
Trenggalek, Maspolin.id-Nyawa Albertio Rajendra Genofani, bayi asal Desa Karangturi Kecamatan Munjungan yang lahir 14 Oktober 2019 kemarin tertolong berkat program terpadu masalah kemikinan GERTAK yang dimiliki oleh Trenggalek. Berkat Gerakan Tengok Masalah Kemiskinan dan Kerentanan (GERTAK) yang diinisiasi oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin bayi yang didiagnosa memiliki kelainan bawaan lahir pada usus dibawah lambungnya ini bisa tertolong.
Lagi-lagi masalah ketidakmampuan biaya rumah sakit menjadi problem permasalahan pada kasus ini, padahal bila usus anak ini tidak segera dioperasi, nyawanya tidak bisa tertolong. Untuk menjadi peserta BPJS tidak memungkinkan karena kartu BPJS baru aktif setelah 14 hari setelah pendaftaran.
Kepada Maspolin.id, Mukalam warga Desa Karangturi menuturkan kronologis bayinya sampai dirujuk ke Rumah Sakit Syaiful Anwar Malang. Kejadiannya bermula muntah-muntah setelah minum asi ibunga, “dari awal lahir normal, dengan berat 3 kg 2 ons dan melahirkan di Puskesmas Munjungan dan sempat mendapatkan perawatan 1 hari 1 malam,” ungkap Mukalam..
Dilanjutkan oleh pria ini, “karena tidak terjadi apa-apa alias sehat, pihak Puskesmas memperbolehkan bayi kami pulang. Lima hari berselang anak saya ini setiap diberi asi oleh ibunya selalu muntah, sementara kita biarkan karena kebiasaan orang jawa muntah pada bayi itu disebut ‘gumuh’ (dianggap muntah bayi biasa),” terang Mukalam.
Menurut warga Karangturi tersebut kondisi ini dibiarkan hingga 7 hari, namun kebelakang muntahnya semakin kuat, hingga muncrat. Akhirnya hari ke-9 bayi ini di bawa ke Puskesmas kembali dan mendapatkan pemeriksaan oleh dokter Puskesmas.
Menurut dokter setelah pemeriksaan dinyatakan tidak apa-apa, cuma gumuh dan ada sedikit pilek. “Anak saya diberi obat sirup oleh dokter puskesmas, namun sampai hari ke-13 tidak terjadi perubahan,” lanjut warga Karangturi tersebut.
Panik, Mukalam kembali membawa anaknya ke Puskesmas dan disarankan untuk dibawa ke dokter spesialis anak. Dari situ anak yang diberinama Albertio Rajendra Genofani akhirnya dibawa ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek. Di Rumah Sakit ini anak ini ditangani oleh dr Dana spesialis anak rumah sakit plat merah milik pemerintah tersebut.
Dirawat oleh dokter spesialis anak ini kondisi bayi mulai membaik, namun dokter menyampaikan bawasannya ada kelainan bawaan lahir di perut bayi. Usus bawah lambung mengerak dan perlu penanganan operasi segera, karena bila tidak segera dilakukan operasi nyawa bayi bisa tidak tertolong, sehingga disarankan oleh dokter ini untuk dirujuk ke Malang.
Disinilah permasalahan terjadi, anak ini perlu penanganan cepat sedangkan orang tuanya tidak mempunyai biaya kalau mengurus BPJS, aktifnya baru 14 setelahnya. Pihak rumahsakit dan teman pria ini menyarankan dirinya untuk mengurus SPM ke GERTAK, karena bila mendaftarkan ke BPJS sudah tidak lagi memungkinkan, karena Albertio membutuhkan operasi segera.
Berkat SPM ini anak ini bisa dioperasi di Syaiful Anwar dan kondisinya berangsur membaik. Mukalam sangat berterima kasih dengan bantuan dari pemerintah ini. Kalau tidak ada SPM tersebut mungkin dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada anaknya. Kepada Maspolin.id, Mukalam menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Pemeritah Kabupaten Trenggalek atas bantuan yang diberikan kepada keluarganya, selain itu mekipun menggunakan SPM pelayanan rumah sakit juga cukup baik, tandasnya.
Penulis: Fals Yudistira









