Haruskah Oposisi Memiliki 45 Persen Kursi ?

Oleh : Indra Gunawan )*

Jakarta,Maspolin.id – Pasca Prabowo dan Jokowi terlibat dalam agenda rekonsiliasi. Amein Rais melontarkan statement yang cukup fenomenal, dimana jika benar – benar mau rekonsiliasi maka kubu oposisi harus mendapatkan “jatah” kursi kabinet sebesar 45% sesui dengan angka perolehan suara pemilih dalam Pilpres 2019 lalu.

Pernyataan tersebut tentu membuat kita cukup sulit untuk mencermati makna dan alur pikir dari permintaan tersebut, apalagi setelah rekonsiliasi terjadi antara Jokowi dan Prabowo di MRT.

Prabowo ternyata sudah bertemu dengan Amien Rais secara langsung untuk menyampaikan hasil pertemuan dengan Jokowi, sesuai dengan Janji Prabowo yang akan menemui elit partai oposisi setelah bertemu Jokowi.

Dengan adanya pertemuan tersebut tentu Prabowo dan Amien Rais telah memperbincangkan sesuatu hal yang cukup penting terkait dengan rencana arah politik setelah kekalahannya dalam Pilpres 2019.

Padahal beberapa waktu sebelum bertemunya Prabowo dengan Jokowi, Amien Rais sempat melontarkan pernyataan bahwa jika bergabung dengan penguasa atau pemenang Pemilu, maka itu adalah “oposisi bohong – bohongan”, oleh karena itu, Amien Rais menekankan bahwa oposisi harus berada diluar pemerintahan untuk tetap menjadi oposisi, sehingga bisa mengawal jalannya pemerintahan, selain itu pihaknya juga merasa tidak tertarik untuk bergabung dengan kubu Jokowi.

Bahkan statement kontra dan kritikan pedas-pun kerap dilontarkan selama masa pemerintahan Jokowi, seperti mengkritik pembangunan infrastruktur yang terlalu mahal, khususnya pembangunan jalan tol yang tidak bisa dinikmati langsung oleh masyarakat karena tarif yang dirasa mahal, bahkan mantan ketua MPR tersebut menyatakan tidak setuju jika Prabowo bertemu dengan Jokowi.

Namun tetiba setelah rekonsiliasi, Amien Rais seakan berubah haluan, dimana ia menyatakan jika kubu Jokowi mau rekonsiliasi maka 45 % kursi kabinet harus dari kubu oposisi, pernyataan tersebut seakan seperti menjilat ludah sendiri. Dimana yang dulunya sering melontarkan ketidaksetujuannya, lantas menginginkan 45 % anggota kabinet merupakan kubu oposisi.

Hal ini tentu tidaklah relevan jika acuannya adalah 45 persen suara pemilih, karena Jokowi sebagai presiden memiliki hak prerogatif dalam menetapkan siapa yang akan bekerja bersamanya.

Jika berdasarkan permintaan 45 % untuk masuk ke dalam parlemen, hal tersebut tentu tidak logis, karena masih ada faktor parpol pendukung yang tentunya harus menjadi bahan pertimbangan oleh Joko Widodo.

Pertimbangan lainnya adalah keterwakilan daerah, profesional yang handal dibidangnya masing-masing, semua hal tersebut tentu menjadi pertimbangan presiden dalam menyusun kabinetnya.

Kemungkinan pemikiran ingin berkuasa dan memerintah Amien Rais sudah sedemikian kuat sehingga ia pun ‘berbalik arah’ tanpa rasa malu dan sungkan pada rakyat Indonesia, dan juga pada lawan politiknya dalam pemilu 2019.

Atas pernyataan tersebut tentu mari kira mencoba membuat prediks, bahwa partai yang berkoalisi dengan Jokowi-pun belum tentu akan mendapatkan jabatan yang diberikan oleh Presiden Jokowi. Sedang mereka yang kalah dan kerap menggunakan narasi desktruktif untuk mendelegitimasi KPU malah meminta jabatan sebanyak 45 persen.

Dalam pertandingan tinju, bayaran antara yang menang dengan yang kalah saja berbeda jauh, kemungkinan lain pernyataan Amin Rais sedang membayangkan bahwa dialah yang berkuasa atau dia yang menjadi presiden. Oleh karena itu benar, jadi presiden dalam mimpi.

Semoga hal tersebut bukanlah pertanda akan waham kebesaran akan sosok Amien Rais yang kerap melontarkan istilah yang cukup menggelikan. Ditambah lagi dengan tawaran yang cukup aneh dan mungkin membingungkan beberapa pihak.

Tawaran yang diajukan oleh Amien Rais tersebut lantas dianggap aneh oleh ketua DPP Golkar Ace Hasan. Dimana pihak Jokowilah yang menang, masa pihak timses Prabowo – Sandi yang mengaturnya.

Selain itu, masyarakat kita juga masih labil, dimana secara psikis, warga Indonesia banyak yang mengalami fanatisme buta akan berbagai kebijakan pemerintah.

Dalam situasi ini, ketika kita masih berada dalam kesibukan untuk belajar demokrasi, penguatan kelompok opsisi yang merupakan kebutuhan mendesak. Atas dasar Kebutuhan itulah Pak Jokowi lantas memiliki peluang sebagai aktor perubahan.

Meski Amien Rais sempat mengeluarkan pernyataanyang membingungkan, semoga PAN membuka diri dalam berkomunikasi. Tidak hanya partai yang kemaren berkoalisi, tetapi juga dengan partai kompetitor hingga anggota DPD terpilih. Hal tersebut dimaksudkan agar komunikasi lancar dan tidak tersendat.

)* penulis adalah pengamat sosial politik

Pemberantasan Terorisme Berlanjut, Upaya Polri Patut Diapresiasi

Oleh : Muhammad Ridwan )

Jakarta,Maspolin.id – Beberapa waktu yang lalu Polisi berhasil menangkap terduga teroris yang merupakan anggota Jamaah Anshorut Daulah (JAD) Sumatera Barat.

Densus 88 berhasil menangkap Novendri yang diketahui menerima aliran dana dari seorang aktor intelektual yang dikenal Saefullah. Namun saat ini, Saefullah diketahui masih berada di Afganistan.

Atas pengungkapan tersebut, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyampaikan bahwa pihaknya akan kembali melakukan pemetaan para napi terorisme dan deportan Suriah di Indonesia.

Dedi mengungkapkan bahwa Novendri telah memetakan beberapa wilayah Padang. Ia ditengarai akan melancarkan teror pada HUT Republik Indonesia, 17 Agustus 2019 mendatang. Aksi teror tersebut rencananya akan dilakukannya khususnya di daerah Sumatera Barat.

Lokasi yang dipetakan adalah kantor kepolisian dari mulai Polda Sumbar, Polresta Padang, hingga Pos Polisi Lalulintas.

Tak hanya itu, Novendri juga diketahui turut serta dalam merakit bom yang akan digunakan. Dedi juga mengatakan bahwa Novendri telah mengintai sejumlah anggota polisi untuk dijadikan target penyerangan dan perebutan senjata.

Dalam merencanakan dan melakukan aksi teror, Novendri tidak bekerja sendiri. Sejumlah rekannya kini juga masih dalam pengejaran oleh Tim Densus 88.

Tim Densus 88 Anti Teror berhasil meringkus Novendri di Rumahnya yang beralamat di Jalan perintis Kemerdekaan, Berok Nipah, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang.

Selain Novendri, Tim Densus 88 juga turut menyita barang bukti berupa laptop, paspor, lima keping CD tentang kajian Daulah, satu buku tauhid Aman Abdurrahman, satu buah panci kecil, lima buah gulungan kawat, satu buah sambungan pipa kecil dan sebagainya.

Dirinya juga memiliki koneksi dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Untuk JAD Indonesia, Dedi Novendri memiliki koneksi dengan MIT (Mujadihin Indonesia Timur), JAD Lampung dan Sibolga, serta JAD Bekasi.

Terduga teroris Novendri ternyata dikendalikan oleh seseorang bernama Saefullah alias Daniel alias Chaniago. Saefullah juga telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh pihak kepolisian.

Dugaan Polisi menyebutkan bahwa Saefullah saat ini berada di sebuah wilayah yang dikenal dengan Khurasan. Sebuah area yang berada di irisan antara Iran, Uzbekistan dan juga Afganistan.

Dedi menuturkan, pasca runtuhnya kekuasaan organisasi ISIS di Iraq dan Suriah, beberapa anggota ISIS melipir ke beberapa wilayah di sekitar sana. Salah satu wilayah yang potensial ialah Khurasan.

Tentu bukan tanpa alasan para teroris memilih khurasan, hal ini dikarenakan tempat tersebut merupakan area abu – abu tanpa kontrol langsung dari pemerintah.

Dedi juga mengatakan, bahwa Saefullah juga mengendalikan pelaku teror lain, seperti Yoga yang merupakan JAD Kalimantan Timur yang telah ditangkap pada Juni 2019 lalu. Yoga ditengarai menggantikan peranan Andi Baso yang merupakan penghubung antara ISIS dengan JAD di Indonesia atau Filipina.

Andi Baso diketahui memiliki kemampuan dalam merekrut anggota, saat ini Andi diyakini masih tinggal di Filipina.

Ancaman terorisme nyatanya masih saja ada di beberapa wilayah yang ada di Indonesia, penangkapan demi penangkapan para teroris, tentu menunjukkan bahwa eksistensi terorisme baik secara aktif dan masif, masih saja merebak di kalangan masyarakat.

Mengingat bahwa mereka sangatlah pandai dalam rekrutmen, ancaman sosial juga menjadi peringatan tersendiri. Dimana masyarakat harus bijak dalam menerima kajian – kajian yang bernada provokatif.

Jangan sampai semangat jihad yang digelorakan oleh salah satu pihak, lantas disalah artikan dengan bergabung bersama organisasi terorisme yang sangat anti terhadap demokrasi di Indonesia.

Kita tentu harus memahami, tidak ada agama yang tidak mengajarkan perdamaian, ajakan provokatif untuk mengajak membuat bom tentu hanya akan menimbulkan konflik horizontal. Kita harus terus sadar bahwa terorisme haruslah dilenyapkan dari Indonesia.

Para teroris cukup ahli dalam merekrut anggotanya, mereka tentu akan mencari seseorang yang dirasa siap untuk menjadi bagian teror dan menebar ketakutan.

Masyarakat tentu harus memiliki upaya agar terhindar dari paham terorisme / radikalisme. Pendidikan akan wawasan kebangsaan tentu bisa menjadi pintu yang bisa dilalui oleh para siswa yang sedang duduk di bangku SD SMP SMA.

)* Penulis adalah pengamat sosial

Pemanfaatan Dana Desa dan Digitalisasi Era Jokowi

Oleh : Gusti Arkananda*

Jakarta,Maspolin.id – Kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat, termasuk mayoritas rakyat yang hidup di pedesaan. Hal ini sejalan dengan kemauan politik pemerintahan Presiden Joko Widodo, yaitu untuk mengembangkan kawasan pedesaan demi kesejahteraan masyarakat desa.

Tekad ini mesti sejalan dengan harapan bahwa RAPBN 2020 harus dapat mengurangi kemiskinan. Dalam hubungan itu, dana desa dan bantuan modal untuk pengusaha mikro, kecil dan menengah harus tepat sasaran. Akses permodalan untuk penduduk miskin harus terbuka lebar.

Disparitas kemiskinan yang tinggi antara perkotaan dan pedesaan harus dikurangi, sebab mayoritas penduduk miskin ada di desa, dan sebagian daripadanya di sektor pertanian.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, kemiskinan di Indonesia per Maret 2019 sebesar 9,41 persen atau sebanyak 25,14 juta orang. Tingkat kemiskinan di pedesaan sebesar 12,85 persen nyaris dua kali lipat dari perkotaan yang 6,69 persen. Ketimpangan di perkotaan lebih tinggi dibandingkan dengan di pedesaan karena kesenjangan terhadap akses permodalan yang dalam.

Hal ini dapat diatasi dengan penguatan pemanfaatan teknologi digital yang membuka akses permodalan bagi siapa saja. Teknologi digital juga dapat mengatasi ketimpangan dan kemiskinan di pedesaan.

Dana desa dan teknologi digital bisa dioptimalkan untuk mengatasi ketimpangan dan kemiskinan karena dapat membuka akses permodalan dan kesempatan kerja yang berdampak pada penduduk miskin. Peningkatan kuantitas dan kualitas lapangan kerja lebih bisa mempertahankan kesejahteraan dibandingkan pendekatan subsidi atau bantuan.

Hal itu antara lain meliputi pemanfaatan dana desa untuk program padat karya, seperti pembangunan jalan desa dan irigasi pertanian. Program itu sangat bermanfaat, terutama di luar masa tanam dan panen pertanian atau perkebunan. Di samping untuk membangun infrastruktur, dana desa dapat juga dimanfaatkan untuk memberdayakan institusi pedesaan, dan, yang lebih penting, program itu jauh lebih mendidik dan baik bagi pembinaan karakter masyarakat agar mereka tidak manja dan bergantung pada subsidi atau bantuan pemerintah maupun pihak ketiga.

*Penulis adalah Pengamat Masalah Sosial Ekonomi

Jaga Situasi Kamtibmas, Polsek Logas Tanah Darat Musyawarah dengan Pihak Perusahan dan Koperasi

Kuansing, Riau,Maspolin.id – Dalam rangka menjaga situasi Kamtibmas di wilayah kecamatan Logas Tanah Darat kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing, Red), Polsek Logas Tanah Darat gelar silaturahmi dan musyawarah bersama pihak perusahan dan koperasi di aula Mapolsek Logas Tanah Darat, Kamis (25/7/19) sekira pukul 10.00 WIB.

Hadir dalam acara silaturahmi ini, Kapolsek Logas Tanah Darat, Iptu Rafidin LG, Maswir SGR PT.RAPP, Ahmad Yani SGR Askep PT.RAPP, Frank Sory PT. CRS, Suparman PT.CRS, Syarkawi Unit Koperasi Soko Jati, Wahyudi Unit Koperasi Sidodadi, Sukarji Unit Koperasi Huluteso, Sarwono Unit Koperasi Girisako, Iwan Abdurahman unit Kuantan Sako, Musa Unit Girisako, Abdul Gafar Unit Hulu Teso, Syaprimantoni Koptan Saiyo, Sukarji Unit Hulu Teso, dan Herwanto Unit Bumi Mulya

Kapolres Kuansing, AKBP. Muhammad Mustofa, SIk, M.Si melalui Kapolsek Logas Tanah Darat, Iptu Rafidin L. Gaol mengatakan, bahwa giat silaturahmi dan musyawarah diadakan agar pihak perusahaan dan koperasi yg ada di kecamatan Logas Tanah Darat ikut aktif dan berperan serta untuk Menjaga dan menciptakan Situasi Kamtibmas yang aman di tengah-tengah masyarakat.

“Disamping itu, pihak Perusahan dan koperasi harus turut serta dalam mencegah terjadinya kebakaran Hutan dan Lahan di wilayah Kecamatan Logas Tanah Darat,” ujar Kapolsek.

Dijelaskan Kapolsek, dari hasil silaturahmi dan musyawarah bersama tersebut, disepakati untuk melaksanakan Patroli bersama untuk mengatasi Karlahut, Pengecekan Peralatan Safety Fire, Pembentukan Forum Silaturahmi Bersama, dan kesepakatan bersama untuk menjaga komunikasi yang baik apabila terjadi permasalahan.

Kegiatan silaturahmi dan musyawarah ini selesai sekira pukul 12.00 WIb, dan selama giat berlangsung, situasi terdapat dalam keadaan aman, terkendali, dan berjalan lancar.

Penulis : Canggih

30 Personil Gabungan Tertibkan Penambang Pasir Ilegal Di Ngraho

Bojonegoro,Maspolin.id – 30 Personil Gabungan yang melibatkan Unsur, TNI, Polri dan Satpol PP Kabupaten Bojonegoro kembali Menertibkan Penambang Pasir Galian (C)  ilegal di wilayah Bengawan Solo Kecamatan Ngraho. Kamis 25 Juli 2019

Dalam operasi tersebut melibatkan antara lain TNI 4 personil, Polri 5 personil, Satpol Kabupaten Bojonegoro 17 personil, Satpol Kecamatan 4 personil, Tenaga pengangkut 6 personil.

Dalam giat tersebut untuk mesin penyedot pasir telah digeser di wilayah jawa tengah, adapun untuk petugas telah mengamankan BB yaitu Paralon 4 dim, tampar plastik, sekrop dan pacul untuk selanjutnya BB tersebut diamankan di Mako Pol PP Kab. Bojonegoro. 

Ditempat terpisah Kasatpol PP Pemkab Bojonegoro Arief Nanang S melalui saluran WA nya berpesan kepada masyarakat untuk selalu aktif memberikan informasi kepada perugas aparat tentang adanya penambangan pasir dengan menggunakan alat mekanik serta tidak memiliki ijin untuk ditertibkan.

Selain itu, akibat penambangan pasir dengan alat mekanik dapat merusak lingkungan karena adanya aktifitas penambangan dapat mengakibatkan kelongsoran dan mengikis pinggiran sungai Bengawan Solo.

“Kami akan selalu menertibkan penambangan pasir ilegal, Karena Penambangan pasir dapat merusak lingkungan,” oleh karena itu saya berharap kerjasamany dari Masyarakat, pungkas Nanang. 

Agus Kuprit

Bersama Warga, Satgas TMMD Bojonegoro Pavingisasi Jalan Lingkungan Dusun Kumprit

BOJONEGORO,Maspolin.id – Pavingisasi jalan lingkungan sepanjang 300 meter dengan lebar 2 meter di RT.06/RW.02 Dusun Kumprit, Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem, dilakukan oleh Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 105 Kodim 0813 Bojonegoro secara bergotong-royong bersama warga masyarakat setempat.

Pembangunan pavingisasi jalan lingkungan tersebut, merupakan salah satu sasaran fisik dalam kegiatan program terpadu lintas sektoral TMMD ke- 105 yang berlangsung di Desa Tondomulo Kecamatan Kedungadem hingga 8 Agustus 2019 mendatang.

Danramil Kedungadem Kapten Inf Paryanto, mengatakan bahwa kondisi jalan lingkungan tersebut, sebelumnya hanya tanah dan pengerasannya dari batu pedel. Dan sejak dibukanya kegiatan program TMMD beberapa waktu yang lalu, dilakukan pengerasan menggunakan paving.

“Dilakukan oleh Satgas TMMD bersama warga secara bergantian tiap harinya. Dan saat ini pengerjaannya sudah mencapai 80 persen,” ungkapnya, Kamis (25/7).

Pihaknya berharap, dengan adanya pembangunan pavingisasi jalan lingkungan ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memperlancar transportasi.

“Selain itu, dengan pemavingisasi jalan lingkungan yang sudah tertata ini bisa mempermudah aktivitas warga. Sehingga, pada muaranya untuk peningkatan ekonomi warga setempat,” pungkasnya.(kuprit)

Ungkap Penjualan Pupuk Ilegal di Sragen, Pedagang Asal Grobogan Dibekuk Polisi

Sragen,Maspolin.id – Ratusan sak pupuk bersubsidi disita jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Sragen Polda Jawa Tengah dari tangan pedagang nakal. Ratusan sak pupuk beragam jenis dari kabupaten Grobogan itu, rencana akan di jual oleh tersangka ke kabupaten Sragen, tanpa hak dan ijin yang sah dari petugas yang berwenang, Rabu (24/07/2019).

Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan dalam keterangannya melalui Kasat Reskrim AKP Harno mengatakan, “penangkapan tersangka berikut barangbukti ratusan sak pupuk bersubsidi itu terjadi Senin 22 Juli 2019 pukul 18.00 Wib, di jalur jalan Sragen kota, tepatnya di kampung Blimbingrejo Rt.26 Kelurahan Kedungpit Kecamatan Sragen kota. Petugas awalnya curiga, dengan truk Mitsubishi Colt Diesel bernomor polisi K-1552-MP, bermuatan penuh di jalur tersebut.

Setelah dicek, ternyata berisi penuh, pupuk jenis urea dan ZA. Saat di klarifikasi, sopir mengatakan, bila pupuk tersebut, rencana akan di jual oleh pedagang dari grobogan ke Sragen. Sayangnya, penjualan itu tak di sertai ijin yang sah dari yang berwenang.

“Muatan truk itu setelah dicek ternyata bermuatan pupuk bersubsidi jenis urea sebanyak 60 sak, dan pupuk bersubsidi jenis ZA sebanyak 100 sak, tanpa disertai surat keterangan penjualan sesuai hak dan ijin dari petugas yang berwenang di grobogan, “ jelas AKP Harno.

Dari pengecekan itu, kemudian di lakukan penyitaan terhadap barangbukti dan di bawa ke Mapolres Sragen.

Selain itu, petugas juga menyatakan pedagang bernama Paing Nurwakhid alias Nur (45) warga dukuh Perakitan Grobogan sebagai tersangka, dalam perkara tanpa hak memperjualbelikan pupuk bersubsidi, sebagaimana melanggar pasal 30 Ayat (3) Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor : 15/M.DAG/PER/4/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran pupuk bersubsidi untuk Sektor Pertanian Jo Pasal 6 Ayat (1) huruf b UU Nomor 7 Tahun 1955 tentang Pengusutan, Penuntutan dan Peradilan Tindak Pidana Ekonomi.

Admin/Hum


Kasat Narkoba Polres Klaten Hadiri Sarasehan Hari Anti Narkotika Internasional

Klaten – Peredaran narkoba jenis baru berupa tembakau Gorila diminta diwaspadai masyarakat. Sebab Polres Klaten sudah mengendus peredaran tembakau narkoba tersebut di wilayah Kabupaten Klaten, Rabu (24/7/19).

Kasat Narkoba Polres Klaten Kompol Munawar menjelaskan beberapa hari yang lalu, Sat Narkoba Polres Klaten mengungkap kasus Narkoba jenis tembakau Gorila.

” Tembakau ini berbahan tembakau biasa yang dicampur bahan narkotika,” katanya mewakili Kapolres Klaten AKBP Aries Andi, saat acara Hari Anti Narkotika Internasional di Pendapa Pemkab Klaten. Acara yang digelar Ikatan Purna Karyawan Pendidikan dan Kebudayaan (IPPK) dan Formas Annar itu dihadiri sekitar 300 pelajar, guru, tokoh masyarakat. Dibuka Ketua IPPK dan Formas Anar, Joko Sutrisno dihadiri BNNP Jateng.

Kompol Munawar mengatakan, terungkapnya kasus jenis baru itu menunjukkan peredaran narkoba terus berkemban. Muncul Narkoba jenis-jenis baru yang tidak kalah berbahaya bagi kesehatan dan menghancurkan penggunanya. Bisa berwujud minuman, makanan, tembakau, pil dan lainnya. Selain itu, Sat Narkoba mengungkap ada pesta Narkoba sebanyak 14 orang yang sebagian pesertanya pelajar. Di Kecamatan Klaten Selatan diungkap enam orang mahasiswa yang sedang pesta Narkoba.

Kasus Narkoba, kata Munawar, terus berkembang sebab para pengedar terus membangun jaringan untuk mengedarkan. Mulai dari jaringan internasional melalui kurir bisa menjangkau daerah-daerah pelosok. Bahkan menjangkau lembaga pemasayarakatan (LP) yang ada jaringan di luar LP. Adanya oknum yang memfasilitasi peredaran yang tertangkap menjadi bukti ancaman Narkoba yang semakin serius.

Polres dan Polda belum lama melakukan cek urine di LP dan ternyata ditemukan positif menggunakan. Apabila di LP saja masih mungkin kecolongan, masyarakat di luar bisa lebih mengancam. Untuk itu semua elemen masyarakat harus bahu-membahu memerangi peredaran gelap narkoba. Di Polres tahun 2019 ada 50 kasus terungkap dengan 55 tersangka. Diantaranya ada tiga orang berstatus pelajar dan seorang wanita.

Ig Partopo dari Dinas Kesehatan mewakili Bupati, Sri Mulyani mengatakan Narkoba erat kaitannya dengan masalah lain. Mulai minuman keras, HIV, sex bebas dan lainnya. ” Ancaman Narkoba termasuk di Klaten sehingga harus menjadi perhatian bersama,” jelasnya.

Peredaran di Klaten juga telah menyebar ke desa-desa sehingga merupakan kejahatan berat. Narkoba dijadikan alat untuk menghancurkan negara secara sistematis dengan merusak generasi muda. Ada 4 juta orang di Indonesia terjerat Narkoba. Kasi Pencegahan BNNP Jateng, Jamaludin Maruf mengatakan perkembangan teknologi harus diwaspadai. Sebab di media sosial bisa jadi untuk jaringan Narkoba.

Admin/Hum

Danlanal Banyuwangi Hadiri Penyambutan Panglima TNI Dalam Rangka Meninju Puncak Latihan TNI AU

Lantamal V,Maspolin.id – Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Banyuwangi, Lantamal V, Koarmada II,  Letkol Laut (P) Yulius Azz Zaenal, S.H., M.Tr.Hanla., M.M. hadiri penyambutan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahyanto, S.I.P dalam rangka meninjau puncak latihan Fire Power Demo Angkasa Yudha TNI AU di lapangan tembak Air Weapon Range (AWR) Lumajang, Rabu (24/7).

Kegiatan yang disaksikan oleh pejabat teras TNI Polri dan unsur Forkopimda serta Masyarakat Lumajang tersebut menampilkan berbagai macam operasi tempur antara lain operasi intelijen, operasi tempur serangan udara langsung, operasi pertahanan udara, operasi perebutan dan pengendalian pangkalan udara, operasi kesehatan di udara, operasi SAR dan pembebasan sandra dengan melibatkan 2500 personil TNI AU.

Dalam keterangannya Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahyanto, S.I.P mengatakan “Latihan Fire Power Demo Angkasa Yudha kali ini bertujuan untuk mengukur kesiapan dan kemampuan serta menguji Alutsista baru milik TNI AU”. jelasnya.

“Seiring perkembangan jaman dan semakin kompleknya tantangan yang ada menuntut TNI untuk memiliki Alutsista yang lebih baru dan modern dan itu sudah sebagian besar terpenuhi dan akan diuji pada Latihan Gabungan TNI pada September mendatang, Saya bertekad membangun prajurit TNI yang profesional, disiplin, militan dan rendah hati”. pungkasnya.

Di sela – sela mendampingi pejabat Mabes TNI, Danlanal Banyuwangi mengatakan “Masyarakat bisa menyaksikan secara langsung puncak latihan Fire Power Demo Angkasa Yudha TNI AU sehingga mengetahui kemampuan TNI AU dan dapat menumbuhkan kebanggaan kepada TNI AU”. katanya.

Pgs Kadispen Kapten Laut (E) Kusnan

Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat, Puslitbang Mabes Polri Kunjungi Mapolres Bojonegoro

Bojonegoro,Maspolin.id – Polres Bojonegoro pada Rabu 24 Juli 2019 menerima kunjungan dari Tim Pusat Penelitian dan pengembangan (Puslitbang)  Mabes Polri yang menjadi kepercayaan masyarakat.

Puslitbang tiba di Polres Bojonegoro dalam rangka melaksanakan survey tentang tingkat Kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polri T. A 2019.

Kunjungan Tim Puslitbang Mabes Polri Ini dipimpin langsung oleh Drs. Guntur Setyanto, M. Si beserta Kombes Pol Dadang Suwono dan Anggota Tim Dr. Vita Mayastinasari,  AKBP Hanifah Lembo dan Pembina Tegawati Am.d.

Pihaknya juga diterima langsung oleh Wakapolres Bojonegoro Kompol Ahmad Fauzi ,S.I.K.M.I.K beserta sejumlah Pejabat Utama Polres Bojonegoro.

Wakapolres Bojonegoro mengucapkan Selamat Datang dan terima kasih atas kunjungannya dalam rangka survey tingkat kepuasan Masyarakat atas Pelayanan Polri, Khususnya Polres Bojonegoro.

“Kami Berterima Kasih,telah menjadikam polres Bojonegoro sebagai tempat penelitian, sehingga jika terdapat kekurangan atau kekeliruan bisa kami lakukan pembenahan, ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, ketua Tim menyampaikan beberapa saran dan langkah yang harus dilakukan jajaran Polres Bojonegoro.

Juga membagikan kuisioner kepada pemohon SIM, napi Lapis dan kelurahan setempat agar diketahui tingkat kepuasan terhadap pelayanan Polri.

Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian dari Satintelkam, Satbinmas, Satreskrim,  Satsabhara, dan Satlantas Polres Bojonegoro tentang terobosan kreatif yang telah diberikan pada Masyarakat.

Agus/Heru

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

Polisi Amankan Dua Orang Terkait Kasus Kepemilikan Senpi AR-15

Lampung Selatan, LAMPUNG - Maspolin.id|| Kepolisian Resor Lampung Selatan terus mengembangkan kasus kepemilikan senjata api yang terungkap di wilayah Kalianda. Dalam pengembangan tersebut, polisi...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.