Palaksa Lanal Yogyakarta Hadiri Pelantikan Perwira Niaga AMY

Lantamal V,Maspolin.id – Perwira Pelaksana (Palaksa) Lanal Yogyakarta Letkol Laut (P) R. Haryo Wiji Pratomo, S.H. M. Mar Stud mewakili Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Yogyakarta, Lantamal V, Koarmada II, Kolonel Marinir Bambang Adriantoro menghadiri Wisuda Taruna Taruni Ahli Madya Diploma III di ruang Holl Kampus Akademi Maritim Yogyakarta (AMY), Sleman, Yogyakarta kemarin.

Wisuda 243 orang lulusan Taruna Taruni AMY ini dipimpin oleh Direktur AMY Dr. Wegik Pratama M. Pd. dengan Ispektur upacara kepala LDKTI DIY.

Pada kesempatan itu juga dilajukan Peresmian peningkatan AMY menjadi Sekolah Tinggi Maritim Yogyakarta (STIMARYO) serta ditampilkannya atraksi ketrampilan marching band serta atraksi lainya.

Selesai upacara wisuda, para pejabat undangan berkesempatan untuk berkunjung dan mencoba salah satu ruang praktek berteknologi terkini yakni ruang nautik dan teknik mesin kapal yang biasa digunakan para taruna taruni jurusan nautika dan teknik untuk belajar praktek.

Laboratorium ini dapat digunakan layaknya bertugas di kapal serta para pejabat undangan berkesempatan melihat bengkel tempat berbagai peralatan praktik disimpan.

Tampak pejabat undangan terlihat sangat antusias mendapat informasi dari pihak AMY seputar navigasi dan teknik kapal serta dunia kemaritiman secara umum.

Selain dihadiri pejabat undangan, hadir pula  Kepala Kopertis V Kemenristek Dikti dan Kopertis V juga dihadiri para Direktur sekolah Kemaritiman dari Surabaya dan Semarang serta orang tua dan keluarga para wisudawan serta Pembina/Pamong Taruna Taruni AMY dari Lanal Yogyakarta, Serma Nav Sutrisna.

Kadispen Mayor Rohman Arif

Danlanal Semarang Hadiri Wisuda Politeknik Bumi Akpelni

Lantamal V,Maspolin.id – Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Semarang, Lantamal V, Koarmada ll, Kolonel Laut (P) Musleh Yadi menghadiri Wisuda ke-44 Politeknik Bumi Akpelni yang digelar di Lapangan Plasa Kampus Politeknik Bumi Akpelni kemarin.

Politeknik Bumi Akpelni Semarang mewisuda 214 Taruna/ni. Dari jumlah tersebut, 31 orang diantaranya Taruna Jurusan Nautika, 47 Taruna Jurusan Teknika dan 136 Taruna jurusan Tatalaksana.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Wiyata Dharma, H. Soenarto Selaku Inspektur Upacara mengatakan bahwa pengembangan ilmu kemaritiman tidak cukup hanya dilakukan oleh lembaga pendidikan, melainkan harus juga didukung oleh semua pihak yang bersinergi.

Selain itu, ilmu pengetahuan juga harus dapat dimanfaatkan bagi peningkatan taraf kehidupan masyarakat.

Dengan bekal Karakter dan Ilmu Mumpuni dibidang maritim lanjutnya, wisudawan Politeknik Bumi Akpelni siap bersaing di bidang Kemaritiman baik di Nasional maulun Internasional.

Tampak hadir dalam upacara Wisuda 44 antara lain Ketua Umum Yayasan Wiyata Dharma Dr. Capt Sri Untung, M.Mar, Direktur Politeknik Bumi Akpelni Capt Cahya Fajar Budi Hartanto M, Mar Msi, dan seluruh tenaga pendidik dijajaran Politeknik Bumi Akpelni Semarang.

Kadispen Mayor Rohman Arip

Mayat Membusuk Gegerkan Warga Desa Nglampin

Bojonegoro,Maspolin.id – Warga Dsn. Mundu Ds. Nglampin Kec. Ngambon Kab. Bojonegoro Jawa Timur, digegerkan dengan penemuan mayat sudah membusuk di Petak Hutan 69 – A RPH Mundu BKPH Ngampel KPH Padangan Turut Desa Nglampin Kecamatan Ngambon. Minggu 15 September 2019.

Informasi dari petugas peristiwa itu diketahui pertama oleh SADAK yang saat itu keluar dari rumah berniat untuk mencari kayu bakar, pada saat berada di jalan poros desa tepatnya di Petak Hutan 69 – A RPH Mundu BKPH Ngampel KPH Padangan turut Dsn. Mundu Ds. Nglampin Kec. Ngambon Kab. Bojonegoro, melihat adanya 1 (satu) sepeda motor Merk Honda Vario, Nwarna hitam, No.Pol: S-2652-AI di dalam hutan.

Selanjutnya ketika didatangi oleh saksi melihat bahwa dengan jarak sekira 5 m ada seseorang yang tengkurap di tanah, selanjutnya dilakukan pengecekan diketahui bahwa orang tersebut sudah meninggal, kemudian saksi Sdr. SADAK melaporkan penemuan tersebut kepada AGUS RONI JAYA selaku Kepala Desa Nglampin untuk selanjutnya melaporkan ke Polsek Ngambon, untuk selanjutnya mendatangi TKP dan melakukan pengecekan atas informasi tersebut, guna proses Penyelidikan lebih lanjut.

Adapun Korban Bernama SUGIK’ONO, TTL Bojonegoro 26 Maret 1970, Umur 49 tahun, Agama Islam, Jenis kelamin Laki-laki, Pekerjaan Staf Perhutani KPH Bojonegoro, Kewarganegaraan Indonesia / Jawa, alamat Dsn. Ngulan Ds. Ngadiluwih Rt. 05 Rw. 01 Kec. Ngasem Kab. Bojonegoro.

Menurut keterangan dari Saksi NGADI selaku mertua korban bahwa korban pamit meninggalkan rumah pada hari Sabtu tanggal 14 September 2019 sekira jam 10.00 WIB, untuk mencari bibit Pohon Glirisidi, yang nantinya akan digunakan sebagai bahan persemaian stek di wilayah Perhutani KPH Bojonegoro, dan hal tersebut dibenarkan oleh EKA WIDIYANTO selaku Kepala BKPH Nglambangan yang merupakan atasan tempat korban bekerja,, namun sampai malam hari tidak pulang sehingga telah ditemukan meninggal dunia, sehingga diduga korban meninggal akibat Kelelahan.

Dari hasil identifikasi selanjutnya Petugas mengamankan barang Bukti berupa

  1. 1 (satu) unit motor Merk Honda Vario 125, Warna Hitam, No.Pol.: S-2652-AI beserta Kunci Kontak,
  2. 1 (satu) buah dompet warna hitam, 1 (satu) buah KTP atas nama SUGIK’ONO,
  3. 1 (satu) buah ATM BRI nomor 5221 8430 5850 4742,
  4. 1 (satu) buah kartu LMDH atas nama SUGIK’ONO,
  5. 1 (satu) lembar STNK, No.Pol.: S-2652-AI, 1 (satu) lembar STNK, No.Pol.: S-2081-BU,
  6. 1 (satu) lembar uang tunai Rp. 50.000,00,
  7. 1 (satu) buah topi, warna kuning, bertuliskan JEEP,
  8. 1 (satu) buah Hhp Merk Realme, type RMX1941, warna biru.

Setelah teridentifikasi semua selanjutnya Petugas menyerahkan Korban Kepada Keluarga Untuk di makamkan.

Agus Kuprit

WARGA ASAL ACEH DIPAKSA JUAL KEBUN ORANG TUA DAN DIBAWA KE KEDIRI UNTUK BERGABUNG DENGAN PT Q-NET. KISAH KORBAN Q-NET (PART 11)

Lumajang,Maspolin.id – Seolah-olah tidak ada habisnya laporan para korban PT Qnet yang menceritakan pengalaman pribadinya tentang kasus penipuan berkedok “kerja mudah gaji 3Jt”.

Sebuah akun facebook bernama @Hellen27_07 yang diposting ke facebook group Sahabat M.A.S yang mengaku berasal dari Aceh menceritakan pengalamannya tentang musibah bergabung dengan PT Qnet.

Dirinya menceritakan bahwa ia diajak temannya untuk bergabung dengan PT Qnet di Kab Kediri. Seperti biasa, modus yang dilakukan selalu sama yakni adanya lowongan kerja sebagai pendata barang dengan gaji 3Jt per bulan “jika dipikir logika, siapa yang tidak tergiur dengan pekerjaan sepele namun gajinya cukup besar” tulisnya.

Menurutnya “korban nya banyak pak, bukan cuma saya dan cerita kami sama seperti yang korban lain rasakan. saya di paksa menjual kebun orang tua saya pak, sampai orang tua saya hampir cerai pak dan saya di musuhin sama semua keluarga saya” tulusnya.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH, SIK, MH, MM pria dari makassar ini mengatakan bahwa pihaknya akan terus mendalami kasus tersebut “Di media social baik Facebook Twitter maupun Instagram, berita ini benar benar menjadi trending topic. Saya berharap kepada para korban agar melaporkan dan membawa bukti penipuan ke markas Cobra Polres Lumajang untuk memperkuat bukti-bukti yang kami perlukan.

Saya meminta doa kepada masyarakat Indonesia agar kasus ini dapat kita bongkar sampai tuntas” terang pria lulusan S3 Universitas Padjajaran angkatan tahun 2010 bidang hukum bisnis.

Gondrong/Hasran

TIPU DAYA BISNIS SKEMA PIRAMIDA QNET SASAR MAHASISWA, INILAH KISAH KORBAN Q-NET (part 10)

Lumajang,Maspolin.id – Kapolres mensosialisasikan terkait bahayanya bisnis perdagangan model piramida kepada mahasiswa STIE Wisya Gama Lumajang karena Kasus money game model ini telah menelan banyak sekali korban diseluruh Indonesia. Dengan berbagai cara senior Qnet merekrut anggota baru.

ternyata salah satu mahasiswi bernama Fanny pernah tertipu oleh senior Qnet pada bulan februari 2019 dengan modus diawali dengan penipuan.

Fanny warga Dusun Kebonan Kec Pasirian menjelaskan bahwa dirinya pernah menjadi korban dari bisnis Qnet saat berada di Surabaya. Dirinya mengaku diarahkan ke gedung Pakuwon Center lantai atas untuk mendapat presentasi dari 2 orang senior Qnet bersama banyak orang rekrutan baru lainnya.

Fanny yan kala itu tidak memiliki uang disarankan untuk menggadaikan barang dan menjual semua perhiasannya untuk membeli sebuah prodak dari Qnet seharga 10Jt. Fanny menjelaskan dirinya juga dipaksa untuk segera merekrut orang dengan cara yang sama yakni menawarkan pekerjaan sebagai pendata barang dengan gaji 3Jt per bulan.

Fanny yang merasa tertipu mencari cara untuk kabur dari tempat itu. Dirinya melarikan diri dibantu dengan ibu Kosnya di Surabaya dan diantarkan ke terminal agar dapat kembali pulang.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH menjelaskan “Bisnis dengan skema system piramida sangat rentan dijadikan model money games atau permainan uang.

Kalaupun ada barang, sebenarnya penjualan barang hanyalah sebagai kedok belaka. dalam konsep skema piramida, secara teoritis yang menang maksimal hanya 13 % dan yang kalah 87 %.

Makanya model bisnis skema piramida dilarang di banyak negara di dunia karena sangat berbahaya“ ungkap Arsal yang merupakan alumnus S3 Universitas Padjajaran Bandung angkatan 2010 bidang hukum bisnis.

Menurut Galih salah satu peserta dalam kegiatan ini mengungkapkan “saya berterima kepada pak Kapolres atas pengetahuan terkait money game dengan model bisnis piramida, karena sebelumnya saya tidak tau sama sekali terkait money games”. Kata galih.

Gondrong/Hasran

PAHIT ITU TAK SELAMANYA – BEBAS DARI PASUNGAN

Oleh: Bripka Bon Ali

28 tahun lamanya, kang Maman menikmati indahnya dalam kungkungan kayu berlobang 2 yang menjepit kedua kakinya. Terbiasa dalam batas gerak menuruti kehendak kedua orang tuanya.Mungkin awalnya sedih, duka dan nestapa. Dalam benaknya bertanya kenapa kang Maman diperlakukan demikian.Menurut kedua orang tuanya kang Maman mengalami gangguan mental. Sehingga dia di pasung, karena dikhawatirkan membahayakan orang lain.

Kebiasaan dan tingkahnya yang berbeda dengan orang pada umumnyalah yang menyebabkan dia dipasung.Usaha dan upaya yang dilakukan oleh kedua orang tuanya telah dilakukan, kwmana saja, baik dokter, psikiater maupun orang pintar.Hingga 28 tahun lamanya, dalam kekangan itu kang Maman berusaha tabah, dan berusaha mendengarkan suara ayat suci yang sering diperdengarkan di masjid dekat rumah tinggalnya.Dan pada akhirnya karena terbiasa dia jadi pandai mengaji Genap 28 tahun akhirnya kami menemukan dan mendapat informasi itu. Akhirnya kami datangi, sambangi dan kita berusaha membujuk keluarganya agar melepaskannya.

Semoga kehadiran kami, silaturahmi kami barokah yang hadir, kedamaian yang datang.Tak ada lagi pemasungan, Karena sesungguhnya kasih sayanglah yang mwn jadikan semua menjadi tentram.

Pengendara Dan Penumpang CBR 150 Terluka, Usai Terlibat Kecelakaan Dengan L300

Jombang,Maspolin.id – Sepeda motor Honda CBR 150 terlibat kecelakaan dengan kendaraan Pick Up L300 bermuatan sayuran, di Jalan Raya Dusun Kemiri, Desa Karangwinongan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (14/9/2019) malam, sekitar pukul 18.00 WIB. Akibatnya, pengendara sepeda motor dan penumpangnya mengalami luka pada bagian kaki.

Korban luka, diketahui bernama David Pradayanto (33) pengendara sepeda motor dan Wahyuni (29) penumpangnya. Keduanya, merupakan sepasang suami istri asal Jl Kuntjoro RT/RW 04/01, Desa Penggaron, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang.

Kanit Lakalantas Polres Jombang, Iptu Sulaiman mengatakan, kecelakaan bermula saat David Pradayanto yang mengendarai sepeda motor Honda CBR 150 nopol S 4278 O berboncengan dengan wahyuni, berjalan dari arah utara melaju keselatan dengan kecepatan tinggi. Begitu tiba dilokasi kejadian, pengendara sepeda motor mendahului kanan kendaraan lain.

Namun pada saat mendahului, pengendara sepeda motor kurang memperhatikan arus lalu lintas didepanya, sehingga menabrak bagian depan samping kanan kendaraan Mitsubishi Pick Up L300 nopol AG 8631 DD yang berjalan dari arah berlawanan, dari arah selatan melaju ke utara. Akibatnya, pengendara dan penumpang sepeda motor terjatuh, hingga mengalami luka patah tangan dan kaki.

“Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini, namun David dan Wahyuni mengalami luka cukup serius dan harus menjalani perawatan intensif di RSUD Jombang. Penyebab kecelakaan, diduga korban kurang berhati-hati saat mendahului kendaraan didepannya,” kata Iptu Sulaiman.

Lanjut Sulaiman, sedangkan pengemudi pick up L300 yaitu Fernanda Adi Saputra (21), warga Dusun/Desa Plaosan RT/RW 019/05, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, tidak mengalami luka.

Peristiwa itu, ditangani petugas Polisi dari Unit Laka Satlantas Polres Jombang dan Polsek Mojoagung. Usai melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari sejumlah saksi, kendaraan L300 dan motor CBR 150 yang ringsek dievakuasi dari lokasi kecelakaan.

“Kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan sudah kita amankan di Satlantas Polres Jombang sebagai barang bukti, untuk penyidikan lebih lanjut,” pungkas Iptu Sulaiman.

Jajang

CUCI OTAK ALA Q-NET KISAH KORBAN Q-NET (PART 9)

LUMAJANG,Maspolin.id – Kisah ini ditulis oleh sebuah akun Facebook yang bernama @Azizwangsalan. Ia menuliskan kisah pilu salah satu keluarganya tersebut yang bergabung di PT Q-NET yang di posting ke Facebook Group ‘Sahabat M.A.S’. Dalam ceritanya, ia menjelaskan bahwa adik kandungnya yang baru saja keluar dari bangku sekolahan awalnya diajak oleh seseorang untuk bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang ekspor dan impor di daerah Cikarang.

Saat itu, sang penulis masih belum curiga akan perusahaan tersebut. Namun kejanggalan mulai muncul ketika sang adik meminta uang sebesar 8 juta Rupiah kepadanya dengan alasan untuk biaya training ke Jogjakarta dan pembelian seragam.

Sang penulis yang saat itu bekerja sebagai TKI di Korea Selatan hanya menyanggupi permintaan sang adik sebesar 6 juta Rupiah.

Sang penulis pun semakin curiga lantaran sang adik meminta sepatu dan juga laptop untuk dikirimkan kepadanya dengan alamat di daerah Bekasi, padahal saat itu sang adik mengaku sudah berangkat ke Jogjakarta.

Seminggu berselang, sang adik meminta transferan uang lagi dengan alasan untuk membayar kontrakan satu tahun. Sang penulis pun bercerita bahwa dari sini dirinya sudah tak percaya, lantaran awalnya sang adik mengaku melaksanakan training di Jogja selama 3 bulan padahal pabriknya berada di Bekasi.

Karena sudah tak dipercayai oleh sang kakak, si adik pun akhirnya sering merengek minta transfer uang ke orang tuanya dengan alasan untuk membeli makan. Namun demikian, sang penulis mengatakan ada perubahan terhadap adiknya tersebut dimana sang adik menjadi lebih sopan dan pura-pura rajin.

Namun dugaan sang penulis salah, karena ternyata sang adik kembali meminta kiriman uang sebesar 3 juta Rupiah kepada dirinya. Dirinya pun meyakini bahwa adiknya telah tertipu oleh seseorang, karena setiap kali dimintai kwitansi atau bukti pembayaran selalu membuat alasan yang bermacam macam.

Hingga di titik puncak sang penulis, ia meminta bukti kontrak sang adik dan malah diberikan lembaran bukti penjualan milik teman nya.

Sang penulis pun akhirnya mulai menyelidiki sendiri dengan bertanya-tanya di grup miliknya, dan banyak yang menjawab itu adalah perusahaan Q-NET. Iapun langsung bergerak cepat dengan menghubungi keluarganya dan mengatakan agar tak lagi mengirim apapun kepada sang adik.

Sang penulis juga mengatakan sempat memarahi sang adik melalui SMS lantaran setiap kali ditelfon tak pernah diangkat. Karena kejadian tersebut, nomer Whatsapp dari sang penulis dan seluruh keluarga di blokir oleh sang adik.

Sang penulis pun berinisiatif untuk meminta orang tuanya mencari keluarga dari yang mengajak adiknya untuk bergabung di perusahaan tersebut. Dan ternyata setelah ketemu, keluarga yang mengajak malah telah menggelontorkan uang hingga 12 juta Rupiah.

Sang penulis pun akhirnya meminta tolong kerabat yang berada di Margahayu Bekasi untuk mencari keberadaan adiknya dengan biaya bensin maupun lain nya akan ditanggung oleh sang penulis. Setelah sekian waktu mencari, akhirnya sang adik pun ditemukan masih sehat dan diajak pulang.

Sang adik mengatakan bahwa laptop hasil kiriman dari sang kakak masih ada, namun setelah di cek di Cikampek sang adik mengatakan bahwa laptopnya hilang.

Setelah sampai di rumah, sang adik pun takut dimarahi oleh keluarga dan bersembunyi di kamar ibunya. Saking takutnya kepada sang penulis, ia sampai berpesan kepada sang ibu untuk menyimpan kameranya yang ia beli seharga 15 juta Rupiah.

Padahal awal pembelian kamera tersebut, sang penulis persiapkan untuk adiknya jika ingin mendalami bidang fotografi.

Lama kelamaan, sang adik pun akhirnya bercerita bahwa yang mengirim SMS ke sang kakak maupun kepada keluarga sebenarnya bukanlah dirinya melainkan seniornya di PT Q-NET. Hal tersebut terjadi karena sejak awal HP miliknya telah disita oleh para senior.

Selain itu, laptop hasil kiriman kakaknya juga dijual kepada salah satu senior dengan harga 2 juta Rupiah karena awalnya dirinya hanya bisa bayar 6 juta Rupiah. Selain itu, sang adik juga mengaku bahwa kwitansi, seragam maupun sepatu serta hal lainya adalah kebohongan dan semata mata untuk mencari alasan mendapatkan uang saja.

Dalam pernyataan nya, Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH, SIK, MH, MM yang juga putra daerah asli kota Makassar mengatakan bahwa masih banyak korban yang tak berani melaporkan hal tersebut ke pihak Kepolisian.

“Berbagai hal melatar belakangi banyak nya korban tak berani melaporkan kasus tersebut ke pihak Kepolisian mulai dari takut ancaman dari senior, takut dimarahi keluarga, ataupun malu sudah meminta kiriman uang yang cukup banyak dari keluarga. Saya berharap dengan banyaknya jeritan para korban maupun pihak keluarga, dapat membuka hati masyarakat Indonesia untuk lebih berhati hati dengan tawaran lowongan pekerjaan.

karena para senior member QNet menggunakan modus tersebut untuk menjerat para Korbannya. Setelah itu mereka di cuci otak sedemikian rupa bahwa hal tersebut harus dilakukan bila ingin cepat punya mobil dan rumah mewah” terang pria yang menyelesaikan studi S3 di Universitas Padjajaran Bandung dengan jurusan hukum Bisnis.

Hasran/Gondrong

Lomba Train Naga dan Layang-layang Berlangsung Meriah

Cilacap, Maspolin.id – Lomba Train Naga, layang-layang, dan mewarnai gambar, meriahkan kegiatan Komsos Kreatif yang digelar Kodim 0703/Cilacap di Pantai Teluk Penyu, Cilacap, Jateng, Minggu (15/9/2019).

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-74 TNI serta HUT ke-69 Kodam IV/Diponegoro.

Dalam kegiatan ini, Kodim menggandeng Paguyuban Pelangi Kabupaten Cilacap.

Untuk lomba Train Naga, selain dari Kabupaten Cilacap, juga diikuti dari Yogyakarta, Solo, Purworejo, dan Magelang. Sedangkan untuk lomba layang-layang, mewarnai, workshop, diikuti peserta dari Cilacap.

Selain itu, juga digelar Bazaar UMKM.

Berbagai lomba yang digelar ini untuk memperebutkan Dandim Cilacap Cup 2019, Cilacap Kite Exhibitions ke-22.

Lomba disponsori oleh Biznet, Oppo, Immo, PT ASS Jakarta, Bank Gunung Slamet, PDAM Cilacap, Hotel Dafam Cilacap, Yes Radio, Kantor Pelayanan Pajak Pratama Cilacap, PT Trisaka, Pabrik Es Saripetojo Cilacap, BPR BKK Cilacap, dan PT Bintang Putra Medika.

Dalam laporannya, ketua panitia dari Paguyuban Pelangi Cilacap Suprianto mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah mendukung terlaksananya Lomba layang-layang Train Naga, mewarnai layangan, dan membuat layangan.

Suprianto mengharapkan adanya tempat sebagai monumen layang-layang yang sudah tidak layak diterbangkan. “Ke depan, kami dari Pelangi siap mendukung dan meramaikan obyek wisata Teluk Penyu Cilacap,” tandasnya.

Sementara itu, sambutan tertulis Dandim 0703/Cilacap yang dibacakan Kasdim Mayor Inf Ahmad Rofik Alfian menerangkan, kegiatan Festival Layang-layang di Pantai Teluk Penyu Cilacap ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang selalu menjadi hiburan wisatawan dan warga sekitar. “Festival ini bukan hanya menyajikan pemandangan berbagai jenis layangan di angkasa, namun lebih dari itu akan ada banyak program lain untuk wisatawan dan warga Cilacap,” kata Kasdim.

Dengan adanya kegiatan ini, Dandim optimis mendatangkan wisatawan ke Cilacap bisa terealisasi. Wisatawan datang bukan hanya melihat keindahan alam tapi juga menyaksikan layang-layang besar menghiasi langit Cilacap.

“Tujuan festival ini untuk menjalin komunikasi sosial yang sehat, harmonis melalui tali silaturahmi TNI, Polri, dinas intansi, serta masyarakat Cilacap,” terang Dandim.

Kepada awak media, Kasdim selaku penyelenggara menjelaskan bahwa lomba yang digelar ini untuk melestarikan budaya permainan yang sebelumnya merupakan permainan anak-anak.

Train Naga ini sebuah layang-layang yang menggambarkan seekor naga yang terbang di udara, dimana dia membutuhkan tenaga atau power yang cukup besar. “Pesertanya lebih kurang ada 60 klub, layang-layangnya ada sekitar 136 buah,” tandasnya. (Estanto)

Kabut Asap Semakin Membahayakan Kesehatan, Petinggi Pusat Turun ke Riau

Pekanbaru, Riau,Maspolin.id – Menyikapi kondisi bencana kabut asap di wilayah provinsi Tiau yang sudah sangat membahayakan bagi kesehatan masyarakat, akhirnya sejumlah petinggi pusat turun ke provinsi Riau guna mencarikan solusi terkait bencana kabut asap ini.

Adapun sejumlah petinggi Pusat yang turun ke Riau ini, diantaranya Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kepala BNPB Pusat Letjen Doni Monardo.

Sesampainya di Riau, petinggi Pusat ini menggelar rapat tertutup di Balai Serindit Gedung Daerah Pekanbaru, Sabtu (14/9/19), bersama Gubernur Riau dan seluruh Bupati/Walikota se Provinsi Riau. Hadir juga
Kapolres Kampar, AKBP. Andri Ananta Yudhistira, dan Dandim 0313 KPR Aidil Amin.

Kepala BNPB Pusat Letjen Doni Monardo dalam arahannya meminta kepada seluruh elemen, khususnya pejabat-pejabat daerah mulai dari Bupati, Walikota, Camat, Lurah, hingga RT-RW, turut membantu untuk bersinergi melakukan upaya pengendalian karhutla.

“Kita tidak ingin kehabisan tenaga, energi, uang, biaya dan sebagainya hanya karena penanganan belum optimal, sekali lagi saya berharap Bupati, Wali Kota, Camat, lurah lebih peduli,” ujar Doni.

Selanjutnya, Panglima TNI Hadi Tjahjanto menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan di wilayah yang terdampak karhutla, dan juga akan mengirim tambahan pesawat CN-295 dan Hercules untuk kembali membuat hujan buatan dengan skala yang lebih besar.

Sementara itu, Bupati Kampar, H. Catur Sugeng Susanto, SH usai menghadiri rapat tertutup penanggulangan kebakaran hutan dan lahan yang dilaksanakan di Balai Serindit, Gedung Daerah, Pekanbaru, Sabtu (14/9) menyampaikan harapannya semoga bencana asap ini segera berakhir sehingga kita dapat melaksanakan aktifitas seperti biasanya.

“Sesuai dengan arahan Kepala BNPB Pusat, Bupati diharapkan mengambil langkah-langkah dan upaya kongkrit dalam rangka penanganan penanggulangan karlahut dan nantinya akan disinkronkan dengan program prioritas dalam penanganan karlahut ini dan untuk di Kabupaten Kampar sendiri sudah tidak ada lagi titik api yang ada hanya 4 titik asap,” terang Catur.

Pada kesempatan ini, Catur juga mengimbau kepada pelaku usaha yang bergerak dibidang perkebunan untuk betul-betul menjaga lahannya agar terhindar dari bencana kebakaran.

“Saya mengimbau kepada seluruh dunia usaha di Kabupaten Kampar yang bergerak dibidang perkebunan agar benar-benar menjaga lahannya, sehingga tidak adalagi kebakaran hutan dan lahan. Karena seperti yang kita lihat, dampak dari bencana ini sangat merugikan kita dan juga berdampak negatif pada perekonomian serta kesehatan masyarakat khususnya yang berdomisili di wilayah kabupaten kampar,” ungkap Catur.

Penulis : Canggih/rls

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

Empat Kasus Perdagangan Ilegal dengan Potensi Kerugian Negara Rp2,15 Miliar Diungkap...

Lampung Selatan, LAMPUNG – Maspolin.id|| Polda Lampung bersama jajaran mengungkap empat kasus dugaan kejahatan ekonomi dan perdagangan ilegal, mulai dari peredaran rokok tanpa pita...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.