Spektakuler ! 24 Ogoh Ogoh Menantang Derasnya Hujan

Kediri,Maspolin.id – Hujan deras mengguyur kawasan paling tinggi dan sejuk di Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri. Kendati hujan deras tak mau berhenti sejenak sejak siang hingga malam hari, tak menyurutkan nyali pengarak ogoh ogoh.

Pelda Sunarto dari Koramil 15 Kandangan mendatangi lokasi keberadaan pawai ogoh ogoh yang berada di Desa Medowo, dan disinilah pertemuan terjadi antara dirinya dengan Kartiko, Ketua PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia) Kecamatan Kandangan. kamis (7/3/2019).

Yang paling mencengangkan saat berada dilokasi tersebut adalah jumlah ogoh ogoh yang terbilang sangat luar biasa, dan spektakuler. Hal ini lantaran ada 24 ogoh ogoh dilokasi itu, terlebih lagi, ogoh ogoh itu berstatus tingkat kecamatan, dan hanya bersumber dari 4 desa saja.

Dijelaskan Kartiko, 24 ogoh-ogoh yang diarak tersebut, 5 ogoh ogoh berasal dari Desa Banaran, 9 ogoh ogoh dari Desa Mlancu, 9 ogoh ogoh dari Desa Medowo dan 1 ogoh ogoh dari Desa Karang Tengah, keempat desa tersebut masuk wilayah Kecamatan Kandangan.

“Ada 24 ogoh ogoh, tahun ini, 5 dari Banaran, 9 dari Mlancu, 9 dari Medowo, 1 dari Karang Tengah, ini semua ada di Kecamatan Kandangan. Ini meningkat kalau dibanding tahun kemarin. Tahun lalu ada 21 ogoh ogoh, tambah 3 tahun ini, jadi 24,” jelas Kartiko.

Tempat ibadah, khususnya Pura, bisa dikatakan sangat luar biasa. Hal ini diungkapkan Kartiko, bahwasannya keberadaan Pura di Kecamatan Kandangan, total ada 10 Pura. Kesepuluh Pura tersebut tersebar di Desa Karang Tengah ada 1 Pura, Desa Banaran ada 1 Pura, Desa Medowo ada 4 Pura, Desa Mlancu ada 4 Pura.

Di Kandangan ini, ada 10 Pura, di Karang Tengah ada 1, Banaran ada 1, di Medowo ada 4, di Mlancu ada 4. Dari sepuluh ini, yang paling punya power ada di Medowo, yaitu Pura Dharma Wijaya, karena ini tingkat kecamatan,” sambung Kartiko.

Nama-nama Pura tersebut, Kartiko menjelaskan secara detail, Di Desa Medowo, disebutkan Pura Dharma Wijaya, Pura Wisno Murti, Pura Dharma Bakti Jaya dan Pura Sidi Amerta Nugraha. Sedangkan Di Desa Mlancu, disebutkan Pura Tirta Amerta Loka, Pura Dharma Bakti Jaya, Pura Dharma Kerti dan Pura Wahyu Tri Buana.

Terkait perkembangan umat Hindu di Kecamatan Kandangan, dikatakan Kartiko, bila dijumlah secara keseluruhan ada 4.000an orang, yang tersebar di beberapa desa. Dengan rincian, sekitar 800an orang berdomisili di Desa Banaran, sekitar 1.600an orang tinggal di Desa Medowo, sekitar 1.200an orang tinggal di Desa Mlancu, sekitar 100an orang tinggal di Desa Karang Tengah, 50an orang tinggal di Desa Kemiri, 100an orang tinggal di Kecamatan Kandangan. Sedangkan sekitar 150an orang lagi tersebar di desa-desa lain yang ada di Kecamatan Kandangan.

Berdasarkan laporan pandangan mata, ke-24 ogoh ogoh tersebut diarak dijalanan yang menanjak alias naik, dan hal ini sangat dibutuhkan ketahanan fisik bagi si pengarak ogoh ogoh. Jarak tempuhpun, bisa dikatakan luar biasa, yaitu sejauh hampir 4 km ditambah kondisi hujan deras.

Dari pengamatan, ada ribuan orang yang ikut mengikuti pengarakan ogoh ogoh ini, dan hujan deras tak mempan menghadapi semangat mereka, baik yang menggotong ogoh ogoh maupun yang mengikutinya.

Keamanan dan ketertiban juga menjadi sorotan, terlebih jalanan yang dilalui menanjak naik, ditambah ribuan orang mengikuti pawai ogoh ogoh ini. Selain keberadaan Pecalang, kelancaran pawai ogoh ogoh ini juga melibatkan Koramil Kandangan, Polsek Kandangan, Banser dan Linmas. 

(Penrem/Gondrong)

Babinsa Jajaran Posramil Gayam, Dampingi Petani Bantu Panen Padi

BOJONEGORO,Maspolin.id –     Bintara Pembina Desa (Babinsa) jajaran Posramil 18/Gayam, Kodim 0813 Bojonegoro turun langsung ke sawah membantu para petani di Desa binaannya masing-masing.

Seperti halnya yang terlihat, Koptu Wartam bersama Kelompok Tani (Poktan) Rukun Santosa 1 turut membantu warga binaanya memanen padi seluas 25 hektar di areal pertanian Desa Cengungklung, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur.

Koptu Wartam mengatakan bahwa kegiatan pendampingan petani binaanya tersebut, dalam rangka mensukseskan program pemerintah tentang swasembada pangan. Mulai dari kegiatan penyuluhan, pengolahan lahan, bercocok tanam sampai panen.

“Selain itu juga, kegiatan ini untuk memupuk kebersamaan. Sehingga, tetap terjalin hubungan harmonis dengan warga,” ucapnya, Senin (11/3/2019).

Dia mengharapkan, adanya pendampingan ini bisa membantu untuk meningkatkan kesejahteraan para petani diwilayah binaanya.

“Dengan turun langsung ke sawah ini semoga bisa memotivasi petani. Dengan harapan hasil panen bisa meningkat dari sebelumnya,” pungkasnya. 

(Penrem/Gondrong)

Rawan, Polsek Trucuk Himbau Warga Tingkatkan Keamanan

Bojonegoro,Maspolin.id – Pencurian yang sempat Terjadi akhir akhir ini di sejumlah wilayah di Kecamatan Trucuk membuat warga Masyarakat Makin Meningkatkan kewaspadaan dengan Berbagai cara mereka tempuh untuk mencegah kejahatan yang sama terulang.

Seperti dalam Beberapa waktu yang lalu Juga telah terjadi pencurian di wilayah Desa Padang Kecamatan Trucuk dan Malam hari ini juga ada kejadian Pencurian Lagi Berupa kendaraan Bermotor Scoopy Milik Kepala Desa Pagerwesi Kecamatan Trucuk.

Meski jarak waktu antara satu peristiwa dan peristiwa berikutnya relatif jauh, katakanlah terjadi beberpa kali pencurian dalam kurun waktu yang Tidak begitu lama, warga sudah langsung menilai wilayah mereka sudah tak aman lagi.

Dari kejadian Tersebut, Mereka pun berinisiatif memperkuat pengamanan Desa di lingkungan masing-masing, dengan sistem pengamanan yang sudah ada, yakni dengan melaksanakan Penjagaan Di Pos Kamling dan Bergiliran serta Aktif berkoordinasi dengan Polsek setempat. 

Untuk Mengantisipasi Hal Ini AKP Wiwin Rusli, SH selaku Kapolsek Trucuk melalui berbagai Kegiatan di Desa Juga sudah Menghimbau Kepada Semua masyarakat agar senantiasa selalu bekerja sama antara Masyarakat dengan Pihak Kepolisian untuk selalu aktif berkoordinasi menjaga keamanan Wilayahnya Masing Masing. 

“Saya berharap Dengan adanya kejadian pencurian di berbagai tempat di wilayah Kecamatan Trucuk, Mari kita bersama sama Meningkatkan Siskamling diwilayah masing masing, Bekerja sama, proaktif  pihak Kepolisian, Pungkas Kapolsek disela sela Kegiatan.

Agus Kuprit

TNI Sebagai Pelopor Kerja Bakti di Lokasi TMMD Mojosongo

Surakarta,Maspolin.id – Anggota TNI dari Kodim 0735/Surakarta yang tergabung dalam Satgas TMMD Sengkuyung I TA. 2019 pagi hari ini melanjutkan kerja bakti bersama warga binaannya di lokasi TMMD Sengkuyung I TA. 2019 wilayah Kodim 0735/Surakarta di RT. 03/39 Jati Rejo Mojosongo Jebres Surakarta. Selasa (12/3/2019).

Kerja bakti di mulai pukul 08.00 – hingga pukul 15.00 Wib, di lakukan selama kurang lebih 1 bulan sesuai target waktu program TMMD. Kerja bakti tersebut melibatkan beberapa elemen masyarakat di antaranya MTA, LDII, Linmas dan warga sekitar.

Danramil 04/Jebres Kapten Inf Narno mengatakan, kerja bakti bersama ini mencerminkan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kemanunggalan antara TNI dan rakyat akan semakin solid dan kuat. Terlebih pelaksanaan dilakukan dengan penuh semangat dan antusias, baik dari warga sendiri maupun dari anggota TNI,” katanya.

Salah satu warga Jati Rejo an. Tarto mengatakan Dengan Keharmonisan seperti inilah bisa memberikan kecintaan yang lebih, TNI benar-benar milik rakyat dan dicintai rakyat. Selain itu, rakyat bisa mengetahui TNI bisa meringankan warga dan menjadikan desa kami rapi dan indah. Ucap Tarto.

(Agus Kemplu Pendim Solo)

Kades Padang, Berikan Motivasi Berkarya Pada Warganya Dengan Beternak Ayam Joper

Bojonegoro,Maspolin.id – Di balik kondisi perekonomian yang semakin sulit, angka pengangguran semakin tinggi yang tidak seimbang dengan jumlah lapangan kerja, sementara skil maupun SDM individu terbatas, ada potensi lain yang dapat dijadikan alternatif lain tetapi dapat juga dijadikan sebagai jalan keluar dari permasalahan tenaga kerja.

Hal ini tak hanya dirasakan oleh sebagian Masyarakat Bawah Saja namun ada juga sebagai pejabat Desa seperti Kepala Desa yang sudah memiliki Gaji tetap dan tunjangan pun juga merasakan hal yang sama. 

Hal ini dilakukan oleh Subagio selaku Kepala Desa Padang Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro, disela-sela tanggung jawabnya sebagai pelayan masyarakat tidak canggung-canggung dirinya juga menggeluti Hobi yang kemudian menjadikan hobi tersebut sebagai penambah Keuangan dalam menambah Omset dalam perekonomian rumah tangganya.

Inisiatip membangun usaha Ternak Ayam Jawa Super terbesit di dalam pemikiran Subagio, gagasan ini muncul setelah melihat Hasil ternak teman temannya yang bisa merubah dan menambah Omset penghasilan. 

Awalnya Subagio mencoba Membuat Kandang dengan Ukuran 8 x 4 dan di isi dengan bibit Ayam Joper Yang ia beli dari Kota Kediri sebanyak 100 Bibit ayam dengan harga Rp. 630.000.

Namun setelah dirasa Dan dilihat Prospek dan pemasarannya yang bagus dan menguntungkan, ia beli lagi bibit Ayam Joper sebanyak 100 Ayam, hingga saat ini ayam jopernya sudah 200 ayam dan berusia 58 hari. 

“Alkhamdulillah Awal Coba coba sampai sekarang Ayam Joper saya Sudah berusia 58 hari, Dan mudah mudahan Apa yang saya lakukan ini bisa menjadi inspirasi bagi pemuda di Desa Padang untuk Bisa berkarya dan menghasilkan Uang demi memenuhi Kebutuhan Hidup sehari hari, ujar Kades. 

Masih kata Kades kepada Media ini mengungkapkan untuk Masa panen ayam Joper Normal 2 bulan dan untuk makanan nya dengan estimasi per 100 ayam estimasi Pakan Konsentrat 2 kwintal dan kadang di campur dengan Dedaunan.

“Untuk makanannya Kita atur per 100 ayam 2 kwintal Konsentrat di tambah dengan Dedaunan, dan Untuk Minumnya di usia 1 -20 hari kita kasih vitamin setelah itu kita kasih rebusan Empon empon untuk memperlancar Pencernaan dan Pertumbuhan, Kemudian Setelah Panen untuk pemasaran Di datangi tengkulak atau pengepul perkg 30rb – 35rb tergantung kondisi ayam, Pungkas Kades.

Saat di tanya soal Pelayanan ke masyarakat, Kades Mengatakan Tidak ada Masalah pelayanan Tetap berjalan lancar, bahkan di saat melayani masyarakat beliau juga menyisipkan Sedikit pengarahan khususnya kepada Pemuda Untuk terus berkarya baik Dalam Hal Ternak maupun lainnya.

Agus Kuprit

Akibat Rem Blong, Truk Mitsubishi Menabrak Bak Belakang Truk Gandeng Di Jombang

Jombang,Maspolin.id – Akibat mengalami rem blong truk Mitsubishi menabrak bagian belakang tengah truk gandengan Mitsubishi, di jalur nasional Madiun-Surabaya. Tepatnya di Jalan Raya Dusun Mojokuripan, Desa Jogoloyo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (11/3/2019) Sore, sekitar pukul 15.00 WIB.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, pengemudi truk Mitsubishi nopol AG 8578 AH, yakni Suprianto M (55) warga Desa Tambakrejo Rt 03 Rw 04 Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, mengalami luka akibat terjepit body truk yang di kemudikannya.

Kanit Lakalantas Polres Jombang, Iptu Sulaiman mengatakan, peristiwa kecelakaan berawal saat pengemudi truk Mitsubishi berjalan dari arah barat (Jombang) melaju ke arah timur (Mojokerto). Begitu sampai lokasi kejadian, tiba-tiba rem truk yang dikemudikanya blong, dan pengemudi truk pun langsung membanting setirnya ke arah kanan.

Naas, saat membanting setir ke arah kanan, di sebelah depan kendaraannya sedang melaju searah di samping kanan truk gandeng Mitsubishi nopol AG 8904 UE, yang dikemudikan Moh Saiful (26) warga Tegalyayasan, Desa Tegalarum Rt 05 Rw 06 Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi. Sehingga, truk Mitsubishi menabrak bak tengah bagian belakang truk gandeng Mitsubishi.

“iya, truk Mitsubishi mengalami rem blong saat melaju dari arah barat ketimur, sehingga membanting kemudinya ke arah kanan dan menabrak bak tengah bagian belakang truk gandeng,” katanya.

Akibat kejadian tersebut, body bagian depan truk Mitsubishi ringsek. Sedangkan kedua penumpangnya, yakni Subali (55) dan Sukono (55) warga Dusun/Desa Betet, Kecamatan Pesantren, Kabupaten Kediri, serta sopir truk gandeng dan kernetnya Wahyudi (20) warga Dusun Jambu, Desa Tunge, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, selamat dan tidak mengalami luka.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, hanya sopir truk mitsubishi mengalami luka dan sudah di rawat jalan di klinik Pei Hai. Sedang penumpangnya dan sopir truk gandeng serta kernetnya selamat,” terangnya.

Peristiwa itu pun, mengakibatkan kemacetan cukup panjang hampir tiga kilo meter. Kemacetan, diakibatkan oleh dua kendaraan yang terlibat kecelakaan berada di tengah jalan. Petugas kepolisian yang datang ke lokasi, langsung mengevakuasi dua kendaraan tersebut dan membawanya ke kantor polisi.

“Setelah berhasil dievakuasi, dua kendaraan tersebut kita bawa ke Satlantas Polres Jombang, untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” pungkas Iptu Sulaiman.

Jajang

Penguatan Kapasitas Perangkat Desa Dengan Giat Pengarahan Dari Bupati

Bojonegoro,Maspolin.id – bertempat di Balaidesa Semanding Bupati Bojonegoro memberikan Pembinaan Kepada Perangkat desa di Kecamatan Trucuk, Kecamatan Bojonegoro dalam rangka Penguatan Kapasitas perangkat desa.

Acara yang dilaksanakan (11/3) ini dihadiri pula jajaran Formpimca serta para perangkat desa dari Kecamtan Trucuk, Kecamatan Bojonegoro.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Djoko Lukito menyampaikan bahwa negara Indonesia adalah negara yang berlandaskan hukum, dimana semuanya ada sumber hukumnya dalam menentukan kebijakan atau dalam bertindak.

Jadi kita tidak bisa semaunya sendiri. Sehingga diharapkan perangkat desa dalam mengajukan Dana Desa harus sesuai dengan hukum atau aturan yang berlaku. Sehingga nanti pelaksanaan kegiatannya serta pertanggungjawabannya ada.

Apa yang diusulkan dan yang dilaksanakan sesuai. Sehingga hal tersebut dapat sesuai dengan hukum yang berlaku. Baik itu UU, Perpu, Perpres, Permen, Pergub, maupun Perbup.

Selain itu tahun ini merupakan tahun politik dimana kita tanggal 17 April kita akan melaksanakan pemilu diantaranya adalah pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Pemilihan DPR-RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten dan juga DPD.

Setelah itu kabupaten Bojonegoro juga akan melakukan pemilihan Kades pada tanggal 26 Juni secara serentak. Sehingga hal tersebut perlu persiapan yang sangat baik agar semuanya berjalan lancar.

Bupati Bojonegoro menyampaikan bahwa sejak ditetapkannya UU Desa, desa memiliki kewenangan sendiri dalam mengatur kebijakannya. Namun hal tersebut ada batasannya, tidak serta merta bebas. Sehingga dalam menjalankan roda pemerintahan Desa, desa harus berpatokan pada peraturan yang berlaku baik UU, Perpu, Perpres, Permen, Pergub, maupun Perbup.

Karena sejatinya bupati adalah Pembina bagi para PNS maupun Perangkat desa. Jadi pemerintah desa dalam membuat kebijakan tidak bisa semaunya.

“Misalnya saja dalam pencairan Dana Desa ada persyaratan melunasi PBB, maka syarat tersebut harus dipenuhi. Karena sejatinya Dana Desa salah satunya bersumber dari PBB. Toh nanti uang dari PBB juga akan disalurkan lagi melalui dana Desa. Jadi hal tersebut tidak akan memberikan kerugian, malah memberikan manfaat jika ikut membayar PBB”, imbuh Bupati Anna.

Hum/Ags

Sertijab di Polres Cilacap Kembali Bergulir, Kapolres: Tetap Jaga Netralitas Polri

Cilacap, Maspolin.id – Sejumlah perwira dan Kapolsek jajaran Polres Cilacap, mengikuti upacara serah terima jabatan (sertijab) di halaman Mapolres, Jalan Ir H Juanda, Cilacap, Senin (11/3/2019) pagi.

Kapolres Cilacap, AKBP Djoko Julianto memimpin langsung upacara tersebut.

Sertijab terhadap sejumlah perwira dan Kapolsek jajaran Polres Cilacap ini berdasarkan surat keputusan (SK) tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dalam Jabatan Perwira pada Jajaran Polda Jateng, yang ditandatangani Kapolda Jateng.

Pejabat tersebut masing-masing, Kabagren Polres Cilacap dari Kompol Budiono kepada AKP Agus Subiyanto AMd SH MM, Kasat Binmas Polres Cilacap dari AKP Agus Subiyanto AMd SH MM kepada AKP Pujiono SH MM, Kasat Tahti Polres Cilacap dari Iptu Rakhmat Juplianto kepada Iptu Suparjo, Kapolsek Cilacap Selatan dari Kompol Darsono SL SH kepada AKP Bambang Ismanto SH, Kapolsek Cilacap Utara dari AKP Pujiono SH MM kepada AKP Asep Kusnadi, Kapolsek Kroya dari AKP M Adimas Purwonegoro Sugeng Eko SIK kepada AKP Evon Fitrianto SH SIK MHum, Kapolsek Nusawungu dari AKP Tusiran SH kepada Iptu Rakhmat Juplianto, Kapolsek Maos dari Kompol Kiswoyo SIP kepada AKP Sugeng Hartono, Kapolsek Kesugihan dari AKP Asep Kisnadi kepada AKP R Gunung Krido Wahono SH, Kapolsek Jeruklegi dari AKP Bambang Ismanto SH kepada AKP I Nyoman Sudarjana, Kapolsek Gandrungmangu Iptu

Siwan SH MM, Kapolsek Cipari dari AKP Sugeng Hartono kepada AKP Tusiran SH, dan Kapolsek Wanareja dari AKP R Gunung Krido Wahono SH kepada Iptu Sutejo HS.

Kapolres mengatakan, mutasi jabatan di lingkungan Polri merupakan promosi jabatan, serta untuk penyegaran (tour of duty) dan menambah pengalaman kerja guna meningkatkan kemampuan menuju personel Polri yang profesional, modern, dan terpercaya.

Djoko juga menekankan untuk menyiapkan mental dan fisik serta perlengkapan personel sebaik-baiknya guna menghadapi pengamanan Pemilu bulan April 2019 mendatang.

“Tetap jaga netralitas Polri. Karena komitmen Polri dalam Pemilu 2019 adalah netral, netral, dan netral,” ungkap Kapolres. (Estanto)

Berusaha Kabur, Kurir Jaringan Internasional Ditembak Mati Anggota Polda Jatim

Surabaya,Maspolin.id – Polda Jatim melalui Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera saat konferensi Pers di RS Bhayangkara Polda Jatim.

Surabaya, Lingkaran.net– Polda Jatim tidak main-main dalam memberantas peredaran Narkoba di Wilayah hukumnya. Kali ini tindakan tegas terpaksa diambil jajaran petugas Polda Jatim dalam menangani jaringan Narkoba lintas negara adalah kurir Narkoba berinisial YP, warga Jalan Mangkurejo RT 02 RW 02 Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo ditembak mati dikarenakan berusaha kabur dari petugas.

Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Luki Hermawan melalui Kabid Humas Kombes Pol Frans Barung Mangera, didampingi Kepala RS Bhayangkara Kombes Pol Prima Heru dan Wakadir Resnarkoba Polda Jatim, AKPB Teddy S Syarif menggelar konferensi Pers dan menjelaskan bahwa polisi terpaksa menembak mati tersangka YP setelah dia mencoba melarikan diri dan tidak mengindahkan tembakan peringatan dari petugas, Senin (11/3/2019).

Kejadian yang menimpa tersangka kurir Narkoba jaringan Internasional berinisial YP ini bermula ketika polisi mengendus pengiriman Narkoba jenis shabu-shabu dari Malaysia. Informasi ini didapat dari pengembangan pengungkapan kasus Narkoba dengan kurir berinisial CKH dan HLKL yang sudah berhasil ditangkap 19 Oktober tahun lalu. Mereka berdua yang memberikan informasi akan ada lagi pengiriman SS dari Malaysia pada 9 Maret 2019 dengan pengendali berinisial KIM di Jakarta dan melalui jalur darat di salah satu hotel di Surabaya.

“Dari sinilah petugas berhasil mengendus keberadaan YP yang diminta mengirim SS ke Surabaya dengan terlebih dahulu menemui KIM di Jakarta,” Tandas Kabid Humas Polda Jatim.

Lebih lanjut mengatakan, Langkah YP ke Jakarta bertemu KIM pada 7 Maret 2019 juga sudah termonitor petugas kepolisian. Pada Sabtu 9 Maret 209, YP menerima sebuah koper dari KIM untuk dibawa ke Surabaya dengan nai bus dari terminal Lebak Bulus. YP pun naik bus sekitar pukul 16.00 WIB dengan diberi uang saku Rp 2 juta namun dia tak menyadari bila sudah diikuti petugas Ditresnarkoba Polda Jatim dengan menggunakan roda empat (mobil).

Saat bus mengisi bahan bakar di SPBU Kebomas Gresik, tepatnya pada Minggu (10/3/2019) petugas menyergap dan menangkap YP. Saat digeledah, ditemukan 5 bungkusan plastik SS dengan total berat mencapai sekitar 5 kilogram. Kelima bungkusan SS ada di dalam koper hitam. Petugas juga menyita sebuah Handphone merek Samsung dan merek Docomo, sebuah charge HP merek Assus, selembar tiket pesawat Lion, selembar tiket bus, bukti bill hotel di Jakarta dan KTP, semuanya atas nama YP. Selain itu juga menyita uang tunai Rp 2,35 juta.

Jenasah kurir sabu-sabu Inisial YP terpaksa ditembak mati petugas karena berusaha melarikan diri.

“Saat diminta keterangannya, YP mengakui akan diberi upah Rp 30 juta per kilogram SS yang dikirimnya. Tujuan pengantaran adalah Stasiun Gubeng dan akan ada kurir lain berinisial EVO yang akan menerima barang tersebut,” beber Kabid Humas Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Pengakuan ini membuat petugas pun membawa YP ke Stasiun Gubeng sekaligus menyanggong penerima barang berinisial EVO. Namun, ditunggu dari pukul 10.00 WIB sampai pukul 19.00 WIB ternyata EVO tidak datang.

“Saat itu, tersangka YP beralasan lagi bahwa bila EVO tidak datang, kiriman akan dibawa ke Desa Sendang Lauk Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, sehingga malam itu pun petugas mengawalnya ke lokasi yang dimaksud,” katanya.

Pada hari Minggu malam sekitar pukul 20.00 WIB sampai di Bangkalan dan ditunggu sampai 22.30 WIB tetap saja EVO tidak datang. Tanpa disangka, YP malah berusaha melarikan diri dan tidak mengindahkan tembakan peringatan dari petugas.

“Tiga kali tembakan peringatan guna memperingatkan agar tersangka tidak melarikan diri, ternyata tersangka tetap nekat melarikan diri sehingga akhirnya terpaksa ditembak petugas. Situasi saat itu gelap dan tertutup oleh semak belukar, sewaktu petugas mendekati tersangka YP teryata sudah meninggal dunia,” Ungkap Frans Barung Mangera.

Jasad YP akhirnya dievakuasi dan selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara. Wadir Resnarkoba Polda Jatim Kombes Pol Teddy S Syarif menyatakan, tindakan keras oleh petugas berupa penembakan karena tersangka mencoba melarikan diri.

“Tersangka YP ini termasuk kepercayaan bandar narkoba bernisial KIM dan SS yang dibawanya senilai sekitar Rp 5 miliar,” ungkap Wadir Resnarkoba Polda Jatim Kombes Pol Teddy.

(Firman)

Dicukur Tak Beraturan, Wali Murid Di Banyuwangi Lapor Polisi

BANYUWANGI,Maspolin.id – Dunia pendidikan di Kabupaten Banyuwangi tercoreng. Gara garanya sekitar 30 Siswa SD Negeri 2 Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi dicukur hingga ‘Pethak-Pethak’ oleh pelatih Bela Diri yang disuruh oknum Guru Olahraga Honorer sekolah setempat.

Akibatnya, siswa yang terdiri dari kelas 3,4,5 itu mengalami tekanan psikis dan menanggung malu karena rambutnya dicukur.

“Anak kami malu mas, sepulang latihan bela diri itu dia takut pulang dan menangis,” ucap Mustono salah satu wali murid.

Mustono menjelaskan, kejadian itu pada Jum’at (8/3/2019) sekira pukul 14:00 WIB. Atas kejadian ini, walimurid akan melaporkannya ke Kepolisian.

“Sebagai walimurid kami tidak terima dan akan kami bawa ke jalur hukum, apalagi siswa itu ada yang tergores benda tajam,” kata Lilis walimurid lainnya.

Akhirnya, sejak pagi hari pada Senin (11/3/2019) siswa bersama walimuridnya berbondong bondong ke Mapolsek Rogojampi.

Sementara itu, Kapolsek Rogojampi AKP Agung Setya Budi membenarkan, pagi ini kami menerima laporan rambut siswa yang dipotong oleh oknum.

Langkah selanjutnya, lanjut AKP Agung, pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan dan pripsip untuk laporan sudah diterima.

“Oknum yang dilaporkan sementara masih ada satu saja. Jadi perkara ini masih dalam penyelidikan,” pungkas Kapolsek

Rochman(KJT)

Jangan Lewatkan

Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.