PBB Sampaikan Peringatan Serius soal Dampak Bahaya Jika Rusia Invasi Ukraina, Cukup Ngeri

New York – Maspolin.id // PBB mengeluarkan peringatan terkait invasi penuh Rusia terhadap negara tetangganya, Ukraina.

Menurut PBB, invasi tersebut akan memiliki dampak global menghancurkan yang memungkinian terjadinya “krisis pengungsi” baru.

Hal itu diungkapkan selama sesi Majelis Umum tahunan tentang “wilayah Ukraina yang diduduki sementara”.

Adapun sesi tersebut telah digelar di Markas PBB di New York setiap tahun sejak Rusia mencaplok Crimea pada 2014 silam.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengingatkan kepada badan tersebut bahwa kini dunia tengah menghadapi bahaya atas krisis tersebut.

“Jika konflik di Ukraina meluas, dunia dapat melihat skala dan tingkat keparahan kebutuhan yang tidak terlihat selama bertahun-tahun,” tuturnya, seperti dikutip dari Al Arabiya, Kamis (24/2/2022).

Guterres menekankan tidak ada ruang untuk tindakan atau pernyataan yang akan “mengambil situasi berbahaya ini dari jurang”.

Dia menyebut kini sudah waktunya untuk menahan diri, alasan, dan de-eskalasi.

Di sisi lain, Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Linda Thomas-Greenfield mengungkapkan hal senada.

Ia menjelaskan invasi bisa menyebabkan 5 juta orang kehilangan tempat tinggal.

Hal itu, melebihi 3 juta orang yang menurutnya saat ini telah terkena dampak aksi militer Rusia di Ukraina Timur.

Thomas-Greenfield menyatakan jika Rusia terus menempuh jalan ini, pihaknya memperkirakan krisis pengungsi baru akan tercipta.

Dia menyebut hal itu bahkan bisa menjadi salah satu yang terbesar dari yang tengah dunia hadapi saat ini.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa Ukraina merupakan salah satu pemasok gandum terbesar di dunia untuk negara berkembang.

Menurutnya, operasi militer Rusia dapat mengakibatkan lonjakan harga pangan serta kelaparan di wilayah Libya, Yaman, dan Lebanon.

Thomas-Greenfield mengatakan gelombang pasang penderitaan akibat perang tersebut lah yang tidak terpikirkan.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba telah memohon agar PBB meminta Moskow bertanggung jawab atas serangan terhadap “prinsip-prinsip inti hukum internasional”.

Kuleba juga menyebut konflik semacam itu dapat menandai “akhir dari tatanan dunia seperti yang kita kenal”.

Dia mengatakan jika Rusia tidak segera mendapatkan respons keras, maka menandakan kebangkrutan total dari sistem keamanan internasional dan lembaga lain yang bertugas menjaga ketertiban keamanan global.

Kuleba bahkan menyebutnya sebagai skenario suram yang akan membawa kembali ke masa tergelap di abad ke-20.

Selain itu, ia juga menilai klaim Rusia yang mengaku bertindak mencegah operasi militer yang direncanakan Kiev di daerah Donbas tidak masuk akal.

Pihaknya lantas meminta pihak Rusia untuk segera menarik pasukan dari tanah Ukraina.

Hal itu, karena rakyat Ukraina menginginkan perdamaian serta ingin menyelesaikan semua masalah melalui diplomasi.

Dalam pertemuan tersebut, sebagian besar dari 193 anggota PBB yang hadir menentang Moskow.

Sedangkan Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia menyebutkan penyebab dari ketegangan hari ini.

Dia menilai hal tersebut merupakan akibat dari kudeta 2014 silam di mana mantan Perdana Menteri pro-Rusia, Viktor Yanukovych digulingkan.

Nebenzia menyebut pemerintah Ukraina telah melakukan genosida di Donbass sejak saat itu.

(Ven/Nov).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini