Oleh: Irjend Pol Purn Drs Sisno Adiwinoto
1. Secara pribadi saya pernah tugas bersama yang bersangkutan sehingga “fairly” saya sangat mengenal yang bersangkutan secara pribadi dan saya monitor perjalanan karier yang bersangkutan.
Sebagai “Senior” saya ikut merasa bangga dan merasa bersyukur yang bersangkutan menjadi calon tunggal Kapolri.
2. Selaku Waketum ISPPI komen kami, bahwa Jendral Idham Azis lebih banyak memiliki “strengh” profesional dan sangat sedikit “Weaknesses” nya.
Jendral Idham Azis adalah sosok Pekerja keras, punya prinsip/komitmen yang kuat dan sedikit bicara.
Penangkapan-penangkapan terhadap pihak-pihak/orang-orang yang “potensial mengganggu keamanan” (yang memenuhi unsur pidana dan cukup bukti) banyak dilakukan yang bersangkutan tanpa basa basi pencitraan,
semua dilakukan atas “perintah/arahan” Jendral Idham Azis selaku Kaba Reskrim
dan memang sejalan dg arah kebijakan Kapolri Jendral Tito Karnavian.
3. Strengh yang bersangkutan
a. Dipandang dari sudut Angkatan/lifting, yang bersangkutan (Akpol Angkatan 88A) lebih junior dari pada Pak Tito (Angkatan 87) sehingga unsur Regenerasi nya dapat terpenuhi.
b. Dipandang dari sudut pengalaman tugas, yang bersamgkutan sdh pernah 2 kali menjadi Kapolda (Sultra dan Metro Jaya) sehingga layak untuk menjadi Pimpinan Polri /Kapolri.
c. Yang bersangkutan juga banyak berkecimpung di bidang Reserse, dari mulai level Kasat Serse Polres, level Direktur sampai dengan Level Kabareskrim sehingga memiliki pengalaman yang luas dibidang reserse/penindakan kejahatan
d. Disamping itu , yang bersangkutan juga memiliki banyak pengalaman dalam menangani Aksi Terorisme yang sangat berguna dalam mengemban Tugas sebagai Kapolri.
4. Disamping “Streghts” nya, yang bersangkutan hanya memiliki sedikit “weaknesses” yakni, yang bersangkutan hanya memiliki sisa masa dinas selama 1 th 2 bulan saja (disarankan masa pensiun Polri menjadi usia 60 th),
Namun perlu diingat bahwa tidak ada satupun Undang2 atau Peraturan yang mengatur tentang sisa masa dinas seorang calon Kapolri, sehingga yang bersangkutan untuk diangkat menjadi Kapolri merupakan hal yang syah2 saja.
Dg masa kerjanya yg singkat, diharapkan tugas
-Yang utama Jendral Idham Azis seyogianyanya tidak merubah kebijakan “Promoter”, tetapi lebih mengintensifkan lagi.
– Yg Kedua, yang bersangkutan perlu mempersiapkan Calon Kapolri baru
– Yg ketiga masalah radikalisme tetap menjadi atensi.
-Utk yang kekinian yang bersangkutan perlu menyiapkan Jabatan Fungsional SDM Polri yang Profesional pada semua bidang Fungsi Utama Polri.
Diharapkan juga yang bersangkutan jadilah sebagai “Kapolri Idaman” disepanjang masa jabatannya.
Karena disisi lain yang bsrsangkutan0 juga memiliki kemampuan membangun komunikasi yang inklusif dengan seluruh elemen dan ini menjadi prasayarat tambahan yang sangat membantu dalam menghadirkan kepolisian yang profesional, menjungjung nilai-nilai demokratis dan promoter.
-Secara umum :
Jendral Idham Azis
memang secara prinsip sudah memenuhi syarat sebagai Kapolri, baik secara prosedural maupun kompetensi.
Hal ini bisa dilihat dari berbagai jabatan penting yang pernah diembanya, hampir tidak ada catatan kelemahan dari perwira lulusan Akpol 1988A ini.
Demikian, terima kasih
Wassalam dan Hormat.
IrjenPol Drs Sisno Adiwinoto MM.
(Waketum ISPPI/Pengamat Kepolisian).










