KUPANG, NTT – Maspolin.id|| Ditpolairud Polda NTT mengerahkan sejumlah kapal untuk mengawal pelaksanaan Prosesi Laut Galilea yang berlangsung di perairan Teluk Kupang, Minggu (5/4/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Majelis GMIT Klasis Kota Kupang dalam rangka perayaan Paskah tersebut diikuti sekitar 500 peserta dengan menggunakan 42 perahu, yang berlayar dari Pantai Lasiana menuju Pantai LLBK. Sejak pagi, personel Ditpolairud telah disiagakan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar. Apel kesiapan dipimpin langsung oleh Dirpolairud Polda NTT Kombes Pol Irwan Deffi Nasution, S.I.K., M.H.

Dalam arahannya, Dirpolairud menekankan pentingnya keselamatan baik bagi personel maupun peserta selama prosesi berlangsung. “Kami memastikan seluruh personel dan armada siap melaksanakan pengamanan, sehingga para peserta dapat mengikuti Prosesi Galilea dengan aman dan nyaman,” ujar Kombes Pol Irwan Deffi Nasution.

Sekitar pukul 12.30 WITA, puluhan perahu yang membawa peserta mulai bergerak dari Pantai Lasiana menuju Pantai LLBK dengan pengawalan ketat dari kapal Ditpolairud.

Untuk mendukung pengamanan tersebut, Ditpolairud menurunkan enam armada, yaitu KP Pomana 3017, KP 2003, KP 2005, KP 3010, Tactical Boat, serta RIB Intercept.

Selain pengawalan di laut, personel juga membantu mengatur antrean peserta saat naik ke perahu guna menghindari penumpukan di Pantai Lasiana.

Di tengah perjalanan, salah satu perahu peserta sempat mengalami kendala akibat putusnya tali kemudi sekitar pukul 12.45 WITA. Namun, personel Ditpolairud bersama Satbrimob Polda NTT segera memberikan bantuan sehingga perahu tersebut dapat kembali dikendalikan.

“Gangguan sempat terjadi pada salah satu kapal peserta, namun langsung kami tangani dengan cepat. Keselamatan peserta menjadi prioritas utama dalam pengamanan ini,” kata Irwan.

Sekitar pukul 13.40 WITA, seluruh peserta tiba di Pantai LLBK dalam kondisi aman, tertib, dan terkendali. Setibanya di lokasi, rombongan disambut oleh panitia dan tamu undangan untuk melanjutkan rangkaian kegiatan di darat.

Prosesi Laut Galilea juga dihadiri Ketua Majelis Sinode GMIT Pdt. Samuel Benyamin Pandie, Wakil Bupati Rote Ndao Apremoy Dethan, Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT Alexon Lumba, serta sejumlah tokoh agama dan pemuda GMIT.

Menariknya, kegiatan ini turut melibatkan Komunitas Nelayan Muslim Oesapa yang berpartisipasi dalam mendukung kelancaran acara. Kehadiran mereka menjadi simbol kuatnya toleransi dan kebersamaan antarumat beragama di Nusa Tenggara Timur.

“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban kegiatan ini. Prosesi Laut Galilea bukan hanya perayaan iman, tetapi juga cerminan kuatnya persaudaraan dan toleransi di NTT,” pungkas Dirpolairud.

 

Humas Polda NTT

red/mpl/pr

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini