Cilacap, Maspolin.id – Pasca kasus penganiayaan disusul pembacokan terhadap petugas parkir di Giant Ekpres Cilacap yakni Dani (25), warga tampak berjaga-jaga di sekitar lokasi guna memastikan suasana berangsur kondusif meski masih mencekam.
Warga Kelurahan Sidakaya, Tono mengatakan, untuk memastikan kondisi tetap kondusif, pihaknya berjaga-jaga di sekitar lokasi dan di sekitar Jalan Bakung. “Sampai saat ini kondisi masih kondusif, belum ada pergerakan apapun dari warga Bakung,” ucapnya, Selasa (17/9/2019) malam, di posko Kelompok Sadar Lingkungan (Pokdarling).
Dia mengungkapkan, kondisi korban terus membaik di rumah sakit. “Kondisi korban membaik, sekarang masih dalam perawatan di rumah sakit,” imbuhnya.
Selain Pokdar, Polres Cilacap juga langsung mengerahkan personel untuk berjaga di sekitar Jalan Bakung.
Seperti diketahui, terjadi pengeroyokan disertai pembacokan di depan kompleks pertokoan depan Giant Ekspres Cilacap, siang kemarin pada saat suasana tidak begitu ramai, mendadak geger.
Juru parkir yang berada di pelataran pusat perbelanjaan Jalan Mayjen Sutoyo tersebut diserang 5 pemuda.
Dani langsung dilarikan ke Rumah Sakit Santa maria Cilacap, karena menderita luka yang cukup serius.
Dari informasi yang dihimpun, peristiwa itu bermula saat warga Jalan Bakung, Kelurahan Sidakaya, Kecamatan Cilacap Selatan, ini sedang menjaga parkir kendaraan di pelataran toko, Selasa (17/9/2019) siang.
Sekitar pukul 13.40 WIB, lima pemuda mendekati Dani.
Setelah terlibat obrolan dengan korban, mereka tiba-tiba menyerang. Korban terkena sabetan senjata tajam jenis parang dari salah satu pelaku. Akibatnya, korban menderita luka di bagian kaki, tangan hingga kepala.
Para pelaku langsung kabur setelah melihat korban terluka. Dan dengan sejumlah luka penuh darah, korban yang masih sadar dilarikan ke Rumah Sakit Santa Maria Cilacap.
Polisi yang mendapat informasi kejadian, tiba di lokasi beberapa saat kemudian. Tim Inafis (Indonesia Automatic Finger Print Identification System) Polres Cilacap juga terlihat di lokasi untuk melakukan olah TKP.
Kabar yang begitu cepat beredar membuat sejumlah warga mendatangi lokasi kejadian. Sejumlah warga lain yang berkumpul berusaha mencari pelaku. Namun hal tersebut bisa dicegah. Hingga malam menjelang, sejumlah polisi disiagakan di lokasi untuk meredam situasi agar tetap kondusif.
Menanggapi kejadian itu, Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto melalui Kasat Reskrim AKP Onkoseno Gradiarso Sukahar mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan terkait kasus pengeroyokoan tersebut.
Sejumlah saksi serta rekaman CCTV juga sudah diperiksa. Dia mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada pihak kepolisian.
“Kami masih melakukan penyelidikan dan masih memburu pelaku. Masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing informasi ataupun isu yang belum jelas kebenarannya,” jelasnya, Selasa (17/9/2019) petang.
Sementara itu, Ketua Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Pokdar Kamtibmas) Kelurahan Sidakaya, Kecamatan Cilacap Selatan Sumartono mengungkapkan, pasca kejadian tersebut, kondisi di wilayahnya terpantau kondusif.
Sejumlah anggota Pokdar Kamtibmas juga sudah mengimbau warga untuk tidak terpancing isu yang belum tentu bisa dipertanggungjawabkan.
“Ya ada warga yang berkumpul di lingkungan, tetapi tidak ada upaya untuk memburu atau mencari pelaku. Korban sendiri masih mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit,” ungkapya, Selasa (17/9/2019) malam. (Estanto)










