Tuban – Maspolin.id // Sedikitnya terdapat 4 (empat) kecamatan di kabupaten Tuban yang menjadi lintasan aliran sungai bengawan solo diantaranya kecamatan Soko, Rengel, Plumpang dan Widang yang keberadaannya selain membawa berkah pada sektor pertanian juga memiliki potensi ancaman bencana banjir, baik yang diakibatkan intensitas curah hujan maupun luapan air kiriman dari wilayah hulu.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam rangka mengantisipasi terjadinya bencana alam serta penanggulangannya di masa pandemi Covid-19, ratusan personel gabungan dari Polres Tuban, Kodim 0811 Tuban, Satpol PP, Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), Pemadam kebakaran (Damkar) beserta peralatan dan perlengkapannya di gelar di lapangan apel mapolres setempat, Senin (25/10).
Dalam sambutan yang Gubernur Jawa timur yang dibacakan oleh Wakil Bupati Tuban H. Riyadi saat pimpin apel didampingi Kapolres Tuban AKBP Darman, S.I.K., serta Dandim 0811 Tuban Letkol Inf Viliala Romadhon, S.E., M.I.Pol., menjelaskan bahwa Jawa timur merupakan salah satu provinsi yang sering dilanda bencana alam khususnya bencana alam Hidrometeorologi disebabkan wilayah Jawa timur berada pada dua aliran sungai yaitu sungai Bengawan solo dan sungai Brantas.
Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa timur sejak tanggal 1 Januari hingga 19 Maret 2021 telah terjadi 258 bencana banjir di wilayah Jawa timur, 11 diantaranya merupakan banjir bandang serta tiga kali banjir Rob, tidak hanya banjir data dari BPBD juga menyebutkan terjadinya angin kencang sebanyak 5 kejadian, angin puting beliung sebanyak 2 Kejadian dan tanah longsor 1 kejadian serta gempa bumi.
Hum/Lilik.s










