Novita Hardini Mohamad, Ketua Dekranasda Kabupaten Trenggalek Jawa Timur (Foto: Fals Yudistira)

Trenggalek, Maspolin.id – Rekor MURI kembali terpecahkan di Kabupaten Trenggalek saat puncak peringatan Hari Ibu tahun 2019, Sabtu (21/12/2019). Kali ini rekor terbanyak mengenakan kain Shibori yang telah dipecahkan di Kota yang menyebut dirinya sebagai Surga di Selatan (Southern Paradise) ini.

Ada sebanyak 7.571 kain Shibori yang dikenakan oleh para Guru, Dekranasda, Organisasi wanita, komunitas dan beberapa relawan dalam pemecahan rekor ini dan tercatat sudah ada 6 rekor MURI yang bisa dipecahkan di Trenggalek. Ariani Siregar, Senior Manager MURI kepada awak media Sabtu tersebut, “kami dari Museum World Record Indonesia pada hari ini, Sabtu (21/12/2019) diundang oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk pecahkan rekor yang sangat luar biasa spektakuler, yaitu mengenakan batik Shibori dengan peserta terbanyak,” ungkapnya “Semula pengajuannya 7.000 peserta dan setelah kita verifikasi di lapangan ada sebanyak 7.571 peserta,” lanjut Ariani menerangkan.

Rekor yang dipecahkan oleh Trenggalek ini tercatat sebagai rekor yang ke 9.379 dan termasuk kedalam rekor dunia. Sedangkan untuk Kabupaten Trenggalek sendiri sampai saat ini sudah 6 kali tercatat memecahkan rekor dan pada tahun yang bersamaan kemarin terjadi pemecahan rekor sajian nasi gegok terbanyak, tandasnya. Sedangkan ketua Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini Mochamad dalama kesempatan tersebut pemecahan rekor yang dilakukan dalam rangkan pengenalan salah satu produk unggulan yang sedang dicoba dikembangkan di Kabupaten Trenggalek, yaitu Batik Shibori dengan kekhasan tersendiri warna alam.

“Melalui kegiatan ini kita ingin mencoba mengenalkan seperti yang disampaikan tadi oleh Ibu Ketua Dekranasda Trenggalek dalam sambutannya, sehingga kita tidak hanya mempunyai produk unggulan batik khas Trenggalek maupun Batik Shibori yang sedang kita kembangkan. Sekaligus untuk menyemangati penggiat UMKM di Trenggalek,” ujar istri Bupati Trenggalek ini.

Selain menyemangati, kami paham bahwa perempuan banyak variabelnya, sehingga dengan ini para pelaku UMKM ini bisa terus tetap bersemangat, karena setiap usaha pasti fluktuatif, kadang laku banyak atau sesekali biasa saja. Lebih lanjut ibu tiga anak ini menambahkan kegiatan ini sekaligus menjadi puncak peringatan hari Ibu yang cukup berkesan dan meriah di Kabupaten Trenggalek.

Terakhir kita berharap dengan kegiatan ini para pengerajin terpacu untuk selalu kreatif dan berinovasi dalam berusaha. Jangan mudah putus asa apapun tantangannya harus tetap semangat dan pantang menyerah. Apa yang sedang dibutuhkan pasar kita harus bisa segera beradaptasi untuk mengikuti hal tersebut, tandas wanita berparas cantik ini.

Plt. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Trenggalek, Agus Setyono menegaskan bawasanya Shibori di Trenggalek memang tergolong masih relatif baru. Namun dirinya berharap kedepan menjadi salah satu komoditas unggulan di Trenggalek selain batik khas Trenggalek karena keidentikannya dengan warna alam. Masih beberapa kelompok pengerajin Shibori di Trenggalek salah satunya yang ada di Rutan Kelas II Trenggalek, namun Agus berharap dengan pemecahan rekor MURI ini Shibori Trenggalek semakin dikenal dan tercipta pasar yang ujungnya UKM berkembang dan masyarakat sejahtera, tandasnya.

Penulis: Fals Yudistira

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini