Cilacap, Maspolin.id – Premanisme menjadi kasus nomor wahid di Kabupaten Cilacap dengan 3.116 perkara. Sementara prostitusi membukukan 156 kasus dengan 467 tersangka, sedangkan perjudian ada 64 kasus dengan 160 tersangka.

Hal itu dikatakan Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto di depan awak media dalam jumpa pers di Ruang Vicon, Mapolres Cilacap, Selasa (31/12/2019).

Kapolres menegaskan, evaluasi akhir tahun menjadi tolok ukur keberhasilan kinerja Kepolisian Resor Cilacap (Polres Cilacap), Polda Jawa Tengah.

Dia menyampaikan, kegiatan ini untuk mengevaluasi dan mengukur keberhasilan kerja jajaran Polres Cilacap selama satu tahun.

Didampingi pejabat utama Polres Cilacap, Djoko menjelaskan sejumlah kasus yang ditangani Sat Reskrim, Sat Narkoba, Sat Lantas, dan beberapa kegiatan lain dipaparkan kepada wartawan.

Seperti jumlah kejahatan pada 2019 sebanyak 377 kasus, mengalami penurunan 53 kasus jika dibanding tahun 2018, yakni 430 kasus.

Sedangkan untuk penyelesaian perkara, pada 2019 ada 347 kasus, menurun 18 kasus dibanding tahun 2018, yaitu 365 kasus.

Untuk jenis kejahatan paling dominan di 2019 adalah kasus perjudian dengan 64 kasus, kemudian diikuti pencurian dengan pemberatan 60 kasus, narkotika 48 kasus, pencurian kendaraan bermotor 33 kasus, penggelapan 17 kasus, penipuan 11 kasus, pencurian dengan kekerasan 5 kasus, pembunuhan 1 kasus, pemerkosaan 1 kasus, serta kejahatan konvensional lainnya 130 kasus.

“Sepanjang tahun 2019, jumlah pelanggaran lalu lintas mengalami penurunan, di mana jumlah tilang tahun 2019 sebanyak 43.340, menurun 69 persen dari tahun 2018, yaitu 62.856, dan teguran pada 2019 sebanyak 86.680, menurun 69 persen dari tahun 2018, yaitu 125.712,” ungkapnya.

Kecelakaan lalu lintas di tahun 2019 sejumlah 892 kasus, mengalami kenaikan 141 kasus dari tahun 2018, yaitu 751, dengan jumlah korban meninggal dunia 177.

“Angka tersebut menurun 19 korban dibandingkan tahun 2018, yaitu 196 korban,” tandas Kapolres.

Dan selama kurun waktu satu tahun, Polres Cilacap berhasil menindak 3.116 kasus premanisme, dan menyita BB miras sejumlah 15.000 botol dari berbagai merek serta 4.664 liter ciu.

Kasus prostitusi tercatat 156 perkara dengan tersangka 467, serta perjudian 64 kasus dengan 160 tersangka.

“Konferensi pers akhir tahun ini merupakan acuan bagi Polres Cilacap untuk melakukan peningkatan kinerja, sekaligus sebagai wujud keterbukaan informasi publik kepada masyarakat terhadap kinerja yang telah dilakukan Polres Cilacap selama setahun,” tutup Kapolres. (Estanto)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini