Pemerintah Mulai Bangun Stadion Multifungsi GBK, Selesai Tahun 2023
Jakarta – Maspolin.id // Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada Desember 2021 telah memulai pembangunan Indoor Multifunction Stadium (IMS) atau stadion multifungsi dalam ruang di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, guna mendukung pelaksanaan Piala Dunia Bola Basket FIBA 2023.
Sekretaris Direktorat Jenderal Cipta Karya Riono Suprapto didampingi Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jakarta Metropolitan Mujutahid Hidayat mengunjungi lokasi proyek IMS di Kompleks GBK. Turut hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan Kontaktor Pelaksana dan Konsultan Manajemen Konstruksi.
“Pembangunan IMS Lapangan Basket Internasional baru berjalan sekitar enam persen dan rencana akan selesai Juli 2023. Dengan waktu pengerjaan 18 bulan kami berharap tim BPPW Jakarta Metropolitan dapat menyelesaikan dengan baik,” kata Riono dalam keterangan resmi, Jumat (25/2/2022).
Pembangunan IMS dilaksanakan secara Kontrak Tahun Jamak atau Multi Years Contract (MYC) tahun 2021-2023 senilai Rp 640 miliar. IMS di Komplek GBK dibangun karena Indonesia telah terpilih menjadi co-host Piala Dunia Bola Basket 2023 bersama dengan dua negara lainnya, yaitu Jepang dan Filipina.
IMS dibangun di lahan seluas 30.720 m2 dengan luas tapak bangunan 20.852,79 m2 dan dapat menampung penonton sebanyak 17.148 orang dengan fungsi utama sebagai Lapangan Basket yang memiliki satu field of play (FOP) dan dua lapangan latihan resmi. Fungsi lainnya dapat dimanfaatkan sebagai lapangan voli, badminton, tinju, MMA, tenis, atletik, serta fungsi non olahraga lainnya seperti konser, seminar dan pertunjukan khusus lainnya.
Secara desain, konstruksi stadion indoor terdiri dari empat lantai tribun dilengkapi atap space frame. Saat ini tengah dilakukan pekerjaan pondasi bore pile dan tiang pancang sebanyak 686 titik bore pile dan 120 titik tiang pancang. Dengan progres koanstruksi ±6,2 persen.
Fasilitas olahraga di IMS dengan sejumlah kecanggihan dan standar kelas dunia tersebut akan menjadi infrastruktur termewah yang bisa dibanggakan, setidaknya saat sejumlah gelaran berstandar internasional akan digelar di Tanah Air.
Sebelumnya Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, dukungan infrastruktur sarana dan prasarana olahraga menjadi bagian dari upaya pembinaan atlet untuk berprestasi di tingkat internasional.
“Insya Allah dengan prasarana yang baik dan semangat berlatih yang tinggi akan memberikan hasil seperti yang di harapkan,” kata Menteri Basuki awal Februari 2022 lalu. Lokasi stadion indoor berada tidak jauh dari GOR Indoor Basket Hall A Kompleks GBK Senayan.
Pekerjaan dilaksanakan meliputi struktur, arsitektur, mekanikal, dan elektrikal, pembangunan lapangan dan peralatan pertandingan, lapangan latihan, changing room, tribun, royal box, sistem pencahayaan, akustik, sound sistem, visual sistem, tiketing, sistem proteksi kebakaran, sistem transportasi dalam gedung, dan pemenuhan kriteria bangunan gedung hijau.
Pembangunan IMS diperlukan karena Indonesia belum memiliki venue indoor basket berstandar internasional yang sesuai dengan ketentuan FIBA. Dengan kapasitas, fasilitas, dan standar yang ada, IMS otomatis akan menggantikan Istora Senayan sebagai stadium indoor terbesar yang saat ini ada di Indonesia.
(ys_soel)










