MASPOLIN || MADURA – Pulau sapudi memiliki dua kecamatan delapan belas desa dengan tingkat perekonomian yang biasa-bisa saja, tentu tak lebih maju dari daerah-daerah di Indonesia apalagi Amerika, namun harga BBM dipulau ini sangat luar biasa hingga Rp.11.000-12.000/liternya untuk premium.
Sejak adanya program BBM 1 harga oleh pak Jokowi masyarakat dipulau sapudi Kab. Sumenep tak pernah merasakan BBM murah yang ada makin mahal.
“Masyarakat belum merasakan program pak Jokowi BBM 1 harga, dipulau kami mahal sekali, mulai dari Rp.11.000-12.000/liternya, ungkap Hendy selaku ketua ARKA.
Sudah berbagai cara dilakukan oleh masyarakat, pemuda, ormas, OKP dan mahasiswa serta tokoh masyarakat untuk menyuarakan tentang tingginya harga BBM ke pihak Forpimka dan pemerintah daerah termasuk juga dengan DPRD Kab. Sumenep namun belum mencapai puncak harapan.
“Udah banyak cara yg dilakukan dari masyarakat, ormas,OKP, mahsiswa bahkan para tokoh masyarakat untuk mengupayakan turunnya harga BBM namun susah untuk mencapai harapan itu ungkap Hendy.
Pemuda tersebut mewakili organisasi Arek Remaja Karang Tengah (ARKA) meminta agar pemerintah turun tangan untuk menangani persoalan tingginya harga BBM agar masyarakat pulau sapudi bisa menikmati harga BBM nasional.
“Harusnya persoalan ini pak Jokowi langsung turun tangan agar masyarakat sapudi bisa menikmati program BBM dengan harga nasional tutupnya.
Ferry










