Cilacap, Maspolin.id – PT Sumber Segara Primadaya (S2P) selaku pengelola PLTU Cilacap di Desa Karangkandri, menyerahkan bantuan berupa tanggul senilai Rp 314,9 juta kepada Kelompok Tani Pantang Mundur Dusun Semampir, Desa Slarang, Kecamatan Kesugihan, Cilacap, Jateng.
Bantuan diberikan langsung oleh Manajer 1 dan 2 dalam hal ini mewakili PLTU Cilacap, Kamis (19/9/2019) sore di ruang meeting PT S2P. Penyerahan disaksikan perangkat desa dan perwakilan kelompok tani serta pihak PT S2P.
Manajer 1 dan 2 PLTU Cilacap Sugeng mengatakan, bantuan untuk pembuatan tanggul ini diberikan karena kelompok tani tersebut sudah 5 tahun tidak panen. “Kita ingin kerja sama dengan petani untuk memperbaiki tanggul yang jebol akibat rob air laut,” ucapnya.
Menurut Sugeng, dengan bantuan ini diharapkan PLTU bisa membantu petani agar panen dan bercocok tanam lagi, walaupun ini masih baru tahap awal.
Ke depan, imbuh dia, kita juga akan evaluasi terkait penanaman di wilayah pinggir pantai agar tidak abrasi.
“Air laut tidak naik dan masuk kawasan pertanian, sehingga petani bisa bercocok tanam dengan baik,” ungkap Sugeng.
Bantuan dari PLTU ini, untuk pembuatan tanggul Rp 314.954.000, baru diserahkan Rp 100 juta. “Setelah 50 persen atau 75 persen jadi, kita kucurkan dana lagi hingga selesai pembuatan tanggul di Semampir,” tandas Sugeng.
Terkait izin pembuatan tanggul, Sugeng menjelaskan bahwa PT S2P selaku penyandang dana dan kelompok tani selalu pihak yang berinisiatif, maka mereka yang meminta izin ke BBWS Serayu-Opak, dan semuanya sudah memenuhi syarat sehingga pihak BBWS Serayu-Opak di Yogyakarta sudah memberikan rekomendasi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cilacap.
“Untuk bestek, kita yang melakukan dengan pendanaan yang sudah kita hitung. Jadi PT S2P yang menentukan bestek,” ungkapnya.
Sugeng berharap agar perusahaan ini tetap selalu membantu teman-teman atau tetangga terdekat kita bila ada kesusahan.
Seperti kekeringan tahun lalu yang sangat panjang, pihak PLTU Cilacap membantu Dusun Kuwasen dengan air tandon. Kemudian untuk Dusun Semampir, PLTU mengejar ke kelompok tani, dan apabila sudah deal secara bestek, pekerjaan tanggul segera dilaksanakan. “Mumpung masih kemarau,” tagasnya.
Karena bantuan keuangannya cukup banyak, semua perangkat diundang untuk menyaksikan agar tidak terjadi penyelewengan anggaran.
Ketua Kelompok Tani Pantang Mundur, Yamin merasa bersyukur permintaan petani dikabulkan pihak PT S2P, meski pihaknya harus ngeyel untuk dilaksanakan lebih dulu.
“Terus terang saya nggak punya uang. Yang namanya bantuan mestinya uang dulu baru kita laksanakan,” katanya.
Dia menjelaskan, bantuan tersebut untuk pembuatan tanggul di sekitar 70 hektar area persawahan warga, sebab sudah 6 tahun tidak panen karena air laut masuk ke persawahan warga.
“Tanggul yang kita ajukan panjangnya sekitar 1.870 meter, namun dari PLTU memberikan bantuan secara bertahap. Sekarang yang akan dikerjakan sekitar 250 meter dulu,” ungkapnya.
Selanjutnya Yamin menjelaskan, karena lahan persawahan warga tersebut milik BBWS Serayu-Opak, kami keroyo-royo untuk minta izin lokasi yang akan dibangun tanggul ke BBWS Serayu-Opak di Yogyakarta itu.
“Harapan masyarakat ingin panen. Itu saja,” tutupnya. (Estanto)










