JAKARTA – Maspolin.id|| Saat ini beredar bagan organisasi kasus kerajaan judi online Ferdy Sambo beredar di tengah dugaan pembunuhan Brigadir J.

Kerajaan judi online itu pun menyeret nama Jenderal Irjen Panca Putra Simanjuntak.

Beredarnya isu dugaan kerajaan judi online Ferdy Sambo yang mencatut beberapa Jenderal termasuk Panca Putra Simanjuntak, gemparkan warganet.

Kini nama Jenderal Panca Putra Simanjuntak, disearch warganet terkait profil, karir hingga kasus besar yang pernah diungkapnya.

Jenderal Panca Putra Simanjuntak, kini menjabat sebagai Kapolda Sumatra Utara.

Sebelumnya, Panca Putra Simanjuntak menjabat Kapolda Sulawesi Utara.

Makanya, nama Jenderal Panca Putra Simanjuntak sudah tak asing lagi bagi warga Sulawesi Utara.

Memiliki karir yang mentereng, Jenderal itu pun telah membongkar kasus besar lainnya.

Jauh, sebelum terseret diduga di pusaran kerajaan judi online Ferdy Sambo, pernah bongkar kasus mangkrak dan besar.

Lantas, seperti apa profil Jenderal Panca Putra Simanjuntak?.

Irjen. Pol. Drs. Ridwan Zulkarnain Panca Putra Simanjuntak, M.Si. (lahir 19 Januari 1969) adalah seorang perwira tinggiPolri yang sejak 24 Februari 2021 mengemban amanat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sumatra Utara.

Panca, lulusan Akpol 1990 ini berpengalaman dalam bidang reserse. Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini adalah Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara.

Riwayat Jabatan

  • Kapolres Banyumas
  • Kapolres Tegal (2010)
  • Wadirreskrimsus Polda Jateng (2011)
  • Dirreskrimsus Polda Kalteng (2012)
  • Dosen Utama STIK Lemdikpol (2013)
  • Wadirtipidum Bareskrim Polri (2017)
  • Direktur Penyidikan KPK (2018)
  • Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri (2020)
  • Kapolda Sulawesi Utara (2020)
  • Kapolda Sumatra Utara (2021

Bongkar 107 Rekening Dana Judi

Polda Sumut menguak 107 rekening aliran dana Big Bos Judi Online di Sumut.

Hal ini lantaran Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak tak main-main dengan kasus pengungkapan kasus judi online di Sumut.

Dihadapan pejabat utama Forkompimda, yang hadir dalam acara pemusnahan barang bukti pengungkapan kasus narkotika senilai ratusan miliar rupiah.

Orang nomor satu di Polda Sumut itu mengimbau keras agar AP segera menyerahkan diri agar mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sebab, Irjen Pol RZ Panca Putra berjanji segera menyeret AP ke proses hukum meski diduga telah melarikan diri.

Untuk itu juga, dirinya meminta saudara AP harus datang ke Polda Sumut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Apabila tidak hadir, ia akan terbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO).

Sontak sikap Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak pun mendapat apresiasi dari Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi.

Tampak Edy secara spontan bertepuk tangan meski Panca Putra belum lagi usai berkata.

Tindakan spontan Edy Rahmayadi bertepuk tangan tersebut baru kemudian diikuti pejabat yang hadir di antaranya Kepala Kejaksaan Tingi Sumatera Utara, dan perwakilan dan Kodam I Bukit Barisan.

Usai menerima tepuk tangan, Panca Simanjuntak kembali melanjutkan kalimat imbauannya kepada AP Big Bos Judi Online di Sumut

“Mekanisme hukum sudah ada teman-teman. Kalau AP berangkat ke luar negeri, saya akan cari,” kata dia.

Panca Putra mengaku sudah bekerjasama dengan PPATK agar mencari tahu kepada siapa saja aliran dananya.

“Terkait dengan tindak pidana perjudian ini. Mohon dukungan teman-teman sekalian dan seluruh masyarakat Sumatera Utara, akan tertibkan dan bersihkan permainan judi,” kata Panca Putra Simanjuntak.

Kasus-kasus yang pernah ditangani:

Irjen Panca juga merupakan mantan Direktur Penyidikan KPK.

Sebelum akhirnya ditarik Polri berdasarkan surat permohonan bernomor B/2829/V/KEP./2020/SSDM tertanggal 5 Mei 2020 perihal permohonan pengembalian perwira tinggi Polri yang bertugas di lingkungan KPK.

Selama bertugas di KPK, Irjen Panca Putra Simanjuntak banyak menyelesaikan kasus yang mangkrak.

Ada 21 Operasi Tangkap Tangan (OTT) saat Panca Putra Simanjuntak menjadi Direktur Penyidikan KPK selama 11 bulan.

Diantaranya kasus TPPU Tubagus Chairi Wardana yang mangkrak di KPK selama enam tahun.

Kemudian, perkara korupsi di perusahaan penerbangan pelat merah Garuda Indonesia yang telah empat tahun mangkrak.

Irjen Panca Putra juga berperan dalam penangkapan Eddy Sindoro pelaku penyuapan panitera PN Jakarta Pusat yang sudah menjadi DPO selama dua tahun.

Sedangkan operasi tangkap tangan (OTT) yang dikomandoi Irjen Panca, diantaranya kasus suap izin impor bawang putih.

Dalam kasus tersebut KPK menetapkan enam tersangka dalam kasus dugaan suap impor bawang putih dalam OTT.

Mereka yakni anggota DPR Komisi VI I Nyoman Dhamantra, kemudian para tersangka pemberi duit suap yakni Chandry Suanda (CSU) alias Afung, Doddy Wahyudi (DDW), Zulfikar (ZFK).

Kemudian dua orang tersangka lainnya, yaitu Mirawati Basri (MBS) orang kepercayaan Nyoman Dhamantra dan Elviyanto (ELV) ditetapkan sebagai tersangka penerima suap bersama Nyoman.

OTT tersebut bermula dari informasi adanya transaksi suap terkait pengurusan kuota dan izin impor bawang putih tahun 2019 yang menyangkut I Nyoman Dhamantra.

Kronologi OTT tersebut dipaparkan oleh Ketua KPK Agus Rahardjo dalam konferensi persnya di Gedung KPK, Jakarta Selatan.

Irjen Panja Putra juga dinilai mampu menstabilisasikan situasi di Internal KPK termasuk pemilihan Ketua KPK dan terbitnya Undang Undang KPK No 19 /2019.

Tim Redaksi Maspolin.id

***Bahan-bahan dari berbagai sumber

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini