran Polres Serang melaksanakan Rakor Internal Ops Aman Pilkades Kalimaya 2019, di aula Mapolres Serang, Rabu (30/10/2019).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan, S.I.K., M.H., Waka Polres Serang Kompol Agung Cahyono S.I.K., Kabag Ops Polres Serang Kompol Kosasih, para Kasat jajaran Polres Serang, para Kapolsek Jajaran Polres Serang, Kanit 2 Krimsus Polres Serang Iptu Samsul Fuad, S.H, Kanit 1 Sat Intelkam Polres Serang Ipda Saeful Sani, S.E.

Dalam arahannya Waka Polres Serang Kompol Agung Cahyono S.I.K, untuk Kepada seluruh anggota Polres Serang dapat menjaga netralitas pada saat pengamanan Pilkades serentak 2019. Dan, untuk para Kapolsek jajaran Polres Serang segera melaksanakan cipta kondisi dan melakukan koordinasi kepada para Danramil untuk segera melakukan pengamanan kamtibmas oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

Selain itu, lanjut Kompol Agung, Kapolsek segera membuat spanduk Pilkades aman dan damai untuk mewujudkan situasi yang aman saat pelaksanaan Pilkades serentak 2019 dan segera mendokumentasikan.

“Kapolsek untuk segera monitor kejadian yang ada di wilayah Kecamatan Pontang dan lakukan kegiatan operasi rahasia, razia miras yang ada di setiap wilayah hukum jajaran Polres Serang,” paparnya.

Sementara itu, dalam paparannya Kanit 2 Krimsus Polres Serang Iptu Samsul Fuad, S.H, menyatakan mekanisme Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa pasal 51 Perda No. 1 Tahun 2015.

Samsul menjelaskan, pelanggaran setiap tahapan pemilihan Kepala Desa dilaporkan kepada panitia pengawas oleh masyarakat atau calon Kepala Desa. Yakni laporan pelanggaran paling lambat tujuh hari disampaikan secara tertulis. Seperti nama, waktu dan tempat kejadian perkara, nama dan alamat pelanggar, nama dan alamat saksi – saksi, serta uraian kejadian.

“Yang merupakan sengketa administratif dalam Pilkades, kurangnya persyaratan dokumen ADM Cakades, belum masuknya warga ke DPS atau DPT, adanya perbedaan suara dan adanya salah penulisan saat penghitungan,” paparannya.

Sementara, untuk Kerawanan yang muncul saat Pilkades 2019.

  1. Anggota Panwas tidak mampu memantau semua TPS yang ada dalam satu Desa.
  2. Anggota Panwas terutama dari unsur Polri harus memahami terkait alat bukti dan unsur pasal pidana yang dilaporkan.
  3. Dalam pasal pidana anggota Panwas harus memahami siapa yang berhak untuk melaporkan.
  4. Proses pidana akan memakan waktu lama sampai dengan inkrah.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto Sholat Subuh Berjamaah di Masjid Al-Ilham Medan

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto Sholat Subuh Berjamaah di Masjid Al-Ilham Medan

Medan, Maspolin.id—Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto, SH, SIK, MSi melaksanakan sholat subuh berjamaah di masjid Al Ilham jalan Mistar No 34 Medan, Kamis (31/10/2019).

Kegiatan Sholat Subuh ini Dihadiri oleh Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto, SH, SIK, MSi, Kanit Binmas Polsek Medan Baru Iptu H.R Suprianto, Kanit Sabhara Polsek Medan baru Iptu Hotma Pasaribu, Bkm Al Ilham dan Personel Polsek Medan Baru serta jamaah masjid yang melaksanakan sholat Subuh.

Kegiatan ini Diawali temu ramah dengan pengurus Bkm Al Ilham, Sholat Subuh berjamaah dan foto bersama.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto, SH, SIK, MSi mengucapkan Terima Kasih atas kesempatan ini bahwa kedatangan Kami dalam Sholat subuh berjamaah ini adalah Kegiatan rutin yang kami lakukan hanya semata-mata karena ibadah dan ingin Mendapatkan Ridho dari Allah Swt dan juga menjalin silaturahim serta berkomunikasi.

Saya ingin sampaikan secara umum wilayah kota medan insyaallah aman dan kondusif, ini kita lihat dari aktitivitas tidak ada yang mengganggu seperti beribadah, kesekolah, kerja dan lainnya. Kadangkala kita tidak merasakan keamanan sangat penting. Oleh karena itu mari kita selalu bersyukur dan berdoa bahwa keamanan ini diberikan kepada kita, masyarakat, bangsa dan negara ini. Keamanan yang kita rasakan ini bukan kerja polisi saja tapi kerjasama kita semua, TNI, masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan lainnya. “Inilah hasilnya”. Walaupun ada kejadian pencurian, begal tapi semuanya bisa diatas dengan cepat dan tidak meluas. Keamanan harus kita jaga dan ini harus dijadikan suatu niat bagi kita, untuk kita memberikan konstribusi dengan baik. Untuk itu kita harus menjaga diri sendiri, keluarga dan lingkungan untuk tidak menjadi korban kejahatan maupun tidak melakukan perbuatan jahat dan mengajak orang lain berbuat baik.

Beberapa hal yang perlu kita hadapi terkait masalah gangguan kamtibmas yaitu

1.Masalah narkoba.
Ini harus kita perangi secara bersama. Polisi sudah melakukan penagkapan, mereka masih tetap melakukan penjualan narkoba, itu strategi mereka dengan Sasaran anak muda, pelajar dan mahasiswa bahkan ada orang yang sudah tua tapi kebanyakan yang masih muda seperti kemarin ada demo mereka mudah diajak datang dan hanya ikutan saja, mereka membawa sajam, bom molotov dan ada anak yang terlibat narkoba. Mereka tidak tahu apa tujuannya dan hanya ikutan saja, mereka dengan agresif melempari petugas dan setelah lakukan penangkapan ada yang terlibat narkoba. Anak-anak tersebut banyak yang diajak seniornya dan temannya yang belum tentu benar dan ada ajakan dari medsos. ini menjadi panutan bagi mereka. Kalau kita biarkan akan jadi generasi yang lemah dan tidak mungkin mereka menggantikan kita kedepan yang bisa memajukan bangsa ini. Banyak anak muda sering berkumpul dengan menghabisi waktunya hanya dengan ongbrol-ngobrol, nongkrong dan memakai narkoba serta minuman keras dengan menghabiskan waktu dengan sia-sia dan berkelompok. Apabila betemu dengan Kelompok lain bisa saling berantem. Ini tanggung jawab kita semua, jangan
dijauhi anak muda tersebut. Kita lakukan pendekatan, ajak mereka dan temui mereka, inilah satunya cara kita menjaga agar kondisi bangsa kita aman dan masalah narkoba wajib kita perangi.

2.Masalah konflik yang melatarbelakangi isu sara, agama dan Ras.
Kita bersyukur negara kita negara besar yg harus kita jaga, kalau kita tidak menjaga maka negara kita jadi negara kecil, konflik berkepanjangan, walaupun kita beraneka ragam kita mampu menjaga kesatuan dan persatuan.

Bahwa nikmat iman adalah dengan rasa
syukur Saya berpesan, mari kita menjadi rahmatan lil alamin, menjadi rahmat bagi seluruh agar kehidupan kita baik. Kehidupan beraneka ragam sudah sunatullah, takdir allah. Bagi orang yang cerdas dan pintar dia akan melihat bahwa permasalahan dan perbedaan itu adalah bagian ujian untuk menjadi manusia yang beriman.

“Semoga diakhir kehidupan insyaallah kita semua menjadi khusnul khotimah,” Doanya.

Novian Harhara

Kapolrestabes Medan Menjadi Narasumber di DPC GMNI Kota Medan

Kapolrestabes Medan Menjadi Narasumber di DPC GMNI Kota Medan

Medan, Maspolin.id—Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto, SH, SIK, MSi Menjadi salah satu Narasumber dialog kebangsaan di DPC GMNI Kota Medan, dalam gelarannya dilaksanakan di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara, Rabu (30/10/2019).

Dimana dalam momen tersebut turut serta sebagai narasumber yaitu Dandim 0201/BS Kol Inf Roy Hansen J Sinaga, Anggota DPRD Sumut Tuahman Purba dan Sekjend DPP GMNI Clance Teddy.

Adapun kegiatan yang berlangsung mengambil Tema “Menggelorakan Semangat Pemuda Dalam Mewujudkan Indonesia Maju”

Sebagai salah satu Narasumber, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto, SH, SIK, MSi memaparkan prihal yaitu, dalam rangka menggelorakan semangat pemuda dalam mewujudkan indonesia Maju. Tentunya untuk mendukung terwujudnya maka salah satu yang terpenting dan paling utama adalah Sumber Daya Manusia (SDM) untuk terciptanya negara yang maju. Apa itu sumber daya manusia yang berkualitas, dalam artian yang mengusai ilmu pengetahuan, memiliki mental dan moral yang baik dan kekuatan fisik yang tangguh.

Lebih lanjut ditambahkan Kapolrestabes Medan, intinya adalah bagaimana secara,
untuk saat ini mereka mampu menguasai teknologi. Jadi, bagi negara yang menguasai teknologi pasti menguasi dunia.

Pada saat ini masalah yang menjadi tantangan tentang pembangunan SDM di negara ini adalah masalah Narkoba, Pecah belah, penyebaran berita Hoax, Ujaran Kebencian, serta radikalisme, ditambah lagi dengan pornografi dan porno aksi diikuti pergaulan bebas.

Pastinya, masalah narkoba banyak merusak anak remaja sehingga mereka tidak memanfaatkan goldentime, ditambah lagi dengan ujaran kebencian yaitu proxy war dengan menggunakan pihak ketiga, memicu terjadinya dinamika yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Selanjutnya adalah tentang radikalisme, Radikalisme ini berkaiatn dengan kelompok-kelompok yang ingin mencapai tujuannya, dengan menggunakan cara-cara kekerasan dan biasanya kelompok tersebut menganggap bahwa dirinya adalah benar, cenderung mengutamakan kekerasan dan menganggap kelompok lain di luar kelompoknya adalah tidak benar.

Untuk itu Kapolrestabes Medan dalam ajakannya menyerukan agar rajinlah dan teruslah belajar serta lakukan komunikasi sosial.

” Saling membuat kebaikan, kembali kepada ajaran Agama, Harus tegar, tangguh dan pantang menyerah dan harus tetap menjaga kesehatan,” pesannya.

Untuk Pemuda yang tangguh, kita harus mampu hadapi tantangan kedepan dari segi aspek teknologi maupun lainnya. oleh karena itu maka harus mempersipakan diri, kuncinya teruslah belajar, ” harapnya.

Novian Harhara

REKOMENDASI DAN HARAPAN UNTUK CALON KAPOLRI KOMJEN POL IDHAM AZIS

Oleh: Irjend Pol Purn Drs Sisno Adiwinoto

1. Secara pribadi saya pernah tugas bersama yang bersangkutan sehingga “fairly” saya sangat mengenal yang bersangkutan secara pribadi dan saya monitor perjalanan karier yang bersangkutan.

Sebagai “Senior” saya ikut merasa bangga dan merasa bersyukur yang bersangkutan menjadi calon tunggal Kapolri.

2. Selaku Waketum ISPPI komen kami, bahwa  Jendral Idham Azis lebih banyak memiliki “strengh” profesional dan sangat sedikit “Weaknesses” nya.

Jendral Idham Azis adalah sosok Pekerja keras, punya prinsip/komitmen yang kuat dan sedikit bicara.

Penangkapan-penangkapan terhadap pihak-pihak/orang-orang yang “potensial mengganggu keamanan” (yang memenuhi unsur pidana dan cukup bukti) banyak  dilakukan yang bersangkutan tanpa basa basi pencitraan,
semua dilakukan atas “perintah/arahan” Jendral Idham Azis selaku Kaba Reskrim
dan memang sejalan dg arah kebijakan Kapolri Jendral Tito Karnavian.

3. Strengh yang bersangkutan

a. Dipandang dari sudut Angkatan/lifting, yang bersangkutan (Akpol Angkatan 88A) lebih junior dari pada Pak Tito (Angkatan 87) sehingga unsur Regenerasi nya dapat terpenuhi.

b. Dipandang dari sudut pengalaman tugas, yang bersamgkutan sdh pernah 2 kali menjadi Kapolda (Sultra dan Metro Jaya) sehingga layak untuk menjadi Pimpinan Polri /Kapolri.

c. Yang bersangkutan juga banyak berkecimpung di bidang Reserse, dari mulai level Kasat Serse Polres, level Direktur sampai dengan Level Kabareskrim sehingga memiliki pengalaman yang luas dibidang reserse/penindakan kejahatan

d. Disamping itu , yang bersangkutan juga memiliki banyak pengalaman dalam menangani Aksi Terorisme  yang sangat berguna dalam mengemban Tugas sebagai Kapolri.

4. Disamping “Streghts” nya, yang bersangkutan hanya memiliki sedikit “weaknesses” yakni,  yang bersangkutan hanya memiliki sisa masa dinas selama 1 th 2 bulan saja (disarankan masa pensiun Polri menjadi usia 60 th),
Namun perlu diingat bahwa tidak ada satupun Undang2 atau Peraturan yang mengatur tentang sisa masa dinas seorang calon Kapolri, sehingga yang bersangkutan untuk diangkat menjadi Kapolri merupakan hal yang syah2 saja.

Dg masa kerjanya yg singkat, diharapkan tugas

-Yang utama Jendral Idham Azis seyogianyanya tidak merubah kebijakan “Promoter”, tetapi lebih mengintensifkan lagi.

– Yg Kedua, yang bersangkutan perlu mempersiapkan Calon Kapolri baru

– Yg ketiga masalah radikalisme tetap menjadi atensi.

-Utk yang kekinian  yang bersangkutan perlu menyiapkan Jabatan Fungsional SDM Polri yang Profesional pada semua bidang Fungsi Utama Polri.

Diharapkan juga yang bersangkutan jadilah sebagai “Kapolri Idaman” disepanjang masa jabatannya.

Karena disisi lain yang bsrsangkutan0 juga memiliki kemampuan membangun komunikasi yang inklusif dengan seluruh elemen dan ini menjadi prasayarat tambahan yang sangat membantu dalam menghadirkan kepolisian yang profesional, menjungjung nilai-nilai demokratis dan promoter.

-Secara umum :
Jendral Idham Azis
memang secara prinsip sudah memenuhi syarat sebagai Kapolri, baik secara prosedural maupun kompetensi.
Hal ini bisa dilihat dari berbagai jabatan penting yang pernah diembanya, hampir tidak ada catatan kelemahan dari perwira lulusan Akpol 1988A ini.

Demikian, terima kasih

Wassalam dan Hormat.
IrjenPol Drs Sisno Adiwinoto MM.
(Waketum ISPPI/Pengamat Kepolisian).

MASA KECIL DAN REMAJA KOMJEN POL IDHAM AZIS DAN KESAKSIAN MASYARAKAT KENDARI

Hari ini Rabu 30 Oktober 2019, sedang berlangsung fit and proper test calon Kapolri di DPR RI, Komjen Pol Idham Azis. Siapa yang tidak tahu dan kenal beliau? Prestasinya sudah berderet dan pernah juga menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya.
Jika prestasi beliau sudah banyak diketahui masyarakat bagaimana dengan asal beliau dan masa kecilnya? Banyak orang bertanya-tanya beliau ini berasal dari daerah mana sebenarnya.

Idham Azis lahir di Kendari tanggal 30 Januari 1963, anak Kedua dari lima bersaudara.
Idham Aziz adalah anak dari pasangan Tuti Pertiwi dan H Abdul Azis Halik. Kedua orang tuanya bahkan sampai kini masih tinggal di Kampung Salo, Kecamatan Kendari, Kota Kendari, menikmati masa tuanya.

Sejak kecil Idham Azis dikenal oleh para tetangganya sebagai anak yang ulet dan sederhana.
Idham bersekolah di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 8 Kendari. Lalu ke SMPN 2 Kendari lalu ke SMA 1 Kendari. Idham, saat masa kecil, oleh kawan-kawannya, termasuk di sekitar rumah, punya panggilan akrab yakni Calli.

Sesudah menamatkan SMA Idham yang sejak kecil bercita-cita menjadi Polisi mendaftar menjadi anggota Kepolisian. Tidak mudah bagi Idham untuk mewujudkan cita-citanya menjadi Polisi, Idham harus menjalani tiga kali tes Akademi Kepolisian (Akpol) untuk bisa berseragam polisi yang jadi kebanggaannya.

“Beliau lulus Akpol 1988, setelah tiga kali ikut seleksi, dan pertama tugas di Bandung,” kata Fitri Handari, istri jenderal bintang tiga ini.

Sembari menunggu seleksi tahun berikutnya, Idham muda mendaftarkan diri jadi mahasiswa di Unhalu-kini UHO-di Fakultas Pertanian. Tahun berikutnya, ia tes kembali dan lagi-lagi gagal.

“Tapi beliau tetap menyimpan impiannya. Kali ketiga, tahun 1988 beliau lulus,” tambah sang istri yang dihubungi semalam.

Kesaksian dari Hj. Fatimah Hasan (70) yang saat itu menjadi guru agama Idham menjadi saksi bagaimana kehidupan sekolah Idham.
Fatimah menceritakan bagaimana Idham kecil menjadi salah satu siswa yang menonjol.
“Anaknya pintar, dan sangat sopan. Dia itu anaknya sangat bertanggung jawab, kalau ada tugas yang kita berikan, pasti dia kerjakan dan dia selesaikan. Walaupun kadang-kadang juga salah, tapi dia selalu selesaikan tugas sekolahnya,” bebernya.
Di mata Fatimah, Idham merupakan sosok penyabar dan tidak pernah berbuat ulah semasa sekolah.
Idham juga dikenalnya sebagai sosok yang bertanggung jawab.

Soal Idham yang kini tengah santer digadang-gadang menjadi calon tunggal Kapolri, Fatimah mengaku sudah mengetahui hal itu. Kabar itu diketahuinya melalui tayangan televisi, serta perbincangan tetangga-tatangganya.
“Iya sudah tahu, tentu bangga. Alhamdulillah, terharu. Saya hanya mau minta, dia menjalankan tugasnya dengan baik, ikhlas dan tetap mengingat kepada Allah dan kepada orang tuanya. Juga jangan lupa kepada guru-gurunya dan utamanya Kampung Salo jangan dilupa,” ungkap Fatimah.

Salah seorang warga Kampung Salo, Samsyiah mengaku bangga mendengar kabar Idham Azis yang akan menjadi Kapolri. Baginya, suatu kebanggaan bagi masyarakat Kampung Salo dengan terpilihnya Idham Azis sebagai Kapolri.
“Iya sudah dengar, Pak Idham bakal jadi calon Kapolri. Dapat informasinya dari tetangga dan dari media sosial, sama telivisi juga. Jelas senang dan bangga, apalagi Pak Idham warga Kampung Salo,” ucapnya.

Di kalangan tetangganya di Kampung Salo, Idham dikenal sebagai pribadi yang ramah. Seorang warga bernama Wiliyanto (57) mengaku sejak bertugas di Jakarta, Idham memang sudah jarang pulang. 

Sesekali saat Idham pulang, dia menyempatkan diri untuk menyapa, masyarakat sekitar. “Kalau pulang hanya dua kali setahun, kali yah. Itupun hanya menjenguk orang tuanya. Orangnya baik,” katanya mengingat saat-saat Idham pulang ke Kampung Salo.

Sementara itu, seorang ibu rumah tangga yang tinggal tepat di depan rumah Idham, bercerita bahwa mantan Kapolda Sulawesi Tengah itu adalah sosok yang baik.

Sejak menduduki jabatan penting di kepolisian, secara rutin membantu pembangunan empat masjid. Ada yang di Soropia, dan di Kecamatan Kendari.

Hari ini, saat tulisan ini kami muat, Idham Azis sedang berada di gedung DPR-RI menjalani fit and proper test sebagai calon tunggal Kapolri pilihan Presiden Jokowi.

Poster Bernada Provokatif Kembali Ditemukan, Ketua FKUB: Sudah Ditindaklanjuti

Cilacap, Maspolin.id – Poster bernada provokatif kembali ditemukan di wilayah kota Cilacap, dan terpasang di pagar SDIT Bina Anak Sholeh (Bias), Jalan Masjid, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (30/10/2019).

Poster tersebut berisi nukilan sebuah Hadits berbunyi subhanallah wabihamdihi, subhanallah hil adzim. Di bawahnya bertuliskan 30 X diucapkan dalam 1 menit mendapatkan 30 timbangan berat di hari kiamat, mendapatkan 30 kecintaan Allah (bukan kecintaan presiden).

Pegiat kerukunan Cilacap, Taufick Hidayatulloh menyesalkan adanya poster tersebut, yang menurutnya dapat memicu rusaknya kerukunan yang selama ini dijaga demi keutuhan NKRI.

Bahkan pihaknya meminta Bupati Cilacap merespons hal ini.

Menurutnya, tulisan itu bagus tetapi khas kelompok radikal, yang ending-nya menumbuhkan rasa tidak suka terhadap Presiden.

Untuk itu, dia meminta bupati mencopot poster tersebut dan memberi peringatan kepada pemasang poster.

Selain itu, Taufick meminta kepala SDIT Bias tidak menjadikan sekolah sebagai upaya menanam nasionalisme.

“Kecintaan terhadap Islam, tidak harus dilakukan dengan merendahkan simbol negara,” tandasnya.

Dia mengungkapkan, pilih diksi yang tidak berpotensi menyinggung kelompok manapun, dan jauhkan anak didik dari potensi kelompok keagamaan radikal.

“Kami minta baliho/poster yang berpotensi mengganggu kebersamaan untuk diturunkan,” tegas ketua DPC PKB Cilacap ini.

Sementara, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Cilacap, Ahmed Shoim El Amin Lc menuturkan bahwa ini sebenarnya ranahnya MUI.

Namun, imbuhnya, tadi sudah disampaikan oleh Kasat Binmas Polres Cilacap. “Sudah ditindaklanjuti,” katanya. (Estanto)

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

Grebek Kampung Narkoba Gunung Bugis, Gabungan Polda Kaltim dan Polresta Balikpapan...

KALTIM - Maspolin.id|| Ditresnarkoba Polda Kaltim bersama Polresta Balikpapan menggelar razia di kawasan Gunung Bugis, Kecamatan Balikpapan Barat, yang dikenal sebagai salah satu kawasan...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.