Oleh: Loya Latoya

Kapal induk drone pertama Iran, IRIS Shahid Bagheri, yang sebelumnya menjadi simbol kekuatan asimetris dan kebanggaan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), kini dilaporkan telah tenggelam dan menjadi bagian dari ekosistem bawah laut.

SEJARAH DAN TRANSFORMASI

Shahid Bagheri (nomor lambung C-110-4) tidak dibangun dari nol sebagai kapal perang, melainkan hasil konversi radikal dari kapal kontainer komersial bernama Perarin. Transformasi ini dimulai di galangan kapal Bandar Abbas sejak tahun 2023 untuk memenuhi ambisi Iran dalam memproyeksikan kekuatan udara jarak jauh melalui platform maritim.

SPESIFIKASI DAN KLASIFIKASI KAPAL

Sebagai kapal induk drone (drone carrier), Shahid Bagheri memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari kapal induk konvensional:

● Dimensi: Memiliki panjang sekitar 240 meter, menjadikannya salah satu kapal terbesar dalam armada Iran.

● Dek Penerbangan: Dilengkapi dengan dek miring (angled flight deck) yang memungkinkan peluncuran dan pemulihan berbagai jenis wahana udara nirawak (UAV) atau drone secara bersamaan.

● Kapasitas Drone: Kapal ini dirancang sebagai “kapal induk drone” yang mampu membawa puluhan drone sayap tetap dan helikopter.

● Sistem Persenjataan: Selain sebagai platform drone, kapal ini juga dilaporkan membawa rudal jelajah anti-kapal tipe Noor, Nasr, atau Kader untuk pertahanan diri dan serangan ofensif.

STATUS OPERASIONAL TERKINI

Konfirmasi Penenggelaman: Komando Pusat Amerika Serikat (US CENTCOM) telah mengonfirmasi bahwa kapal induk drone IRIS Shahid Bagheri telah tenggelam.

● Penyebab: Kapal tersebut hancur akibat serangan udara dalam fase awal Operasi Epic Fury yang diluncurkan oleh pasukan Amerika Serikat pada awal Maret 2026.

● Lokasi penenggelaman: Laporan menunjukkan kapal tersebut ditenggelamkan di perairan Teluk Persia, tidak jauh dari pangkalannya di Bandar Abbas.

NASIB TRAGIS: MENJADI TERUMBU KARANG.

Meskipun baru diresmikan pada Februari 2025 dan menjadi aset strategis di dekat Selat Hormuz, masa operasional Shahid Bagheri berakhir dengan cepat. Berdasarkan laporan terbaru, kapal ini menjadi sasaran dalam operasi militer dan telah tenggelam.

Kapal yang semula diharapkan dapat mengubah keseimbangan kekuatan di Teluk Persia tersebut kini beristirahat di dasar laut. Dalam waktu dekat, struktur logamnya yang luas kemungkinan besar akan ditumbuhi karang dan menjadi rumah bagi berbagai spesies laut, mengubah fungsi dari mesin perang menjadi “persembunyian ikan” dan bagian dari terumbu karang buatan di dasar perairan.

 

Tim Medsos Maspolin

red/mpl/medsos

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini