KAPOLRESTABES MEDAN SHOLAT SUBUH BERJAMAAH DIMASJID ISTIQNA MEDAN, SEKALIGUS SAMPAIKAN PESAN KAMTIBMAS

KAPOLRESTABES MEDAN SHOLAT SUBUH BERJAMAAH DIMASJID ISTIQNA MEDAN, SEKALIGUS SAMPAIKAN PESAN KAMTIBMAS

Medan, Maspolin.ud—Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto, SH, SIK, MSi melaksanakan Sholat Subuh berjamaah di masjid Istiqna jalan Bahagia Pasar 1 Kelurahan Titi Rante Medan Baru, Kamis 12 September 2019.

Kegiatan Sholat Subuh ini Dihadiri oleh Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto, SH, SIK, MSi, Kanit Binmas Polsek Medan Baru Iptu H R Suprianto, Bkm Istiqna, Tokoh agama, Tokoh masyarakat, Personel Polsek Medan Baru serta jamaah masjid Istiqna yang melaksanakan sholat Subuh.

Kegiatan ini Diawali temu ramah dengan pengurus Bkm Istiqna, Sholat Subuh berjamaah dan Foto Bersama.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto, SH, SIK, MSi mengatakan Kegiatan Sholat Subuh ini hanya semata-mata untuk ibadah yaitu mendekatkan diri kepada Allah swt.

Program Kami memakmurkan masjid yaitu Sholat Subuh berjamaah, magrib mengaji dan jum’at Barokah, ini serentak dilaksanakan setiap hari di jajaran polrestabes medan dan untuk mendapatkan Ridho Allah Swt, bersilaturahim kepada masyarakat serta menyampaikan informasi dan berdiskusi untuk mencari solusi nya.

Saya menargetkan 1 Polsek melaksanakan 2 kegiatan menyapa subuh setiap Hari, yang bertujuan membentuk personel Polri takut kepada Allah Swt sehingga dalam melaksanakan tugas menjadi amanah. Kami berharap masyarakat juga ikut aktif mengawali kegiatan dari masjid sehingga masyarakat Menjadi baik maka terciptalah keamanan dan ketertiban. Kedepan mari kita gelorakan sambil mengajak keluarga, tetangga dan saudara.

Selain itu salah satu program kami juga magrib mengaji yaitu bagi anggota polri yang belum bisa membaca Al qur’an kami ajarkan dan bagi yang bisa membaca al qur’an agar tadarus membaca bersama-sama sehingga bisa menularkan ke anggota yang lain. Kita berharap al qur’an sebagai pedoman hidup kita.

Dan Ada juga jum’at barokah,saya mengajak anggota dengan ikhlas untuk berbagi, ini diberikan kepada saudara-saudara kita yang kurang mampu. Ini bertujuan membangun kecintaan kepada Allah Swt dan ibadah serta diminta pertanggung jawaban di hari akhir nanti.

Dari program ini menjadikan polisi yang amanah.insaallah kalau kita melakukan sholat subuh benar-benar ikhlas maka semua berjalan lancar karena sholat subuh sangat banyak manfaatnya.

Kita berniat menjadi sebaik-baiknya manusia, kita hidup harus bermanfaat untuk lingkungan yang Rahmatan Lil Alamin. Mumpung masih ada waktu, jalin silaturahim dan jaga persatuan kesatuan, dan kita berdoa semoga kita khusnul qotimah.*

Novian Harhara

HIU PAUS TUTUL TELAH DIKUBURKAN OLEH ANGGOTA POLSEK PASIRIAN BERSAMA WARGA DUSUN KRAJAN SERTA BKKSDA DAN DINAS KELAUTAN

Lumajang,Maspolin.id – Beberapa waktu yang lalu ikan hiu paus tutul tersebut berukuran panjang sekitar 5m ditemukan terdampar dipinggir pantai terbawa arus pasang ke pesisir pantai.

Namun karena terlalu lama berada di pesisir pantai, akhirnya ikan tersebut pun mati.

Kapolsek dan anggota Polsek Pasirian Bersama sama angota Koramil Pasirian, Dinas perikanan dan kelautan Kab Lumajang , BBKSDA Lumajang dan Probolinggo serta warga Desa Bades kec Pasuruan Bekerja sama untuk mengevakuasi bangkai ikan paus tersebut dengan mengubur bangkai ikan paus agar tidak menimbulkan bau yang tidak sedap.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH menjelaskan “ini kali kedua adanya paus terdampar di Lumajang. Jika yang pertama tulang belulang Paus dibawa ke kantor Pusat BKKSDA, Setelah berkoordinasi dengan pihak Dinas perikanan dan kelautan Kab Lumajang , BBKSDA Lumajang dan Probolinggo keputusannya adalah menguburkan bangkai ikan tersebut ditempatnya ditemukan” ungkap Arsal.

Kapolsek Pasirian Iptu Agus Sugiarto SH menambahkan “jika dibiarkan lebih lama, bau tidak sedap yang dikeluarkan akan mengganggu penduduk sekitar serta pihak Dinas perikanan dan kelautan Kab Lumajang , BBKSDA Lumajang dan Probolinggo setuju penguburan ikan ini karena tidak perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap bangkai ikan tersebut” terang Agus.

Hasran/Gondrong

MENGENANG KEBUDAYAAN (BJ Habibie)

Oleh: Embie C Noer

Ada beberapa kenangan yang muncul saat Pak Habibie wafat. Tapi sebelum menceritakan tentang kenangan, saya ingin menyampaikan dukacita sedalam-dalamnya atas wafatnya Pak Habibi. Beliau secara pribadi saya anggap sebagai Direktur Kepala dari Sekolah Indonesia, sebuah sekolah yang guru-guru dan murid-muridnya masih sangat banyak yang bandel, yang ngawur, keras kepala, dan terutama banyak yang malas belajar dan berlatih. Semoga Pak Habibie tenang Di SisiNya. Aamiin…

Ketika Pak Habibie berhasil membuat pesawat terbang CN-235, saya terlibat dalam produksi film dokumenternya, untuk membuat dan menata unsur musiknya. Saat itu teknologi musik masih serba analog belum digital, sehingga ketika saya ingin membuat musik dengan idiom bunyi elektronik, saya harus menggunakan beberapa tape recorder open reel, beberapa sound efek untuk gitar sebagai alat rekam dan putar. Seluruh musik direkam dalam pita 1/4 inch. Prosesnya sangat heboh. Dalam satu proses pembuatan musik looping, Wieka saya minta untuk ikut membantu memegangkan pinsil yang dilewati pita looping yang saya playback, sebagai sumber suara yang akan direkam. Tentu saja apa yang saya lakukan ini sangat menggelikan para generasi digital. Pembuatan film dokumenter CN-235 salah satu tujuannya akan dijadikan alat untuk memangggil pulang putra terbaik bangsa yang tersebar di seluruh dunia, karena itu Pak Habibie berperan agar di akhir film diputar lagu Indonesia Pusaka gubahan Ismail Marzuki.

Kenangan lain, yang pernah juga saya tulis di FB ini, adalah kenangan ketika merasa sangat geram dan malu (khawatir). Hal itu terjadi ketika saya menyaksikan lewat layar televisi, Pak Habibie yang telah resmi menjadi presiden RI, untuk pertama kali menghadiri Sidang Paripurna di gedung DPR RI dan ketika Pak Habibie masuk ke dalam ruang sidang yang terhormat, disambut oleh hadirin dengan gumaman ‘huu…’ Saking geramnya saya menulis surat pembaca di koran Republika. Tulisan itu dibalas secara pribadi oleh Bang A.Makmur Makka, beliau menyatakan terimakasih atas dukungan saya pada Pak Habibie. Mungkin gumam suara ‘huu..’ saat itu adalah titik awal keruntuhan etika politik di tanah air, yang terus porak-poranda sampai hari ini. Saya ingat betul saat itu, bagaimana hampir semua media cetak yang besar setiap hari menghantam Pak Habibie sebagai presiden baru. Perut saya mual jika melihat bagaimana saat itu secara sistematis Pak Habibie ‘dihabisi’ entah oleh siapa, yang pasti mereka adalah gerombolan dedengkot pembenci kemajuan bangsa Indonesia!

Kenangan terakhir adalah kenangan ketika Pak Habibie riwayat hidupnya dibuat karya film. Mungkin banyak kalangan kecewa karena dalam film Pak Habibie tidak dijadikan propaganda bapak budaya teknologi tinggi Indonesia tetapi Pak Habibie sebagai tokoh dalam sebuah kisah cinta kekasih yang agung (great lover). Tapi bagi saya film tersebut sangat strategis karena menyampaikan keindahan cinta suami istri yang digambarkan dengan sangat ‘awam’ sehingga dapat diapresiasi oleh semua lapisan masyarakat. Ketika film itu diputar, penonton berbondong-bondong seperti dulu menyambut film percintaan Shopan Sophiaan dan Widawati dalam Romi dan Yuli. Indonesia butuh kebangkitan kesadaran dan ketrampilan teknologi tinggi, khususnya teknologi tinggi yang ramah dan mencintai manusia. Bukan teknologi tinggi yang akan mengasingkan manusia. Dan hal itu bisa digali dari kisah cinta Pak Habibie pada istri dan keluarganya. Cinta yang mengantarkannya kepada cinta terhadap agama…

Selamat jalan Pak Habibie. Pak Habibie akan kami kenang sebagai Bapak Kebudayaan yang gigih. Perjuangan Kebudayaan belum selesai dan insyaallah akan kami lanjutkan agar kebudayaan bangsa Indonesia terus bergerak mendekati kesempurnaan.

Semoga Allah SWT memudahkan seluruh proses kemajuan kebudayaan Bangsa Indonesia dalam mewujudkan cita-cita masyarakat bangsa Indonesia, cita-cita yang terpatri dalam butir-butir Pancasila. Semoga.

Menyaru Jadi Pedagang Kelontong, Tersangka Kasus Narkoba Dicokok Polisi

Cilacap, Maspolin.id – Selama bulan Juli hingga Agustus 2019, Polres Cilacap berhasil menggiring 6 tersangka terkait kasus penyalahgunaan narkoba (narkotika dan obat-obatan berbahaya).

Ke-6 tersangka masing-masing SLH, warga Kecamatan Wanareja, Cilacap; AL, warga Kecamatan Majenang, Cilacap; dan FR, warga Kelurahan Donan, Cilacap, ketiganya terkait kasus penyalahgunaan narkotika. Sedangkan FSL, warga Gampong Jeumpa, Aceh Utara; JML, warga Peureulak Barak, Aceh Timur; serta YD, warga Palmerah, Jakarta Barat, terkait kasus penyalahgunaan obat-obatan berbahaya.

Dari penangkapan tersangka, petugas berhasil menyita barang bukti ganja seberat 7,1 gram, tembakau sinte 5,7 gram, sabu 1,5 gram, Tramadol 140 butir, Trihexyphenidyl 900 butir, serta pil warna kuning bertuliskan MF 4.790 butir.

“Yang menarik, khusus terkait kasus peredaran obat-obatan berbahaya, tiga pelaku dari luar Cilacap mencoba peruntungannya di Cilacap, dan mereka baru 9 hari di Kawunganten untuk memasarkan obat-obatan berbahaya, dan ditangkap,” kata Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto melalui Kasat Narkoba AKP Koliq Salis Hirmawan saat jumpa media di Mapolres Cilacap, Selasa (10/9/2019).

“Pelaku menyewa toko kelontong sambil menawarkan obat dan menyimpannya di semak-semak belukar di belakang toko. Dan saat ada yang menanyakannya, langsung diambil ke belakang,” imbuh Kasat Narkoba.

Dibeberkan, pelaku menjual obat dengan harga Rp 10 ribu per paket yang berisi 6 butir pil warna kuning.

Konsumen obat tersebut adalah anak-anak muda punk. Bahkan ada juga dari kalangan pelajar.

Obat itu merupakan obat penenang dan efeknya dapat menimbulkan halusinasi serta khayalan.

“Pelaku bakal dijerat UU RI No 5 Tahun 1997 tentang Narkotika serta UU RI No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman 5 tahun penjara,” katanya.

AKP Koliq menambahkan, saat ini peredaraan narkotika sudah menjalar ke semua lini masyarakat, bukan hanya di kota Cilacap tapi sudah merambah ke kecamatan dan desa-desa.

Untuk itu, pihak Polres mengimbau kepada orang tua agar lebih pro aktif mengecek kegiatan dan keberadaan anak-anaknya baik di sekolah maupun di lingkungan pergaulannya.

“Jangan segan-segan cek hp anak. Siapa tahu ada chat yang mencurigakan di hp tersebut,” pungkas AKP Koliq. (Estanto)

Konflik Reda, Nelayan Cilacap dan Pangandaran Akur

Cilacap, Maspolin.id – Ricuh nelayan Cilacap dan nelayan Pangandaran di perairan selatan Pulau Nusakambangan, reda setelah Dinas Perikanan Kabupaten Cilacap memfasilitasi pertemuan mereka.

Pertemuan tersebut untuk bersepakat agar ricuh yang menjurus ke konflik akibat salah paham bisa reda.

Pertemuan antara nelayan Cilacap, Jateng dan Pangandaran, Jabar, yang difasilitasi Dinas Perikanan Kabupaten Cilacap digelar Rabu (11/9/2019), di Ruang Rapat Dinas Perikanan Cilacap yang dihadiri BKSDA Jateng, PSDKP Jabar, DKPKP Pangandaran, Kepala Dinas Perikanan Cilacap, Polair, Lanal, Ketua HNSI Cilacap, Wakil Ketua HNSI Pangandaran, dan perwakilan nelayan.

Wakil Ketua DPC HNSI Kabupaten Pangandaran Muhammad Yusuf mengatakan, intinya kesepakatan antara nelayan Pangandaran dan nelayan Cilacap untuk saling menjaga rasa persaudaraan dan persatuan sesama nelayan.

“Tidak lagi saling memicu hal-hal yang memicu konflik ke arah sosial dan akan bersama-sama saling menjaga rasa gotong-royong saat melaut, sehingga satu sama lain tidak lagi saling mendahului untuk melontarkan kata atau sikap yang memicu hubungan tidak sehat apabila ada jaring yang hilang,” katanya.

Hal lain yang akan dirumuskan di provinsi (Jawa Barat) pada 16,17, dan 18 September besok, draft-nya seperti apa, dia belum tahu. Yang jelas lebih kepada penguatan MoU berkait kerukunan antara nelayan Pangandaran dan nelayan Cilacap.

“Draft-nya sendiri belum tahu, apa yang akan kita sepakati di provinsi. Hanya tadi dalam pertemuan ada 14 poin yang berhasil kita setujui,” ungkapnya.

Yusuf lantas menjelaskan konflik yang terjadi, menurut dia hanya salah paham, karena ada jaring penangkap lobster yang hilang di laut, dan nelayan Cilacap mengira jaring itu tersapu oleh jaring nelayan Pangandaran, karena saat itu ada nelayan Pangandaran yang sedang menarik jaring.

Tetapi beberapa saat setelah arus reda, muncul jaring yang dianggap hilang tersebut. “Sebetulnya saat itu persoalan sudah selesai di laut,” tandasnya.

Hanya memang, kata Yusuf, karena nelayan banyak dan persoalan tidak melebar ke yang lain, dibuatkan pertemuan yang menjurus ke kesepakatan bersama mewakili semua pihak.

Dia berharap, nelayan Pangandaran dan Cilacap tidak bisa dipisahkan karena ada latar belakang sejarah yang sangat lekat, dan ke depan hal-hal seperti ini jangan sampai terjadi lagi.

“Dengan adanya pertemuan ini, semoga persaudaraan nelayan Cilacap dan Pangandaran akan semakin kuat,” harap Yusuf.

Sementara, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Cilacap Ditiasa Pradipta mengatakan, pertemuan hari ini sebetulnya silaturahmi antara HNSI Kabupaten Cilacap dengan HNSI Kabupaten Pangandaran, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Cilacap, serta Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat.

“Pertemuan ini untuk menjalin silaturahmi antara unsur pemerintah dan nelayan,” katanya.

Ditambahkan, dengan adanya berita-berita konflik di lapangan, itu karena ada gesekan kecil dan sudah diselesaikan di tingkat bawah.

“Pertemuan hari ini untuk menegaskan dan mewujudkan apakah betul gesekan tersebut sudah diselesaikan, ternyata betul sudah diselesaikan,” ungkapnya.

Dalam pertemuan ini juga, imbuh dia ada beberapa masukan dari Lanal, Polair, serta dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat, juga dari Dinas Perikanan Cilacap.

“Hasil pertemuan hari ini ada 14 poin yang perlu diketahui bersama baik dari Jawa Tengah maupun Jawa Barat, termasuk Pangandaran dan Cilacap,” tandasnya.

“Intinya kita sudah sepakat bahwa nelayan Pangandaran dan Cilacap itu akur, tidak ada masalah, dan langkah ke depan kami sudah sepakat akan mengadakan pertemuan rutin antara unsur pemerintah dan HNSI yang notabene adalah nelayan,” kata Didit, panggilan akrab Ditiasa Pradipta.

Menurut Didit, pertemuan rutin tersebut akan dikemas dalam coffee morning dan Kabupaten Cilacap yang akan ketempatan pertama kali. “Insya Allah mulai bulan depan,” tutupnya. (Estanto)

SWB Bateh Kulonan Bagikan Air Bersih Gratis Di Ngraho Dan Tambakrejo

Bojonegoro,Maspolin.id – Kekeringan Panjang Yang Melanda Hampir diseluruh Desa Di Kabupaten Bojonegoro Mengundang Keprihatinan Banyak Organisasi, Lembaga maupun Awak Media Sosial untuk Membantu sesama.

Seperti Halnya Group FB SWB (Seduluran Warga Bojonegoro) sebuah group FB terbesar Di wilayah Kabupaten Bojonegoro Pada rabu 11 September 2019 menggandeng Donatur Al-Fath Putra, LAN Dan Maspolin Berbagi Air Bersih Di wilayah Kecamatan Ngraho dan Kecamatan Tambakrejo.

SWB Bateh Kulonan Sering disebut dalam Kewilayahan Di Group SWB yang di Promotori oleh Pak Gito Warga Desa Jatimulyo berinisiatif Mengadakan Bhaksos Pembagian Air bersih Gratis pada warga Dusun Krasanan Desa Jatimulyo Kec. Tambakrejo dan Desa Nganti serta Desa Jumok Kecamatan Ngraho Yang bekerja sama dengan Al-Fath Putra, LAN dan Maspolin Kota Bojonegoro.

Dalam kesempatannya Pak Gito Koordinator Bateh Kulonan Mengucapkan Banyak terima kasih kepada Semua Pihak yang telah membantu dan mensukseskan Kegiatan Bhaksos hari ini.

“Saya Ucapkan Banyak Terima kasih kepada Para Relawan SWB Baik Pusat Maupun Teman Teman Relawan SWB Bateh Kulonan, terlebih ucapan terima Kasih Kepada Al-Fath Putra, LAN dan Maspolin Kota Bojonegoro, Ujar Pak Gik.

Tak Hanya itu saja Pak Gik mewakili Warga Yang tersalurkan air bersih juga sangat sangat berterima kasih, meskipun ibarat hanya setetes Air itu sangat membantu dalam kelangsungan Hidup warga, karena Air adalah nafas kehidupan.

Kusprianto/Gondrong

Peringati 10 Muharram, Pemdes Sibuak Gelar Acara Santunan Anak Yatim Piatu dan Orang Tua Jompo

Kampar, Riau,Maspolin.id – Bulan Muharram merupakan salah satu bulan istimewa dan dimuliakan oleh Allah SWT. Di bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan-amalan dan ibadah.

Pada setiap momentum peringatan 10 Muharram, Pemerintah desa Sibuak kecamatan Tapung gelar acara santunan anak yatim piatu dan orang tua jompo di halaman kantor desa Sibuak, Rabu (11/9/19).

Kegiatan pemberian Santunan ini rutin dilaksanakan pemerintah desa Sibuak setiap tahunnya, tepatnya pada setiap memperingati 10 Muharram.

Kepala Desa Sibuak Kecamatan Tapung, Muizin Firmansyah dalam sambutannya mengajak seluruh warga desa Sibuak untuk benar-benar meneladani Nabi Muhammad SAW.

“Jika kita benar-benar mencintai dan meneladani Nabi Muhammad SAW, mari sama-sama kita mencintai dan mengayomi anak yatim piatu yang ada di lingkungan sekitar kita,” ungkap Muizin.

Muizin mengajak seluruh kalangan masyarakat desa Sibuak untuk menumbuhkan semangat berbagi kepada yang membutuhkan bantuan.

“Melalui momentum acara penyantunan anak yatim piatu dan orang tua jompo sempena 10 Muharram tahun 2019 ini, mari sama-sama kita ingatkan diri pribadi untuk melihat orang-orang disekitar kita yang membutuhkan bantuan,” ujar Muizin.

Kepada seluruh Anak Yatim Piatu yang hadir, Muizin menyampaikan, bahwa dirinya dan seluruh elemen masyarakat yang hadir pada acara penyantunan ini merupakan orang tua bagi seluruh anak yatim piatu yang akan bertanggungjawab untuk kehidupan anak yatim piatu dalam menyongsong masa depan.

Dalam kesempatan ini, Muizin juga berpesan agar santunan yang diberikan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baik mungkin.

“Jika perlu dibuatkan rekening atau simpanan khusus, agar kelak bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan untuk menyongsong masa depan yang cerah,” tutup Muizin.

Terakhir Muizin kembali mengajak seluruh kalangan masyarakat desa Sibuak untuk selalu menumbuhkembangkan semangat berbagi, agar desa yang kita cintai bersama ini menjadi desa yang Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghafur.

Penulis : Canggih

INI YANG DISAMPAIKAN KAPOLRESTABES MEDAN SEBAGAI NARASUMBER WORKSHOP GERAKAN NASIONAL REVOLUSI MENTAL

INI YANG DISAMPAIKAN KAPOLRESTABES MEDAN SEBAGAI NARASUMBER WORKSHOP GERAKAN NASIONAL REVOLUSI MENTAL

Medan, Maspolin.id—Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto, SH, SIK, MSi Sebagai Narasumber Workshop Gerakan Nasional Revolusi Mental yang dilaksanakan di Hotel Madani Jl S.M Raja No 1 Medan, Rabu 11 September 2019.

Workshop gerakan nasional revolusi Mental ini Bertemakan ” Dengan Semangat Revolusi Mental Kita Bangun Jiwa Gotong Royong dan Toleransi era Milenial Menuju Indonesia Unggul “

Workshop ini dihadiri oleh Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto, SH, SIK, MSi, Wakil Walikota Medan Ir Akhyar Nst, Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik Kol Fonelsan Siburian, KaKesbangpol Kota Medan Sulaiman Hrp, SH, MSP, Wakil Ketua Penggerak PKK Kota Medan Hj Nurul Khairani Lbs,Para Pimpinan Opd Dilingkungan Pemko Medan, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto, SH, SIK, MSi Mengatakan Revolusi itu perubahannya harus cepat, Luas di berbagai sektor dan Kenapa itu dilakukan tentu ada penyebabnya karena pimpinan pemerintah terutama Bapak Presiden RI yang berpandangan bahwa ini hal yang sangat krusial dan itu memang benar-benar harus terjadi. Kalau kita berbicara perubahan-perubahan itu sesuatu yang pasti. Perubahan cara berpikir mindset, cara berpikir kita itu akan menggerakkan seluruh tubuh kita,gestur,ucapan. Perubahan itu harus terjadi karena kaitanya dengan waktu, masalah waktu tidak bisa mengulur-ngulur nya lagi.

Perubahan harus dari sekarang, tidak ada kesempatan lagi karena waktu detik ini tidak bisa diganti berikutnya maka perubahan wajib dilakukan. Perubahan itu sangat penting bagi kita untuk bertahan hidup.

Perubahan itu harus lebih baik,lebih cepat, lebih yang pertama, yang baru dan harus ada inovasi yang menghasilkan.

Hari ini kita tidak mau menyiapkan generasi muda untuk sumber daya manusia menjadi yang unggul dan mampu bersaing, jangan disalahkan negara kita akan tertinggal. Sumber daya manusia yang baik akan mampu menggerakkan sumber daya alam dan menggerakkan teknologi. Siapa yang menguasai teknologi maka dia akan menguasai dunia. Mari kita menjadi manusia yang unggul dan bermanfaat bagi negara ini.*

Novian Harhara

Kapendam : Tindakan Represif Karena Warga Tidak Bisa Dikendalikan

Semarang,Maspolin.id – Anggota TNI gabungan dari Kodim 0709/Kebumen dan Yonif 403/WP yang sedang mengamankan pekerjaan pemagaran aset TNI AD terpaksa bertindak represif terhadap aksi demo yang dilakukan ratusan warga yang menolak pemagaran Lapangan Tembak Dislitbangad, Rabu (11/9/2019).

Hal tersebut dibenarkan Kapendam IV/Diponegoro Letkol Kav Susanto, S.I.P, M.A.P., melalui sambungan telepon.

Diterangkan Kapendam, kejadian itu bermula dari adanya pengerjaan proyek pemagaran tahap III areal Lapbak Dislitbangad yang berlokasi di Desa Brencong, Kec. Buluspesantren Kab. Kebumen. Pada saat yang sama datang masyarakat yang mengaku memiliki tanah tersebut, namun tidak mempunyai surat kepemilikan yang sah.

Kegiatan pemagaran yang dilakukan Kodam IV/Diponegoro adalah untuk mengamankan aset negara. Selain itu, juga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, karena area tersebut merupakan daerah latihan atau tepatnya lapangan tembak. Namun demikian masyarakat tetap diperbolehkan untuk menggarap lahan tersebut dengan catatan tidak boleh mengklaim bahwa tanah tersebut merupakan tanah miliknya sampai dengan ada keputusan lebih lanjut, imbuhnya.

“Perlu diketahui, berdasarkan Surat DJKN Kanwil Prov. Jateng Nomor S-825/KN/2011 tanggal 29 April 2011 tentang Penjelasan bahwa tanah kawasan latihan TNI seluas 1.150 HA diperoleh dari peninggalan KNIL tahun 1949. Saat ini tanah tersebut sudah masuk daftar Barang Milik Negara dengan Nomor Registrasi 30709034, jadi bukan milik warga”, tandasnya

Adanya pengusiran warga yang dilakukan oleh aparat dengan tindakan keras di lapangan karena masyarakat tidak mau meninggalkan area tersebut dengan cara baik-baik (persuasif). Masyarakat sudah tidak bisa dikendalikan dan cenderung berbuat anarkis, maka terjadilah tindakan represif agar warga dapt meinggalkan lokasi, imbuhnya.

“Apa yang dilakukan TNI semata-mata melaksanakan perintah yang tertuang dalam PP No 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara. Jadi apa yang dilakukan TNI adalah kontitusional”, tegasnya.

Kapendam juga menegaskan, bahwa tindakan yang dilakukan Kodam IV/Diponegoro tetap mengedepankan tindakan persuasif dengan memaksimalkan mediasi dan mengajak masyarakat untuk duduk bersama menyelesaikan masalah tersebut.

Saat ini pekerjaan pemagaran untuk sementara dihentikan, tetapi kami minta masyarakat juga menghentikan aktivitasnya di sekitar area Lapbak. Apabila masyarakat merasa memiliki kepemilikan lahan secara sah, silahkan menuntut jalur hukum di pengadilan, pinta Kapendam.

Mengenai adanya korban yang terjadi baik di pihak aparat maupun masyarakat, sampai saat ini masih di crosscheck oleh petugas kami di lapangan, pungkasnya.

Babinsa Dampingi Polri Dalam Penggrebekan Narkoba

Surakarta,Maspolin.id – Unit Narkoba Polres Surakarta didampingi Babinsa Koramil 05 Pasar Kliwon Kodim 0735 Surakarta melakukan penangkapan /penggrebekan Narkoba di Lingkungan rt 02/09 Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon kota Surakarta Rabu (11/09/2019),pukul 13.00 wib

Menurut Babinsa Koramil 05 Pasar Kliwon, Serda Agus Santoso pelaku ditangkap berdasarkan laporan dari warga setempat kepada pihak yang berwajib ( Polres Surakarta ), di lakukan penyelidikan di lapangan oleh pihak kepolisian terhadap pelaku Alvian.

Setelah di pastikan pelaku benar-benar mengedarkan Narkoba di lingkungan sekitar maka di lakukan penggerebekan di rumah kos kosan pelaku reksoniten rt 02/09 kel Gajahan kec Pasar Kliwon.

“Sebelum melaksanakan pengerebekan pihak kepolisian terlebih dahulu melapor kepada Lurah setempat untuk meminta ijin melakukan pengerebekan di rumah kos pelaku,setelah lurah memberikan ijin kepada pihak kepolisian langsung menuju lokasi dampingi oleh Babinsa dan Kepala Rw setempat “

Penggerebekan dipimpin oleh Kapolres Surakarta AKBP A NDY dan Kanit Sat Narkoba Polres Surakarta, didalam rumah kosnya ternyata pelaku sedang meracik barang haram tersebut,

“Pihak kepolisian langsung mengamankan pelaku setelah dilakukan penggeledahan didapati 5kg tembakau jenis gorilla,2 paket ganja dan 1 paket sabu2 dari kamar kos pelaku.

“Penggerebakan berjalan dengan lancar dan aman. Untuk pelaku sudah di bawa ke Polresta Surakarta untuk pengembangan lebih lanjut.”

(Agus Kemplu)

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

Empat Kasus Perdagangan Ilegal dengan Potensi Kerugian Negara Rp2,15 Miliar Diungkap...

Lampung Selatan, LAMPUNG – Maspolin.id|| Polda Lampung bersama jajaran mengungkap empat kasus dugaan kejahatan ekonomi dan perdagangan ilegal, mulai dari peredaran rokok tanpa pita...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.