Peran Serta Babinsa Serengan Dalam Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan

SURAKARTA,Maspolin.id – Saat ini telah ada dua jenis BPJS di Indonesia yakni BPJS kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan. BPJS ketenagakerjaan adalah badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan kecelakaan jaminan hari tua, jaminan pensiun dan jaminan kematian.

Terkait hal tesebut maka Babinsa Kelurahan Serengan Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta, Sertu E Lau We, ikuti kegiatan sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan di Aula kec Serengan Kota Surakarta,(29/7/2019)

Sosialisasi ini di selenggarakan ole BPJS Ketenagakerjaan Surakarta yang bekerjasama dengan pemerintah Kec Serengan, dengan di Hadiri oleh Camat Serengan (Dra.Islamtini) Babinsa Sewilayah Kec Serengan dan Lurah Sekecamatan Serengan.

Dari BPJS Rofik (Kabid kepesertaan) menyampaikan Ucapan terimakasih kepada peserta yang mengikutu sosialisasi tersebut, dan menerangkan Bahwa BPJS ketenagaankerjaan sangat banyak manfaatnya terutama bagi kita para pekerja dan wira Swasta, yang sangat rentan terhadap kecelakaan pekerjaan, BPJS Ketenagakerjaan ini juga mencakup jaminan hari tua, Pensiun bahkan Kematian.

(Agus Kemplu)

Sinergitas 3 Pilar : Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Aparat Pemerintah Kelurahan

Surakarta,Maspolin.id – Seorang Babinsa tak pernah jauh dari perangkat kelurahan, oleh karena itu Babinsa harus senantiasa berkomunikasi dengan pihak kelurahan di wilayah binaannya. Selain bersilaturohmi juga membahas tentang keamanan sehingga masyarakat merasa nyaman dalam beraktifitas sehari hari.

Sebagai bagian dari pembinaan teritorial untuk menjaga kondusifitas, Babinsa Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta, Serka Safarudin dan Koptu Budiono melaksanakan komunikasi sosial (Komsos) dengan Babinkamtibmas Bripka Joko Ryanto selaku Babinkamtibmas Kelurahan Kepatihan Wetan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, (29/7/2019.

Serka Safarudin mengungkapkan Komsos kali ini membahas tentang kegiatan masyarakat dalam rangka memperingati HUT RI ke 74 dan menjelang Hari Raya Idhul Adha.

Kegiatan ini tentunya disambut positif oleh Hartanto. SE selaku Lurah Kepatihan Wetan dan staf staf lainnya. Babinsa akan selalu pro aktif dan menjalin kerja sama yang baik guna menciptakan dan memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat.

(Agus Kemplu Pendim Solo)

GESIT Deklarasikan Gerakan Posting Konten Positip Guna Lawan Hoax dan Radikalisme Di Sosmed

Jakarta,Maspolin.id – Sebagai wujud menguatkan kesadaran warganet dalam memperkokoh persatuan dan mewujudkan kemajuan bangsa, Gerakan Literasi Terbit (GESIT) mendeklarasikan gerakan posting konten positif dan lawan hoax serta tangkal radikalisme di Sosmed dalam acara diskusi di Ballroom Mega Menteng, Jl. RP Soeroso, Cikini, Jakarta Pusat pada Senin siang (29/7/2019) .

Berbagai kegiatan literasi yang dilaksanakan oleh GESIT ditujukan untuk mengajak warganet dan seluruh anak bangsa agar merajut persatuan dan ikut berkontribusi memajukan bangsa dengan berbagai hal positip. Kegiatan yang dihadiri sejumlah kalangan pegiat media sosial diantaranya blogger, vloger, youtuber, dan content creator , serta berbagai eksponen lainnya , menghadirkan narasumber yaitu, Hafyz Marshal (Pimred Media Kata Indonesia yang juga Kordinator Nasional GESIT), Mochamad Guntur Romli (Influencer Sosmed), dan Zuhairi Misrawi (Anggota DPR RI yang juga Ketua Baitul Muslimin PDIP).

Dalam.l Pernyataaya Kordnas GESIT, Hafyz Marshal mengatakan bahwa gerakan deklarasi ini sebagai sarana edukasi dan persuasi warganet meningkatkan dan memproduksi konten positif di lini media sosial sebagai wujud partisipasi dan kontribusi mensukseskan pembangunan dan kepemimpinan nasional 5 tahun mendatang melalui upaya lawan dan tangkal hoax serta radikalisme di Medsos dalam rangka mengukuhkan persatuan Indonesia dan kemajuan bangsa.

“Pemilu Sudah Selesai, Saatnya Bersatu Membangun Negeri. Mari Bersama Melawan Hoax dan Provokasi Yang Memecah Belah Persatuan Indonesia seperti propaganda radikalisme.di.Medos ” kata Hafyz.

Senada dengan Hafyz, Influencer Sosial Media Mochamad Guntur Romli mengatakan saat ini masyarakat dibuat bingung dan resah pasca Pemilu 2019 dengan isu yang disebar di media sosial seperti isu SARA dan Radikalisme yang dapat menganggu kondusifitas jagad media publik dan rasa persaudaraan anak bangsa.

“Warganet harus bisa menangkal Paham Radikalisme Dengan Mempromosikan Keberagaman dan Keunggulan Bangsa di Media Sosial Demi Kemajuan Bangsa. Banyak keunggulan adi luhung bangsa ini yang bisa di eksplore oleh Warganet di Medsos yang dapat menumbuhkan optimisme “, ujar Guntur Romli.

Hal serupa juga disebutkan oleh Anggota DPR RI F-PDIP yang hadir sebagai narasumber mengajak warganet harus membangun opini positif yang menumbuhkan optimisme.

“Mari kita rawat persatuan Indonesia Dengan Berdemokrasi Secara Kontruktif Melalui Narasi Yang Menumbuhkan Optimisme Bangsa” ujar Zuhairi Misrawi.

Zuhairi juga menambahkan bahwa masyarakat juga harus mendukung dan berkontribusi dalam mensukseskan pembangunan dan kepemimpinan nasional 5 tahun mendatang, karena sosial media memiliki peran yang krusial guna melakukan berbagai langkah persuasif secara masif dalam mengedukasi serta meliterasi berbagai kalangan masyarakat dalam menangkal konten konten negatif yang berbasis hoax dan penyebaran radikalisme yang mendistorsi semua upaya anak bangsa memajukan bangsanya.

Setelah diskusi dilakukan, Warganet pun bersama-sama mendeklarasikan gerakan posting konten positif. Adapun isi poin deklarasi diantaranya:

Pertama, siap menjaga Persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila Dan Undang – Undang Dasar 1945 serta merawat Kebhinekaan Bangsa Indonesia untuk Persatuan dan Kemajuan Bangsa.

Kedua, tidak akan menyebarkan berita Hoax dan ujaran kebencian atas dasar SARA maupun informasi provokatif serta menolak radikalisme di media sosial dengan memproduksi konten-konten Positip yang menumbuhkan optimisme untuk persatuan dan kemajuan Bangsa.

Ketiga, Siap bergotong royong mengawal demokrasi yang kontruktif diruang media publik demi suksesnya pembangunan dan kepemimpnan nasional 5 tahun kedepan Untuk persatuan dan kemajuan bangsa.

Dengan berlangsung nya diskusi ini diharapkan masyarakat dan Warganet dapat membangun nilai-nilai persatuan di sosial media dengan membuat postingan yang positif dan edukatif guna suksesnya pembangunan Nasional 5 tahun kedepan .

Admin

Hari Kedua, 500 Rider Panaskan Trail Adventure Nusakambangan

Cilacap, Maspolin.id – Hari kedua Trail Adventure Nusakambangan (TANK #4) 2019 makin memanas. Disamping diikuti sekitar 500 rider nasional dan komunitas trail di Indonesia, event yang digelar Kodim 0703/Cilacap bersama Indonesian Offroad Federation dan Trail Adventure Cilacap, ini mampu menyedot animo penonton luar biasa hingga memenuhi lapangan Desa Sumingkir, Kecamatan Jeruklegi, Cilacap, Jateng, Minggu (28/7/2019).

Sejak pagi para offroader dari kelas private maupun reguler begitu antusias. Terdengar deru suara mesin kuda besi yang membuat suasana semakin panas karena terbakar oleh semangat para rider yang sudah tak sabar ingin segera memacu motornya menuju track yang sudah disiapkan panitia atau official TANK.

Ratusan rider itu dilepas Kepala Staf Kodam (Kasdam) IV/Diponegoro Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa didampingi Dandim 0703/Cilacap Letkol Inf Wahyo Yuniartoto, Dandim jajaran Korem 071/WK, Ketua Penyelenggara Sigit serta disaksikan warga masyarakat Desa Sumingkir.

Dalam kesempatan tersebut, Kasdam juga menyapa para rider dan memberi semangat kepada salah satu offroader termuda, Rafki yang baru berusia 9 tahun.

Adapun rute yang harus dilewati para peserta pada hari kedua ini dimulai dari lapangan Desa Sumingkir, perempatan Dondong, kali Lenthong, Curug Mandala, Maskumambang, tanjakan Lemut, hutan pinus, pos Perhutani, Desa Dondong, dan finish kembali di lapangan Desa Sumingkir.

Dandim 0703/Cilacap Letkol Inf Wahyo Yuniartoto dalam kesempatan itu mengatakan bahwa event Trail Adventure yang ke-4 ini dapat terselenggara berkat kerja sama dan dukungan berbagai pihak, baik pengurus daerah IOF Jateng, pengurus cabang IOF Cilacap, TANK Cilacap, Pemkab Cilacap, Polres Cilacap, Bank BRI, Bank Gunung Slamet, Hotel Dafam, Oppo, Perhutani, dan Kawasaki.

“Kami mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berkontribusi dan mendukung event Trail Adventure Nusakambangan (TANK #4) 2019 ini, sehingga dapat berjalan dengan sukses, aman, dan lancar,” ungkap Dandim.

Di akhir kegiatan, para peserta berkesempatan mendapat berbagai hadiah hiburan dan doorprize utama berupa 2 unit sepeda motor yang diserahkan secara simbolis oleh Kasdim 0703/Cilacap Mayor Inf Ahmad Rofik Alfian. (Estanto)

Upacara Penutupan Simulasi Latihan Kemampuan Gegana dan Kemampuan Pelopor T.A 2019

Banten,Maspolin.id – Upacara penutupan latihan, kemampuan Gegana dan kemampuan Pelopor penindakan organisasi radikal dan anti Pancasila Satuan Brimob Polda Banten T.A 2019, bertempat di Desa Sukarame Kecamatan Carita Kabupaten Pandeglang. Dipimpin langsung oleh Komandan Satuan Brimob Polda Banten Kombes Pol Reeza Herasbudi, Senin, (29/07/2019).

Pada kesempatan tersebut, Komandan Satuan Brimob Polda Banten Kombes Pol Reeza Herasbudi, menjelaskan, simulasi latihan ini guna meningkatkan kemampuan personel dalam penanganan terhadap organisasi radikal, anti Pancasila dan aksi terorisme

Skenario latihan diawali dari pelaporan dari Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto kepada Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir, bahwa telah terjadi aksi terorisme kepada warga Desa Sukarame Kecamatan Carita Kabupaten Pandeglang. Dengan dasar laporan tersebut, Kapolda Banten memerintahkan Dansat Brimob Polda Banten Kombes Pol Reeza Herasbudi, untuk mengirim pasukan Pelopor dan Gegana ke TKP. Setelah tiba di daerah berkumpul, pasukan Pelopor bergerak dengan gerakan taktis membentuk parimeter sekitar TKP. Parimeter telah berhasil dikuasai pasukan Pelopor, dilanjutkan pasukan perlawanan teror Detasemen Gegana memasuki TKP dan melaksanakan penetrasi. Baku tembak terjadi dengan teroris dengan hasil 1 pelaku meninggal dunia dan 1 pelaku diamankan serta barang bukti 2 pucuk senjata api serta sandera berhasil diselamatkan.

Dari hasil pemeriksaan di TKP, terdapat benda mencurigakan yang diduga bom. Tim Penjinak Bom, pasukan Gegana melaksanakan pendeteksian dan mendisposal benda tersebut di area yang aman sehingga situasi dinyatakan aman dan sebagai akhir dari skenario latihan tersebut

“Latihan dilaksanakan untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan Pelopor yaitu latihan perang hutan dan kemampuan Gegana dalam hal ini kemampuan tim Penjinak Bom, tim Perlawanan Teror, dan tim KBR,” terang Dansat Brimob Polda Banten.

“Alasan penentuan tempat Upacara Penutupan Latihan di Pantai Carita ini adalah, sekaligus membantu Pemda untuk mempromosikan kembali pariwisata yang sedang lesu di pantai Carita akibat bencana alam Tsunami tahun lalu, dimana saat ini situasi pantai Carita sudah aman dan kondusif sehingga diharapkan masyarakat tidak perlu takut untuk berwisata ke pantai Carita dengan tentunya tetap menjaga keselamatan diri sendiri dan keluarga” kata Dansat Brimob Polda Banten Kombes Pol Reeza Herasbudi.

KAPOLRESTABES MEDAN HADIRI PENANDATANGAN MOU PTPN IV MEDAN DGN POLDA SUMUT

Medan,Maspolin.id – Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto,SH,SIK,MSi Menghadiri Kegiatan Penandatanganan Mou antara Ptpn IV dengan Polda Sumut yang dilaksanakan Di Ballroom Kartini Lt II Le Polonia Hotel Jalan Sudirman No 14 – 18 Kelurahan Madras Hulu Kecamatan Polonia Medan.

Penandatanganan Mou ini Dihadiri Oleh Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, S.I.K, M.Hum,Dirut PTPN IV diwakili Direksi SDM & Umum,PJU
Polda Sumut,Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto,SH,SIK,MSi,Kapolres Deli Serdang, Kapolres Langkat,Kapolres Tapsel,Kapolres Simalungun, Kapolres Madina,Kapolres Asahan dan Kapolres Batu Bara.

Awal Kegiatan Dimulai Menyanyikan Lagu Indonesia Raya,Pembacaan Doa,
Sambutan Dirut PTPN IV,
Sambutan Wakapolda Sumut,
Penandatanganan MoU Antara Polda Sumut dengan PTPN IV,Sesi
Foto Bersama dan
Menyanyikan Lagu Padamu Negeri.

Novian Harhara

3 Pelaku Begal di Jalan Benteng Hilir di Tangkap Tim Pegasus Polrestabes Medan

Medan,Maspolin.id – Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto,SH,Sik,MSi Melaksanakan Kegiatan Press Relese tentang ditangkapnya tiga orang pelaku pembeggalan di Jalan Benteng Hilir Bandar Kalipa Kecamatan Percut Sei Tuan Oleh tim Pegasus Polrestabes Medan,Senin 29 July 2019.

Kejadianya bermula pada saat korban yang merupakan ibu rumah tangga Yang mempunyai usaha di Pusat Pasar Medan bersama karyawanya melintas di Jalan Benteng Hilir dengan menggunakan sepeda motor Honda Vario BK 5643 AGN, tiba-tiba dari arah belakang muncul tiga orang pria yang menaiki satu sepeda motor langsung menyenggol sepeda motor Patimah Sari ( korban ) hingga terjatuh dari sepeda motornya, ketika jatuh salah seorang dari pelaku menodongkan Pisau.Korban merasa takut akhirnya korbanpun turun dari sepeda motornya dan tak berani melawan.

Akhirnya korban membuat laporan resmi ke Polsek Percut sei tuan dengan atas nama korban Patimahsari.Selanjutnya tim Pegasus Polrestabes Medan melakukan penyelidikan hingga akhirnya pada hari Sabtu (27/7) unit ranmor Satreskrim Polrestabes Medan bersama dengan tim Pegasus Polrestabes Medan mendapat informasi keberadaan salah seorang pelaku atas nama M.Irfan Fahri alias Pepeng (30) warga pasar 7 Tembung Makmur Dusun Kenanga no 109 Sambi Rejo Timur, sedang berada di Jalan Laksana, lalu petugas mendatangi lokasi dan berhasil menangkap pelaku. Pepengpun digeledah dari dompetnya ditemukan beberapa ktp milik orang lain yang telah menjadi korban curas, selain itu petugas juga menemukan satu tas sandang milik pelaku berisi berbagai alat untuk melakukan pencurian kendaran bermotor,” ucap Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto saat paparan kasus di gedung Satreskrim Polrestabes Medan yang didampingi Kasat reskrimnya AKBP Putu Yudha Prawira dan kanit ranmor Polrestabes Medan Iptu Made Yoga Mahendra,Senin (29/7).

Pelaku mengakui perbuatanya telah beraksi dibeberapa titik di kota Medan, selanjutnya oleh petugas tersangka diminta menunjukan barang bukti hasil kejahatan lainya.

Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 unit sepeda motor Honda Vario BK 5643 AGN yang saat usai paparan kasus, sepeda motor tersebut langsung diserah- terimakan pada pemiliknya , 1 pisau, 2 kunci L, 1 kunci letter T, 1 pasang sepatu, 1 besi berujung runcing dan 1 pcs baju pelaku yang digunakan saat melakukan aksinya.* 

Novian Harhara

Warga Asal Semanding Jadi Korban Penusukan Orang Tidak Di Kenal

Tuban,Maspolin.id  – Perempuan 46 tahun Sulastri telah  menjadi korban penusukkan orang tak dikenal di Jalan RE Martadinata, Tuban, Jawa Timur, Sabtu (27/7) malam. diketahui Warga Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban  karena dituduh  mencuri uang.

Peristiwa tersebut terjadi saat seorang pengunjung warkop alias warung kopi memesan secangkir kopi.

“Saat akan membayar, uang yang dibawa pelaku hilang,” kata Kapolsek Tuban Iptu M Geng Wahono, Minggu (28/7).Tiba tiba pelaku marah marah , kemudian mengeluarkan sebilah senjata tajam  dan menusukkan ketubuh korban,sehingga korban jatuh tersungkur .

Sementara warga yang mengetahui kebrutalan pelaku tersebut berusaha melerai dan mengamankan pelaku.

“Ternyata pelaku menuding korban telah mencuri uang, karena pada saat itu korban sedang menengadahkan tangan meminta-minta kepada pelaku,” Ucap Kapolsek Kota  dan kini pelaku sudah diamankan di Mapolsek Tuban.

Polisi segera  datang ke lokasi, dan mengamankan  pelaku dan membawa nya kantor polisi setempat.

Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan. Polisi juga kesulitan memeriksa identitas pelaku, lantaran saat ditangkap pelaku tidak membawa kartu pengenal.

“Kita masih melakukan pemeriksaan, di mana alamat lengkap pelaku ini,” ungkap perwira menengah itu.Korban yang mengalami luka tusuk di bagian punggungnya, kini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Dr Koesma Tuban. Keluarga korban juga sudah dihubungi. Sementara, dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa sebilah pisau.

“Atas kejadian ini, kami selaku Kapolsek Tuban, mengimbau kepada masyarakat Tuban agar berhenti dengan tindak pelaku kejahatan di sekitar kita,” pungkas Kapolsek Kota G. Wahono.

Ags/Hum

KAPOLRESTABES MEDAN SHOLAT SUBUH BERJAMAAH DIMASJID NURUL HUDA MEDAN

Medan,Maspolin.id – Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto,SH,SIK,MSi melaksanakan Sholat Subuh berjamaah di masjid Nurul Huda jalan Bunga Asoka No 117 Asam Kumbang Kecamatan Medan Sunggal,Senin 29 Juli 2019.

Kegiatan Sholat Subuh ini Dihadiri oleh Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto,SH,SIK,MSi,Pengurus Bkm Nurul Huda,Personel Polsek Sunggal serta jamaah masjid Nurul Huda yang melaksanakan sholat Subuh.

Kegiatan ini Diawali temu ramah dengan pengurus Bkm Nurul Huda Medan,Sholat Subuh berjamaah dan Foto Bersama.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto,SH,SIK,MSi mengatakan Kegiatan Sholat Subuh ini hanya semata-mata untuk ibadah yaitu mendekatkan diri kepada Allah swt.

Program Kami memakmurkan masjid yaitu Sholat Subuh berjamaah,magrib mengaji dan jum’at Barokah.ini serentak dilaksanakan setiap hari di jajaran polrestabes medan dan untuk mendapatkan Ridho Allah Swt,bersilaturahim kepada masyarakat serta menyampaikan informasi dan berdiskusi untuk mencari solusi nya.

Saya menargetkan 1 Polsek melaksanakan 2 kegiatan menyapa
subuh setiap Hari.Yang bertujuan membentuk personel Polri takut kepada Allah Swt sehingga dalam melaksanakan tugas menjadi amanah.kami berharap masyarakat juga ikut aktif mengawali kegiatan dari masjid sehingga masyarakat Menjadi baik maka terciptalah keamanan dan ketertiban.
Kedepan mari kita gelorakan sambil mengajak keluarga,
tetangga dan saudara.

Dari program ini menjadikan polisi yang amanah.insaallah kalau kita melakukan sholat subuh benar-benar ikhlas maka semua berjalan lancar karena sholat subuh sangat banyak manfaatnya.

Kita berniat menjadi sebaik-baiknya manusia,kita hidup harus bermanfaat untuk lingkungan yang Rahmatan Lil Alamin.Mumpung masih ada waktu,jalin silaturahim dan jaga persatuan kesatuan,dan kita berdoa semoga kita khusnul qotimah.

Novian Harhara

Krisis Adab Guru dan Murid

Opini,Maspolin.id – Pendidikan di era globalisasi ini menjadi salah satu kunci untuk mencetak generasi yang baik. Tantangan pendidikan di era keterbukaan sistem informasi dan komunikasi menjadi faktor yang sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan proses pendidikan, baik yang dilakukan oleh orang tua dan guru di sekolah.

Setiap proses pendidikan adalah untuk melahirkan sumber daya manusia yang cerdas, berakhlak dll, serta mampu bersaing di era global saat ini. Kita perlu sadari, kebangkitan sebuah peradaban sangatlah ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya.

Sistem pendidikan Nasional di Indonesia telah memberikan arah dan tujuan yang jelas, proses pendidikan untuk menjadikan manusia beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, memiliki akhlak mulia dan beradab, berilmu, mandiri serta bertanggung jawab. (Lihat: UU SISDIKNAS No. 20 Tahun 2003 Pasal 3).

Namun faktanya, pada proses pelaksanaan pendidikan terjadi begitu banyak krisis, baik terjadi kepada siswa dan guru. Kasus kekerasan, pemerkosaan, pergaulan bebas, tawuran antar pelajar, dan menjamurnya remaja geng motor dalam lembaga pendidikan menjadi kabar duka bagi pendidikan di Indonesia. Hal tersebut menunjukkan adanya krisis moral yang terjadi, bukan hanya kepada siswa tetapi juga guru.

Berdasarkan data International Center for Research on Women (ICRW), pada 2015 setidaknya sebanyak 84% peserta didik di Indonesia mengaku pernah mengalami kekerasan di lingkungan sekolah, tentu data tersebut berkembang dari beberapa tahun terakhir ini.

Tidak hanya itu, 75% siswa mengaku pernah melakukan aksi kekerasan di lingkungan sekolah. Fakta lain mengungkapkan, pelaku kekerasan tidak hanya dilakukan oleh murid, tetapi oknum guru atau petugas sekolah. Data yang sama mengungkapkan 45% murid laki-laki di Indonesia mengaku pernah menerima tindak kekerasan dari guru maupun petugas sekolah. Adapun, 22% siswa perempuan menyebutkan pernah mengalami hal serupa.

Krisis moralitas terjadi dalam segala linik, belum lagi dengan data-data terbaru yang dikeluarkan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tentang kekerasan seksual yang menunjukkan begitu hancurnya adab dan moralitas siswa dan guru.

Berdasarkan pada pengawasan KPAI terhadap berbagai kasus kekerasan seksual di dunia pendidikan sepanjang Januari-Juni 2019  dari pemberitaan di media massa tergambar  bahwa sekolah menjadi tempat yang tidak aman dan nyaman bagi anak didik.

Seorang siswa SD di kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak (Kalbar) menjadi korban pencabulan gurunya  dengan modus diajari matematika. Perbuatan tidak senonoh tersebut dilakukan pelaku sebanyak 5 kali di ruang kelas dan kebun dekat sekolah. Kepada keluarganya korban mengeluh sakit pada kemaluannya, kemudian menceritakan apa yang dialaminya. Keluarga kemudian melakukan pelaporan terhadap guru ASN yang berusia 47 tahun tersebut kepada polisi.

Kasus serupa ini baru terjadi dimana ada 3 guru sekaligus melakukan perbuatan tidak senonoh  terhadap 3 siswi (semua berusia 14 tahun) di salah satu SMPN di Serang, Banten.  Modus yang dilakukan para guru yang menjadi terduga pelaku adalah “memacari korban” yang notabene adalah muridnya sendiri, padahal ketiga guru tersebut sudah beristri dan memiliki anak.

Perbuatan 2 guru Honorer dan  satu guru ASN  tersebut dilakukan di lingkungan sekolah, seperti di kelas, di laboratorium sekolah, bahkan di kebun belakang sekolah. Perbuatan tidak senonoh bahkan dilakukan secara bersama-sama. Perbuatan ketiga guru tersebut terungkap setelah salah satu anak korban hamil dan kepada orangtuanya korban menceritakan semuanya.

Data di atas adalah bagian dari sekian banyak data-data kerusakan moral guru dan muridnya. Cukuplah hal ini membuat hati setiap pendidik menjadi risih dan menangis atas rusaknya akhlak para guru dan muridnya. Menurut penulis, krisis adab guru dan murid adalah tantangan dunia pendidikan di Indonesia saat ini.

Pendidikan Nasional hari mestinya mencetak guru-guru yang beradab dan berakhlak mulia. Pendidik adalah orang tua bagi para muridnya, yang membimbing, mengarahkan dan memberikan teladan yang baik bagi setiap muridnya.

Hal ini juga, telah di sebutkan dalam undang-undang nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Ada 4 kompetensi guru yang tertuang yaitu pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.

Spirit kepribadian inilah yang mestinya diperhatikan oleh setiap guru. Sebab, mereka akan menjadi contoh bagi para muridnya. Sehingga, akhlak dan adab yang baik harus ada dalam diri setiap pendidik (guru).

Menurut penulis, bahwa pendidikan saat ini harus menekankan pendidikan adab, agar lahirnya para guru yang beradab melalui kampus-kampus dan melahirkan murid-murid yang beradab pula melalui proses pendidikan di sekolah-sekolah.

Allah subhanahu wa Ta‟ala telah menjelaskan bahwa adab memiliki pengaruh yang besar untuk mendatangkan kecintaan dari manusia, sebagaimana firman-Nya berikut.

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Seandainya kamu bersikap keras lagi berhati kasar tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Oleh karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam
urusan itu.” (Ali ‘Imran: 159)

Adab dijelaskan oleh Syed Muhammad Naquib Al-Attas sebagai pengenalan dan pengakuan atas tempat, kedudukan, dan keadaan yang tepat dan benar dalam kehidupan, dan untuk disiplin diri agar ikut serta secara positif dan rela memainkan peranan seseorang sesuai dengan pengenalan dan pengakuan itu.

“Mengenai sebab dalaman dilema yang kita hadapi sekarang bagi saya, masalah dasar dapat disimpulkan pada suatu krisis yang jelas saya sebut sebagai kehilangan adab (the loss of adab).” (Syed Muhammad Naquib Al-Attas, Islam dan Sekularisme, 2011, hal. 129).

Adab adalah disiplin rohani, akli, dan jasmani yang memungkinkan seseorang dan masyarakat mengenal dan meletakkan segala sesuatu pada tempatnya dengan benar dan wajar, sehingga menimbulkan keharmonisan dan keadilan dalam diri, masyarakat, dan lingkungannya. Hasil tertinggi dari adab ialah mengenal Allah dan meletakkan‟-Nya di tempat-Nya yang wajar dengan melakukan ibadah dan amal shaleh pada tahap ihsan. (Adian Husaini, Pendidikan Islam: Membentuk Manusia Berkarakter dan Beradab, hal. 78).

Adab merupakan sebuah keniscayaan dalam kehidupan seorang guru dan murid, adab tidak bisa terlepas dalam aktivitas sehari-hari. Ibadah kepada Allah, menghormati guru dan orang tua, bermuamalah. Maka semuanya membutuhkan adab yang baik. Dan para ulama kita dahulu, lebih mendahulukan adab dibandingkan dengan ilmu.

Adab ditampilkan sebagai sikap selayaknya terhadap otoritas yang sah, dan otoritas yang sah mengakui hirarki otoritas yang puncaknya adalah Nabi Muhammad. Pengakuan tersebut adalah dengan penghormatan, cinta, kerendahan hati, dan kepercayaan yang cerdas atas ketepatan ilmu yang ditafsirkan dan dijelaskan oleh otoritas tersebut. Penghormatan, penghargaan, cinta, kerendahan hati, dan kepercayaan yang cerdas hanya akan terwujud pada seseorang jika ia mengakui hakikat bahwa ada suatu hirarki dalam tingkatan manusia dan dalam otoritas mengikuti kecerdasan, ilmu spiritual, dan budi pekerti (Al-Attas, Ibid., hal. 130).

Maka dari itu, krisis adab yang di alami oleh guru dan murid harus di tanamkan dan di ajarkan di kampus dan sekolah-sekolah. Tugas besar bagi para orang tua dan pendidik adalah memberikan arahan terhadap murid tentang klasifikasi ilmu yang di pelajari. Lebih mendahulukan ilmu yang sifatnya fardhu ain daripada fardhu kifayah.

Teladan dalam mempelajari adab lebih di dahulukan di bandingkan dengan ilmu. Telah di lakukan oleh para ulama dan tokoh-tokoh cendekiawan muslim dahulu, di antaranya.

Imam Ibnul Mubarak berkata, “Aku belajar adab selama tiga puluh tahun, dan aku belajar ilmu selama dua puluh tahun.”

Imam Ibnu Wahab berkata, “Aku lebih mengutamakan belajar adab kepada Imam Malik dibandingkan dengan belajar ilmu darinya.”

Imam Abu Hanifah (Imam Hanifah) berkata, “Kisah-kisah tentang kehidupan para ulama dan duduk dalam majelis mereka lebih aku sukai dari mempelajari banyak ilmu, karena kisah-kisah itu penuh dengan ketinggian adab dan akhlak mereka.”

Olehnya itu, apabila sekarang di dunia pendidikan Indonesia sedang ramai menggalakkan pendidikan berkarakter, maka akan timbul pertanyaan, “Apakah cukup?”

Sekarang kata “akhlak” diganti dengan kata “karakter”. Karakter diartikan sebagai ciri yang membedakan seseorang karena kekuatan moral atau reputasi. Tetapi karakter juga dimaknai sebagai sifat yang dimainkan seorang aktor dalam sebuah sandiwara drama atau lakonan.

Berkarakter baik bisa diartikan sebagai ber”peran” baik. Sangat manusiawi tetapi tidak mesti berdimensi Ilahi. Seseorang bisa berkarakter tetapi belum tentu beradab.

Pemimpin berkarakter jika ia seorang yang tekun, berwibawa, santun dengan masyarakat, namun ia tidak beradab jika melegalkan judi, minuman keras, tempat prostitusi, kesyirikan dan sebagainya. Sebab itu, pendidikan karakter saja tidak cukup bagi peserta didik tetapi pendidikan adab juga sangat di butuhkan.

Ruh pendidikan kita mesti di tarik kembali kepada akarnya, bahwa peserta harus memiliki akhlak, adab yang baik setelah melewati proses pendidikan di sekolah dan kampus.

Perang guru, orang tua dan masyarakat sangat menentukan kualitas dan keberhasilan menanamkan nilai-nilai adab bagi para anak didik. Dengan berjalannya kembali tahun ajaran baru 2019-2020 di sekolah-sekolah dan kampus, semoga guru dan murid menjunjung tinggi nilai-nilai adab dan dapat melahirkan generasi yang beriman, bertakwa, beradab, cerdas dan kreatif mandiri.

Serta, memulainya dengan memperbaiki kualitas pengajaran di kampus-kampus kita. Sebab, para alumni kampuslah yang akan menjadi pendidik bagi anak-anak didik di sekolah.

Penulis: Muhammad Akbar, S.Pd
(Penulis Buku, Guru, Founder mujahiddakwah.com dan Pendiri Madani Institute – Center For Islamic Studies)

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

Polisi Amankan Dua Orang Terkait Kasus Kepemilikan Senpi AR-15

Lampung Selatan, LAMPUNG - Maspolin.id|| Kepolisian Resor Lampung Selatan terus mengembangkan kasus kepemilikan senjata api yang terungkap di wilayah Kalianda. Dalam pengembangan tersebut, polisi...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.