Blora – Maspolin.id //  Beberapa waktu lalu publik telah dihebohkan dengan kasus pungli jual beli kios pasar Cepu, senilai 865 juta. Yang melibatkan Kadinas Dindagkop, Sarmidi, Kabid pasar Dindagkop, Warso, dan mantan kepala UPTD pasar Cepu, M. Sofaat. Ketiganya sudah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Blora.

Pasca kasus tersebut, Plt. Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Menengah (DindagkopUMKM) Kabupaten Blora, Luluk Kusuma Agung Ariadi, sidak di pasar Rakyat Sido Makmur Blora, guna perbaikan sistem dan meninggalkan pola-pola lama (1/11)

“Tidak lagi menggunakan pola-pola lama, dan tidak lagi memungut uang diluar aturan yang ada,” ucap Luluk, Selasa (2/11/2021).

“Kejadian kemaren jangan sampai terulang lagi. Bekerja yang baik, jangan sampai melanggar hukum, kalau melanggar kita akan berurusan dengan hukum,” tambahnya.

Luluk berharap, bahwa semua pegawai pelaksana di UPTD pasar rakyat sido makmur sebagai pendulang ekonomi daerah, harus bisa menjaga diri, dan bisa berubah. Tadi sudah sepakat, untuk meninggalkan pola-pola seperti dulu. Harus kembali ke relnya.

“Tidak ada lagi pungutan-pungutan liar diluar ketentuan aturan pasar, dan kembali ke jalurnya sesuai aturan yang ada. Dan untuk teman-teman awak media bisa membantu dalam pengawasan dalam hal ini,” harapnya.

Sementara itu, untuk pembenahan internal akan dilakukan terus, ini sebagai tahapan baru, dipantau bersama-sama secara berkala dan rutin.

“Jadi tidak hanya hari ini. Sekecil apapun informasi dari teman-teman dan masyarakat, harus tetap kita tanggapi, dan ditindaklanjuti,” katanya.

Setelah memberikan beberapa arahan di kantor UPTD pasar rakyat sido makmur Blora, Luluk berkeliling pasar untuk mendengarkan keluhan-keluhan pedagang.

Lasmi, salah satu pedagang tas dan pakaian di blok A, ‘sambat’ (berkeluh kesah) tentang repotnya kalau pas hujan turun. Air hujan masuk ke dalam teras toko, dan mengenai dagangannya.

“Dagangan saya kalau kena air hujan, kan jadi jamuran pak. Saya minta untuk teras toko saya diberi tambahan teras dari bahan seng,” pintanya.

Selain itu, keluhan pedagang saat ini terkait dengan kebersihan dan parkir yang sembarangan.

“Untuk sampah saya mohon diperhatikan dan ditertibkan pak. Dan untuk parkir juga saya mohon di tertibkan juga. Kendaraan yang parkir di depan kios menutupi pembeli yang mau belanja di kiosnya,” pintanya lagi.

Selain itu, pedagang di blok A, Pardi, pedagang yang di Blok A banyak sekali kios yang sudah menjadi pemilik tapi kosong, dan mereka pindah di Blok C, karena blok C lebih ramai.

“Mereka punya kios di blok A tapi mereka dan dagangannya pindah di blok C, karena blok C lebih ramai. Mereka beralasan, karena mereka juga cari uang,” ucapnya.

Sementara itu, Luluk, Plt. Dindagkop Blora mengatakan, “Coba nanti kita komunikasikan kepada para pedagang blok A, maunya blok A bisa ramai lagi,” katanya.

“Kalau blok A ramai bisa untuk meningkatkan pendapatan para pedagang,” katanya lagi.

Setelah sidak dari pasar rakyat sido makmur, Luluk beserta rombongan melanjutkan perjalanan ke Polsek Blora kota untuk bersilaturahmi.

“Bersinergi, koordinasi yang baik bersama Polsek, untuk perubahan pembenahan pasar-pasar yang ada di Kabupaten Blora,” terangnya.

Luluk menjelaskan, pantauan di pasar rakyat sido makmur sudah mulai membaik, dengan pembukuan kita tertibkan. Untuk yang seharusnya tidak dilakukan sudah ditiadakan.

“Saya tidak menutup mata. Kita tidak sempurna bisa seratus persen, tapi kita harus dan wajib berusaha untuk perubahan yang lebih baik,” tegas Luluk.

Selanjutnya rombongan melanjutkan perjalanan, untuk sidak di pasar Ngawen.

 

Pri/Hans

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini