Proyek PEN di SMPN 3 Adiankoting Diduga Tak Sesuai Dengan Gambar dan Tenaga Kerja Dari Luar Taput
Adiankotin, Maspolin.id—Dari ribuan Paket Proyek PEN yang ada di kabupaten Tapanuli Utara yang dipantau awak media MASPOLIN dilapangan, permasalahannya hampir sama dan selalu identik dengan Pondasi yang di duga asal, tanpa memperhitungkan daya yang akan ditopang bangunan, potensi gempa yang cenderung terjadi dan tentunya harus sesuai dengan kultur kondisi cuaca daerah.
Proyek PEN menurut pantauan dan hasil investigasi dengan masyarakat banyak menuai kritik karena tidak menyentuh secara langsung kepada masyarakat luas secara umum. (16/12/2020)
“kita tidak menyatakan tidak ada pengaruh terhadap perputaran ekonomi masyarakat, tetapi disini tidak menyentuh masyarakat secara universal,” ucap warga.
Dan tak luput juga di dalam pantauan awak media proyek PEN yang ada di SMPN 3 Adiankoting, dimana pondasi tiang penyanggah beban bangunan tidak bagus dan bercorak lobang( gambar) sehingga besi tiang penyanggah nampak dari luar, dimana seharusnya tiang tersebut harus terstruktur dengan kuat untuk mengantisipasi roboh atau sejenisnya.
Hal ini telah kita konfirmasi ke pemborong untuk memperbaiki hasil temuan tersebut, tetapi sampai berita ini diturunkan perbaikan belum juga dilakukan.
Diharapkan pihak Dinas pendidikan Tapanuli Utara melalui PPK agar meninjau dan memastikan agar bangunan proyek PEN ini berjalan sesuai dengan gambar.
Dan hasil investigasi yang kita lakukan dilapangan, ternyata Pekerja di proyek ini berasal dari luar Tapanuli Utara, padahal masih banyak tenaga kerja yang menganggur dan punya kapasitas tukang di daerah ini.
Sesuai dengan statement Bapak Bupati Tapanuli Utara akhir akhir ini menegaskan bahwa Proyek PEN harus sesuai dengan gambar, jika tidak akan ditindak tegas, dan untuk itu kepada pihak yang berwenang sudah seharusnya turun gunung untuk memastikan dan mengaplikasikan Statement Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan.
Lamhot Silaban










