MASPOLIN || BOJONEGORO – Nyadran adalah serangkaian upacara yang dilakukan oleh masyarakat Jawa, terutama Jawa Timur. Nyadran berasal dari bahasa Sanskerta, sraddha yang artinya keyakinan.

Nyadran adalah tradisi pembersihan makam oleh masyarakat Jawa, umumnya di pedesaan dan di laksanakan setelah Panen Raya.

Seperti yang dilakukan oleh Warga Masyarakat Dusun Taji Desa Sukorejo Kecamatan Ngraho, pada Jum’at Pon 31 Juli 2020 masyarakat setempat melaksanakan Sedekah Bumi (nyadran) di makam Mbah Pendek.

Menurut Heri Cahyono selaku Bayan Desa Sukorejo mengatakan bahwa kegiatan Sedekah Bumi ini di laksanakan tiap satu tahun sekali di Makam Mbah Pendek, mbah pendek sendiri menurut penuturannya adalah merupakan Penyebar agama islam Pertama kali di Desa Sukorejo melalui pagelaran Wayang Krucil oleh karena itu setiap ada sedekah bumi pasti ada Wayang krucil.

“Warga Dusun Taji setiap Setahun sekali mengadakan tradisi Sedekah Bumi (nyadran) di makam Mbah Pendek, dan pasti ada wayang krucilnya, karena dahulu Mbah Pendek menyebarkan Agama Islam Pertama kali melalui wayang Krucil, Ujar Pak Bayan.

Ditempat yang sama Sukardi selaku kepala Desa Sukorejo mengatakan meskipun dalam kondisi wabah seperti ini kita tetap melaksanakan Kegiatan Sedekah bumi, karena ini sudah tradisi warga Yang setiap tahunnya di laksanakan.

“Meskipun Dalam Kondisi Dan Suasana seperti ini, Warga Tetap menginginkan Sedekah bumi di laksanakan, dan Kita sudah memenuhi Keinginan warga, namun kita Batasi Pengunjung, Jam , sesuai Himbauan dari Forkopimcam Setempat, Tambah Kades.

Hingga berita ini di tulis kegiatan Sedekah Bumi masih berlangsung secara sederhana dengan harapan Dan Do’a yang di panjatkan semoga Wabah Virus Covid 19 segera hilang dan Kehidupan Masyarakat Kembali Normal.

AGUS GONDRONG

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini