KAPOLRESTABES MEDAN SHOLAT SUBUH BERJAMAAH DIMASJID JAMI’ AL FAJAR MEDAN

KAPOLRESTABES MEDAN SHOLAT SUBUH BERJAMAAH DIMASJID JAMI’ AL FAJAR MEDAN

Medan, Maspolin.id—Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto, SH, SIK, MSi melaksanakan sholat subuh berjamaah di masjid Jami’ Al Fajar jalan Brigjen Katamso Kelurahan Sei Mati Kecamatan Medan Maimun, Sabtu 21 September 2019.

Kegiatan Sholat Subuh ini Dihadiri oleh Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto, SH, SIK, MSi, Kapolsek Medan Kota Akp M Rikki Ramadhani, SIK, Lurah Sei Mati M Rozi SSTP, Imam Masjid Jami’ Al Fajar Syafri Matondang, Tokoh agama, tokoh masyarakat, Personel Polsek Medan Kota serta jamaah masjid Jami’ Al Fajar yang melaksanakan sholat Subuh.

Kegiatan ini Diawali temu ramah dengan pengurus Bkm Jami’ Al Fajar, Sholat Subuh berjamaah dan Foto Bersama.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto,SH,SIK,MSi mengatakan Kegiatan Sholat Subuh memang rutin kami lakukan setiap hari.ini hanya semata-mata untuk ibadah yaitu mendekatkan diri kepada Allah swt.

Program Kami memakmurkan masjid yaitu Sholat Subuh berjamaah, magrib mengaji dan jum’at Barokah, ini serentak dilaksanakan setiap hari di jajaran polrestabes medan dan untuk mendapatkan Ridho Allah Swt dan bersilaturahim kepada masyarakat serta menyampaikan informasi yang berkembang saat ini serta mohon doanya untuk keamanan Kota Medan.

Alhamdulillah situasi kota medan saat ini aman dan terkendali.Keamanan yang kita rasakan berkat kerja sama kita. Ini merupakan kerja keras kita semua sehingga berjalan dengan baik. Saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak.

Kedepan perlu kita waspadai yaitu pertama masalah narkoba, ini musuh kita bersama namun sering
kali kita lengah. Kita tidak bisa mengandalkan pihak kepolisian saja, bagaimana kita menjaga lingkungan supaya tidak terpengaruh narkoba.

Kedua peranan kita dilingkungan masyarakat untuk menjadi penyejuk.perlu kita waspadai seperti berita hoax, ujaran kebencian,isu sara. Maka tugas kita sebagai penyejuk dimasyarakat, jangan cepat terprovokasi sehingga menjadi terpecah belah. Persatuan dan kesatuan harus dijaga.

Mari kita jaga diri kita,keluarga kita untuk berbuat baik. Mari kita berdoa, semoga kita mendapat ridho Allah Swt dan menjadikan kita khusnul Qotimah.*

Novian Harhara

Pembentukan Dan Pelantikan Panitia Pantarlih Desa Hadipolo Periode 2019 – 2025

Kudus,Maspolin.id – Cara pembentukan dan pelatihan panitia pendaftaran pemilih ( PANTARLIH) pemilihan kepala desa hadipolo periode 2019 – 2025 kecamatan Jekulo Kudus Jawa tengah. Hadir dalam acara tersebut Ketua BPD hadipolo dan anggotanya, dan semua pengurus RT dan RW Desa Hadipolo serta tamu undangan yang hadir.

Hasil dari musyawarah panitia Pantarlih ( Panitia Pendataan Pemilih) mengangkat Ketua RT Hadipolo sebagai petugas Pantarlih dalam pelaksanaan Pilkades di Desa Hadipolo. Acara pengambilan sumpah dan janji Petugas Pantarlih di pimpin langsung oleh ketua Panitia Muhamad Juwarno di hadapan ketua BPD dan semua peseta yang hadir.

Dalam kesempatan tersebut Ketua panitia juga menyampaikan pesan – pesannya pada pada petugas Pantarlih yang sudah di ambil sumpah dan janjinya sebagai petugas Pantarlih
” Saya berharap bapak dan ibu yang sudah di angkat dan di ambil sumpah dan janjinya sebagai petugas Pantarlih di Pilkades Desa Hadipolo periode 2019 – 2020, bersedia melaksanakan tugasnya dengan seadil-adilnya dan sejujur – jujurnya demi suksesnya Pilkades di desa kita ” ucap Muhamad Juharno selaku ketua panitia.

Dalam kesempatan yang saya salah satu Ketua RT juga memberikan apresiasi positifnya kepada Panitia Pilkades dan BPD Hadipolo
” Dengan menggunakan RT atau Pengurus RT sebagai petugas Pantarlih sebagai petugas Pantarlih bisa di pastikan data DPT Pilkades di Desa Hadipolo 100 %, aktual dan bisa di pertanggung jawabkan kebenarannya. Apresiasi positif saya berikan kepada BPD dan Panitia selaku panitia pelaksana kegiatan Pilkades ini.” Ucap saudara Sholikan selaku ketua RT 03 RW 04 Desa Hadipolo.

Dalam menjalankan tugasnya untuk melakukan pendataan Petugas Pantarlih di berikan jasa uang kehormatan oleh panitia sebesar Rp 2000 dengan di potong pajak PPN 6 % persuaranya. Ada yang berbeda dalam pendataan pemilih di Pilkades Desa Hadipolo dengan Pemilu kemarin, sebab orang yang mengalami ganguan jiwa tidak boleh di masukkan dalam daftar pemilih dalam Pilkades di Desa Hadipolo.

Report : Moh Sofii

Masa Lalu

‍‍‍
Oleh: S Stanley Sumampouw

Tadi pagi, sembari menikmati kopi panas kepul2, saya membuka fesbuk dengan asyik dan mendapati diri saya ngobrol dengan seorang teman yang sudah lama tinggal di luar negeri. Biasanya pembicaraan di fesbuk adalah omongan ringan. Tetapi pagi ini saya memperoleh pencerahan atas hasil bincang bincang ngobrol ngalor ngidul tersebut.
Awalnya, dia bercerita lancar betapa senangnya bisa ketemu teman-teman lama, tetangga lama, teman sekolah dan berbagai teman yang sudah tidak nyambung selama belasan dan bahkan ada yang sudah puluhan tahun.
Obrolan terus mengalir dan akhirnya tiba pada titik dimana kegembiraan harus berganti dengan nada kecewa. Si teman mulai mengeluh bahwa dia juga banyak kecewa dan sedih.
Ada teman2 yang sudah tidak mengenalinya di fesbuk, bahkan mengingkarinya kalo dulu pernah kenal. Ada yang tidak mau add dia, dan kejadian terakhir adalah janjian ketemuan yang berulang kali dibatalkan dengan berbagai alasan. Dia bertanya; “Ada apa dengan mereka? Keadaan sekarang memang sudah lain…”, begitu katanya mengeluh.

Saya lalu teringat dengan cerita dari teman yang lain, juga sudah lama keluar dari Indonesia, bahwa ada teman yang keliatannya punya gelagat menghindar bila ketemu di chattingan. Lama membalas jawaban dan tiba tiba suka offline. Dia juga bertanya-tanya; “Ada apa dengan mereka itu..?”.
Saya tidak bisa menjawab pertanyaan dari kedua teman tersebut meskipun saya sendiri mengalami juga kejadian2 seperti yang mereka alami. Tentunya kejadian yang sama belum tentu punya penyebab yang sama pula, pikir saya. Dan tidak mudah tentunya bagi saya untuk berprasangka pada seseorang yang menjadi suatu sebab bagi orang lain.
Tetapi tentunya hal ini harus bisa diterangkan dan di kira-kira apa sih penyebabnya?

Yang paling mungkin penyebabnya adalah masa lalu. Masa lalu yang bagaimana? Masa lalu yang tidak enak tentunya. Tidak enak bagaimana? Mungkin keadaan yg kurang beruntung, membuat seseorang merasa malu untuk bertemu teman dari masa lalu dulu yang mengetahui keadaan dia tersebut.
Lalu, so what gitu looooohh?

Saya yang juga tergolong manusia yang punya masa lalu yg sangat kurang beres. Menurut saya, bisa dipastikan setiap orang pasti memiliki masa lalu yang buruk. Dan terkadang kita hanya bisa berusaha memakai jalan yang kita anggap baik meskipun hasilnya tidak selalu berbuah baik dalam pandangan orang lain. Atau memang kita sengaja melakukan hal buruk entah karena apa penyebabnya atau apa yg mendorongnya. Atau bahkan suatu hal yang tidak bisa kita hindari karena memang datang dari kekuatan diluar diri kita. Apa misalnya? Misalnya, lahir dlm kemiskinan, ke-ter-abai-an, terbuang, dan banyak macam hal lagi yang tidak dapat kita tolak, rencanakan atau bahkan kita pilih.
Sudah lama saya dengan hati yang lega dan legowo bisa menerima masa lalu saya yang sangat carut marut tersebut. Termasuk juga menerima pandangan dan tatap mata curiga dan pasang ancang2 dari orang2 yang mengetahui saya dimasa lalu. Termasuk berbesar hati juga bila masa lalu saya dijadikan konsumsi cerita dari teman ke teman. Berbesar hati bahwa itu jalannya proses satu kehidupan yang ritmenya tidak diam dan berjalan ditempat. Melainkan ritme yg dinamis yang membawa kita tumbuh dan bisa matang dalam kehidupan. Juga mewakili pernyataan bahwa hidup ini penuh perjuangan dan tidak pernah gampang untuk menjalaninya.

Akhirnya teman saya tadi bilang; “Buat apa mereka malu akan masa lalunya, padahal sekarang belum tentu keadaan kita lebih baik dari mereka. Ya gak, Stan…?.”

Ditulis di Kemang,
24042009,
pukul 00;38.

Audiensi dengan Bupati, Warga Kewasen Soalkan Debu PLTU

Cilacap, Maspolin.id – Warga Dusun Kewasen, Desa Karangkandri, Kecamatan Kesugihan, sejak Minggu (15/9/2019) malam memasang puluhan spanduk berkait debu PLTU.

Spanduk tersebut dipasang warga di hampir sudut jalan desa. Bahkan ada yang dipasang di Jalan Laut, akses jalan utama menuju PLTU.

Haryanto, warga Dusun Kewasen mengatakan, ini reaksi spontanitas warga terdampak. “Juga terkait permohonan audiensi dengan Bupati yang tidak ditanggapi hingga saat ini,” ucapnya.

Menurutnya, pemasangan spanduk ini merupakan bentuk kekecewaan warga pasca demo tahun 2012 silam.

Akhirnya pada Kamis (19/9/2019), Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji mau menerima warga Kewasen di Ruang Prasandha Rumah Dinas Bupati.

Bupati berharap pertumbuhan industri di Kabupaten Cilacap dapat menyejahterakan masyarakat, bukan sebaliknya.

Audiensi ini berupaya memecahkan persoalan lingkungan, sosial, dan ekonomi yang disampaikan masyarakat terkait keberadaan PLTU Cilacap di Desa Karangkandri.

Selama acara, Bupati didampingi Kapolres Cilacap AKBP Joko Julianto.

Hadir Asisten I Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Dian Setyabudi, Asisten II Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan Wasi Ariyadi, serta sejumlah kepala OPD terkait.

Kepada perwakilan warga, Bupati menyatakan siap memediasi masyarakat dengan PT Sumber Segara Primadaya (S2P) selaku pelaksana operasional PLTU Cilacap.

“Yang jelas kami siap membantu warga. Apa yang mereka butuhkan, apa yang mereka keluhkan nanti disampaikan ke PT S2P. Jangan sampai pertumbuhan industri justru menyengsarakan masyarakat,” tegas Tatto.

Persoalan yang disampaikan warga terkait debu yang berdampak bagi kebersihan lingkungan dan kesehatan. Warga juga meminta adanya bantuan air bersih, karena sejak beroperasinya PLTU banyak sumur warga yang mengering dan terkena intrusi laut.

Sedangkan terkait pemerataan ekonomi, warga berharap adanya kesempatan kerja yang diprioritaskan untuk penduuduk lokal.

Juru bicara warga Dusun Kewasen Imam Martiman menjelaskan, audiensi digelar karena berbagai pendekatan yang dilakukan sejauh ini belum membuahkan hasil.

“Kita sebetulnya menunggu tindak lanjut Pemkab Cilacap terkait persoalan lingkungan, terutama debu. Kita juga berharap ada SK Bupati terkait pembentukan tim penanggulangan,” terangnya.

Menjawab warga, Bupati menegaskan tidak akan membentuk tim. “Saya yang akan membantu apa yang dibutuhkan dan apa yang diperlukan warga. Saya mau bantu warga, apa yang menjadi keluhan dan dibutuhkan warga seperti masalah debu dan masalah air, akan saya sampaikan ke PT Sumber Segara Primadaya (S2P),” katanya.

Tatto kembali menekankan, ada beberapa yang diusulkan, dan menurutnya akan diselesaikan satu persatu.

“Saya ada di pihak warga. Jangan sampai dengan adanya industri-industri di Cilacap akan menyengsarakan warga, tapi bagaimana warga sejahtera dengan adanya industri-industri itu. Jadi nggak usah demo-demo, intinya akan diselesaikan dan saya sudah turun langsung ke sana, cuma harus ada komunikasi yang jelas,” tambahnya.

Tatto mengatakan, jika dia di pihak PLTU, dia akan jawab langsung, tidak usah pakai deadline.

“Karena saya bukan owner, tapi akan saya mediasi dengan kemampuan yang ada,” tutup Bupati.

Sementara Kapolres Cilacap mengimbau masyarakat mengedepankan musyawarah dalam penyelesaian persoalan ini. Jangan sampai perjuangan masyarakat ditumpangi kepentingan oknum tak bertanggung jawab, sehingga menimbulkan gangguan kamtibmas. (Estanto)

262 Pejabat Dilantik, Pemkab Terapkan Lelang Jabatan

Cilacap, Maspolin.id – Sebanyak 262 pejabat di lingkungan Pemkab Cilacap dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bupati H Tatto Suwarto Pamuji di Aula Diklat Praja, Jumat (20/9/2019).

Pejabat yang dilantik terdiri dari pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, direktur RSUD Majenang, kepala Puskesmas, kepala sekolah negeri, dan pejabat fungsional.

Hadir pada kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Farid Ma’ruf, para asisten sekda, para kepala OPD, dan pejabat di lingkungan Pemkab Cilacap.

Bupati mengucapkan selamat kepada para terlantik dan berharap semoga dapat mengemban amanah dengan sebaik-baiknya.

Tatto menjelaskan kegiatan ini merupakan sesuatu yang wajar dan biasa dalam manajemen pemerintahan.

“Tidak saja dalam rangka penyegaran tugas-tugas pejabat, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan organisasi guna meningkatkan kinerja Pemerintah Kabupaten Cilacap yang semakin baik,” katanya.

Menurut dia, dengan evaluasi dan rotasi pejabat diharapkan kinerja Pemkab Cilacap akan semakin baik. “Hal ini dikarenakan rotasi tidak saja dalam konteks penyegaran tugas-tugas pejabat, tetapi juga untuk mendapatkan sosok pemimpin yang mampu melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan baik, sesuai dengan peran yang telah diberikan,” imbuhnya.

Untuk itu, dalam rangka meningkatkan kinerja perangkat daerah di lingkungan Pemkab Cilacap, Bupati meminta kepada para pejabat terlantik dan seluruh pejabat di lingkungan Pemkab Cilacap, utamanya para kepala OPD untuk terus meningkatkan profesionalisme, komitmen, loyalitas, dan integritas dalam melaksanakan tugas di manapun ditempatkan.

Kepada para kepala sekolah terlantik, Bupati minta seoptimal mungkin dalam memajukan kualitas pendidikan di Kabupaten Cilacap. Karena berbagai keberhasilan dalam bidang pendidikan tentu harus disadari pula masih banyak pekerjaan, agenda, dan persoalan yang harus diselesaikan ke depan.

“Saya mengajak kepala sekolah negeri terlantik untuk terus meningkatkan kinerja, sehingga berbagai keberhasilan dapat dipertahankan,” tandas Bupati.

Untuk Kepala Puskesmas terlantik Bupati mengingatkan agar selalu memberikan pelayanan kesehatan yang seoptimal mungkin kepada masyarakat. Sebagai pusat pelayanan di tingkat dasar sudah seharusnya semua Puskesmas berupaya bahkan berlomba-lomba untuk selalu memberikan pelayanan yang nyaman dan terbaik kepada pasiennya.

“Ini sudah menjadi komitmen saya, bahwa tidak boleh ada orang yang sakit yang tidak diobati,” tegasnya.

Karenanya, dari awal sudah disampaikan dan sudah menjadi program, bahwa setiap kecamatan minimal ada satu Puskesmas yang sudah rawat inap. Kesemua ini dalam rangka mendekatkan dan mempermudah pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Untuk jabatan yang belum terisi, Sekda Farid Ma’ruf menjelaskan akan dilakukan lelang jabatan (open bidding) dengan lebih dulu membuat program, perencanaan, dan konsultasi.

“Untuk Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan yang masih kosong akan kita lakukan bidding,” jelas Farid.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Cilacap Warsono menerangkan, sekarang ini banyak aturan baru sehingga ada perubahan, termasuk pelantikan pejabat di lingkungan Pemkab Cilacap.

“Seperti JTP (Jabatan Tinggi Pratama) itu sekarang pakai pansel dan assessment. Kemarin sudah di-assessment itu. Jadi nggak boleh asal ambil sana dan ditaruh di sini,” kata Warsono.

Tidak itu saja. Warsono melanjutkan para pejabat yang sudah di-assessment dimintakan izin ke KASN (Komisi Aparat Sipil Negara) di Jakarta.

Seperti halnya di Disdukcapil bahwa pejabat yang akan dilantik untuk pengisian eselon IV hingga eselon II dari UPT harus ada rekomendasi dari Kemendagri Dirjen Dukcapil.

Untuk jabatan fungsional sesuai PP No 11 Tahun 2017 tentang Manajemen ASN bahwa fungsional harus dilantik. “Sehingga dari 262 terlantik, 62 diantaranya adalah fungsional,” ungkap Warsono. (Estanto)

17 REMAJA ABG KORBAN QNET DITEMUKAN DALAM KONDISI MENGENASKAN

LUMAJANG,Maspolin.id – Kisah ini dibagikan oleh akun Facebook yang bernama @Fortune Miyako ke Facebook Grub Sahabat M.A.S yang menceritakan tentang 17 remaja ditemukan dalam keadaan mengenaskan di 2 kontrakan di Gemolong Kab Sragen.

Kisah ini bermula dari adanya laporan dari Kab Wonosobo tentang seorang ibu-ibu yang melapor ke polisi bahwa cucunya telah hilang selama 3 bulan. Kemudian ada informasi terlacak dari HP, bahwa cucunya itu terdeteksi ada di Gemolong. Pihak Polsek Gemolong pun melakukan penelusuran menuju lokasi tersebut berada.

Ditemukanlah 2 rumah kontrakan di Dukuh Ketagan Kel Gemolong Kec Gemolong Sebanyak 17 remaja berusia belasan hingga 20 tahun ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Saat kali pertama ditemukan, sebagian diantaranya dalam kondisi kelaparan dan penampakan lusuh. Dari 17 orang yang diamankan, 12 diantaranya adalah remaja pria dengan rentang usia 19 hingga 20 tahun. Sedangkan 5 lainnya adalah remaja putri dengan usia di bawah 20 tahun dan ada 3 yang masih di bawah umur.

semua remaja dan ABG itu yang diketahui berasal dari luar Sragen itu, kemudian diamankan di Mapolsek untuk dimintai keterangan. Dari pengakuan mereka, mereka tergiur pekerjaan mudah dengan gaji besar tetapi dengan syaratnya mereka harus menyetor Rp 8,7 sampai Rp 9 juta ke leader atau yang bertugas merekrut anak buah agar bisa mendapat gaji besar. namun janji-janji tersebut omong kosong belaka, tidak ada yang namanya pekerjaan enak dengan penghasilan besar.

banyak dari mereka yang ingin kembali ke kampung halaman, namun tidak memiliki ongkos untuk pulang ke daerah masing-masing dan mereka bertahan hidup dengan makan seadanya, kadang sehari Cuma makan sekali.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH lulusan S3 di Universitas Padjajaran tersebut menjelaskan “ Bisnis money games paling jahat adalah QNet. karena dalam prosesnya mereka selalu melakukan penipuan berupa adanya lowongan pekerjaan dengn gaji besar. setelah orang-orang datang dari berbagai daerah, mereka kumpulkan dengan dalih presentasi tapi sebenarnya proses cuci otak dilakukan sedemikian rupa. bahkan ada member baru yang sampai sinting karena proses cuci otaknya di skenario sedemikian rupa.

korban yang disragen saja kita bisa lihat mereka sampai menahan lapar dan dalam kondisi menggenaskan. betul-betul proses bisnis money games yang sangat kejam” ungkap Arsal putra asli Makasar tersebut.

Hasran/Gondrong

PERNAH TIDUR DI JALANAN BERALASKAN KARDUS BEKAS KARENA TERMAKAN JANJI MANIS Q-NET

LUMAJANG,Maspolin.id – Cerita yang ditulis korban Q-NET di kolom komentar yang berada di Facebook grup ‘Sahabat MAS’ terus mengalir. Yang terbaru, Ikbal asal garut Jawab Barat yang menceritakan kisahnya di sebuah akun facebook bernama @iball maheksa menceritakan betapa tragisnya dulu saat dirinya diperdaya oleh salah seorang leader Q-NET.

Saat itu pada tahun 2017, dirinya tergiur oleh tawaran kerja melalui Facebook oleh seseorang yang berinisial J yang berasal dari Lampung.

Tersangka menawarkan sebuah pekerjaan di pergudangan dengan gaji mencapai 3,2 juta Rupiah. Selain itu korban juga tergiur lantaran perusahaan tersebut tak membutuhkan persyaratan yang rumit.

Akhirnya berangkatlah penulis (Ikbal) pada hari Minggu dengan meminta doa dan restu orang tua serta dengan membawa perbekalan yang pas pasan. Akhirnya sang penulis pun sampai di Terminal Bekasi pukul 16.10 WIB dan langsung dijemput oleh taksi online yang telah dipesankan oleh tersangka.

Setelah perjalanan beberapa menit, akhirnya. Mobil tersebut berhenti di tujuan, yakni sebuah kosan kecil yang dihuni oleh 15 orang didalamnya. Iapun langsung disambut oleh tersangka J. Sang penulis sempat menanyakan kapan akan melaksanakan wawancara, dan dijawab pada hari Selasa.

Dari situlah dari benak penulis mulai bertanya-tanya, mengapa tak dilaksanakan interview pada hari Senin saja.

Singkat cerita datanglah hari Selasa, dimana dirinya dibangunkan pukul 05.00 WIB dan disruruh bergegas mandi oleh para leader Q-NET. Tepat pukul 06.30 WIB, dirinya dijemput oleh sebuah mobil dan hanya 3 orang yang berangkat sedangkan yang lain tetap tertidur pulas.

Sang penulis pun semakin bertanya-tanya atas kejanggalan selama beberapa hari terakhir. Akhirnya kendaraan pun berhenti di sebuah ruko di daerah Grand Wisata, Tambun, Bekasi Timur. Sayapun bergegas ke lantai dua ruko tersebut. Di situ, ternyata telah banyak para ‘pelamar pekerjaan’ seperti dirinya lengkap dengan baju hitam putih. Hp sang penulis pun ditahan oleh pihak Q-NET dengan alasan agar lebih konsen dalam wawancara.

Setelah beberapa waktu ditunggu, datanglah seseorang yang disebut oleh penulis sebagai ‘tikus berdasi’ ke depan kerumunan. Mereka berteriak-teriak dan menjelaskan tentang Q-NET.

Tak lupa mereka juga sering kali mengeluarkan jargon mereka yakni ‘ora umum. Dari situlah sang penulis sadar bahwa dirinya telah ditipu oleh pihak Q-NET.

Seusai seminar, penulis pun langsung kembali ke kontrakan dan ternyata disana dirinya kembali berusaha di cuci otaknya dengan doktrin UGD (Utang Gadai Dol) oleh para leader Q-NET yang berjumlah sekitar 15 orang. Bahkan mereka berani menyuruh sang penulis untuk menjual rumah milik orang tuanya, namun sang penulis bersikeras tak mau melakukan cara tersebut.

Alhasil, penulis pun dicaci maki dengan berbagai umpatan oleh para leader tersebut.Masih menurut sang penulis, para leader pun juga sempat mengejek berbagai macam profesi seperti karyawan, buruh maupun instansi lain yang memiliki gaji cukup minim.

Tak kuat dengan hal tersebut, keesokan harinya sang penulis pun memilih keluar dari kontrakan tersebut. Dirinya meminta pertanggung jawaban kepada ‘J’, orang yang mengajak dirinya ke tempat tersebut. Akhirnya dirinya dipesankan sebuah taksi online dengan biaya 16 ribu Rupiah. Lantaran dirinya hanya memiliki uang 15 ribu Rupiah, dirinya pun memelas kasih kepada sang pengemudi.

Ternyata sang pengemudi mau mengantarkan korban hingga terminal tujuan.

Seusai turun dari kendaraan, dirinya sempat turun dan berjalan hingga Gerbang Tol Timur sekitar pukul 11.22 WIB. Dirinya yang kelelahan serta menagan laparpun akhirnya memutuskan untuk beristirahat sejenak dibawah pohon beralaskan kardus lusuh. Dirinya yang memang sangat capek, akhirnya tertidur sampai sore hari. Setelah bangun, dirinya yang tak punya pilihan lagi nekat memberhentikan sebuah truk dan meminta izin untuk menumpang.

Akhirnya ada sebuah truk yang kebetulan menuju kea rah Kota Bandung. Dirinya pun menumpang hingga kota tersebut. Di Kota Bandung, dirinya turun dan mampir ke sebuah warkop untuk menumpang mengisi daya baterai yang seharian telah habis dayanya. Setelah terisi, dirinya meminta dijemput salah satu kerabatnya yang berada di kota tersebut, dan memilih tinggal di rumah sang kerabat lantaran malu saat akan pulang ke rumah.

Dalam pernyataan nya, Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH, SIK, MH, MM yang juga merupakan putra daerah asli Makassar menerangkan bahwa modus dari para leader Q-NET selalu saja membuka lowongan pekerjaan dengan iming-iming gaji yang lumayan besar.

“Modusnya sama, mereka mencari mangsa para pencari kerja dan dberikan iming-iming sebuah pekerjaan dengan persyaratan mudah serta dengan gaji yang cukup tinggi. Para calon korban akan di tampung terlebih dahulu di sebuah kontrakan ataupun kos-kosan dan selanjutnya akan diajak mendatangi sebuah seminar dan disanalah mereka di cuci otak. konsep cuci otaknya yang sedemikian rupa membuat peserta benar-benar terpengaruh dan melaksanakan apa yang di inginkan dari senior member QNet” ujar pria yang menyelesaikan S3 di Universitas Padjajaran Kota Bandung jurusan hukum bisnis.

hasran/Gondrong

Samakan Visi Dan Misi, Pemdes Sokosari Bersama Lembaga Desa Gelar Jalan Sehat

Tuban,Maspolin.id – Dalam membangun kesepahaman bersama antara Pemerintah Desa Sokosari dengan BPD (Badan Permusyawarahan Desa), lembaga desa, dan lembaga kemasyarakatan desa se-Desa Sokosari Kecamatan Soko adakan jalan sehat bersama. Jum’at 20 September 2019.

Dalam acara jalan sehat ini di ikuti oleh , Bhabinsa, Babinkamtibmas, BPD, PKK, Kader, Karang Taruna, Pasukan Kuning Desa Soko, Perangkat Desa Sokosari.

Dengan mengambil Start Dan Finis di Halaman Pendopo Balai Desa Sokosari, jalan sehat ini menempuh Jarak kurang lebih 3 Km.

“Kami sengaja mengadakan jalan sehat ini tujuannya adalah agar pemdes dan Lembaga yang ada di Desa Sokosari bisa bersinergi dalam melayani masyarakat, ujar Edi Purnomo selaku Kepala Desa Sokosari.

Ditambahkan Oleh Edi bahwasannya 125 Kupon jalan sehat di sediakan oleh Pemdes dan dibagikan secara cuma-cuma dengan memperebutkan Hadiah Utama Sepeda Gunung dan Hadiah menarik lainnya.

“Kami Sediakan 125 Kupon yang kami bagikan secara gratis kepada peserta jalan sehat, selain itu juga kita sediakan Hadiah Utama Sepeda Gunung dan hadiah menarik lainnya, kegiatan ini kita harapkan agar kedepannya Antara Pihak Pemdes Sokosari dengan Lembaga Desa yang ada bisa lebih bersinergi dalam melayani masyarakat, pungkas Edi.

Agus Kuprit

Olahraga Bersama Pelajar Asal Papua di Mapolres Serang, AKBP Indra Gunawan: Olahraga Bermanfaat Untuk Kesehatan

Serang,Maspolin.id – Kepala Kepolisian Resort Serang AKBP Indra Gunawan bersama personel jajaran Polres Serang, Bhayangkari Cabang Serang beserta siswa/siswi pelajar asal Papua dan Papua Barat yang berada di wilayah hukum Polres Serang, menggelar olahraga bersama, dihalaman Mapolres Serang, Jum’at, (20/09/2019).

Pada kesempatan tersebut, Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan, mengatakan, olahraga bersama yang diikuti oleh siswa/ siswi pelajar asal Papua dan Papua Barat ini merupakan bentuk pelayanan, sekaligus memberikan rasa aman terhadap mereka (pelajar asal Papua-red).

“Ini kita lakukan untuk menjaga serta memberikan jaminan keamanan bagi para pelajar asal Papua. Selain olahraga dapat bermanfaat bagi kesehatan, mereka juga bisa lebih dekat dengan kami,” kata Kapolres Serang.

Kapolres Serang, menambahkan, memberikan pelayanan terhadap masyarakat merupakan tugas utama Kepolisian. Dalam hal ini Polres Serang khususnya akan terus mengedepankan dalam menjaga kamtibmas.

Untuk diketahui, sebelum olahraga bersama, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama dan langsung melaksanakan kegiatan olahraga bersama yang dipandu oleh 3 (tiga) orang instruktur Senam.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolres Serang, Waka Polres Serang, para Kabag Polres Serang, para Kasat Polres Serang, para Kapolsek jajaran Polres Serang, para Kasie Polres Serang, Ketua Bhayangkari Cabang Serang, para pengurus Bhayangkari Cabang Serang, para anggota Bhayangkari Cabang Serang, beberapa personel jajaran Polres Serang, beberapa perwakilan Guru Sekolah SMKN 1 Kragilan, SMAN 1 Ciruas dan SMAN 1 Petir dan siswa/ siswi pelajar asal Papua dan Papua Barat.

Orasi Mahasiswa UNBARI ke Gedung DPRD, Ini yang Segera Dilakukan Penegak Hukum

Orasi Mahasiswa UNBARI ke Gedung DPRD, Ini yang Segera Dilakukan Penegak Hukum

Jambi, Maspolin.id—Aksi tuntutan mahasiswa Unbari yang berlangsung didepan kantor DPRD provinsi Jambi pada pukul,12:00 wib berlangsung dengan damai, (18/09/2019)

Dalam aksinya mahasiswa langsung di sambut oleh wakil ketua DPRD provinsi Rocky Chandra, SE dan anggota DPRD Kamaludin Havis S.Ag, didampingi Kapolda Irjen.pol.Muklis AS. Hum beseta Kapolresta Kombes Dover di depan kantor DPRD.

Dalm aksinya, Mahasiswa juga mengusulkan agar pemerintah juga cepat dan tanggap untuk menindak lanjuti permasalahan yang cukup meresahkan masyarakat Jambi, bahkan mahasiswa meminta agar pemerintah melalui DPRD untuk memfasilitasi mahasiswa Unbari yang rela menjadi relawan.

Masih dalam Aksi tersebut, Ketua BEM Unbari menyampaikan beberapa Point tuntutan mereka :(1). Menuntut pemerintah provinsi Jambi menjabut ijin konsesi perusahaan perkebunan yang lahan terbakar, (2) Pemerintah Provinsi Jambi gagal melakukan penanganan Karhutla .(3) mendesak penegak hukum segera tuntas mengatasi pelaku karhutla (4) Mendesak pemerintah provinsi Jambi untuk melakukan pengobatan gratis korban asap disetiap rumah sakit pemerintah.

Atas tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa wakil ketua DPRD Provinsi Rocky Chandra,SE menyampaikan bantahannya kalau pemerintah provinsi dikatakan gagal, karena bupati dan wakil bupati di daerah semua terjun kelokasi seperti bupati dan wakil bupati Tanjabtim.

Atas dasar hukum, Kapolda juga terang menyampaikan kepada awak Media bahwa penanganan dan pelaku pembakaran yang terbukti baik dari Steckholder baik perseorangan akan ditindak tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, “ucapannya.

Kiantat

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

Empat Kasus Perdagangan Ilegal dengan Potensi Kerugian Negara Rp2,15 Miliar Diungkap...

Lampung Selatan, LAMPUNG – Maspolin.id|| Polda Lampung bersama jajaran mengungkap empat kasus dugaan kejahatan ekonomi dan perdagangan ilegal, mulai dari peredaran rokok tanpa pita...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.