Sesosok Mayat Laki-laki Tanpa Identitas, Di Temukan Warga Dalam Kubangan Batu Bata

JOMBANG(Maspolin.id) – Sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan warga mengapung di kubangan batu bata yang berair, di pinggir sungai Konto Dusun/Desa Bongkot, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (26/2/2019) pagi. Sedangkan, jarak antara bibir sungai dengan kubangan tersebut sekitar 5 meter.

Pada saat ditemukan, jasad korban dalam keadaan terlentang dengan mengenakan celana jeans dan kaos. Keadaannya pun, sudah dalam kondisi rusak dan membengkak serta mengeluarkan aroma tidak sedap, sehingga jasadnya tidak mudah untuk dikenali.

Menurut keterangan Suparno warga setempat, mayat yang ditemukan dalam kubangan batu bata yang digenangi air, akibat luapan sungai pada saat banjir beberapa waktu hari lalu itu, awalnya dikira sebuah boneka yang mengambang. Karena penasaran, pemilik lahan galian Hermanto langsung mengeceknya.

“Setelah di cek oleh pak Hermanto, ternyata benar bahwa itu sesosok tubuh manusia yang sebelumnya di kira sebuah boneka,” ujar Suparno.

Selanjutnya, penemuan itu di beritahukan ke warga lainnya serta perangkat setempat dan diteruskan melapor ke pihak kepolisian. Tidak berselang lama, anggota polisi dari Polsek Peterongan dan Inafis Polres Jombang tiba dilokasi, untuk mengevakuasi jasad korban.

Sementara, Kapolsek Peterongan AKP Sugianto mengatakan, dari hasil pemeriksaan tidak di temukan identitas pada tubuh korban. Diduga mayat tersebut adalah korban tenggelam pasca banjir, sebab beberapa hari yang lalu ada warga yang mencari keluarganya yang hanyut terbawa arus sungai Konto.

“Mungkin ini korban tenggelam, karena kemarin ada masyrakat yang mencari anggota keluarganya yang hilang di sungai. Sedangkan jasad korban, selesai dievakuasi langsung di bawa ke RSUD Jombang untuk dilakukan identifikasi,” Pungkas AKP Sugiarto.

Jajang

Diancam Akan Dibunuh, Jurnalis Lamongan Melapor Ke Polres

Lamongan(Maspolin.id) – Seorang jurnalis di Kabupaten lamongan, Jawa Timur, mendapat ancaman keras bakal di bunuh oleh orang tak dikenal. Ancaman tersebut terbongkar saat pelaku KEN salah satu anggota LSM berdebat dengan korban dan akhirnya membuka mulut bahwa korban bernama Ferry Mosses siap-siap akan dibunuh.

Ancaman tersebut bermula saat korban berupaya membongkar kasus besar korupsi JASMAS Mushola/Mesjid dan POKMAS yang dilakukan anggota DPRD lamongan.

“Saya bermula sedang membongkar kasus korupsi. Beberapa kasus sudah dilaporkan, kemudian ditangani Polres Lamongan. Para pelaku korupsi itu dari anggota DPRD,” jelas Ferry.

Adanya ancaman terhadap korban terjadi Senin Malam (25/2/2019). Saat itu korban bersama dua temannya mendatangi salah satu warung kopi di PKL Andansari. Disaat korban bersama dua temannya sedang berbincang mengenai korupsi jasmas dan pokmas, tiba-tiba pelaku KEN ikut bicara. Pelaku secara langsung mengancam korban hingga berulang-ulang.

“Pelaku tiba-tiba ikut bicara. (Sampean siap-siap aja dibunuh, kata pelaku). Saya balas, saya tidak takut mati demi kebenaran. Lalu pelaku akan melaporkan saya ke tim mereka. (Tunggu saja Saya akan laporkan, kata pelaku),” tambah korban.

Karena merasa terancam, korban langsung melaporkan ke pihak kepolisian. Dalam waktu 5 menit empat petugas tiba di lokasi tersebut dan mengamankan pelaku ke Polres Lamongan.

Dalam kesaksian, korban ditemani dua saksi yang mengetahui kerjadian pengancaman terhadap korban.

“Saya bersama teman dua saksi memberi laporan bahwa pelaku mengancam saya,” ucapnya.

(Dev/Ka).

Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Yakin Target PAD 2019 Lebih Dari 100%

KUDUS(Maspolin.id) – 26 februari 2019. Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Kudus berkeyakinan target PAD ( Pendapatan Asli Daerah ) 3,8 milyar yakin akan terpenuhi dikarnakan di tambahkannya fasilitas dan peningkatan sejumlah tempat – tempat wisata di Kabupaten Kudus.

Hal tersebut sudah di buktikan oleh Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata pada tahun 2018 kemarin dengan capaian PAD yang melebihi dari target yang di tetapkan oleh Pemda Kudus, sebesar 3,1 milyar dengan capaian 3,2 milyar dengan rasio pencapean lebih dari 100% hal tersebut adalah sebuah prestasi yang sangat membagakan sekali.

Di kabupaten Kudus ada sembilan belas desa yang di tetapkan sebagai Desa Destinasi Wisata tentunya apabila 19 desa tersebut di kelola dengan sungguh – sungguh pencapaian target PAD di tahun 2019 di pastikan bisa terpenuhi bahkan bisa melebihi dari target yang di harapkan.

PLT Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata juga menyampekan kesiapannya pada kami terkait pencapean target PAD ” saya berkeyakinan bahwa kita akan mencapai target yang di tentukan sejumlah 3,8 milyar, bahkan kami juga akan siap bekerja keras bukan hanya memenuhi target tapi bisa melebihi dari target yang di tetapkan” ucap Ibu Rahma di kantornya kepada wartawan MASPOLIN.id

Dalam kesempatan yang sama Ibu Rahma juga menyampekan ” kesuksesan pencapaian PAD 2018 yang melebihi dari target tersebut, berkat kerjasama semua elemen pegawai di Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata, lebih – lebih temen yang bertugas di tempat – tempat obyek wisata,pencapaian target tersebut tidak lepas dari kerja cerdas dan kerja keras temen – temen di lapangan” ucap ibu kepala dinas dengan santun dan lugas.

Sofii

Belasan Preman Lahan Kosong di Cengkareng Dibekuk Jatanras Polres Jakbar

Jakarta(Maspolin.id) – Aparat kepolisian dari Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat mengamankan belasan preman yang melakukan penjagaan lahan kosong tanpa seijin pemiliknya di Kamal Raya RT 007/09 Cengkareng Barat, Cengkareng Jakarta Barat.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi SIK MH mengatakan, pencidukan itu sendiri dilakukan oleh petugas Subnit Jatanras Unit Krimum dan Unit Resmob.

“Telah dilakukan sweping terhadap sekelompok orang yang menjaga tanah tanpa ijin, dan hasilnya 19 orang diamankan,” Ujar Kombes Hengki, Selasa (26/02/19).

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edi Suranta Sitepu menjelaskan, sebanyak 19 preman lahan kosong yang diamankan dibawah Pimpinan Kanit Krimum Iptu Dimitri Mahendra, sik bersama team melakukan penangkapan lantaran tersangka menguasai lahan milik korban dengan merusak kunci gembok pintu dan rantai

Kemudian menduduki lahan tanah kosong milik korban tersebut dengan mengaku memiliki Surat Keterangan Lurah dengan menyatakan bahwa tanah ini diperjuangkan belasan tahun oleh ahli waris, bahkan mereka mendirikan dua plang dan bedeng serta toilet di dalam lokasi tanah tersebut.

“Mereka (tersangka) berdalih dengan memiliki Surat Keterangan Lurah dengan menyatakan bahwa tanah ini diperjuangkan belasan tahun oleh ahli waris, sedangkan korban (pelapor) memiliki bukti kepemilikan dengan SHM No.1185, 1186,1187,” Jelas AKBP Edi.

Lebih lanjut Edi mengatakan, dari 19 tersangka yang diamankan antaranya NE (Pengacara Tersangka), YL, MAR, YAS, GL, YL, BL, PK, IDCP, KW, ASS, WOK, ADPM, APK, SAR, DAD, YK, MM, dan FD

“Selain mengamankan belasan orang, kita juga mengamankan dua unit sepeda motor, empat buah senjata tajam jenis parang, satu bilah golok, dua buah kayu dengan dipasang paku, dua buah tongkat best ball, dan satu unit mobil Avanza B 2667 TKD,” Katanya.

Sembilan belas preman lahan kosong tersebut kini masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Metro Jakarta Barat, dan bakal dijerat Pasal 335 ayat (1e) dan pasal 167 KUHP.

HUM

Tim dari Akpol Lemdiklat Polri, Lakukan Penelitian di Polres Bojonegoro

Bojonegoro(Maspolin.id) – Akademi Kepolisian (Akpol), Lembaga Pendidikan dan Pelatarihan (Lemdiklat) Polri Berkunjung ke Polres Bojonegoro Selasa (26/02/2019) Kunjungan ini dalam Rangka melaksanakan penelitian terhadap sejumlah perwira lulusan Akpol tahun 2013-2017 yang telah ditugaskan di sejumlah satuan.  

Adapun Satuan Tersebut Antara Lain Di Polres Bojonegoro, Polres Lamongan, Polres Jombang, Polres Mojokerto Kota, Polres Mojokerto Kabupaten dan Polres Bangkalan.  

Rombongan dari Akpol Lemdiklat Polri dipimpin oleh Kombes Pol Deddy Munajat MA; didampingi AKBP Fahrur Rozi SAg; dan Prof Dr Widiyanto Eko, dari Universitas Negeri Semarang. 

Tampak, Kedatangannya di Polres Bojonegoro disambut oleh Kabag Ops Polres Bojonegoro, Kompol Teguh Santoso SE, mewakili Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli SIK MH MSi, yang berhalangan hadir karena sedang mengikuti kegiatan dinas di Polda Jatim. 

Kombes Pol Deddy Munajat MA, dalam sambutannya menuturkan  bahwa sasaran penelitian tersebut difokuskan pada masalah akademisi, yang telah diterima oleh para lulusan akpol di lembaga pendidikan, dengan penerapan dalam tugas di lapangan. 

“Kami akan lakukan penelitian, apakah berhasil dalam pembinaan, saat diaplikasikan dalam tugas di lapangan.” tutur Kombes Pol Deddy Munajat MA. 

Adapun metode penelitian, lanjut Kombes Pol Deddy Munajat, dilakukan dalam betuk kuisoner dan diskusi atau tanya jawab, oleh tim dengan para lulusan yang saat ini telah bertugas di lapangan; dengan atasan langsung dan bawahan atau stafnya; serta dari tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda, dari masing-masing polres tempat para perwira lulusan Akpol tersebut bertugas saat ini. 

“Yang jelas saya dari tim, khusus untuk meneliti terkait materi mata pelajaran yang telah diterima dengan penerapan di lapangan, “ kata Kombes Pol Deddy Munajat, mengimbuhkan. 

Di akhir sambutannya, Kombes Pol Deddy Munajat berharap, dengan penelitian tersebut mudah-mudahan ada manfaatnya bagi para lulusan yang saat ini telah bertugas dan bagi adik-adik, yang saat ini sedang menjalani pendidikan di Akpol “Kami mohon bantuannya, berikan masukan semaksimal mungkin,” pungkasnya. 

Pada kesempatan yang sama, Prof Dr Widiyanto Eko, dalam sambutannya menuturkan bahwa  tujuan dari penelitan tersebut adalah untuk meningkatkan mutu kelulusan dari Akademi Kepolisian.Prof Dr Widiyanto juga berharap agar para peserta penelitian dapat memberikan masukan terkait hal-hal yang bisa dipergunakan untuk meperbaiki sistem pendidikan di Akpol, sehingga untuk pembelajaran yang akan datang akan lebih baik. 

“Jadi bapak ibu kalau ada masukan, keluhan, atau ada yang kurang berkenan, tolong disampaikan. Karena semua saran dan masukan tersebut, akan dipergunakan untuk memperbaiki sistem pendidikan para perwira lulusan Akpol,” katanya. 

Prof Dr Widiyanto, juga menuturkan bahwa penelitian ini dilakukan secara serentak di delapan Polda, yaitu Polda Jatim, Polda Jabar, Polda Babel, Polda Jambi, Polda Sumsel, Polda Kalsel, Polda Sulsel dan Polda Bali “Dari masukan-masukan tersebut nantinya akan dipergunakan sembagai masukan untuk pembenahan-pembenahan di Akpol dalam melaksanakan pendidikan profesi.” tuturnya. 

Masih menurut Prof Dr Widiyanto, secara umum langkah langkah yang akan didiskusikan tersebut terkait dengan para perwira lulusan Akpol yang saat ini telah bertugas di masing-masing satuan, apakah mereka benar-benar sudah memiliki kompetensi sesuai fungsi yang diharapkan. 

“Setiap masa itu pasti ada hambatannya, namun kalau bisa hambatan tersebut semakin diminimalis,” pungkasnya. Usai sambutan-sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan mengisi kuisoner, diskusi atau tanya jawab, atara tim dengan para peserta penelitian.

Arif RH/Gondrong

Komandan Lantamal V Narasumber pada Focus Group Discussion di Wispa Juanda

Lantamal V (Maspolin. Id) – Komandan Pangkalan Utama TNI AL V (Danlantamal V) Laksma TNI Edwin S.H,.M.Han menghadiri sekaligus narasumber pada Focus Group Discussion yang mengusung tema “Pengembangan Bandara Juanda Dikaitkan Dengan Pertahanan Serta Operasi Dan Latihan Penerbangan TNI Angkatan Laut” di Wisma Perwira Juanda, Selasa (26/2).

Focus Group Discussion kali ini dibuka Komandan Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) Laksma TNI Dwika Tjahja Setyawan S.E. mewakili Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal) Laksda TNI Didik Setiono, S.E., M.M.

Tampak hadir dalam acara tersebut para pejabat jajara Puspenerbal, Asops Danlantamal V, Kadiskum Lantamal V, Bupati Sidoarjo diwakili staf, Dirops Puspenerbal, Vice President Airport Engineering PT Angkasa Pura, General Manager Air Nav Bandara Juanda dan Bappeda Kota Sidoarjo.

Asops Kasal dalam amanatnya yang dibacakan Danpuspenerbal mengatakan bahwa pengembangan bandara Juanda berkaitan erat dengan pertahanan serta operasi dan latihan Penerbangan TNI Angkatan Laut.

Bandara Juanda mulai dibangun pada tahun 1959 dan diresmikan penggunaannya pertama kali pada tanggal 14 Agustus 1964 oleh Presiden Pertama RI Ir. Soekarno dengan sebutan Pangkalan Udara Angkatan Laut Juanda.

Juanda merupakan Pangkalan Udara Utama dalam menyelenggarakan dukungan administrasi dan logistik bagi unsur-unsur pesawat utama TNI Angkatan Laut dan melaksanakan pemberdayaan potensi maritim dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang dimiliki Pangkalan sendiri maupun sarana prasarana instansi yang terkait serta menyelenggarakan dukungan bagi kesatuan non TNI Angkatan Laut sesuai fungsi dan kebutuhan.

Sejalan dengan perkembangan jaman dan meningkatnya kebutuhan transportasi udara lanjut Asops, kawasan Bandara Juanda yang dialihkan pengelolaannya dari departemen hankam kepada departemen perhubungan, dikelola untuk penerbangan sipil melalui SKB 3 menteri.

Saat ini telah berkembang pesat sebagai Bandara Internasional dengan skala pelayanan primer dan menjadi pintu gerbang menuju pusat pertumbuhan wilayah tengah maupun timur indonesia.

Dengan mencermati perkembangan lingkungan strategis dan dihadapkan pada permasalahan terkait dengan upaya mengoptimalkan operasi dan latihan Puspenerbal dalam rangka menjaga kedaulatan negara.

Maka sinergitas dan kesinambungan antara Puspenerbal selaku badan pelaksana pusat Mabesal yang melaksanakan pembinaan terhadap satuan-satuan Penerbangan TNI Angkatan Laut termasuk Pangkalan Udara dan PT. Angkasa Pura (persero) selaku pengelola bandar udara di Juanda serta pemerintah Kabupaten Sidoarjo selaku perencana pengembangan tata ruang wilayah khususnya kawasan pertahanan dan keamanan serta kawasan militer di Sidoarjo, harus selalu terjalin secara optimal guna pencapaian tugas pokok TNI Angkatan Laut selaku komponen utama pertahanan negara di laut.

Dalam rangka mengakomodir perencanaan Kabupaten Sidoarjo yang ingin menjadikan kawasan bandara internasional Juanda menjadi Aerotropolis Sidoarjo, tentu saja memerlukan adanya pembahasan dari seluruh stakeholder secara simultan dan menyeluruh.

Hal inuni dilaksudkan agar kebijakan yang dilaksanakan tidak berpotensi mengganggu operasi maupun latihan TNI Angkatan Laut sebagai fungsi pertahanan serta kawasan strategis militer maupun bertentangan dengan persyaratan kawasan keselamatan operasi penerbangan dan tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan masyarakat sekitar bandara Juanda.
Kegiatan ini sangat positif dalam rangka menumbuhkan dan meningkatkan jalinan komunikasi antara pemerintah daerah dan TNI Angkatan Laut khususnya Puspenerbal sehingga masalahmasalah yang ada di lapangan dapat secara bersama-sama dipecahkan dan mendapatkan solusi yang terbaik jadikan manfaat dari kegiatan ini sebagai pedoman dalam perencanaan dan pengembangan ke depan sehingga segala kebijakan yang diambil nantinya akan lebih baik dalam mendukung pertahanan nasional.

Kadispen Mayor Rohman Arif

Wujudkan Wilayah Bebas Korupsi, PN Bojonegoro canangkan Zona Integritas

Bojonegoro(Maspolin.id) – Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro mencanangkan zona integritas dalam rangka untuk mewujudkan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), Selasa (26/02/2019).  

Acara ini berlangsung di Ruang Sidang Cakra Kantor Pengadilan Negeri Bojonegoro yang di hadiri oleh MUSPIDA, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama Kabupaten Bojonegoro, Pengacara, serta Wartawan Dalam Sambutannya, Kepala Pengadilan Negeri Bojonegoro Kadarisman Al Iskandar, S.H, M.H menyampaikan Wilayah Birokrasi Bersih Dalam Melayani merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.  

“Sebenarnya masyarakat dan para pencari keadilan merupakan Raja yang harus dilayani dengan baik” Ujarnya.  

Menurut Kadarisman Pemerintah Bojonegoro sendiri telah memberikan kesan yang baik, terbukti Pemkab telah memberikan perhatian lebih kepada pengadilan negeri.  

“Untuk itu Diharapkan dengan sinergitas ini mampu menciptakan lingkungan birokrasi yang bersih dalam melayani”, harapnya.  

Arif RH

Mengancam Dengan Sajam, Pemuda Asal Sidoarjo Dibekuk

Banyuwangi(Maspolin.id) – Jajaran Kepolisian Sektor Rogojampi, telah berhasil mengungkap kasus ancaman kekerasan dengan membawa senjata tajam(Sajam) jenis pisau dengan tersangka DADANG KURNIAWAN (27) warga Dusun Pandean Rt.03/01 Desa Banjar Kemantren, Kec. Buduran, Kab. Sidoarjo, di pinggir jalan Gang masuk  Dusun Jagalan Desa Rogojampi, Kec. Rogojampi Kab. Banyuwangi, Minggu (24/02/19) yang lalu.

Seperti di sampaikan Kapolsek Rogojampi AKP. AGUNG SETYA BUDI kepada awak media, kejadian berawal pada hari minggu 24/02/19 sekitar jam 20.00 WIB, saat itu saksi RUSLI EFENDI berada di pinggir jalan gang masuk Dusun Jagalan, Desa Rogojampi, Kec. Rogojampi,
telah melihat seorang laki-laki tidak memakai baju dengan badan penuh tatto mengenakan celana jeans warna hitam dengan tangan kanan memegang sebilah pisau yang dililit jacket switer warna abu-abu, saat tersangka dekat dengan saksi RUSLI EFENDI pada jarak sekitar 3 meter, kemudian laki-laki tersebut mengancam RUSLI EFENDI dengan cara menunjuk dengan tangan kiri dan memintanya diam, untuk tidak ikut campur, serta tidak boleh memberitahu siapapun jika telah bertemu dengannya, selanjutnya tersangka lari ke arah timur dan bersembunyi di areal persawahan, terang Kapolsek.

Melihat hal tersebut Saksi RUSLI EFENDI sangat ketakutan, merasa terancam jiwa dan keselamatannya RUSLI memberitahukan kejadian itu kepada warga, Selanjutnya warga sekitar mencari keberadaan laki-laki itu dan berhasil mengamankannya beserta pisau yang dibawanya untuk selanjutnya diserahkan ke Polsek Rogojampi,

Dari hasil penyidikan yang di lakukan oleh Kanit reskrim Iptu. Abdul Rohman, tersangka di jerat dengan pasal 2(1) Uu. No. 12/DRT/1951 atau pasal 335(1) ke 1(e)KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 Tahun penjara.

Gus

Dandim: TMMD Program Sinergitas

Cilacap, Maspolin.id – Dandim 0703/Cilacap, Letkol Inf Wahyo Yuniartoto SE MTr (Han) mengatakan, TMMD Sengkuyung Tahap I tahun 2019 yang dilaksanakan di wilayah Kecamatan Dayeuhluhur, Cilacap, Selasa (26/2/2019), merupakan program sinergitas antara Pemkab Cilacap, TNI, Polri, dan seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten Cilacap.

Upacara pembukaan TMMD sudah digelar Kodim 0703/Cilacap, dengan sasaran Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, yang akan berlangsung selama 30 hari hingga 27 Maret 2019 mendatang.

Wahyo Yuniartoto mengungkapkan, kegiatan ini fokus pada sasaran fisik dan nonfisik.

“Kegiatan fisik ada beberapa tempat, seperti rehab rumah tidak layak huni (RTLH), pembuatan jalan makadam, pembuatan MCK, dan pembuatan gorong-gorong,” ujar Dandim usai upacara pembukaan berlangsung.

Dandim melanjutkan, kegiatan fisik berupa pembuatan jalan makadam di Desa Dayeuhluhur sepanjang 1.150 x 3 meter, pembangunan MCK 2 unit, rehab RTLH 20 unit, pembuatan gorong-gorong 3 unit, dan pembangunan drainase sepanjang 95 meter.

Wahyo menuturkan, sebanyak 20 unit rumah yang akan direhab ini sebelumnya sudah diajukan dari desa. Usulan rehabilitasi rumah tersebut sudab diajukan sebelum program TMMD berjalan.

“Dari desa memilih beberapa sasaran yang ditargetkan akan dibangun TMMD. (Pemilihan rehab rumah) murni dari masyarakat yang menentukan apa kebutuhannya,” ujarnya.

Sementara untuk kegiatan nonfisik terdiri dari penyuluhan pertanian, peternakan, perkebunan, penyuluhan kesehatan, pengobatan gratis, penyuluhan bela negara, kamtibmas, penyuluhan tentang bencana alam, narkoba, pembuatan akta kelahiran gratis, pengobatan ternak gratis, pelayanan perpustakaan keliling, dan pembinaan administrasi kearsipan.

“Kami pada dasarnya mendukung program Pemkab Cilacap, dimana program TMMD merupakan program sinergitas antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten Cilacap,” bebernya.

Dandim melanjutkan bahwa kebersamaan satgas TMMD di tengah warga mengubah kesan masyarakat terhadap anggota TNI. Para anggota TNI identik dengan “mesin tempur” yang disiapkan guna menjalani peperangan.

“Dahulu kala nenek moyang bangsa Indonesia punya semangat gotong-royong, tidak ada yang bisa menandingi dan budaya gotong-royong itu kini nyaris hilang. Namun, setelah adanya TMMD budaya gotong-royong bangkit kembali,” sebut Dandim.

Seperti saat ini, melalui model gotong-royong yang merupakan warisan leluhur bangsa, prajurit Kodim 0703/Cilacap bersama masyarakat Dayeuhluhur melaksanakan TMMD Sengkuyung Tahap I tahun 2019. (Estanto)

Walikota Surakarta Buka Resmi TMMD Sengkuyung Tahap I TA. 2019 Kota Surakarta

Surakarta(Maspolin. Id) – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) merupakan Program terpadu Lintas sektoral antara TNI Dengan Instansi Pemerintah dan Non Instansi Pemerintah serta seluruh Komponen Bangsa lainnya, yang dilaksanakan secara terintergrasi bersama Masyarakat guna meningkatkan akselerasi kegiatan pembangunan di Daerah khususnya Daerah yang tergolong terisolasi, Kumuh Perkotaan serta kurangnya pemerataan pembangunan.

Maka bertempat di Lapangan SD Negeri Kendalrejo Jl. Ringroad No. 4 Kel. Mojosongo, Kec. Jebres Kota Surakarta telah telah dilaksanakan Upacara Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap I TA. 2019 di Wilayah Kodim 0735/Surakarta dengan Tema ” Melalui TMMD Kita Tingkatkan Kebersamaan Umat Serta Semangat Gotong Royong Dalam Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara Guna Mewujudkan Ketahanan Nasional” dengan Irup FX. Hadi Rudyatmo (Walikota Surakarta) dan Komandan Upacara Kapten Cpl Warji (Danramil 01/ Laweyan) yang diikuti 300 Orang. (26/02)

Adapun Sasaran Fisik TMMD adalah Perbaikan/Betonisasi Jalan Vol
P 750 M x L 3.35 M, Pembuatan Saluran Air P. 1.500 M x 0.6 M x 05 M, Pembangunan 3 MCK, Pembangunan Tandon Air Bersih 3 Lokasi dan Pembangunan 1 Mushola.
Sasaran Non Fisik Bela Negara dan peningkatan Wawasan Kebangsaan serta penananaman nilai nilai Ideologi pancasila, Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba, Penyuluhan Agama tentang Deradikalisasi Faham Keagamaan, Penyuluhan Buta Aksara lanjutan dan Kesehatan, Penyuluhan Sanitasi Lingkungan Perumahan ,termasuk pengelolaan Air Limbah Domestik, Penyuluhan tentang Pertanian dalam rangka mendukung Swasembada Pangan, Penyuluhan tentang Implementasi PAUD, Pemberian kursus Ketrampilan sesuai kondisi dan potensi Masyarakat dan Pemberian bantuan Sembako gratis kepada masyarakat miskin dan serta Fasilitas Kegiatan Bazar dan Pasar Murah bagi Masyarakat Miskin.

Sambutan Gubernur Jateng yang di sampaikan oleh Walikita Surakarta FX Hadi Ruduyatmo Alhamdhulillah, hari ini Tuhan Yang Maha Esa terus memberikan nikmat sehat, kekuatan dan semangat kepada kita semua sehingga kita bisa hadir disini meneguhkan komitmen untuk terus mengabdikan diri demi kemajuan Indonesia melalui TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Tahap I (Reguler 104 dan Sengkuyung I) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2019.

Inilah bagian dari cara kita merawat dan mengikat kebersamaan serta kegotong royongan untuk mengatasi persoalan-persoalan kebangsaan. Sinergitas dan kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta Pemerintah Pusat dan Daerah melalui TMMD seperti inilah menjadi suatu kekuatan luar biasa untuk memajukan desa, menggali dan mendayagunakan potensi serta mengatasi berbagai permasalahan masyarakat.

Data BPS per-Bulan September 2018, mencatat jumlah penduduk miskin Jawa Tengah sebesar 3,87 juta orang (11,19%), mayoritas berada di pedesaan, yakni sebanyak 2,15 juta orang. Untuk itulah, kita terus memfokuskan program penanggulangan kemiskinan di pedesaan dengan prinsip keroyokan melalui pen-dekatan holistik-integratif-tematik dan spasial. TMMD kali ini mengangkat tema “Melalui TMMD Kita Tingkatkan Kebersamaan Umat Serta Semangat Gotong Royong Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Guna Mewujudkan Ketahanan Nasional”.

Apabila dikaitkan dengan kondisi kebangsaan saat ini, tema tersebut sangatlah tepat. Sejarah telah mengajarkan kepada kita bahwa semangat kebersamaan, kegotong-royongan serta persatuan dan kesatuan merupakan senjata ampuh bangsa Indonesia dalam menghadapi segala permasalahan dan tantangan. Ini harus senantiasa kita rawat dan jaga bersama. Jangan sampai kapital sosial berharga ini luntur dan sirna tergerus oleh berbagai perbedaan yang ada. Berbeda itu biasa karena berbeda memang kodrat Sang Pencipta. Dan, berbeda itu indah.

Maka melalui TMMD ini mari kita gelorakan lagi semangat kolektifitas serta persatuan dan kesatuan seluruh elemen masyarakat yang ada. Mari kita bangun sarana prasarana, fasilitas umum dan sosial yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat desa. Tidak hanya itu, program TMMD ini juga harus diarahkan untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, meningkatnya kesehatan lingkungan dan memantapkan kerukunan antar umat beragama dalam rangka mencegah terjadinya konflik, SARA, radikalisme, terorisme dan intoleransi.

Yang tidak kalah penting, kita harus terus mendorong dan mendampingi masyarakat desa agar berkreasi serta berinovasi untuk menggali dan mengoptimalkan potensi desa agar lahir start-up wisausaha sehingga masyarakat desa makin sejahtera.

Saya juga berharap, TMMD kali ini bisa di-sisipkan program-program yang menggugah wa-wasan kebangsaan dan nilai-nilai nasionalisme. Ini penting mengingat maraknya hoax, bully dan ujaran kebencian yang muncul di tengah-tengah kehidupan kita dan berpotensi memecah belah bangsa.

Kita edukasi masyarakat di tengah riuhnya revolusi industri 4.0, bijak bermedsos. Saring sebelum sharing. Mari kita sadarkan masyarakat tentang arti penting persatuan dan kesatuan bangsa demi Indonesia Jaya.

Kita ingin desa-desa di Jateng makin maju dan sejahtera dengan tetap mempertahanakn keunikan dan kearifan lokalnya. Desanya maju, fasilitas pelayanan dasar masyarakatnya komplet, SDM-nya makin berkualitas unggul, mandiri, punya spiritualitas tinggi, nggak ada narkoba, kreatif dan inovatif serta mempunyai karakter kebangsaan yang kuat. Lan sing ora kalah penting, kabudayane tansah lestari. Harus bisa kita wujudkan bersama. Mari bersama kita Bangun Indonesia mulai dari Desa.

(Pendim 0735 Surakarta Pns Agus Kemplu)

Jangan Lewatkan

Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.