MASPOLIN || KEDIRI – Komplotan penjarah makam di Bong Cino Klotok, Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto terkuak. Enam orang diduga terlibat diamankan polisi. Empat di antaranya diringkus warga bersama Sertu Suprapto dan Serma Gianto, anggota Koramil Mojoroto.

Empat pria yang tertangkap basah menjarah pusara Tionghoa itu adalah Abdul Chafidz, 30, warga Desa Pundong, Diwek, Jombang; Slamet Abidin, 34, dan Rokhim, 37, keduanya asal Kejagan, Trowulan, Mojokerto, serta Teguh Haryono, 26, warga Cibuyur, Warungpring, Pemalang. Sementara dua pelaku lain diamankan polisi.

Bersama penangkapan keenam pelaku turut diamankan barang bukti berupa lima ornamen berbentuk papan. Masing-masing berukuran 2 x 0,5 meter setebal 10 sentimeter. Ada pula patung atau Kie Lin kuno dan linggis juga diamankan.

“Dari barang bawaannya saya melihat ada linggis dan uang Rp 7 juta dari salah satu pelaku,” ujar Suprapto yang juga anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) Pojok ketika dikonfirmasi koran ini di kantor Koramil Mojoroto kemarin.

Menurutnya, kecurigaan terjadi penjarahan makam sudah terendus pertengahan bulan. “Pada tanggal 14 Oktober lalu, kami menerima laporan dari warga jika ada ornamen yang hilang,” timpal Gianto.

Karena itu, bersama warga, anggota TNI ini mengawasi area pemakaman di kaki Gunung Klotok tersebut. Sampai akhirnya, sekitar pukul 22.00, Jumat (23/10), Suprapto yang piket mencurigai satu mobil Izusu Panther dan truk bercat oranye S 8970 ND masuk kawasan kuburan. “Waktu itu saya sedang tugas jaga. Pas d warung dekat makam saya curiga lihat dua kendaraan itu,” urainya.

Suprapto pun menunggu di jalan yang sama. Sekitar 30 menit kemudian, mobil keluar dari pemakaman. “Panthernya keluar duluan. Tapi yang truk kok belum keluar, lama,” jelasnya.

Suprapto ditemani beberapa warga pun mengintai dari jauh. Di sana terdengar suara seperti orang sedang membongkar bangunan. Lantas terdengar barang dimasukkan ke bak truk. Cukup lama menanti, Suprapto dengan warga akhirnya menyanggong di jalan pintu keluar makam.

Sampai sekitar pukul 02.30, Sabtu (24/10), akhirnya truk itu keluar. Dalam perjalanan itulah, kendaraan tersebut dihentikan. “Waktu itu di truk ada 4 orang. Depan 3 dan belakang 1. Mereka kami suruh turun dan kami ambil kuncinya,” tegas Suprapto.

Selanjutnya, kejadian ini dilaporkan ke Polres Kediri Kota. Petugas satreskrim segera meresponsnya. Menurut Suprapto, pengemudi mobil Panther pun diamankan di sekitar masjid Perumahan Wilis, Pojok, Mojoroto. Satu pelaku lain yang naik sepeda motor juga turut dibawa ke mapolresta. “Yang naik mobil ada satu orang dan naik motor satu orang. Jadi ada enam yang dibawa ke polresta,” papar Suprapto.

Informasi Jawa Pos Radar Kediri menyebut, makam yang dijarah termasuk kuburan kuno. Bangunannya telah ada sejak 1901. Namun ahli warisnya belum diketahui. “Dari catatan makam tersebut, sudah lima tahun gak ada yang mengunjungi. Sepertinya ahli waris domisili di Blitar. Cuma orangnya belum ketemu,” terang pengurus Dana Pangrukti Kota Kediri yang mengelola pemakaman warga Tionghoa yang enggan disebut namanya tersebut.

Kapolresta Kediri AKBP Miko Indrayana membenarkan terungkapnya kasus ini. Hingga kemarin, masih dikembangkan penyidik satreskrim. “Termasuk barang bukti apa saja yang diambil masih dalam pengembangan penyidikan,” jelasnya ketika dikonfirmasi via telepon kemarin.

HUM

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini