Jakarta, maspolin.id – Pernyataan Ketua Umum Generasi Perduli Anti Narkoba Soal Penangkapan Tio Pakusadewo.
Menyusul penangkapan aktor berbakat Tio Pakusodewo, Selasa 14 April 2020 oleh Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Ketua Umum Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN), Brigjend Pol purn. Drs Siswandi memberikan pernyataan sebagai berikut:
Irwan Tio Pakusadewo (ITP), sepuluh kali pun di bui, saya bisa pastikan TIDAK akan menghentikannya dari keinginan menggunakan narkotika. Model ITP baaanyaak…! Banyak! Pertanyaannya apakah energi kita akan dihabiskan untuk ngurusin orang seperti ITP…? Saya pernah bersaksi untuk kasus Tio Pakusadewo. Sebelum saya bersaksi, dia bersumpah TIDAK akan make lagi ….sumpah lisan dari para pecandu buat saya masuk kuping kanan keluar kuping kiri. Kenapa percaya kepada orang sudah rusak jaringan syarafnya?
Kembali mencermati pasca penangkapan ITP, ada pertanyaan yang menggelitik dari keterangan pers kasus tersebut. Diduga ITP kecanduan karena seminggu dua kali make, pertanyaannya apakah TIDAK membaca rekam medik yang tertuang dalam rekomendasi asesmen BNN?
Berita ITP tidak ada yang aneh dan sudah tidak menarik lagi dari segi pemberitaan karena TIDAK ada nilai yang baru dari pemberitaan tersebut yang dapat disuguhkan. Justru saya balik bertanya kenapa perlakuannya harus menjalani proses hukum? Kenapa ditangkap paksa dan dimasukkan ke tempat rehab? Masihkah ada harapan yang baik jika di proses hukum dan disidangkan lalu di vonis penjara? Manfaat apa dari pecandu yg dibui? Untuk menyadarkannya TIDAK mungkin sadar!
Dihubungkan dengan curhatan Menkumham di ILC tvOne penghuni lapas dan rutan setengahnya adalah perkara narkotika apa yang salah? Apakah undang undangnya yang salah? Kalau mau jujur yg salah adalah regulasi narkotika di Indonesia yang TIDAK di pedomani. Yang dipedomani adalah rangkaian kalimat dalam Pasal 111, 112, 113, 114, 132 di pahami tekstual nya dan tidak membacanya secara utuh konsteksnya.
Hari ini yang penting tetap jaga diri dari serangan virus Corona, jangan sampai terkena.
Tunduk dan patuh kepada anjuran medis dan negara serta berdoa mendekat ke Sang Khalik.
Anjuran saya untuk Tio Pakusadewo dan pecandu lainnya agar tidak hanya buang energi mereka pecandu di paksa karantina di tempat rehabilitasi …itu hebat bukan di bui!










