TIM Lanal Banyuwangi Berhasil Bebaskan HIU Macan Dari Kolam Inlet PLTU Paiton

Lantamal V,Maspolin.id – Kerja keras anggota Lanal Banyuwangi, Lantamal V, Koarmada II, bersama tim PLTU Paiton selama kurang lebih 3 Minggu akhirnya berhasil melepaskan Ikan Hiu Paus keluar dari area Inlet Kanal PLTU Paiton Jawa Timur menuju perairan Paiton, Kamis (19/9).

Awal Kejadian pada tanggal 29 Agustus 2019 dimana seekor hiu paus terlihat di Inlet dua dan menghilang lagi selama dua minggu tidak muncul, tindakan yang diambil antara lain dengan cara
seblang menggunakan bambu dibelakang ekor ikan, namun usaha tersebut tidak bisa berhasil.

Dari hasil rapat dan pantauan selama dua minggu akhirnya diputuskan pengusiran ikan hiu dengan menggunakan rubber boat.

Komandan Lanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Yulius Azz Zaenal, S.H, M.Tr.Hanla, M.M memerintahkan Pasops Lanal Banyuwangi Kapten Laut (P) Agung Suhendro untuk bergerak bersama peraonel Posal Mayangan dan Paiton melkaukn proses evakuasi Ikan Hiu Tutul yang terjebak di kanal unit 5 PLTU Paiton.

Menurut Danlanal, usaha evakuasi Ikan hiu tersebut keluar kanal menuju laut lepas diperlukan metode metode khusus mengingat Ikan Hiu Jenis Hiu tutul ini merupakan jenis yang di Lindungi.

“karakter Hiu Tutul ini tidak terlalu responsif, maka dibutuhkan waktu yg cukup lama dengan persiapan yang matang dan juga teknik-teknik khusus agar Hiu Tutul yang terjebak ini sapat di evakuasi dengan aman dan selamat,” terangnya.

Atas kerjasama yang baik ini, akhirnya pada Kamis 19 September 2019 pada pukul 13.00 Tim evakuasi Ikan Hiu tutul yang terjebak dikanal unit 5 PLTU Paiton berhasil mengevakuasi ikan hiu tersebut dengan dalam kondisi ikan hiu selamat dan lepas kembali ke diperairan paiton.

Kapolres Bojonegoro Himbau Kepada Warga Pagar Nusa Cabang Bojonegoro

Bojonegoro,Maspolin.id – Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli, SIK. MH. M.Si. Menghimbau kepada seluruh dulur-dulur warga Pagar Nusa Cabang Bojonegoro untuk tidak melaksanakan konvoi baik sebelum, saat pelaksanaan dan sesudah pelaksanaan pengesahan warga Baru Tahun 2019.

” Kami tidak segan menindak bila himbauan saya tidak diindahkan. Himbauan ini juga berlaku untuk seluruh perguruan pencak silat dan organisasi masyarakat lainnya. Tutur Kapolres.

Diharapakan dalam giat pengesahan tahun ini Kapolres Bojonegoro berharap untuk bisa berkoordinasi dengan Polsek setempat untuk dilakukan pengawalan, seperti hanya dulur PSHT kemarin.

Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli, SIK. MH. M.Si. Juga Mengajak seluruh Perguruan di Cabang Bojonegoro agar bisa bersama sama Jogo Bojonegoro agar tertib aman dan damai.

JogoBojonegoroBareng2

WaniTertibHebat

Hastag yang tertera dalam Netizen disetiap publikasi di Facebook, WhatsApp, Insta Gram, dll.

Red.
Kusprianto.

Seks Bebas, Hancurkan Generasi Bangsa

Lampung,Maspolin.id – Salah satu tantangan di era globalisasi ini adalah krisis moral dan hancurnya generasi bangsa akibat seks bebas yang semakin marak terjadi di sekitar kita.

Bukan sesuatu hal yang asing lagi, saat ini banyak anak muda yang telah kehilangan cita-cita, visi dan semangat dalam hidupnya karena menjadi korban seks bebas yang semakin merajalela.

Berbagai data tentang problem generasi bangsa hari ini dapat kita lihat dari berbagai sumber, salah satunya dari laporan komisi perlindungan anak Indonesia (KPAI). Data ini sering sekali kita jumpai sebagai bahan renungan, meskipun data ini sudah lama.

Laporan KPAI dari survei yang dilakukannya tahun 2007 di 12 kota besar di Indonesia tentang perilaku seksual remaja sungguh sangat mengerikan. Hasilnya seperti yang diberitakan SCTV adalah, dari lebih 4.500 remaja yang di survei, 97 persen di antaranya mengaku pernah menonton film porno. Sebanyak 93,7 persen remaja sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas mengaku pernah berciuman serta happy petting alias bercumbu berat dan oral seks. Yang lebih menyedihkan lagi, 62,7 persen remaja SMP mengaku sudah tidak perawan lagi.

Bahkan, 21,2 persen remaja SMA mengaku pernah melakukan aborsi. Data ini dipublikasikan pada tahun 2007, 12 tahun yang lalu. Lantas bagaimana dengan kondisi hari ini?

Data Unicef pada tahun 2016 lalu juga menunjukkan bahwa kekerasan kepada sesama remaja di Indonesia diperkirakan mencapai 50%. Menurut peneliti pusat studi kependudukan dan kebijakan (PSKK) UGM, tingkat kenakalan remaja kenakalan remaja yang hamil dan melakukan upaya aborsi mencapai 58%. Tak hanya itu, bebagai penyimpanan remaja, seperti narkoba, miras dan berbagai hal lainnya menjadi penghancur generasi bangsa hari ini.

Direktur PKBI Lampung, Dwi Hafsah Handayani menyebutkan, 12 siswi SMP di satu sekolah di Lampung diketahui hamil tersebut, terdiri dari siswa di kelas VII, VIII, dan IX. Bahkan 20 Persen Pelanggan PSK adalah Pelajar SMA. Lihat (https://lampung.tribunnews.com/2018/10/02/12-siswi-smp-di-satu-sekolah-hamil-pkbi-20-persen-pelanggan-psk-adalah-pelajar-sma)

Sepanjang 2015, Dinas Kesehatan DIY mencatat ada 1.078 remaja usia sekolah di Yogyakarta yang melakukan persalinan. Dari jumlah itu, 976 diantaranya hamil di luar pernikahan.

Angka kehamilan di luar nikah merata di lima kabupaten/kota di Yogya. Di Bantul ada 276 kasus, Kota Yogyakarta ada 228 kasus, Sleman ada 219 kasus, Gunungkidul ada 148 kasus, dan Kulon Progo ada 105 kasus.

Data-data tersebut di atas hanya sebagian kecil dari data yang ada diberbagai provinsi dan kabupaten di Indonesia. Bahkan sangat muda kita temui diberbagai media sosial akan rusaknya moral generasi bangsa hari ini akibat pergaulan dan seks bebas.

Tidakkah kita gelisah dan ngeri melihat data-data ini? Bukankah ini bukti akan hancurnya generasi bangsa hari ini.

Tahukah kita, bahwa tegak dan kokohnya suatu bangsa sangat tergantung pada generasi mudanya. Hancurnya generasi muda menjadi awal runtuh dan hancurnya sebuah negara.

Beradab atau tidaknya suatu bangsa dapat dilihat dari perilaku dan moralitas pemuda nya. Semakin buruk adab dan perilakunya maka akan semakin hancur bangsa dan negaranya.

Menyikapi berbagai potret suram generasi hari ini, akan timbul pertanyaan “siapa yang harus bertanggung jawab? Tentu ini menjadi tugas semua pihak utamanya orang tua, guru, masyarakat dan bahkan Negara.

Sebagai sebuah solusi, menurut saya bahwa probem yang di hadapi generasi muda hari ini utamanya para pemuda muslim, mereka harus tersadarkan untuk kembali kepada agamanya (Islam). Menjadikan Islam sebagai jalan hidup dan Al-Qur’an serta Hadits Rasulullah sebagai petunjuk dalam menjalani kehidupan seharinya.

Jauhnya generasi hari ini dari agamanya menjadi sumber hancurnya moral dan akhlak mereka. Sebab, mereka tidak lagi ditopang dengan prinspi-prinsip yang kuat yang dibangun di atas landasan Al-Qur’an dan Sunnah.

Kehilangan prinsip dalam hidup, maka setiap generasi akan kehilangan ruh, semangat dan cita-cita dalam hidupnya. Kehancuran demi kehancuran akan semakin melanda pada dirinya.

Menjadi tanggungjawab semua pihak untuk menyadarkan generasi hari ini agar kembali kepada agamanya. Membuat mereka bangga sebagai generasi muslim dan mereka terang dalam melihat sejarah kejayaan dan kegemilangan generasi terdahulu.

Sejarah telah mencatat generasi terdahulu dengan tinta emas akan kehebatan dan kejayaan mereka. Tak akan baik generasi hari ini sebelum mereka mengikuti apa yang telah di lakukan oleh generasi terdahulu. Olehnya itu, Imam Malik bin Anas mengatakan.

“Tidak ada yang dapat memperbaiki generasi akhir umat ini, kecuali apa yang telah memperbaiki generasi awalnya.”


Bulukumba, 19 September 2019

Penulis: Muhammad Akbar, S.Pd
(Penulis Buku, Teacher, Founder www.mujahiddakwah.com dan Pendiri Madani Institute – Center For Islamic Studies)

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Target Besar, TNI dan Warga Terus Kebut Pengecoran Jalan TMMD

BOYOLALI ,Maspolin.id – Menyusul salah satu sasaran fisik TMMD Reguler ke-106 Kodim 0724/Boyolali, yakni pengecoran jalan targetnya cukup besar, yakni panjang 3 Km lebih dengan lebar 3 Meter, TNI dan warga terus kebut pekerjaan tersebut mulai dari Pra TMMD.

Menurut Pasiter Kodim Boyolali, Kapten Inf. Kamami, salah satu sasaran fisik utama TMMD dengan sasaran Desa Sangup, Kecamatan Tamansari adalah pengecoran jalan sepanjang 3 Km. ”Karena targetnya cukup besar untuk sasaran fisik pengecoran jalan langsung kita kebut sejak Pra TMMD,” jelasnya.

Dengan cara itu diharapkan semua target fisik yang sudah diprogramkan di TMMD Reguler ke-106 dapat selesai sebelum TMMD ditutup. ”Melihat progres yang ada kami optimis semua sasaran fisik akan rampung semua, termasuk sasaran non fisik akan berjalan sesuai program,” jelas Kapten Kamami. (Pendim 0724/Boyolali)

”Kalau Tidak ada TMMD, Kami Tidak Akan Bisa Kerja dan Makan Bersama TNI”

Boyolali,Maspolin.id – BISA dimaklumi, jika warga Desa Sangup, Kecamatan Tamansari, Boyolali boleh dikata jarang bahkan tidak pernah sama sekali merasakan bagaimana kerja dan makan bareng TNI.

Bahkan beberapa diantara warga setempat mengaku jika selama ini enggan untuk bergaul dengan TNI karena takut, ”yang jelas takut, mendengar nama Tentara, bayangan kami seorang TNI adalah sosok yang galak, suka membentak,” ujar Muslikin (42) salah satu warga Desa Sangup kepada Tim Pendim Boyolali.

Hanya, papar Muslikin yang diamini oleh warga lainnya, setelah kumpul beberapa hari dengan sejumlah Tentara dari Kodim Boyolali, ternyata bayangan warga Desa Sangup terhadap sosok Tentara berbalik seratus delapan puluh derajat, ”ternyata Pak Tentara itu orangnya baik-baik, suka berbagai pengalaman dan ilmu. Yang jelas, mereka (para Tentara tidak pernah membeda-bedakan.

Nyatanya kumpul dengan warga pedesaan seperti kami,” tambah Muslikin.

Sutaryo (52), warga lainnya mengaku, ”sewau nggih wedi menawi ngertos Tentara. Sakniki biasa wong Pak Tentara tiyange sae-sae, semanak (semula ya takut kalau tahu tentara. Sekarang bisa, orang Pak Tentara orangnya baik-baik, ramah -Red),” paparnya.

Dia mengaku, sejak ada Pak Tentara membangun desanya, dirinya selalu rajin ke lapangan bekerja bareng TNI dan warga lainnya.

Terus Sosialisasi

Adalah Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil Musuk, Sertu Rosyid, yang desa binaannya meliputi Desa Sangup, menyatakan bahwa sejak jauh-jauh hari terus mensosialisasikan terkait pelaksanaan TMMD Reguler ke-106 Kodim Boyolali di Desa Sangup.

Dengan cara itu, warga menjadi paham sehingga mereka menyambut dengan antusias, ”kami dor to dor terus mensosialisasikan kegiatan TMMD sehingga warga sudah paham dan menyambutnya dengan antusias,” jelasnya.

Tidak hanya pengakuan sepihak, sejumlah warga juga menyatakan sangat senang dan siap untuk terlibat di semua kegiatan TMMD.

”Kami sangat senang dengan adanya TMMD di desa kami, karena meang pak Tentara orangnya baik-baik dan ramah. Justru merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami warga Desa sangup.kalau tidak ada TMM belum tentu kami-kami bisa kerja bareng TNI,” terang Sarmidi (53) salah satu tokoh masyarakat Desa Sangup.

Menurutnya, tidak hanya kaum pria saja yang menyambut antusias pelaksanaan TMMD Reguler dari Kodim Boyolali itu. Melainkan kaum mak-mak tidak mau ketinggalan untuk mengambil peran, yakni ikut menyediakan logistik berupa makanan ringan, teh maupun kopi bagi TNI dan warga yang sedang bekerja di sasaran fisik TMMD.

Secara pribadi, Sutaryo maupun Sarmidi mengaku kagum dengan kehadiran banyak sosok Tentara di Desa Sangup.

Anggapannya selama ini, yang namanya sosok Tentara itu hanyalah ahli di bidang perang, ternyata keliru. Para Tentara Kodim Boyolali ternyata mahir mengoperasionalkan bego maupun mesin pengaduk semen ( molen).

”Justru kami-kami belajar dari pak Tentara bagaimana membuat adukan untuk cor yang baik dengan menggunakan mesin molen,” pungkas Sutaryo. (Pendim 0724/Boyolali)

Merenda Asa Bagi Warga di Puncak Gunung Merapi

Boyolali, Maspolin.id – APA yang dilakukan oleh jajaran Kodim 0724/Boyolali di gelaran TMMD Reguler ke-106 dapat dikata “menantang” pekerjaan. Kenapa harus memilih Desa Sangup, Kecamatan Tamansari yang berada di puncak Gunung Merapi (hanya berjarak 4 Km dari puncak -Red) ? Sementara jika ingin memilih aman, mestinya bisa saja memilih desa yang akan dijadikan sasaran TMMD yang medannya tidak ekstrim dan dekat dengan Makodim.

Dandim 0724/Boyolali, Letkol Kav. Herman Taryaman mengemukakan, untuk menentukan desa sasaran TMMD Reguler ke-106 sudah melalui studi, survey yang matang, sehingga apa yang dilakukan TNI jajarannya di momen TMMD azas manfaat bagi warga benar-benar tinggi.

”Salah satu pertimbangan menentukan pilihan Desa Sangup sebagai sasaran adalah, desa itu terletak di puncak Merapi sehingga dimungkinkan minim tersentuh pembangunan. Tentu masih banyak faktor pertibangan lainnya.”

Konsekuensinya, lanjut Dandim Herman, jarak desa sasaran dari Makodim cukup jauh. Belum lagi untuk menuju ke desa itu medannya cukup ekstrim sehingga membutuhkan energi lebih untuk mewujudkan sukses pelaksanaan TMM yang secara resmi akan dibuka tanggal 2 Oktober mendatang itu.

”Tidak apa-apa, ibarat kepalang basah, sekali berbuat untuk rakyat harus skala prioritas rakyat yang benar-benar membutuhkan,” tandas Letkol Kav. Herman Taryaman.

Ekstrim

Untuk menuju Desa Sangup, desa sasaran TMMD Reguler ke-106 Kodim Boyolali, memang medannya benar-benar menantang. Harus melewati jalan sempit dengan turunan dan tanjakan yang tajam, sementera di kanan kiri jalan terdapat jurang yang curam.

”Ini tugas Komando, tentu kami harus penuh tanggung jawab untuk menyukseskannya. Meski medannya sangat ekstrim,” ungkap Serda Iwan, salah satu anggota Satgas jurnalis lapangan, TMMD.

Belum lagi, lanjut Serda Iwan, udara di Desa Sangup benar-benar dingin dan itu terasa sejak mulai pukul 15.00 WIB. Meski matahari bersinar cerah, udaranya sangat dingin,” paparnya.

Sementara itu Pasiter Kodim Boyolali, Kapten Inf. Kamami, tidak membantah jika salah satu tantangan menggelar TMMD Reguler di Desa Sangup adalah dinginnya udara.

”Udara benar-benar dingin menyengat, jika tidak ingin repot harus membawa jaket yang tebal jika ingin menginap di desa sasaran TMMD Kodim Boyolali,” ungkapnya.

Padahal, lanjut Kapten Kamami, di TMMD reguler nantinya para prajurit anggota Satgas TMMD wajib tinggal di rumah-rumah warga desa sasaran. Semua itu demi manunggalnya para anggota Satgas dengan warga setempat.

Dikatakan, dinginnya udara di desa sasaran TMMD sudah disosialisasikan kepada para prajurit Satgas TMMD, dan bagi prajurit tentu akan menyesuaikan dengan apa-apa yang perlu dipersiapkan.
Adalah Kepala Desa Sangup, Triyono dan warganya yang menyambut antusias pelaksanaan TMMD Reguler dari Kodim Boyolali itu. Menurutnya, semua anugerah tersendiri menyusul desanya dijadikan sasaran TMMD dimana nantinya akan banyak pembangunan baik fisik, maupun penyuluhan-penyuluhan.

”Terimakasih Pak Tentara yang telah menjadikan desa kami sebagai sasaran TMMD, tentu nanti warga akan maksimal membantu, terlibat di semua kegiatan TMMD baik fisik maupun non fisik,” paparnya. (Pendim 0724/Boyolali)

Polwan Brimob Nusantara Ikuti Latihan Anti Anarkis

Bogor,Maspolin.id – Bertempat di lapangan Multifungsi Satuan Latihan Korbrimob Polri, Cikeas Bogor, Jawa Barat, Kamis (19/9). Telah dilaksanakan kegiatan Upacara Pembukaan Pelatihan Kompi Anti Anarkis Gabungan Polwan Brimob Nusantara.

Kegiatan yang dihadiri oleh para pejabat utama Korbrimob Polri tersebut secara resmi di buka langsung oleh Komandan Korps Brimob Polri Irjen Pol. Drs. Anang Revandoko.

Sebanyak 99 personel Polwan gabungan dari Korbrimob Polri dan Satuan Brimob Polda ini nantinya akan mengikuti pelatihan Anti Anarkis selama 10 hari, terhitung mulai tanggal 19-28 September 2019.

Dankor Brimob Polri berharap kepada seluruh peserta latihan agar dapat mengikuti setiap rangkaian dengan sungguh-sungguh, sehingga nanti dapat diimplementasikan di satuan khususnya dalam menanggulangi massa anarkis.

Hum/Lilik.s

Brimob Kaltim Bantu Satwil Polres PPU dan BPBD PPU Padamkan Karhutla di Kab. PPU

PPU,Maspolin.id – Kebakaran hutan dan lahan masih terus terjadi di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara Kalimantan Timur. Kondisi hutan dan lahan yang mengering diperparah angin kencang yang kerap bertiup di wilayah PPU, memudahkan lahan mudah terbakar.

Kebakaran hutan dan lahan, kembali terjadi di wilayah Desa Giripurwa Kabupaten Penajam Paser Utara Kalimantan Timur, Rabu (18/09). Meski masyarakat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, api sulit ditaklukan karena kondisi angin kencang yang melanda wilayah itu.

Anggota Batalyon A Pelopor SAtbrimob Polda Kaltim yang dipimpin Bripka Slamet Widodo yang berstatus BKO Polres PPU dalam satgas Pemadamann Karhutla langsung menuju ke TKP dan bersama anggota Polres PPU serta BPBD PPu bantu masyarakat untuk memadamkan hutan dan lahan yang terbakar.

Mendengar informasi dari anggota di lapangan Danyon A Pelopor Satbrimob Polda Kaltim AKBP Gunawan Tri Laksono mengatakan, “Kebakaran di wilayah Giripurwa Kab. PPU diduga disebabkan pengendara yang membuang puntung rokok saat melintas di areal kering.”

“Karena di sekitar itu tidak ada petani yang sedang mengerjakan kebun, sehingga kuat dugaan api berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh pengendara baik sepeda motor ataupun mobil,” ujar AKBP Gunawan

Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol Mulyadi, S.I.K. menanggapi bahwa kecepatan bertindak dan koordinasi yang solid terbukti mampu mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Giripurwa Kabupaten Penajam Paser Utara Kaltim

“Kami berharap agar masyarakat sadar akan pentingnya melestarikan hutan dan lahan, selain itu membakar hutan atau lahan baik sengaja maupun tidak dapat menimbulkan asap dan polusi udara sehingga menyebabkan berbagai penyakit seperti gangguan pernafasan. Mari kita bersama-sama menjaga dan memelihara lingkungan demi masa depan anak cucu kita agar terhindar dari bencana.” ungkap Kombes Mulyadi

Hum/Lilik.s

Prajurit Yonmarhanlan V Ikuti Teaterikal Peristiwa Perobekan Bendera Di Hotel Majapahit

Lantamal V,Maspolin.id – Satu pleton prajurit Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan V ), Lantamal V Surabaya yang dipimpin oleh Letda Marinir Sri Hari mengkuti refleksi 74 tahun perobekan bendera yang digelar di depan Hotel Mojopahit Jln.Tunjungan Surabaya, Kamis (19/9).

Prajurit petarung ini, berbaur dengan ribuan warga Surabaya lainnya yang terdiri dari para veteran, dan generasi muda menggelar aksi teaterikal perobekan bendera Belanda, menjadi bendera merah putih di Hotel Majapahit (Hotel Yamato kala itu).

Teaterikal ini menjadi refleksi 74 tahun silam, tepatnya pada 19 September 1945, ketika arek-arek Surabaya merobek warna biru bendera Belanda yang dikibarkan di Hotel Yamato, Surabaya.

Arek-arek Surabaya kala itu murka dengan tentara Belanda yang dianggap melakukan pengibaran bendera secara semena-mena. Padahal saat itu Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaan. Peristiwa ini juga menjadi pemicu peristiwa 10 November 1945, yang saat ini diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berharap, teaterikal yang disajikan bisa menjadi pemicu semangat generasi muda Surabaya. Yakni untuk lebih mengenal sejarah para pejuang di masa lalu, sehingga sifat gigih dan berani yang diwariskan para pahlawan, bisa dimiliki generasi muda.

“Ya sebetulnya ini pemicu semangat untuk anak-anak supaya mereka tidak kenal takut dan tidak pernah ada kata menyerah,” ujar Risma seusai menyaksikan teaterikal tersebut.

Wali kota perempuan pertama di Kota Pahlawan itu pun mengaku senang dengan keterlibatan dan antusiasme yang ditunjukan generasi muda Surabaya dalam kegiatan tersebut. Situasi ini menandakan, semangat semangat para pahlawan sudah terbentuk dan terbangun di dalam jiwa anak-anak muda Surabaya.

“Saya berharap ini terus karena mereka akan bertempur di perang sesungguhnya yaitu memerangi kemiskinan dan kebodohan. Ini harus terus kita gelorakan supaya mereka tidak kenal kata menyerah,” ujar Risma.

Risma mengingatkan, tantangan generasi muda ke depan sangatlah berat. Apalagi pada 2020 generasi muda Indonesia akan bertempur menghadap pasar bebas World Trade Organization (WTO). Artinya mereka akan bersaing dengan generasi muda dari seluruh dunia.

“Kalau mereka hanya dibekali pintar, tidak ada daya juang, mereka juga akan gampang menyerah. Padahal saat itu (dahulu) kan kita berjuangnya setengah mati untuk mempertahankan ini. Jangan sampai kita jadi penonton di kota kita sendiri. Mereka lah yang nanti akan mengelola kota ini,” kata Risma.

Maka dari itu Risma ingin terus memompa semangat juang anak-anak muda Surabaya. Sehingga semangat para pahlawan yang dahulu berjuang dengan segala keterbatasan bisa diwarisi generasi muda saat ini. Menurutnya, jika semangat tersebut sudah terbentuk dari kecil, maka generasi muda tidak akan mudah menyerah.

Sementara itu Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Surabaya, Hartoyik mengharapkan agar para pemuda bisa memaknai peristiwa perobekan bendera ini dengan baik dan benar, karena penuh pengorbanan serta cucuran darah dan air mata.

“Dengan peristiwa perobekan bendera ini, wujud untuk ibu pertiwi yang 350 tahun dijajah, peristiwa ini bagaikan mercusuar yang tetap bersinar.

Satbrimob Polda Banten, Takziah dan Turut Berdukacita Kepada Keluarga Iptu Asep Mulyadi

Banten,Maspolin.id – Kabupaten Lebak. Salah satu anggota Satuan Brimob Polda Banten berduka atas meninggalnya mertua dari Iptu Asep Mulyadi, alamat duka di Kampung Cipalasari Garing, Kabupaten Lebak, Rabu (18/09/19).

Ditempat terpisah, Komandan Satuan Brimob Polda Banten Kombes Pol Reeza Herasbudi, mengatakan, yaitu takziah adalah merupakan kewajiban bagi setiap muslim kepada muslim yang lain dan orang yang meninggal dunia berhak atas hak takziah. Dapat kita ketahui bersama, bahwasanya hak orang Islam yang lain ada lima, yaitu menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengantar jenazah, menghadiri undangan, dan mendoakan orang yang bersin.

“Dengan takziah dapat menciptakan hubungan silaturrahmi yang lebih erat antara keluarga yang mengalami musibah kematian dengan orang yang bertakziah,” tutur Kombes Pol Reeza, Kamis, (19/09/19).

“Kami keluarga besar Satuan Brimob Polda Banten, turut berdukacita dan berbelasungkawa. Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa tabah dan sabar,” ucap Kombes Pol Reeza Herasbudi.

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

Empat Kasus Perdagangan Ilegal dengan Potensi Kerugian Negara Rp2,15 Miliar Diungkap...

Lampung Selatan, LAMPUNG – Maspolin.id|| Polda Lampung bersama jajaran mengungkap empat kasus dugaan kejahatan ekonomi dan perdagangan ilegal, mulai dari peredaran rokok tanpa pita...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.