Pagaralam,maspolin.id- kabid P2P Dinkes Kota Pagar Alam Suwirman kembali menginformasikan Perkembangan Kasus Covid-19 di Kota Pagaralam.

Menurut Suwirman per 23 Juli 2021 P2P Dinas Kesehatan Pagaralam telah mendata ada 51 orang penambahan kasus covid 19 baru dan 13 orang korban keganasan Covid 19 berakhir dengan pemakaman secara protokol dengan ketat.

Lima Puluh Satu Kasus Baru ini merupakan Rekor yang sangat fantastis selama Pandemi Covid-19 untuk Kota Pagaralam selama 1,5 tahun pandemi covid 19 terjadi. kemudian penambahan kasus baru paling banyak dari kecamatan Pagaralam Selatan sebanyak 28 Kasus, lalu dari Pagaralam utara Sebanyak 12 Kasus dengan rincian data pasien sebagai berikut :

a. Kecamatan Pagar Alam Utara

1. HS (Laki-laki /36 tahun)

2. MEPT (Laki-laki/26 tahun)

3. DEK (Laki-laki/21 tahun)

4. JS (Perempuan/45 tahun)

5. AJ (Laki-laki/50 tahun)

6. SA (Perempuan/31 tahun)

7. AP (Perempuan/40 tahun)

8. KA (Perempuan/11 tahun)

9. SB (Laki-laki/45 tahun)

10. Nama : SHI (Laki-laki/50 tahun)

11. MW (Perempuan/57tahun)

12. RW (Laki-laki/56 tahun)

b. Kecamatan Pagar Alam Selatan

1. AAD (Laki-laki/23 tahun)

2. FPA (Laki-laki/24 tahun)

3. DS (Laki-laki/22 tahun)

4. FN (Perempuan/14 tahun)

5. FH (Laki-laki/55 tahun)

6. KA (Laki-laki/28 tahun)

7. MD (Perempuan/28 tahun)

8. AKW (Perempuan/59 tahun)

9. FUS (Laki-laki/65 tahun)

10. IS (Perempuan/31 tahun)

11. FN (Perempuan/20 tahun)

12. HTD (Laki-laki/55 tahun)

13. DN (Laki-laki/41tahun)

14. ML (Laki-laki/61 tahun)

15. NSPW (Perempuan/51 tahun)

16. AP (Laki-laki/34tahun)

17. VV (Perempuan/32 tahun)

18. NTI (Perempuan/44 tahun)

19. RO (Laki-laki/18)

20. MTY (Laki-laki/47 tahun)

21. Nama : SW (Perempuan/43 tahun)

22. RA (Laki-laki/65 tahun)

23. YHI (Perempuan/62 tahun)

24. MW (Perempuan/57 tahun)

25. HE (Perempuan/64 tahun)

26. DRY (Perempuan/26 tahun)

27. HP (Laki-laki/26 tahun/Md)

28. RO (Laki-laki/49 tahun/Md)

c. Kecamatan Dempo Utara

1. ANK (Perempuan/14 tahun)

2. RAHW (Perempuan/37 tahun)

3. HN (Perempuan/43 tahun)

4. AA (Laki-laki/38 tahun)

d. Kecamatan Dempo Tengah

1. SDI (Laki-laki/58 tahun)

2. SHI (Perempuan/52 tahun)

3. Nama : MKA (Perempuan/20 tahun)

4. MI (Perempuan/47 tahun)

5. AW (Perempuan/56 tahun)

e. Kecamatan Dempo Selatan

1. ATY (Laki-laki/28 tahun)

2. MAR (Laki-laki/3 tahun)

Kecamatan Dempo Tengah, Kecamatan Dempo Utara dan Kecamatan Dempo Selatan yang dalam minggu lalu Nihil kasus namun pada data kemarin telah terjadi penambahan sebanyak 5 orang terpapar Covid 19 kemudian Kecamatan Dempo Utara dengan 4 kasus baru Covid 19, terakhir Kecamatan Dempo Selatan terjadi penambahan yaitu sebanyak 2 kasus baru Covid 19.

Penambahan jumlah terpapar covid 19 dan jumlah meninggal dunia akibat keganasan Corona ini membuat resah sebagian besar masyarakat pagaralam dan banyak mempertanyakan langkah2 pemerintah daerah yang masih lamban dalam melakukan upaya menghentikan mata rantai penyebaran Covid 19. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh seorang pria paruh baya Amirudin warga Curup Jare Kecamatan Pagaralam Utara yang menuturkan kepada awak media saat diwawancarai pada kesempatan vaksin serentak di puskesmas perandonan, PAU (24/7)

“Aku takut dengan kondisi corona sekarang di pagaralam karena banyak yang mati, kami ingin Pemerintah Kota Pagaralam dan jajarannya melakukan langkah nyata untuk segera melakukan langkah tegas menghentikan sementara resepsi pernikahan yang cenderung memang tidak patuhi prokes dan berkerumun,” ujar Amirudin

Kemudian ditambah Leni (37 Th) dengan logat besemah dia menuturkant, ” Tentra polisi, nga pol pp sesekali bubarkan jeme sedekah nek dide prokes make keruan ame kuruna ni nyate kane hoax (Tni,Polri, dan Pol-PP agar membubarkan kerumunan sedekah yang tidak prokes agar masyarakat paham bahayanya covid-19)”.

Masih dihari yang sama dan ditempat lain terlihat pada video yang viral di Desa Talang Bedug Kecamatan Dempo Utara Kapolres Pagaralam Akbp Dolly Gumara, S.IK melakukan sidak salah satu tempat resepsi pernikahan (hajatan) yang ramai kemudian tanpa ragu kapolres mengatakan pada tamu dan pihak tuan rumah yang tertangkap basah kerumunan ” maaf apabila kedatangan saya mengganggu kenyamanan bapak ibu, tapi saya hanya ingin menyelamatkan masyarakat banyak dan pula mengingat dalam satu minggu ini kasus Covid-19 sudah 51 orang dan yang dinyatakan meninggal ada 13 orang”.

“Walaupun sudah pakai masker dan cuci tangan tetap tidak menjaga jarak percuma karena akan menempel lalu menularkan pada orang tua kita dan akhirnya meninggal dunia,” tambah Kapolres

“Atas nama hukum dan undang-undang, ini teguran terakhir !, saya akan bubarkan apabila tidak mematuhi prokes yang telah dituangkan didalam surat pernyataan tuan rumah,” tegas Dolly

(Dms)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini