Cilacap, Maspolin.id – Peresmian Lapas Khusus Kelas II-A Karang Anyar, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jateng oleh Menkumham Yasonna Hamonangan Laoly diwarnai aksi walk out (keluar ruangan) sekitar 30 wartawan baik media cetak, elektronik, dan online, Kamis (22/8/2019).

Para wartawan yang diundang secara resmi untuk meliput kegiatan tersebut kecewa karena tidak boleh mengambil gambar peninjauan Menteri ke blok-blok penghuni Lapas.

Padahal, para wartawan hanya ingin mengambil gambar dari jarak dekat peninjauan tersebut, bukan untuk masuk ke dalam blok-blok.

Juga pada saat penandatanganan prasasti wartawan diminta menjauh karena pengambilan gambar dikhususkan bagi Humas.

Kekecewaan wartawan kembali terjadi menjelang konferensi pers, karena juga tak diperbolehkan mendekat dan dibatasi oleh karpet merah.

Pembatasan-pembatasan inilah yang membuat wartawan kecewa dan mereka langsung keluar area peresmian dan minta kembali ke Dermaga Wijayapura.

Di dalam bus Transpas yang ditumpangi wartawan, salah satu staf Humas Ditjenpas, Munadinnoh meminta maaf atas kejadian ini. Untuk itu dia menawarkan kepada para wartawan apakah masih mau meliput kegiatan Menteri di Lapas Kembang Kuning, namun dengan kompak ditolak wartawan, karena mereka mau segera pulang.

Dalam perjalanan menyeberang ke Wijayapura, para wartawan membayar sendiri ongkos perahu compreng, masing-masing Rp 5.000.

Di Dermaga Wijayapura, fotografer Antara Idhad Zakaria mencoba mengklarifikasi pernyataan yang disampaikan Muna di dalam bus.

Menurut dia, wartawan hanya ingin mengambil gambar dari dekat karpet merah saat Menkumham meninjau bangunan blok hunian, bukan minta masuk ke dalam blok karena ketika penandatanganan prasasti terhalang oleh fotografer dan kamerawan Humas sehingga wartawan tidak bisa mengabadikan momentum tersebut.

“Saat penandatanganan prasasti, dari Humas maju semua, kita gambarnya ditutupi. Kita enggak dapat apa-apa, ketika penandatanganan prasasti enggak dapat, masa waktu Pak Menteri jalan (meninjau blok) enggak dapat lagi,” katanya, sembari menyerahkan kembali ID Card yang dia pakai kepada Muna.

Terkait hal itu, Muna kembali meminta maaf adanya miskomunikasi antara panitia dan wartawan.

“Semoga nanti ke depannya semua kegiatan berjalan lancar, teman-teman media juga bisa mengambil apa yang dibutuhkan, yaitu gambar informasi. Sekali lagi, saya mohon maaf,” katanya. (Estanto)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini