KISAH BATU SIUNGKAPUNGKAPON DI TANAH TOGUAN TIPANG-HUMBAHAS

KISAH BATU SIUNGKAPUNGKAPON DI TANAH TOGUAN TIPANG-HUMBAHAS

Dibuat Oleh: Thompson Hs.

Tersebutlah Siraja Sumba, anak sulung dari Sorba Dibanua, memilih satu tempat di sebelah Barat Daya Danau Toba. Dia sempat bersama Siraja Oloan, abangnya dari lain ibu, yang juga memilih tempat yang berdekatan.Mereka memilih tempat baru itu untuk menghindari konflik masa lalu di Baligeraja.

Siraja Oloan sesungguhnya sudah sempat tinggal disamosir, setelah pertikaian di Baligeraja. Namun dia meninggalkan kedua anaknya (dari Boru Limbong)disana.
dan menuju arah Selatan Baligeraja. Siraja Oloan bertemu di Meat dengan Siraja Sumba setelah meninggalkan Samosir.

Siraja Sumba menyambut abangnya setelah berpisah dengan kedua adiknya di dataran tinggi. Kedua adik Siraja Sumba bernama Siraja Sobu dan Siraja Naipospos ikut meninggalkan Baligeraja. Mereka sempat berdiam beberapa saat di Selatan Dolok Tolong sebelum tinggal lebih lama di Dolok Imun.

Namun kemudian mereka memilih masing-masing tempat baru itu ke arah Selatan dan Barat.Sekarang sejumlah keturunan Siraja Sobu dan Siraja Naipospos dapat ditemukan di daerah Silindung dan Hurlang sebagai marga-marga utama.Beberapa marga dari keturunan Siraja Naipospos juga ada di tempat baru yang dipilih Siraja Oloan di Bakkara.

Dulu tempat baru yang dipilih Siraja Oloan itu termasuk dalam wilayah Dairi Bagasan. Sedangkan Bakkara kemudian dijadikan nama tempat itu karena Siraja Oloan memiliki salah satu anak dari istri baru Boru Pasaribu. Di beberapa tempat di Dairi Bagasan ditemukan keturunan Siraja Borbor, termasuk di Bakkara yang sekarang dengan marga Pasaribu.

Sinambela,satu dari lima anak Siraja Oloan di Bakkara juga memperistri Boru Pasaribu. Siraja Sumba memperistri putri Siraja Lontung, abang dari Siraja Borbor. Putri Siraja Lontung bernama Boru Siamakpandan. Nama Siamakpandan itulah nama awal tempat baru yang dipilih Siraja Sumba, berdekatan dengan Bakkara.

Pengaruh Siraja Lontung dan Siraja Borbor menjadi bagian dari praktik kebudayaan Siraja Oloan dan Siraja Sumba. Siraja Sumba memiliki dua anak dari Boru Siamakpandan. Perkawinan mereka ditandai dan diberkati oleh Siraja Lontung melalui sejumlah tanda disiamakpandan
(Desa Tipang).Air terjun Sipultak Hoda merupakan hadiah utama dari Siboru Pareme (istri Siraja Lontung) kepada Siraja Sumba. Terkait pertanian, Siraja Sumba menerima Batu Siungkapungkapon serta tiga batu simbolik dari Siraja Lontung.

Bentuk Batu Siungkapungkapon yang diberikan Siraja Lontung menyerupai tutup batu singkam. Batu singkam merupakan wadah kubur berbentuk lesung dari batu dengan penutup khas yang bulat dan simetris. Secara lengkap batu singkam menjadi wadah bagi tengkorak sejumlah leluhur sebelum muncul tradisi wadah kubur sarkofagus.

Batu singkam ditemukan di tempat-tempat yang paling tinggi di bagian Barat Danau Toba, termasuk di atas Pulau Samosir. Sedangkan sarkofagus sebagai wadah kubur yang lebih halus dapat ditemukan di dekat tepian danau toba dengan jumlah ratusan. Batu singkam merupakan bukti wadah kubur dari peradaban lama di kawasan Danau Toba.

Tutup batu singkam yang menjadi Batu Siungkapungkapon bagi keturunan Siraja Sumba kemungkinan besar dibawa dari tempat yang lebih tinggi di sekitarnya atau dari tempat berdiam Siraja Lontung di Ulu Darat. Tidak ada prediksi atas tutup batu itu lengkap dengan badannya diberikan oleh Siraja Lontung kepada Siraja Sumba sebagai menantu. Sehingga kemungkinan besar Siraja Lontung merupakan salah satu seniman pembuat batu singkam dari Ulu Darat. Pergeseran tutup batu singkam atau Batu Siungkapungkapon tidak menjadi masalah sebelum diduga terkait dengan badannya secara khusus.

Batu Siungkapungkapon terletak di satu lahan yang sudah dikuasai keturunan Raja Bintoa Hutasoit. Lahan itu juga menjadi salah satu tempat upacara bius Organisasi gabungan kampung. Tujuh cucu Siraja Sumba dari kedua anaknya memiliki tempat tinggal tersendiri disiamakpandan
(Desa Tipang). Ketujuh cucu itu menjadi sub-marga Simamora (3) dan Sihombing (4) dan tujuh “raja” dalam pelaksanaan upacara dan ritual bius. Namun saat ini upacara dan ritual sudah tidak seperti dahulu kala karena sudah dipengaruhi agama yang datang dari luar. Sehingga ketujuh sub-marga dan “raja” bersifat simbolik dan lebih ekspresif dalam pelaksanaan praktik adat dalihan natolu
(tungku yang tiga).

Kenapa Batu Siungkapungkapan di Hutasoit?


Hutasoit sebagai sub-marga merupakan cucu bungsu Siraja Sumba dan berarti juga sebagai anak bungsu dari Sihombing. Sihombing merupakan adik Simamora, bukan sebaliknya seperti yang biasa dalam penyiaran genealogis tujuh keturunan Siraja Lontung. Terkait penyiaran tujuh keturunan Siraja Lontung dan menantunya Sihombing-Simamora memerlukan pembahasan khusus. Namun tujuh cucu Siraja Sumba:


Purba, Manalu, Debataraja, Silaban, Lumbantoruan, Nababan, Hutasoit. menjadi sangat penting dalam kaitan Batu Siungkapungkapon.

Batu Siungkapungkapon terkait dengan makna pertanian karena dalam setiap upacara tutup batu singkam itu disingkapkan-atau dibukakan dari posisinya yang telungkup– untuk melihat jenis bibit padi yang akan ditanam secara serentak oleh keturunan Siraja Sumba di Siamakpandan (Desa Tipang). Jenis bibit padi itu diidentifikasi dari warna semut yang tampak setelah setelah tutup batu disingkap. Kemudian tutup batu singkam itu ditelungkupkan kembali selama tidak ada upacara pertanian. Sedangkan tiga batu simbolik bersifat alami dan masing-masing disebut batu sinur (batu berlimpah), batu gabe (batu berketurunan), dan batu torop
(batu beranak-pinak). Ketiga batu itu merupakan tiga batu alami di dekat Batu Siungkapungkapon.

Lahan terletaknya Batu Siungkapungkopan sering juga disebut toguan. Toguan sebagai identifikasi tempat bermakna kiblat. Istilah itu muncul dari kata atau bentuk dasar togu (teguh, kuat). Kiblat ini meneguhkan adanya upacara tertentu seperti pertanian dan dalam kaitan leluhur. Kiblat seluruh orang Batak diidentifikasi secara mitologi di Dolok Pusuk Buhit. Namun terkait berbagai leluhur marga kiblatnya terkait dengan tanda atau totem di suatu tempat. Namun Pemujaan orang Batak terhadap leluhurnya memiliki citra ke ketinggian gunung dan tempat tertentu.

Diperlukan penelitian khusus untuk mengidentifikasi fungsi lain dari toguan. Namun toguan dalam kaitan Batu Siungkapungkapon mungkin dekat citranya dengan parbandaan, kompleks pemakaman kalau tutup batu singkam itu masih dimaksudkan citranya dengan badannya, di luar konteks parbandaan, Namun toguan bisa dimaknai lagi sebagai pengikat.

Toguan itulah yang mengikat ingatan keturunan Siraja Sumba dengan Siraja Lontung. Sedangkan Batu Siungkapungkapon menjadi bukti adanya ikatan di toguan.Sekitar toguan itu pernah terdengar sebagai kompleks pemakaman sebelum kemudian dikenal sebagai perkampungan Hutasoit yang dirintis dan dibangun oleh Ompu Tualan, generasi ke-12 atau ke-13 belas marga Hutasoit setelah bersama ayahnya Ompu Raja Ujian (Datu Pangaruji) datang kembali ke Siamakpandan dari Siborongborong untuk menyusul “perwakilan” keenam sub-marga lain yang dirintis kembali oleh generasi ke-11 dari marga Manalu terutama Manalu Rumahole.

Siamakpandan (Desa Tipang) dalam citra lama dan dua anak Siraja Sumba sering dikaitkan dengan Pulau Simamora dan Sirungkungan. Namun bagian atas Siamakpandan (Desa Tipang) dirintis kembali oleh keturunan perwakilan tujuh sub-marga itu. Sehingga dapat dibayangkan terletaknya Batu Siungkapungkapon berada di tempat yang lebih tinggi dari titik pantai atau tepi danau. Dirintis dan dibangunnya perkampungan Hutasoit kemudian di sekitar lahan Toguan kemungkinan besar terkait karena marga Hutasoit sebagai anak dan cucu paling bungsu.

Sebelumnya perkampungan Ompu Tualan konon sudah ada di Sosor Baringin, beberapa puluh meter dari situs Batu Siungkapungkapon. Namun dari prinsip keperintisan kampung perlu ada pemahaman khusus atas penggunaan kata huta, lumban, dan sosor dalam konteks perkampungan Batak. Atau dalam tingkat terendah menggunakan kata lobu. Satu-satunya perkampungan yang menggunakan kata huta disiamakpandan (Desa Tipang) adalah Hutasoit. Huta dianggap sebagai induk perkampungan. Lumban dan sosor merupakan perluasan kampung induk.

Sejumlah perkampungan yang dirintis kembali di Siamakpandan (Desa Tipang) menggunakan istilah atau kata banjar. Penggunaan kata itu setidaknya seperti menghilangkan prinsip penggunaan kata huta, lumban, sosor, dan lobu. Perkampungan yang menggunakan kata banjar digunakan oleh sejumlah kelompok keluarga marga Manalu. Malahan salah satu perkampungan marga Nababan ada dengan nama Banjar Dolok dan berada di bagian atas perkampungan Hutasoit. Struktur keperintisan iperkampungan di Siamakpandan (Desa Tipang) menimbulkan pertanyaan khusus ketika satu-satunya yang konsiten menggunakan kata huta adalah Hutasoit yang identifikasi namanya dalam konteks marga disebut Borsak Bimbinan. Keempat marga atau anak Sihombing memang menggunakan nama khusus borsak sebelum dikenal sebagai marga. Marga Silaban dikenal dengan nama Borsak Junjungan, Marga Lumbantoruan dikenal dengan nama Borsak Sirumonggur, dan marga Nababan dikenal dengan nama Borsak Mangatasi. Kata borsak secara khusus tidak ditemukan dalam kamus. Kata itu secara arkaif mungkin berarti anak lelaki.

Khusus marga Lumbantoruan kemudian mengemban marga Sihombing dikaitkan dengan cerita khusus pembagian tanah. Hal itu juga dimiliki marga Debataraja yang sering mengemban marga Simamora. Lumbantoruan mungkin saja nama yang muncul kemudian setelah Sihombing tidak menyediakan tanah lagi di bagian atas Siamakpandan. Jadi sesuai dengan kata lumban dan toruan, bentukan lumbantoruan terakit dengan perluasan kampung di bagian bawah. Borsak Sirumonggur (Lumbantoruan) dari sifat kata itu membuat perkampungannya lebih dekat ke danau dengan kemungkinan lain dari klaim nama bapaknya Sihombing dan identifikaasi Pulau Sirungkungan sebagai warisan untuk Sihombing.

Sebaliknya Borsak Bimbinan (Hutasoit) menjadi spesial dari sifat bentukan kata huta dan soit. Nama Hutasoit sebagai perkampungan sudah pasti terkait dengan perkampungan awal Siraja Sumba. Namun secara khusus kata soit dikaitkan dengan suara burung atau tumbuhan tertentu yang banyak ditemukan di perkampungan itu. Nama perkampungan menjadi marga populer bagi Borsak Bimbinan dan Borsak Sirumonggur. Sedangkan Borsak Junjungan (Silaban) dan Borsak Mangatasi (Nababan) kemudian tidak sering dikaitkan dengan sifat pembentukan perkampungan. Sehingga klaim perkampungan kedua sub-marga itu hanya menggunakan kata banjar dan tergantung homban, situs mata air. Malahan marga Silaban tidak terlalu berpretensi mencari perkampungan awalnya di Siamakpandan karena situs mata air (homban) sub-marga itu ada di Urat Samosir. Sedangkan Lumbantoruan sangat berpretensi menetapkan situs perkampungan marga melalui pembangunan tugu pada tahun 2014 di lahan yang diperkirakan terkait dengan Sihombing,induk dari empat sub-marga.

Tugu Lumbantoruan berdekatan dengan letak Batu Siungkapungkapon. Lahan tempat Batu Siungkapungkapon terletak sebelumnya dibatasi dengan benteng perkampungan Hutasoit. Namun dengan alasan praktis pembangunan jalan yang bisa dilalui kenderaan bermotor, benteng perkampungan dihancurkan dalam proses pembangunan Tugu Lumbantoruan. Batu Siungkapungkapon pun mendapat pemaknaan dan penilaian terbaru untuk kepentingan pariwisata.

Penulis: Salah satu penerima Penghargaan Kebudayaan 2016 dari Kemendikbud. Sehari-hari bekerja sebagai penulis lepas dan sutradara.

Frish H Silaban
Taput/Humbahas
MASPOLIN.

Team Cobra akan Tetap Menakutkan ditangan AKP Hasran..!!!!

Lumajang,Maspolin.id – Selama setahun memimpin Lumajang, AKBP Arsal Sahban membentuk tim khusus menangani kriminalitas di Lumajang. Ia menamainya Tim Cobra.

Saat awal menjabat, Arsal mengungkap ada tiga hal yang menjadi fokus permasalahan di Lumajang, yakni kasus begal, maling sapi, dan persoalan tambang pasir.

Fokus ini lah yang ditangani oleh Tim Cobra Polres Lumajang. Tim yang digagas Arsal ini dipimpin langsung oleh Kasatreskrim Polres Lumajang, AKP Hasran.

Pada 21 Oktober kemarin, Polri kembali melakukan perombakan di tubuh kepolisian. Arsal menjadi salah satu yang mendapat promosi, menjadi Wakapolres Bogor Kota.

Lalu, bagaimana nasib Tim Cobra tanpa Arsal?

Pria dengan 2 melati di pundak itu mengaku telah melakukan komunikasi dengan AKBP Adewira Negara Siregar, calon penggantinya.

“Insya Allah lanjut. Kapolres baru sudah telepon saya dan komitmen akan melanjutkan Tim Cobra,” tegas Arsal kepada wartabromo.com.

Warta Bromo

Kapolres Serang Pimpin Langsung Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 91

Kabupaten Serang (Banten),Maspolin.id – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 91 tahun 2019, jajaran Polres Serang melaksanakan upacara peringatan, bertempat di halaman Polres Serang, Senin (28/10/2019).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan, S.IK., MH., Waka Polres Serang Kompol Agung Cahyono, S.IK., PJU Polres Serang, Kapolsek Jajaran, Anggota Polres dan Polsek Jajaran dan PNS Polres Serang.

Adapun peserta upacara yakni 1 pleton PJU dan para Kapolsek jajaran Polres Serang, 1 pleton gabungan Pama Polres Serang, 1 pleton gabungan staf Polres Serang, 1 Pleton Satuan Reskrim Polres Serang, 1 Pleton Satuan Reserse Narkoba Polres Serang, 1 pleton Satuan Intelkam Polres Serang, 1 pleton Satuan Sabhara Polres Serang, 1 pleton Satuan Lantas Polres Serang, 1 pleton Polsek jajaran Polres Serang, 1 pleton PNS Polri Polres Serang.

Pada upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 91, telah dilaksanakan, pemberian penghargaan Kapolres Serang Kepada anggota Polres Serang, berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia No. Pol : Skep/997/XII/2004 Tanggal 29 Desember 2004 tentang Pedoman Administrasi Dewan Pertimbangan Karier.

Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2011 Tanggal 21 April 2011 tentang Pemberian Penghargaan di Lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan, S.IK., MH., mengatakan, Bripka Tri Suseno, dengan jabatan BA Unit Binmas Polsek Cikande pantas mendapatkan penghargaan ini. Menurutnya, prestasi yang dicapai adalah bentuk keseriusan anggota Polri dalam melaksanakan tugas

Diketahui, pada hari Senin tanggal 16 September 2019 Pukul 11.50 WIB, Bripka Tri Suseno telah berhasil menggagalkan tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat), serta mengamankan pelaku curat yang terjadi di TKP kantor Walikota Cilegon yang lalu.

Aksi Heroik Bripka Tri Suseno, Kapolres Serang Beri Penghargaan

Kabupaten Serang (Banten),maspolin.id -Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 91 tahun 2019, Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan, S.IK., MH., memberikan penghargaan kepada anggota Polres Serang atas prestasinya.

Kapolres Serang menyatakan, berdasarkan surat keputusan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia No. Pol : Skep/997/XII/2004 Tanggal 29 Desember 2004 Tentang Pedoman Administrasi Dewan Pertimbangan Karier. Dan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2011 Tanggal 21 April 2011 Tentang Pemberian Penghargaan di Lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Bripka Tri Suseno berhak mendapatkan penghargaan ini, atas aksi heroiknya dapat melumpuhkan pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan saat kejadian di kantor Walikota Cilegon yang lalu,” kata Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan, usai melaksanakan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda, Senin (28/10/2019).

Diketahui, Bripka Tri Suseno dengan jabatan BA Unit Binmas Polsek Cikande, telah berhasil menggagalkan pencurian dengan pemberatan (curat) serta mengamankan pelaku curat yang TKP di kantor Walikota Cilegon pada hari Senin tanggal 16 September 2019, yang lalu.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto Sholat Subuh Berjamaah di Masjid Al-Istiqomah

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto Sholat Subuh  Berjamaah di Masjid Al-Istiqomah

Medan, Maspolin.id—Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto, SH, SIK, MSi melaksanakan sholat subuh berjamaah di masjid Al Istiqomah jalan Seto Tegal Sari II Medan Area, Selasa (29/10/2019).

Kegiatan Sholat Subuh ini Dihadiri oleh Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto, SH, SIK, MSi, Kapolsek Medan Area Kompol Anjas Asmara Siregar, SSos, Bkm Al Istiqomah, Personel Polsek Medan Area serta jamaah masjid  yang melaksanakan sholat Subuh.

Kegiatan ini Diawali temu ramah dengan pengurus Bkm Al Istiqomah, Sholat Subuh berjamaah dan foto bersama.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto, SH, SIK, MSi mengatakan  Sholat subuh berjamaah ini adalah Kegiatan rutin yang kami lakukan hanya semata mata karena ibadah dan ingin  Mendapatkan Ridho dari Allah Swt dan juga menjalin silaturahim serta berkomunikasi.

Kota Medan saat ini aman dan kondusif. Saya mengucapkan terima kasih kepada Warga Kota Medan, keamanan dan ketertiban yang kita rasakan sekarang ini adalah berkat kerjasama Kita, melalui doa, ikhtiar dan kerja keras sehingga kota Medan Ini aman dan kondusif.

Kedepan harus dipelihara supaya bisa terus berkarya, memajukan masyarakat kita. Anak-anak remaja adalah sebagai penerus generasi, calon menggantikan kita semua yang sudah tidak mampu lagi berkarya karena usia. Mereka inilah harus kuat dan cerdas.

Pada saat ini, ada beberapa fakta bahwa anak-anak sekarang ini berkumpul dan berkelompok.

• apabila berpapasan saling pandangan terjadi perkelahian, mereka banyak menghabiskan waktu dengan nongkrong dan menciptakan kebencian-kebencian serta melakukan perilaku penyimpangan secara sosial. Kemarin ada beberapa remaja yang diamankan dalam berunjuk rasa. Ada pihak tertentu memanfaatkan mereka seperti peristiwa kemarin ada dua kelompok anak remaja dan mahasiswa.anak remaja yang masih pelajar yaitu Smp dan Sma dengan agresifnya melempar petugas dan Merusak Fasilitas Umum. seharusnya dalam demokrasi anak-anak pelajar ini tidak boleh digunakan dan alat politik karena mereka tidak memiliki hak suara tetapi dalam kondisi sekarang ini pelajar dimajukan, mereka datang unjuk rasa diajak dari temannya, Seniornya dan dari media sosial dan Adakala Mereka ingin keluar dari kelompok tersebut Mereka takut diintimidasi. Siapa yang bertanggung jawab untuk mengatasi ini adalah kita bersama.

• Kita harus peduli terhadap anak-anak kita, yang melapisi adalah guru-gurunya.kita sebagai warga. Mari ajak anak-anak kita untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif dan jangan dijauhin anak-anak tersebut, lakukan pendekatan, kalau mereka melakukan penyimpangan dan harus kita rangkul karena mereka generasi penerus, ajak mereka melakukan kegiatan-kegiatan positif seperti PMR, Pramuka dan Paskibraka dan lainnya. Kita tidak berharap generasi penerus kita ini tidak memiliki kemampuan bersaing dengan negara lain, kalau seperti itu negara kita biasa saja dan tidak berkembang. Ingat Kita Hari ini berdiri adalah hasil dari orang tua kita terdahulu dan telah mempersiapkan kita maka kita juga harus mempersiapkan generasi penerus kita. Mari kita masing-masing memegang amanah yang diberikan kepada kita dan akan

dipertanggung jawabkan di kemudian hari,apa yang telah kita perbuat, Kita jangan puas hanya menjadi orang baik itu hanya untuk diri kita sendiri tetapi kita harus menjadi penyeru kebaikan dengan mengajak orang untuk berbuat baik. Sebaik-baiknya manusia bermanfaat bagi orang lain. 

Novian Harhara

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 91, Kapolres Serang Kota Pimpin Upacara

Kota Serang (Banten),Maspolin.id – Kepolisian Resor Serang Kota menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 91 tahun 2019, bertempat di Lapangan Mapolres Serang Kota, Senin (28/10/2019).

Upacara yang digelar di Lapangan Mapolres Serang Kota ini, dipimpin langsung oleh Kapolres Serang Kota AKBP Edhi Cahyono, S.IK dan turut dihadiri Wakapolres Serang Kota Kompol Mirodin, SH, MH., segenap Pejabat Utama Polres Serang Kota, perwira, Brigadir, serta ASN Polres Serang Kota.

Dalam sambutannya, Kapolres Serang Kota membacakan amanat dari Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia mengungkapkan bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda merupakan hari yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia.

“Kami sampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya, kepada tokoh pemuda tahun 1928, yang telah mendeklarasikan Sumpah Pemuda sehingga menjadi pelopor Pemuda untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia sekaligus menjaga keutuhan NKRI,” ucapnya.

Lebih lanjut, dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91 kali ini mengusung tema “Bersatu Kita Maju” dimana tema ini diambil untuk menegaskan kembali komitmen yang telah dibangun oleh para pemuda yang diikrarkan pada tahun 1928.

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dalam amanatnya pun berpesan kepada para pemuda agar dapat bersaing dalam bentuk apapun tentunya dalam hal yang positif.

“Pemuda adalah masa depan bangsa dan negara, pemuda juga harapan bagi dunia, pemuda Indonesia harus maju dan berani menaklukkan dunia, saya berharap kedepan akan banyak muncul tokoh-tokoh muda yang mendunia,” ujarnya.

Adapun dalam pelaksanaan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91 diwarnai dengan pembacaan teks Pancasila oleh Kapolres Serang Kota AKBP Edhi Cahyono, S.IK., pembacaan teks UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 oleh Kabagops Polres Serang Kota Kompol Abul Mafahir, SH., dan pembacaan teks Sumpah Pemuda oleh Kabagsumda Polres Serang Kota Kompol Abdul Syukur Anwar, S.Sos., M.Si.

Dalam upacara hari sumpah Pemuda kali ini dirangkai dengan Pemberian penghargaan oleh Kapolres Serang Kota AKBP Edhi Cahyono, S.IK., kepada Kapolsek Curug Polres Serang Kota Iptu Shilton, S.IK., MH., Kanit Reskrim Polsek Curug Aiptu Asep Heryanto, Bripka Sudarno, Bripka Akhmad Khotib, Brigadir Rian Winarta, Brigadir Lambang Budi Winarko dan Briptu Deni Aristianudin., yang telah berhasil mengungkap dan menangkap pelaku pencurian dan pemberatan sebanyak 4 (Empat) kasus selama bulan September s.d Oktober 2019 yang terjadi diwilayah hukum Polsek curug Polres Serang Kota.

Tempat Prostitusi di Pinggir Tanggul Sungai Tenggor Digerebek, Petugas Berhasil Amankan Dua PSK

Jombang,Maspolin.id – Sejumlah wanita yang diduga merupakan Pekerja Seks Komersial (PSK) dan lelaki hidung belang berhamburan melarikan diri menggunakan sepeda motor, di Desa Sedamar, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, saat melihat kedatangan petugas Satpol PP dan polisi dalam razia penyakit masyarakat, Minggu (27/10/2018) malam.

Bahkan, ada beberapa orang PSK dan sejumlah pria yang diduga pelanggannya, melarikan diri ke dalam semak-semak di pinggir sungai Tenggor Desa setempat, hingga membuat petugas kesulitan menangkap mereka. Namun, ada dua PSK dan sekitar enam pria yang terjaring dalam razia tersebut.

Aparat yang sudah berbagi tugas, saat itu sebagian ada yang mengejar mereka dan ada yang menyisir sekitar lokasi. Walhasil, saat melakukan penyisiran, petugas menemukan kendaraan sepeda motor Yamaha Mio tergeletak di semak-semak tanpa pemiliknya.

Sementara, petugas yang melakukan pengejaran, berhasil menangkap dua orang perempuan yang diduga PSK dan sejumah lelaki hidung belang satu diantaranya adalah pemilik sepeda motor warna hitam yang disembunyikan di seamak-semak.

“Kami ini tidak jual diri dan bukan pelacur, masa saya jual diri potongannya seperti ini,” teriak seorang perempuan paruh baya di lokasi yang mencoba membela diri dan memberontak.

Kendati begitu, petugas tetap mengangkut mereka berserta sejumlah barang bukti dan dibawa ke kantor Kecamatan Sumobito untuk dilakukan pendataan dan peringatan.

Kabid Ketertiban Umum dan Sumberdaya Aparatur, Satpol PP Jombang, Haris Aminudin, mengatakan, pihaknya mendapatkan aduan dari masyarakat bahwa di sepanjang pinggiran sungai tenggor ada aktivitas prostitusi yang sangat neresahkan.

“Masyarakat sekitar merasa resah dan terganggu dengan adanya aktivitas prostitusi tersebut. Baik dari segi ketentraman maupun keamanan, sebab disitu ada indikasi PSK pendatang dari luar daerah,” kata Haris Aminudin.

Lanjut Haris, tempat tersebut sudah lama dijadikan sebagai ajang penjaja seks. Pihaknya sudah sering melakukan razia pada tempat tersebut, namun pelaku tak kunjung jera.

“Menurut informasi tempat prostitusi tersebut sudah berlangsung sekitar empat tahun. Biasanya beroperasi saat menjelang petang. Sering dilakukan razia akan tetapi masih saja berlanjut,” ungkapnya

Berdasarkan informasi, para pelanggan yang mencari kepuasan nafsu di tempat tersebut, tarifnya hanya Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu untuk sekali kencan. Tempatnya terbuka, di semak-semak dengan menggunakan alas tikar.

“Saat ini, kami memberikan teguran serta peringatan saja. Jika nantinya mereka terjaring kembali, akan diserahkan kepada dinas sosial untuk dilakukan pembinaan,” pungkas Haris Aminudin.

UNTUK MENGELABUHI PETUGAS, 4,87 KG SABU DIBUNGKUS DALAM BUNGKUSAN TEH HIJAU

Lumajang,Maspolin.id – Perlu diketahui Polres Lumajang berhasil mengungkap sabu yang disimpan di dalam tas koper. Didalam tas koper tersebut tersimpan 5 plastik berisi sabu yang dibungkus dalam plastik ber tuliskan teh hijau.

Barang bukti sabu yang ditemukan cukup besar yakni mencapai 4,87 Kg ditemukan di Dalam sebuah rumah kosong alamat Dusun Krajan Desa Tempeh Lor Kec Tempeh Kab Lumajang.

Ke 4 plastik tersebut berisikan sabu seberat masing-masing 1,04 Kg dan 1 plastik berisi sabu seberat 0,66 Kg karena satu plastik tersebut rusak.

Dalam pernyataannya Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH menjelaskan “segala upaya dihalalkan oleh para kurir dan Bandar Narkoba untuk dapat lolos dari pemeriksaan petugas. Meski sudah semakin diperketat, namun para tersangka tidak kehabisan akal untuk menyelundupkan barang haram tersebut” ujar Arsal putra makassar dari kota Kalosi – Enrekang.

“Di Lumajang sendiri Narkoba jenis sabu seberat 4,87 Kg diselundupkan dengan cara melapisi narkoba jenis sabu tersebut dengan bungkus teh Hijau yang kemudian di susun dalam sebuah koper. Upaya tersebut dilakukan untuk mengelabuhi pemeriksaan petugas. tapi upaya tersebut tidak dapat mengelabuhi kami dengan mudah, karena sepintar-pintarnya pelaku kejahatan, Polri pasti lebih pintar dan dapat mencium niat jahat para pelaku Kriminalitas” Pungkas Arsal.

Semakin meningkatnya peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang di Indonesia, saat ini sudah mencapai taraf yang sangat mengkhawatirkan. Tak terhitung lagi banyaknya jumlah korban yang jatuh, terutama di kalangan anak-anak muda. Invasi barang haram tersebut, begitu masif, menerobos semua kalangan. Mulai dari level tukang becak, hingga sekelas pejabat elit pun, tak berkutik.

Semakin ketatnya pengawasan terhadap peredaran narkoba, membuat para kurir dan sang bandar kerja keras memutar otak untuk menyelundupkan narkoba. Alhasil, para pelaku melakukan segala cara agar dapat membawa dan mensukseskan misi mereka menyelundupkan serta mengedarkan narkoba.

Kasat Reserse Narkoba AKP Ernowo SH menjelaskan “pelaku melanggar Pasal 114 ayat 1 sub 112 ayat 1 UU RI No. 35 th 2009. pelaku akan mendapat ancaman penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 800 juta rupiah dan paling banyak Rp 8 miliar rupiah karena memang terbukti menyimpan, mengedarkan dan juga menggunakan narkotika tersebut.
” pungkas Ernowo.

Agus/Hasran

KAPOLRES LUMAJANG TAK KUASA TAHAN AIR MATA SAAT BERPAMITAN DENGAN WARGA LUMAJANG

LUMAJANG,Maspolin.id – Hari ini (Senin, 28 Oktober 2019) adalah hari bersejarah bagi bangsa Indonesia, dimana 91 tahun yang lalu seluruh pemuda-pemudi bangsa ini membulatkan tekad untuk menyatakan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa yakni Indonesia.

Dalam peringatan sumpah pemuda yang dilaksanakan di Kabupaten Lumajang tepatnya di Alun-alun Kota Lumajang, Kapolres Lumajang bertindak sebagai inspektur upacara. Datang pula dalam kegiatan tersebut, Bupati Lumajang, Wakil Bupati Lumajang serta para tamu undangan.

Seusai membacakan amanat upacara, Kapolres Lumajang menyempatkan diri untuk berpamitan dengan warga Kabupaten Lumajang. Beliau memang dalam waktu dekat akan menduduki jabatan baru sebagai Waka Polres Bogor Kota, setelah hari Jumat (25/10) surat telegram turun dari Mabes Polri Jakarta.

Terlihat Kapolres tak kuasa menahan air matanya, yang menandakan betapa beratnya harus meninggalkan Kabupaten Lumajang. Beliau memang dikenal sangat dekat dengan masyarakat, ditambah berbagai inovasi dari Kapolres yang berhasil menekan angka kriminalitas di wilayah hukum Polres Lumajang.

Dalam pernyataan nya, Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH, SIK, MH, MM menyampaikan betapa pentingnya Kota Lumajang bagi dirinya beserta keluarga. “Lumajang tidak akan pernah bisa saya lupakan karena Lumajang telah menggoreskan tinta emas dalam perjalanan karir saya dan kehidupan pribadi saya. salah satu anak saya lahir di lumajang sehingga akte kelahiran pasti akan tertulis lumajang. saat ini saya bergembira di dalam kesedihan. saya bergembira karena posisi jabatan saya naik satu grid tapi disatu sisi saya sangat sedih karena harus meninggalkan masyarakat lumajang yang saya sayangi. masyarakat lumajang bagaikan keluarga besar saya sendiri karena sangat hangat menerima kehadiran saya”ungkap Arsal

Lebih lanjut, pria yang menyelesaikan gelar S3 di Universitas Padjajaran Kota Bandung di tahun 2010 tersebut yakin Kota Lumajang akan menjadi Kota yang berkembang dengan pesat di kemudian hari.

“Dengan berbagai sumber daya baik alam maupun manusia yang dimiliki oleh Kabupaten Lumajang, saya yakin kota ini akan sangat berkembang pesat suatu har nanti. Ditambah lagi di masa lalu, terdapat sebuah kerajaan yang setara dengan Kerajaan Majapahit yakni Kerajaan Lamajang Tiga Penjuru. Semangat kejayaan di masa lalu inilah yang perlu kita kembangkan untuk kota kita ini” tandas putra daerah asli Makassar tepatnya dari Kota Kalosi-Enrekang.

Taufanisius, salah satu peserta upacara yang berasal dari SMAN 1 Lumajang mengatakan sangat berat mendengar pamitan dari Kapolres Lumajang. “Sejak kemarin saya mendengar berita bahwa Pak Arsal akan pindah, namun kemarin saya menganggapnya hanya sebagai lelucon saja lantaran sepak terjangnya sebagai Kapolres Lumajang. Namun hari ini, saya mendengar sendiri beliau berpamitan hingga mengeluarkan air mata saat berpamitan dengan kami” ungkapnya.

Agus/Hasran

Ada Tiga Opsi dalam Penentuan UMK Cilacap Tahun 2020

Cilacap, Maspolin.id – Tiga opsi Upah Minimum Kabupaten (UMK) Cilacap telah diputuskan, untuk selanjutnya disampaikan kepada Bupati Cilacap.

Hal tersebut menjadi usulan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Cilacap untuk tahun 2020 mendatang. Namun usulan yang disampaikan Dewan Pengupahan Kabupaten (DPK) tidak hanya satu angka, melainkan tiga angka, dan diusulkan tiga unsur dalam DPK.

Dalam rapat DPK terakhir, Jumat (25/10/2019), tidak dihasilkan kesepakatan mengenai angka UMK 2020 yang disetujui bersama. “Sebab itu, ketiga usulan angka UMK akan diusulkan kepada Bupati untuk diputuskan salah satunya,” jelas anggota DPK dari unsur pemerintah yang juga Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Cilacap, Dikdik Nugraha.

Dia menyebutkan, hasil rapat DPK sebelumnya menghasilkan tiga usulan angka UMK 2020. Unsur serikat pekerja (SP) meminta agar UMK 2020 ditetapkan sebesar Rp 2.305.794 atau naik sekitar 15,9 persen dari UMK sebelumnya.

Unsur Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengusulkan UMK Rp 2.105.418 atau naik 5,58 persen, sedangkan unsur pemerintah mengambil jalan tengah dengan kenaikan 8.51 persen menjadi Rp 2.158.327.

”Namun, baik dari serikat pekerja maupun Apindo, tetap berpegang dengan angka yang diusulkan masing-masing. Karena itu, ketiga usulan UMK ini kita usulkan semuanya ke Bupati. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa ada keputusan, untuk kemudian diusulkan ke Gubernur,” katanya.

Anggota Dewan Pengupahan Kabupaten Cilacap dari unsur serikat pekerja, Joko Waluyo mengatakan, pihaknya mengajukan usulan UMK Rp 2.305.794 didasari hasil survei KHL yang dilakukan di Pasar Limbangan, Kroya, Sidareja, dan Majenang.

Hasilnya, angka KHL yang ditemukan ternyata berbeda-beda. Nilai KHL di Pasar Limbangan sebesar Rp 2.461.188, Pasar Kroya Rp 2.263.080, serta Pasar Sidareja/Majenang sebesar Rp 2.193.114. ”Dari tiga angka KHL tersebut, kita ambil angka rata-rata, dan ketemunya Rp 2.305.794,” jelasnya.

Berdasarkan hasil survei tersebut, Joko menyatakan, unsur SP merekomendasikan UMK 2020 sebesar Rp 2.305.794 atau sekitar 15,9 persen.

Menurutnya, usulan UMK berdasarkan KHL ini diatur oleh Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan.

Apindo dalam pertemuan tersebut mengusulkan kenaikan UMK sebesar 5,58 persen atau menjadi Rp 2.105.418. Hal itu lebih didasari atas pertimbangan kemampuan kalangan pengusaha.

Dalam penetapan UMK 2019 silam, besaran UMK Cilacap hanya berada di urutan keenam dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah. Padahal, Cilacap saat ini menjadi daerah tujuan investasi nomor dua di Jawa Tengah, setelah Kota Semarang. (Awan/Estanto)

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

Grebek Kampung Narkoba Gunung Bugis, Gabungan Polda Kaltim dan Polresta Balikpapan...

KALTIM - Maspolin.id|| Ditresnarkoba Polda Kaltim bersama Polresta Balikpapan menggelar razia di kawasan Gunung Bugis, Kecamatan Balikpapan Barat, yang dikenal sebagai salah satu kawasan...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.