Cilacap, Maspolin.id – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Cilacap tahun 2021, digelar di Gedung Patra Graha, Komperta Donan, Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (10/3/2020).

“Rencana pembangunan yang ada di RKPD ini merupakan usulan dan memuat pokok pikiran dari Anggota DPRD Cilacap, yang alur awalnya dari Musrenbang desa, kemudian Musrenbang kecamatan,” kata Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji.

Aspirasi masyarakat dalam pembangunan ke depan, pun dibahas dalam Musrenbang tingkat kabupaten ini.

Ada beberapa faktor yang akan diprioritaskan dalam pembangunan di tahun 2021, diantaranya infrastruktur wilayah perbatasan dan pinggiran serta peningkatan pelayanan terhadap masyarakat dan tata kelola pemerintahan yang akan melakukan inovasi, antara lain bidang perekonomian, pelayanan kesehatan, pelayanan pendidikan, pelayanan korban bencana, serta pelayanan administrasi kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil).

Ditambahkan, mulai sekarang dirumuskan, diprioritaskan mana dulu, dibangun apa dulu, yang utama adalah pembangunan infrastruktur daerah pinggir dengan segala keterbatasan.

Program pembangunan yang direncanakan ini, semoga tidak ada tumpah tindih dan rebutan antar organisasi pemerintah daerah (OPD).

Bupati juga berharap dilakukan skala prioritas serta bisa menyelesaikan permasalahan di daerah, bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, dengan anggaran yang terbatas.

Dalam penyusunan APBD, Ketua DPRD Taufik Nurhidayat mengatakan bahwa DPRD diberi ruang melalui reses, untuk menggali aspirasi masyarakat dalam pembangunan.

Taufik menambahkan, DPRD menggali aspirasi masyarakat untuk masukan dalam proses perencanaan Tahun Anggaran 2021, dan DPRD sudah sampaikan pokok pikiran, jika sudah sampai di KUA-PPAS, eksekutif dan legislatif akan duduk bersama melakukan pembahasan sampai titik terakhir APBD tahun 2021.

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Cilacap Farid Ma’ruf menyampaikan, prediksi pendapatan tahun 2021 sebesar Rp 2,9 triliun, tanpa Dana Alokasi Khusus (DAK) dan bantuan keuangan.

Pendapatan sebesar itu, lanjut Sekda, digunakan untuk rencana belanja sebesar Rp 4,38 triliun, terdiri dari belanja langsung Rp 2,1 triliun, belanja tidak langsung Rp 2,2 triliun. Sedangkan pengeluaran pembayaran sebesar Rp 27,5 miliar, sehingga terjadi defisit sebesar Rp 1,483 triliun.

Sekda berharap, melalui Musrenbang ini tercipta koordinasi, sinergitas, efisiensi, serta efektivitas dalam penyusunan prioritas rencana program kegiatan dan penyempurnaan penyusunan RKPD tahun 2021.

Hadir dalam Musrenbang, Bupati Cilacap, Ketua DPRD, Sekda, unsur Forkopimda, Kasdim Mayor Inf Ahmad Rofik Alfian mewakili Dandim 0703/Cilacap, Kasiren Kapten Laut (P) Firman mewakili Danlanal, Kapolres Cilacap yang diwakili Kompol Agus Sulistianto, Supriyadi SSI MMp, perwakilan Bappenas, Bappeda Prov Jateng diwakili Ir Rahman Jamal MSi, Kepala Bappelitbangda Cilacap Sumbowo SSos, Kepala Balai, Kepala Instansi Vertikal, Ketua TP PKK, Pimpinan BUMN/BUMD, perguruan tinggi, Delegasi dari Kecamatan se-Kabupaten Cilacap, LSM, serta undangan lain. (Awan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini