JAKARTA – Maspolin.id|| Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menilai mutasi 88 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) Polri dapat memperkuat kinerja institusi kepolisian. Pergantian jabatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sahroni mengatakan, Komisi III DPR RI mendukung langkah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam melakukan penyegaran organisasi. Menurutnya, kebijakan mutasi tersebut tentu telah melalui berbagai pertimbangan sesuai kebutuhan institusi.
“Saya yakin, mutasi ini dilakukan untuk memperkuat dan makin mengoptimalkan kinerja Polri di masa depan,” kata Sahroni saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Minggu (04/10/2026).
Legislator yang membidangi urusan hukum tersebut berharap para pejabat yang mendapat penugasan baru mampu menjalankan tugas secara profesional dan responsif terhadap berbagai tantangan keamanan.
Ia juga berharap jajaran baru Polri dapat memperkuat peran kepolisian dalam melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat di tengah dinamika persoalan keamanan yang semakin beragam.
Sebelumnya, Polri melakukan mutasi dan rotasi terhadap 88 Pati dan Pamen sehari setelah Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi menjabat sebagai Kapolri.
Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Pergantian jabatan mencakup sejumlah posisi strategis di tingkat Mabes Polri hingga kepolisian daerah.
Dari total 88 personel yang dimutasi, sebanyak 70 personel mendapatkan promosi atau menempati jabatan baru. Pergantian tersebut juga meliputi 14 jabatan pejabat utama Mabes Polri dan 19 jabatan kepala kepolisian daerah (Kapolda).
Di tingkat Mabes Polri, Komjen Pol. Asep Edi Suheri ditugaskan sebagai Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Irjen Pol. Dedy Kusuma Bakti sebagai Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri, serta Irjen Pol. Asep Safrudin sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri.
Selanjutnya, Irjen Pol. Hery Herjawan ditugaskan sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Irjen Pol. Rudi Darmoko sebagai Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri, serta Irjen Pol. Andik Setiyono sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan dan Anggaran (Astamarena).
Untuk jabatan Asisten Logistik (Aslog) Kapolri, penugasan diberikan kepada Brigjen Pol. Agus Dwi Hermawan. Sementara itu, Brigjen Pol. Deni Dharmapala dipercaya mengemban tugas sebagai Asisten Sumber Daya Manusia (As SDM) Kapolri.
Pergantian juga terjadi pada sejumlah jabatan strategis lainnya. Irjen Pol. Mahmud Nazly Harahap ditugaskan sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadivpropam) Polri, Irjen Pol. Roberto G.M. Pasaribu sebagai Kepala Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (Kadiv TIK) Polri, serta Brigjen Pol. Tubagus Ami Prindani sebagai Kepala Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri.
Selain itu, Irjen Pol. Ahrie Sonta N. ditugaskan sebagai Kepala Divisi Hukum (Kadivkum) Polri, Irjen Pol. Arie Ardian Rishadi sebagai Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kakortastipidkor) Polri, dan Kombes Pol. Didik Hariyanto sebagai Koordinator Staf Pribadi Pimpinan (Koorspripim) Polri.
Mutasi juga mencakup sejumlah jabatan Kapolda di berbagai wilayah. Irjen Pol. Dadang Hartanto ditugaskan sebagai Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Suwondo Nainggoan sebagai Kapolda Maluku, Irjen Pol. Suhendri sebagai Kapolda Kepulauan Riau, Irjen Pol. Arman Achdiat sebagai Kapolda Riau, Irjen Pol. Reza Arief Dewanto sebagai Kapolda Nusa Tenggara Timur, dan Irjen Pol. Hengki sebagai Kapolda Jawa Barat.
Pergantian jabatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kinerja organisasi, menjaga kesinambungan tugas kepolisian, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri. (Ad/hn/rs)
Tribratanews
red/mpl/pr












